Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah? | rumahfiqih.com

Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA Sun 9 February 2014 06:00 | 8265 views

Bagikan via

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas tentang gambaran umum tentang walimah, bahwa walimah itu istilah yang biasanya dipakai untuk menyebut makanan karena ada pernikahan, yang bertujuan sebagai ungkapan rasa gembira karena sepasang pengantin sudah berkum secarah sah dalam aqad yang suci, juga untuk menjamu keluarga, sanak, sahabat, yang juga berkumpul dalam cara yang bersejarah itu, juga untuk mendoakan berkah bagi sepasang pengantin yang baru saja melaksanakan syariat pernikahan.

Dalam tulisan sebelumnya juga dibahas malasah mahalnya ongkos yang harus disiapkan untuk walimah. Walimah memang sangat dianjurkan, namun bukan berarti terkesan terlalu dipaksakan sehingga harus menanggung hutang yang banyak, jika tidak bisa menyiapkan daging cukupkan saja dengan kurma, seperti walimah yang pernah Rasulullah SAW adakan tatkala menikah dengan Shafiyah.

Jadi sedari awal memang walimah itu sudah disiapkan dari mereka yang ingin menikah. Di pedesaan biasanya acara masak-masak untuk walimah ini sudah dimulai secara bersama dengan bantuan tetangga pada H-3, segala peralatan dan kebutuhan sudah dibeli, namun bagi mereka yang tidak mau repot biasanya hanya memesan saja, dengan budget puluhan juta atau bahkan ratusan, dan yang kedua ini biasanya ada diperkotaan.

Jika semua makanan sudah disiapkan, barulah kemudian tuan rumah mengundang mereka-mereka untuk menyantap walimah ini nanti pada hari yang sudah ditentukan. Banyak ragam cara mengudang, ada yang mengundang langsung dengan lisannya, ada yang mengundang melalui telpon, email, sms, WA, BBM, atau mengirim kartu undangan, dan seterusnya.

Dengan makanan yang sudah disiapkan, bagaimanakah seharusnya sikap mereka yang diundang, apa hukum menghadirinya menurut tinjauan fiqih, mengingat ini adalah undangan makan dimana makanannya sudah disiapkan, dan makanan yang disipakan bukan sekedar makanan, tapi makanan yang disiapkan ini karena adanya pernikahan yang sangat dianjurkan oleh agama, terlepas hukum walimah itu sendiri wajb atau sunnah, yang jelas dari keduanya menghendaki diadakannya walimah.

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat terkait hukum menghadiri undangan walimah setidaknya kedalam tiga pendapat; wajib, sunnah, dan wajib kifayah:

1. Wajib

Mayoritas ulama fiqih dari Malikiyah, Syafiyah, Hanabilah dan sebagian ulama Hanafiyah berpendapat bahwa menghadiri undangan walimah hukumnya wajib. Namun hukumnya wajib jika memang undangan itu datang secara khusus per individu, dan hukumnya tidak wajib jika udangan itu sifatnya umum. Penjelasan seperti ini bisa didapat dari semua kitab-kitab madzhab yang ada.

Maka dalam hal ini undangan walimah yang datang kepada kita secara khusus, baik melalui kartu undangan, telpon, sms, WA, BBM, email, atau melalui yang lainnya menjadi beban bagi kita untuk menghadirinya, berbeda halnya jika seandainya undangan itu datang secara umum.

Jika ada yang mengundang walimah melalui status Facebook tanpa menyebut satu nama, dan tanpa men-tag satu akun lainnya, maka undangan seperti ini termasuk undangan umum, tidak wajib menghadirinya, akan tetapi tetap saja menghadirinya menjadi hal yang disukai karena sudah diundang, walaupun undangannya secara umum.

