Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya? | rumahfiqih.com

Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?

Ahmad Zarkasih, Lc Fri 10 January 2014 16:25 | 2947 views

Bagikan via

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam masalah waris ialah tentang pembagian harta warisan orang yang meninggal bersama, karena sebab kecelakaan atau tenggelam atau juga kebakaran. Penyebab seperti ini menyulitkan untuk diketahui siapa yang meninggal lebih dulu.

Tentu yang dibicarakan disini ialah mereka yang meninggal bersama dengan ahli warisnya, entah itu anak atau orang tuanya atau juga saudaranya yang memang masih dalam golongan ahli waris.

Dalam pembahasan Faraidh, masalah ini disebut dengan pembahasan harta waris Al-Gharqa [الغرقى]. Secara bahasa Al-Gharqa berarti orang yang tenggelam. Dan dalam istilah ahli Faraidh, Al-Gharqa berarti:

“Orang yang meninggal bersamaan dengan yang lain dan keadaan meninggalnya tidak diketahui, mana yang lebih dulu, seperti yang meninggal karena sebab kebakaran atau tertimpa reruntuhan bangunan atau sejenisnya”. [1]

Dalam hal ini, keadaan Al-Gharqa terbagi menjadi 3 keadaan sebagaimana dijelaskan oleh ulama:

1. Diketahui dengan sangat meyakinkan bahwa mereka meninggal dalam waktu yang sama. Seperti korban bom atau reruntuhan bangunan.

2. Diketahui dengan sangat meyakinkan bahwa salah satu diantara mereka meninggal lebih dulu dari yang lain. Seperti hanyut atau kebakaran namun diketahui siapa yang meninggal lebih dulu

Untuk keadaan yang pertama, maka ulama telah ber-Ijma’ bahwa mereka tidak saling mewarisi, dan harta warisannya hanya diberikan kepada mereka yang hidup.

Untuk yang kedua, maka yang meninggal belakangan mendapatkan harta warisan dari yang meninggal lebih dulu, dan ini Ijma’ ulama.

Namun ada keadaan ketiga dan keempat, yaitu:

1. Tidak diketahui apakah mereka meninggal karena kejadian yang sama dan dalam waktu yang bersmaan. Seperti musibah tabrakan kendaraan, ada 2 tabrakan beruntun, dan tidak diketahui secara meyakinkan apakah mereka meninggal pada tabrakan yang pertama berbarengan atau tidak.

2. Tidak diketahui mana yang meninggal lebih dulu dan mana yang meninggal belakangan dalam satu kecelakaan atau tragedi. Seperti orang yang meninggal karena kebakaran yang mereka ada bersama di dalam kebakaran itu, namun tidak jelas siapa yang meninggal lebih dulu.

Inti dari 2 poin itu ialah tidak diketahuinya keadaan masing-masing mayit, mana yang meninggal lebih dulu, atau apakah mereka meninggal berbarengan dalam waktu yang sama.

Untuk dua keadaan yang seperti ini ulama berbeda pendapat tentang pembagian harta warisnya menjadi 2 kelompok pendapat:

· Kelompok pertama mengatakan bahwa masing-masing mereka mewarisi satu sama lain.

· Kelompok kedua mengatakan bahwa mereka tidak saling mewarisi, dan harta mereka hanya diwarisi kepada ahli waris yang masih hidup saja.

[1] Pendapat Pertama

Ini adalah pendapatnya madzhab Imam Ahmad bin Hanbal, bahwa orang yang meninggal bersama dalam sebuah kecelakaan atau musibah, maka keduanya saling mewarisi satu sama lain. Masing-masing mendapat jatah waris yang lainnya.[2]

Cara yang dilakukan dalam pembagiannya ialah ditentukan dahulu dengan sangkaan yang paling kuat siapa yang meninggal lebih dulu, setelah itu yang meninggal lebih dulu mewarisi harta ke ia yang meninggal belakangan kemudian diberikan kepada ahli waris lainnya. Lalu begitu juga selanjutnya untuk mayit kedua yang meninggal bersamanya.[3]

Contoh:

Ayah dan anak lakinya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dan tidak diketahui siapa yang meninggal lebih dulu. Maka sebelum dibagi harta warisnya, ditentukan dulu siapa yang sekiranya meninggal lebih dulu, ayah atau anak.

