Masih Insyaallah | rumahfiqih.com

Masih Insyaallah

Ahmad Sarwat, Lc., MA Fri 28 February 2014 06:40 | 5528 views

Bagikan via

Setiap kali ada orang bilang 'insyaallah', saya biasanya akan dibuat bingung sebentar.

Kenapa?

Karena otak saya harus memproses dulu apa maksud di balik kata 'insyaallah' itu. Sebab kadang lafadz insyaallah yang diucapkan itu maksudnya menunjukkan sesuatu yang pasti dalam arti serius akan dilakukan. Namun kadang maknanya justru sebaliknya, lafadz insyaallah itu malah menunjukkan ketidak-pastian.

Seperti yang terjadi kemarin dalam salah satu acara, seorang panitia acara bilang kepada saya bahwa narasumber yang dijadwalkan ternyata belum memberi kepastian, bisa datang atau tidak. Masih insyaallah, katanya. Makanya panitia itu meminta saya untuk memastikan kehadiran.

Sehingga saya jadi agak bingung menjawabnya. Dijawab insyaallah takut dianggap meragukan atau tidak memberi kepastian. Tetapi mau dijawab bahwa saya 'pasti' hadir, kayaknya rada sombong dan mendahului Allah.

Akhirnya saya jawab sms panitia seperti ini teksnya : insyaallah saya hadir (maksudnya insyaallah yang serius nih).

Tapi bicara tentang dua jenis insyaallah, saudara saya bilang bahwa kedua jenis insyaallah itu ada di dalam Al-Quran. Insyaallah yang menunjukkan kurang pasti ternyata ada ayatnya. Dan insyaallah yang serius juga ada ayatnya. Dan keduanya sama-sama dilakukan oleh dua nabi yang berbeda.

Dia menyebut bahwa insyaallah yang kurang pasti adalah insyaallah-nya Nabi Musa alaihissalam. Sedangkan insyaallah yang lebih pasti adalah insyaallah-nya Nabi Ismail alaihissalam.

Insyaallah Nabi Musa

Di dalam surat Al-Kahfi diceritakan kisah Nabi Musa dan Nabi Khidhir alaihimassalam. Saat Nabi Khidhir meragukan kesabaran dan keteguhan hati Nabi Musa dalam mengikuti dan mentaatinya, spontan keluar kata insyaallah dari mulut Nabi Musa.

قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا

Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun". (QS. Al-Kahfi : 69)

Meski sudah mengucapkan insyaallah, ternyata Nabi Musa akhirnya tidak mampu membuktikan ucapannya sendiri. Sebab beliau akhirnya tidak bisa bersabar melihat tindak-tanduk Nabi Khidhir yang dalam pandangannya sangat aneh dan di luar logika normal.

Insyaallah Nabi Ismail

Lain lagi kisah Nabi Ismail putera Nabi Ibrahim alaihimassalam. Saat diceritakan bahwa Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih Ismail yang mana hal itu merupakan perintah Allah SWT, ternyata jawaban Nabi Ismail tegas dan pasti walaupun menggunakan lafadz insyaallah.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. Ash-Shaaffaat : 102)

Dan insyaallah yang diucapkan Nabi Ismail itu benar-benar direalisasikan sendiri. Buktinya beliau pasrah menyerahkan lehernya untuk disembelih ayahandanya sendiri. Kepasrahan yang berdasarkan rasa iman mendalam kepada Allah.

Insyaallah Nabi Muhammad SAW

Di dalam Al-Quran juga disebutkan tentang teguran dari Allah SWT ketika Nabi Muhammad SAW terlupa mengucapkan insyaallah.

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًإِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini". (QS. Al-Kahfi : 24)

Disebutkan bahwa salah satu sebab turunnya ayat yang menjadi teguran ini dikarenakan Rasulullah SAW ditanya tentang suatu masalah. Dan beliau menjanjikan jawabannya akan tersedia besok. Ternyata keesokan harinya Malaikat Jibril tidak turun bawa wahyu sebagaimana yang sudah terlanjur dijanjikan Nabi SAW kepada penanya.

Rupanya kejadian ini punya hikmah di baliknya, yaitu menjadi pelajaran agar kita membiasakan untuk mengucapkan insyallah ketika berjanji kepada orang lain.

Sayangnya, insyaallah di negeri kita ini bisa dimaknai dengan dua arti, yaitu insyaallah yang merupakan tekat kepastian untuk serius melakukan dan insyaallah yang menggambarkan rasa ogah-ogahan untuk menjalankannya. Makanya kita masih sering mendengar orang berkata : Kabarnya belum pasti, masih insyaallah.

Wah . . .

Bagikan via


Baca Lainnya :

Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 27 February 2014, 06:00 | 4.877 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc | 26 February 2014, 12:00 | 5.517 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 6.282 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 4.710 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 5.010 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.276 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 7.595 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 7.745 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 10.714 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.279 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.001 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.394 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 9.788 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 6.832 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 8.816 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 5.792 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.426 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.452 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.072 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.151 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 15.722 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.017 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.461 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 8.880 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.227 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 3.777 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.528 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 4.710 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 7.945 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 19.729 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 6.682 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 11.155 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.447 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.270 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.519 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.222 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.109 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.310 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 4.959 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.068 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 6.814 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 4.662 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.245 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.386 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.463 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.123 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.127 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.231 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.470 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.200 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 5.921 views