 Itu mengapa menururt hemat penulis undangan walimah itu tidak harus di uploud secara umum di wall Facebook, karena jika kita mempunyai pertemanan dengan jumlah ribuan itu ternyata hadir dalam acara walimah kita, mereka yang hadir tidak ada yang salah, dan tidak bisa disalahkan, justru yang harus disalahkan adalah dia yang mengundang.

Alangkah tidak enak hati kiranya jika mereka yang dari jauh hadir ke walimah ternyata malah tidak mendapat makan, padahal inti walimah itu adalah makan. Walaupun yang demikian jarang terjadi atau bahkan sulit terjadi, namun tetap saja kemungkinan terjadi itu ada, dan ruang kemungkinan itu yang kita tututp.

Berbeda halnya jika yang ditulis sifatnya hanya pemberitahuan tanpa ada unsur mengundang, misalnya jika ada yang menulis: “Mohon doanya dari sahabat semua, besok tanggal 9 saya akan melangsungkan aqad nikah”, maka yang seperti ini bukan mengundang, tapi hanya meminta doa.

Adapun dalil yang menjadi landasan dalam pendapat pertama ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا دعي أحدكم إلى الوليمة فليأتها

“Jika kalian dindang ke walimah maka datangilah” (HR. Muslim)

Dan dalam lafazh hadits lainnya disebutkan:

أجيبوا هذه الدعوة إذا دعيتم إليها

“Penuhilah undangan ini jika kalian diundang” (HR. Muslim)

Dan dalam hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda:

ومن ترك الدعوة فقد عصى الله ورسوله

“… dan barang siapa yang meninggalkan undangan ini maka dia sudah bermaksiat kepada Allah dan RasulNya” (HR. Bukhari)

Al-Mawardi (w. 450 H)  dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir dan Ibnu Qudamah (w. 620) dalam Al-Mughni menekankan bahwa kehadiran kita dalam undangan tersebut menjadi ajang silaturrahim, menjalin keharmonisan, sedang meninggalkannya bisa menimbulkan dhoror, mengecewakan, serta terputusnya silaturrahim. [إن في الإجابة تآلفا، وفي تركها ضررا وتقاطعا ]

Betapa senangnya hati jika mereka yang diharapkan hadir bisa terlihat di hari yang bahagia itu, bersalaman dan mendapat doa berkah, dan alangkah bahagia hati jika makanan yang disiapkan juga dimakan, bukan malah kembalinya ke tong sampah, karena terlalu banyak makanan sisa yang rusak / basi lantaran tidak dimakan, atau bahkan tidak ada yang hadir untuk memakannya.

Rasa kecewa itu mungkin saja terbersit didalam hati jika ternyata malah sebaliknya, mereka yang diharapkan hadir dan sudah diundang tidak nampak batang hidungnya, dan tidak ada kabar tentang berita tentang ketidakhadirannya. Ini yang mungkin dikhawatirkan oleh para ulama, jika sudah seperti ini berbaik sangka sajalah, bahwa ada sesuatu hal yang membuat mereka tidak bisa hadir, sehingga keharmonisan terus terjaga.

Tidak heran jika menurut pendapat ini wajib hukumnya menghadiri undangan walimah, karena memang banyak kemaslahatan yang didapat dari kehadiran tersebut, dan berdosa jika tanpa alasan yang kuat untuk meninggalkannya, karena ketidakhadiran itu banyak membawa kerusakan dan mudharat.

2. Sunnah

Umumnya para dari madzhab Hanafiyah dan sebagian kecil dari Syafiyah serta Hanabilah berpendapat bahwa menghadiri undangan walimah itu hukumnya bukan wajib, tapi hanya sebatas sebuah kesunnahan, berpahala jika menghadiri dan rugi jika meninggalkannya, walaupun tidak berdosa.

Hal ini mengingat bahwa kehadiran kita dalam acara walimah itu untuk makan, dengan cara mengambil makanan sendiri, dan kita sadar bahwa makanan itu bukan makanan milik kita tapi milik mereka yang punya acara, dan tidak ada ceritanya bahwa kita wajib memiliki sesuatu dengan kehendak orang lain.