Katakanlah anak laki itu yang meninggal lebih dulu, maka si ayah yang meninggal bersamanya dalam kecalakaan itu mendapat jatah 1/6 dari harta si anak laki, lalu juga ahli waris lain yang masih hidup. Lalu setelah itu, harta ayah dibagikan sebagaimana mestinya.

Pendapat ini didasari oleh argument bahwa salah satu sebab waris ialah hidupnya salah seorang ahli waris ketika si pewaris meninggal. Dan sebab itu ada dalam keadaan ini.

Adapun keadaan mereka yang tidak diketahui mana yang lebih dulu adalah sebuah keraguan, dan keraguan ini tidak bisa membatalkan hak mereka untuk mendapatkan waris. Adapun hidupnya salah satu diantara mereka adalah sebuah keyakinan, dan sesuatu yang meragukan tidak bisa membatalkan sesuatu yang telah ada dengan yakin.

Dan ini juga pendapat yang diamalkan oleh sahabat Ali bin Abu Thalib, Abdullah bin Mas’ud, dan juga salah satu riwayat sayyidina Umar bin Khotthab.[4]

Dan dari kalangan tabi’in, pendapat ini dipegang oleh Al-Tsauri, Al-Nakho’I serta Ibnu Abi Laila yang dengan tegas mengatakan bahwa kerancuan antara mana yang lebih dulu meninggal tidak bisa dijadikan penghalang untuk mendapatkan hak waris.[5]

[2] Pendapat Kedua

Ini adalah pendapat mayoritas madzhab Fiqih, yaitu Al-Hanafiyah, Al-malikiyah dan Al-Syafi’iiyah, bahwa orang yang meninggal bersama dalam sebauah kecelakaan atau musibah dan tidak diketahui mana yang meninggal lebih dulu diantara mereka, mereka tidak saling mewarisi. Dan harta mereka hanya terwarisi kepada mereka yang masing hidup.[6]

Jadi dengan pendapat ini, jika ada yang meninggal dalam sebuah kecelakaan dan tidak diketahui mana yang lebih dulu meninggal dan mana yang belakangan, maka harta waris mereka cukup dibagikan kepada ahli waris mereka yang hidup saja. Dan sesama mereka yang meninggal tidak salng mewarisi.

Argument mereka adalah bahwa salah satu sebab waris itu ialah hidupnya si ahli waris ketika si pewaris meninggal, dan keadaan itu tidak ada dalam masalah ini. hidupnya salah seorang dinatara mereka ketika salah seorang diantaranya meninggal tidak diketahui secara yakin dalam keadaan ini.

Iya! kalaupun ada tapi tidak diketahui mana yang lebih dulu meninggal dan mana yang belakangannya. Artinya bahwa hidupnya ia ketika si pewaris meninggal diragukan, dan hak waris tidak bisa diberikan dengan keragu-raguan.

Imam Al-Sarakhsi dalam Al-Mabsuth mengatakan bawah memang asas/dasar dalam masalah fiqih ialah sebuah keyakinan, maka tidak bisa sebuah hak diberikan dengan dasar yang masih diragukan.[7]

Selain itu, merak juga berdalil dengan qadha’ (keputusan) sayyidina Abu Bakr yang dilaksanakan oleh sahabat Zaid bin Tsabit terhadap korban-korban perang dari kaum muslim, dari pendudukan Yamamah bahwa diantara mereka tidak saling mewarisi. Dan ini juga yang menjadi Qadha’ sayyidina Umar ketika beliau meminpin khalifah.[8]

Dan pendapat ini yang dipegang oleh sayyidian Umar bin Khatthab, Abu Bakr Al-Shiddiq, Zaib bin Tsabit dan juga salah seorang dari 7 Ahli Fiqih Madinah, Khorijah bin Zaid.[9]

Kesimpulan

Setelah mengetahui pendapat para ulama diatas, sepertinya penulis lebih condong kepada pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa orang yang meninggal bersama dalam sebuah kecelakaan atau musibah dan tidak diketahui mana yang lebih dulu meninggal dan mana yang belakangan, mereka tidak saling mewarisi, cukup dibagi kepada mereka yang masih hidup saja.

Selain karena memang ini pendapat mayoritas, arugumen yang digunakan pun jauh lebih kuat dibanding kelompok pertama yang mengatakan sebaliknya. Terlebih lagi didukung dengan beberapa kejadian yang terjadi pada zaman sahabat sebagaimana dijelaskan diatas.

Dan juga, penulis melihat adanya al-Daur [الدور] (tumpang tindih) dalam penerapan pendapat pendapat pertama. Karena jika mereka saling mewarisi, pembagiannya tidak akan selasai dan tidak akan ada ujungnya.

Karena ketika salah seorang mereka mendapatkan jatah waris dari yang lain yang juga meninggal bersama dalam musibah itu, setelah pembagian harta mayit pertama, mayit kedua pun dibagi hartanya dan mayit yang pertama yang telah dibagi hartanya tersebut mendapatkan lagi dari mayit kedua. Maka terus begitu seterusnya, di situ terjadi yang namanya Al-Daur, dan tidak akan bertemu pada titik akhir.

Wallahu a’lam

[1] Al-Hawi Al-Kabir 8/87

[2] Al-Iqna’ 3/114, Al-Inshaf 7/345

[3] Al-Iqna’ 3/114

[4] Al-Mabsuth 30/27

[5] Al-Hawi Al-Kabir 8/88

[6] Al-Mabsuth 30/27, Al-Istidzkar 5/376, Al-Hawi Al-Kabir 8/87

[7] Al-Mabsuth 30/27

[8] Minah Al-Jalil Syarh Mukhtashar Al-Khalil 9/696

[9] Al-Hawi Al-Kabir 8/87

 

Bagikan via


Baca Lainnya :

Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.197 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 3.952 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 4.420 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.060 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 7.129 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 1.123 views
Wajah Santun Dakwah Nabi Muhammad
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2016, 10:45 | 3.263 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 4.349 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 6.806 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 3.484 views
Nabi SAW Tidak Anti Kepada Non-Muslim
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 November 2015, 05:26 | 2.933 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 4.279 views
Berguru Kepada Mesin Pencari Gugel
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 March 2015, 22:42 | 6.153 views
Ternyata, Shalat Wajib Hanya Satu!
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 March 2015, 10:01 | 10.177 views
Banci Jadi Imam, Boleh?
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 March 2015, 12:47 | 3.799 views
Bersiwak di Masjid Hukumnya Makruh
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 February 2015, 20:30 | 3.607 views
Mana Yang Boleh dan Tidak Boleh Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2015, 06:36 | 5.074 views
Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2015, 06:31 | 10.219 views
Shalat Zuhur Setelah Shalat Jumat
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 January 2015, 14:02 | 4.863 views
Satu Kampung Hanya Boleh Ada Satu Jumat, Begitukah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 9 January 2015, 08:37 | 4.481 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 6.649 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 9.332 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 6.129 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 3.681 views
Puasa Syawal Hukumnya Makruh, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 July 2014, 22:32 | 12.293 views
Kenapa Sahabat Melakukan Dosa, Padahal Mereka Generasi Terbaik?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2014, 05:40 | 6.816 views
Miskin Ilmu Jago Ngambek
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2014, 08:02 | 7.828 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 4.951 views
Semangat Ramadhan Harus Dengan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2014, 06:24 | 4.231 views
Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 5.804 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 3.213 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 38.576 views
Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 4.263 views
Mau Ikut Nabi apa Ikut Ulama?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 May 2014, 20:00 | 10.884 views
Tarjih Antara 2 Hadits Yang Bertentangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 May 2014, 21:40 | 4.599 views
Lawan Tapi Mesra
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 April 2014, 12:48 | 4.721 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 3.662 views
Professor Harfu Jarr
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 March 2014, 21:58 | 5.429 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 6.459 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 3.956 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 3.390 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 3.834 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 March 2014, 06:14 | 3.990 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 March 2014, 07:59 | 4.501 views
Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 March 2014, 05:51 | 3.705 views
Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 March 2014, 06:40 | 6.339 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 5.976 views
Jama' Sholat Tanpa Udzur, Bolehkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 February 2014, 06:11 | 4.566 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 February 2014, 09:24 | 2.864 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2014, 08:33 | 4.275 views
Lumbung Tanpa Padi
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 February 2014, 05:52 | 3.301 views
Ijtihadnya Orang Awam
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 February 2014, 06:59 | 5.823 views
Membangun Keluarga Ahli Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2014, 06:31 | 3.579 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 3.795 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 3.501 views
Beda Level Penyanyi dan Suka Menyanyi
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 January 2014, 06:18 | 4.720 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi (bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 January 2014, 08:27 | 3.182 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2014, 11:45 | 3.810 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 5.568 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 2.947 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 4.420 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 7.129 views
Bolehkah Muslim Masuk Gereja atau Tempat Ibadah Agama Lain?
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 December 2013, 05:03 | 4.868 views
Pendapatku Benar Tapi Bisa Jadi Salah
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 December 2013, 06:44 | 3.584 views
Adakah Qadha' Sholat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 14 December 2013, 05:36 | 9.812 views
Belajar Taqlid dari Ibnu Qudamah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2013, 12:56 | 5.969 views
Fiqih Dulu dan Sekarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 November 2013, 18:42 | 4.265 views
Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 November 2013, 05:56 | 5.475 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 5.409 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 9.548 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 6.735 views
Nikah Punya Banyak Hukum
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 October 2013, 06:59 | 4.380 views
Jasa Penghulu Nikah Sirri
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 October 2013, 15:09 | 4.508 views
Titip Doa
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 September 2013, 14:56 | 6.776 views
Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 September 2013, 14:03 | 9.518 views
Tidak Bersedih Dengan Kematian Ulama Berarti Munafiq?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 September 2013, 10:10 | 5.240 views
Fatwa, Apakah Wajib Ditaati?
Ahmad Zarkasih, Lc | 6 September 2013, 09:22 | 4.166 views
Korupsi Bukan Pencurian, Tak Usah Potong Tangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 September 2013, 08:05 | 4.507 views
Hukum Mengambil Upah Dakwah
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 August 2013, 15:42 | 6.155 views
Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengarkan Khutbah
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2013, 08:52 | 4.237 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 4.728 views
Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 6.658 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 3.219 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 5.028 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 4.998 views
Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 4.121 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 5.874 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 5.138 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 3.828 views
Siapa Yang Wajib Puasa Ramadhan?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:22 | 3.320 views
Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 14.455 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 7.892 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 4.449 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 6.606 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 3.931 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 5.059 views
Dokter dan Apoteker
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 May 2013, 09:30 | 4.658 views
Siapa Salah, Siapa Kena Getahnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2013, 20:45 | 4.228 views
Matang Sebelum Waktunya
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 May 2013, 11:47 | 5.192 views
Masjid Kok Dikunci?
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 April 2013, 01:44 | 4.696 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 6.432 views
Galaunya Para Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 April 2013, 17:40 | 4.873 views
Pengkhianat Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 April 2013, 05:00 | 4.145 views
Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 3.340 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 7.214 views
Meng-kecil-kan yang Kecil, Mem-BESAR-kan yang Besar
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 February 2013, 05:53 | 3.951 views
Ulama Pesanan
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2013, 08:01 | 3.938 views
Keistimewaan Ilmu Faraidh
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 February 2013, 10:31 | 4.107 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 5.831 views