Jangankan makanan walimah yang keberadaannya diperselisihkan diantara ulama, harta zakat saja yang semua sepakat wajib dibayarkan jika syaratnya sudah terpenuhi tidak serta merta bahwa harta zakat yang wajib dikeluarkan itu ‘wajib’ kita miliki atau ‘wajib’ milik kita yang termasuk dalam bagian orang miskin.

Karena mungkin saja yang mendapatkannya bukan kita, malah orang miskin lainnya yang diberi, atau sebenarnya kita berhak untuk menolak harta zakat yang sampai kepada kita, maksudnya tidak berdosa menolak harta zakat yang diberikan, apalagi bagi mereka yang status miskinnya diperselisihkan.

Pun begitu dengan makanan walimah, bukan berarti ketika yang punya acara menyediakan makanan, lalu makanan itu ‘wajib’ kita makan, kita ambil atau kita bawa pulang, karena dalam kaidahnya tidak ada kata wajib dalam kepemilikan harta orang lain hanya dengan kehendak mereka.   

3. Wajib Kifayah

Wajib kifayah maksudnya adalah kewajiban yang jika dikerjakan oleh sebagian maka gugurlah kewajiban yang lainnya, namun jika tidak ada yang mengerkannya maka semuanya berdosa.

Mungkin contoh yang selama ini kita dapat adalah pelaksanaan shalat mayyit, jika sudah ada yang menshlatkan maka gugurlah kewajiban yang lainnya, namun jika belum ada yang mensholatkan maka semuanya berdosa sampai ada yang menshalatkannya.

Maka menurut pandangan sebagian kecil ulama Syafiyah dan Hanabilah menghadiiri undangan walimah ini masuk dalam katagori wajib kifayah. Hal ini seperti yang ditulis oleh Al-Mawardi As-Syafi’i (w. 450 H) dalam Al-Hawi Al-Kabir, dan Al-Mardawi Al-Hanbali (w. 885 H ) dalam Al-Inshof.

Karena salah satu tujuan walimah itu adalah tersebarnya berita tentang pernikahan ini di masyarakat, sehingga tidak terkesan ditutup-tupi atau malah sirri yang kadang syarat dan rukun nikah tidak terpenuhi, sehingga terkesan yang kedua itu adalah selingkuhan, bukan berstatus nikah sah.

Jadi sebatas yang menghadiri walimah itu sudah bisa membawa berita ini ke halayak ramai, dan bisa memakan sebagian makanan yang disedian oleh tuan rumah, maka menurut pendapat yang ketiga ini gugurlah kewajiban undangan lainnya untuk menghadirnya, walaupun bukan berarti jika sudah gugur lalu kemudian enggan atau bermalas-malasan untuk menghadirinya.

Kesimpulannya?

Kesimpulannya bahwa ini adalah perkara yang diperselihkan diantara para ulama, namun semua sepakat bahwa dari ketiga pendapat diatas semua mengarah mengarah ke satu titik; perintah dan anjuran untuk menghadiri bukan meninggalkan.

Dalam terminolgi ushul fiqih ada titik kesamaan antara wajib dengan sunnah, bahwa keduanya adalah perintah untuk dikerjakan [طلب الفعل ], jadi ketiga pendapat para ulama di atas memerintahkan kepada kita untuk menghadirinya, bukan meninggalkan.

Menikah adalah perintah untuk dikerjakan, walimah adalah perintah yang juga untuk dikerjakan, dan menghadiri undangan walimah juga perintah untuk dikerjakan, ketiga perkara ini satu paket, yang didalamnya terkandung banyak hikmah dan kebaikan untuk kita semua.

Jika sudah seperti ini masusia mana yang tidak mengingkan kebaikan? Terlebih jika ini adalah bagian dari ajaran Allah dan RasulNya sallallahu ‘alaihi wasallam.     

Namun perintah menghadiri ini boleh ditinggalkan jika ternyata didalamnya ada kemunkaran yang jelas, atau dalam kehadiran kita ada mudharat lain yang akan muncul, atau karena jarak walimah yang terlalu jauh, atau sudah ada undangan walimah lain yang mendahuli, dan seterusnya yang termasuk ke dalam alasan yang dengannya kita boleh untuk meninggalkan undangan walimah.

Lebih jelasnya mudah-mudahan akan hadir tulisan berikutnya yang akan membahas secara khusus tentang apa saja yang membuat kita boleh tidak memenuhi undangan walimah yang sampai kepada kita, boleh untuk untuk meninggalkan suatu perintah yang aslinya perintah itu untuk dikerjakan.

Wallahu A’lam Bisshawab   

Bagikan via


Baca Lainnya :

Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 20.104 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 4.384 views
La Adri, Fiqih sebelum Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 6 February 2014, 03:41 | 4.149 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 4.502 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 4.052 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 December 2016, 06:29 | 1.375 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 2.031 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 2.040 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 2.276 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.554 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 2.056 views
Sifat Shalat: Berdiri Bagi yang Mampu
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 July 2016, 10:28 | 1.559 views
Khutbah Idul Fitri 1437 H; Tauladan Nabi Yusuf as Untuk Hidup yang Harmonis
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 July 2016, 12:46 | 2.501 views
Tiga Kelompok Manusia di Bulan Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 June 2016, 09:15 | 3.018 views
Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 May 2016, 05:00 | 2.750 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 2.672 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 2.309 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 1.565 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 1.816 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 2.184 views
Belum Aqiqah Tidak Boleh Berqurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 September 2015, 15:11 | 4.995 views
Patungan Siswa Apakah Bisa Disebut Qurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 September 2015, 12:13 | 4.504 views
Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 August 2015, 12:06 | 4.433 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 2.523 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 5.312 views
Wasiat Harta Al-Marhum
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 August 2015, 11:34 | 2.386 views
Harus Qadha Dulu Baru Boleh Puasa Syawal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 August 2015, 12:20 | 3.143 views
Siapa Saja Yang Wajib Kita Nafkahi?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 July 2015, 12:44 | 3.284 views
Perempuan: Tarawih Di Rumah atau Di Masjid?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 June 2015, 05:00 | 4.460 views
Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 5.476 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 4.585 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 36.558 views
Tafsir Pendidikan: Bismillah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 September 2014, 10:52 | 5.312 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 3.768 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 11.371 views
Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 5.259 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 4.794 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 4.907 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 5.197 views
Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 9 February 2014, 06:00 | 8.265 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 4.502 views
Kitab Percaya Diri dan Kitab Tahu Diri
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2014, 06:00 | 4.546 views
Ijab dan Qabul
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 January 2014, 07:25 | 6.992 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 4.815 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.548 views
Huruf Waw dan Pengambilan Hukum Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 14 December 2013, 17:16 | 4.419 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 9.071 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 5.189 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 14.515 views
Hak Waris Anak Dalam Kandungan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 11 October 2013, 07:49 | 4.460 views
Mudik, Berbuka atau Tetap Berpuasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 August 2013, 08:03 | 3.891 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 4.832 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 4.196 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 4.794 views
Percobaan Akad Nikah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 May 2013, 11:15 | 4.925 views
Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 5.970 views
Imam Ahmad bin Hanbal Punya Kontrakan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 April 2013, 17:24 | 4.297 views
Habis Aqad Nikah Langsung Talak
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 March 2013, 08:42 | 4.577 views
Sholatnya Orang Mabuk
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 February 2013, 15:59 | 4.954 views
Tanda Orang Faham (Faqih) itu Pendek Khutbahnya
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 February 2013, 10:42 | 5.504 views
Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 35.837 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 4.897 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan