Bukan Mujtahid Kok Mentarjih? | rumahfiqih.com

Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?

Ahmad Zarkasih, Lc Sun 2 March 2014 06:40 | 6973 views

Bagikan via

Jadi yang benar yang mana, ustadz?

Manakah yang lebih rajih dari kedua pendapat ini, ustadz?

Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul ketika seseorang mendengar pemaparan pendapat dari para madzhab fiqih yang saling berselisih.

Kadang ada juga pertanyaan bernada protes :

Kok ngga ditarjih? 

Semua ini sering dialami penulis ketika memberikan penjelasan pendapat masing-masing madzhab fiqih tentang suatu masalah yang memang tidak lepas dari perbedaan pendapat. Yang bertanya seakan memaksa harus ada tarjiih dan tidak puas dengan apa yang dijelaskan oleh para imam madzhab yang memang punya kapasitas untuk itu.

Padahal sebenarnya kalau pertanyaan sekedar mana yang rajih dan kuat, tentu jawabannya yang benar adalah bahwa semua sudah rajih dan dan semua sudah kuat. Setidaknya, menurut madzhab masing-masing, pendapat mereka sudah rajih dan sudah kuat.

Akan tetapi jika pertanyaan berubah menjadi tuntutan untuk menjadi seorang murajjih (pelaku tarjih) yang me-rajih-kan satu pendapat dan me-marjuh­-kan pendapat lain, tentu akan lain ceritanya.

Masalah pertama adalah bahwa kita harus sadar diri, sebenarnya siapa sih kita ini?

Bukan apa-apa, tetapi yang kita tahu bahwa tarjih tidak boleh dilakukan oleh orang yang ilmunya pas-pasan. Sebab pada dasarnya proses tarjih tidak lain adalah berupa pemindaian beberapa pendapat dan mengeluarkan pendapat yang terkuat di antara lainnya, lalu mengamalkan pendapat yang telah dinilai tersebut. Yang tidak rajih (kuat) berarti itu marjuuh (tidak kuat)

Masalahnya, siapa lah kita ini dibandingkan dengan para fuqaha dan muhtahidin itu, sampai berani-beraninya mengatakan pendapat imam madzhab itu tidak kuat?

Tarjih, Pekerjaan Mujtahid

Yang harus diketahui sebelumnya adalah bahwa tarjih itu ialah pekerjaan yang hanya boleh dilakukan oleh seorang mujtahid. Dan ini yang menjadi kesepakatan ushuliyun (para ulama ushul).

Sejak zaman Imam Al-Syafi’i sampai Sheikh Yusuf Al-Qaradhawi, semua ulama paham dan mengerti bahwa salah satu rukun tarjih adalah murajjih, dan murajjih ialah yang mempunyai kapastisan malakah ilmiah  yang kuat dan mampu menentukan dengan keilmuannya mana yang unggul dan mana yang tidak unggul. Dan itu semua ada pada diri seorang mujtahid, bukan muqallid.

Dan itu bisa diketaui dari definisi tarjiih itu sendiri yang dijelaskan oleh para ulama ushul-fiqh. kita akan sebutkan beberapa diantaranya:

Imam Al-Razi (606 H), dalam kitabnya Al-Mahshul, mendefinisikan tarjih sebagai berikut:

Menguatkan salah satu thoriq (dalil) dari 2 thoriq (dalil) untuk mengetahui mana yang kuat guna diamalkan dan ditinggalkan yang tidak kuat. [1]    

Imam Abdul ‘Aziz Al-Bukhori (730 H), ulama ushul dari kalangan Al-hanafiyah mengatakan:

Tarjih adalah menampakkan kuatnya salah satu dalil dari 2 dalil yang bertentangan, yang kalau ia berdiri sendiri tidak ada hujjah yang bertentangan.[2]

Imam Badruddin Al-Zarkasyi (794 H) juga punya definisi yang sama dengan ulama sebelumnya tentang tarjih ini, beliau katakana dalam kitabnya Al-Bahru Al-Muhith:

Tarjih adalah menguatkan salah satu imarah (dalil dzonniy) dari dalil lainnya dengan sisi kuat (yang ada pada dalili) yang tidak terlihat jelas[3]

Tidak Ada Kata Mujtahid

Dari definisi-definisi di atas memang, ulama tidak secara tegas mengatakan dalam definisi mereka bahwa itu adalah pekerjaan mujtahid. Akan tetapi kita lebih teliti, setidaknya ada 2 poin yang mencolok dalam definisi mereka, yaitu poin,

[1] Penguatan, dan

[2] Dalil yang bertentangan.

Poin pertama adalah pekerjaan menguatkan antara 2 dalil yang bersebrangan makna dan kandungan hukumnya. Lalu bagaimana bisa sorang murajjih menguatkan salah satu dalil yang bertentangan kalau ia bukanlah seorang yang tahu metode dan konsep pengambilan hukum itu sendiri? Dan itu hanya mujtahid yang mampu.

Poin kedua tentang dalil yang bertentangan  (ta’arudh al-dalilain). Para ahli ushul menyimpulkan bahwa tidak ada tarjiih kalau tidak ada 2 dalil yang bertentangan. Nah, untuk menentukan bahwa 2 dalil itu bertentangan bagaimana? apakah mungkin seorang muqallid tahu syarat-syarat ta’arudh?.

Jangankan untuk mengetahui ta’arudh antara beberapa dalil, mungkin hamzah al-washl dan hamzah al-qath' pun seorang muqallid tidak mampu membedakannya. Betapa tidak masuk akalnya kalau sampai seorang yang hanya berl-level muqallid dengan pongah berkata: “Semua pendapat ulama itu tidak ada yang benar. Yang benar cuma pendapat saya karena cuma pendapati ini yang rajih!"

Jadi tidak disebutkannya mujtahid dalam definisi-definisi ulama ushul itu karena memang mereka sadar dan paham betul bahwa pekerjaan tarjiih itu bukan pekerjaan sepele yang bisa dilakukan sembarang orang. Tarjih itu pekerjaan yang maha berat dan agung dan tidak bisa dilakukan kecuali oleh para mujtahid. Tidak perlu disebutkan, mereka sadar siapa yang pantas melakukan tarjiih.

Dan ini lebih jelas kalau kita buka kitab-kitab ushul fiqih, pembahasan tarjih  ini bukan dibahas di awal atau juga di tengah kitab. Adanya justru di akhir kitab setelah membahas tentang ijtihad dan mujtahid. Tata letak urutan bab-bab di hampir semua kitab ushul fiqih secara jelas menunjukkan bahwa tarjiih adalah bagian dari ijtihad dan hanya boleh dikerjakan oleh orang yang berlevel mujtahid.

Ulama Ushul Kontemporer

Ini juga yang diaminkan dan dikuatkan oleh para ulama ushul kontemporer masa sekarang ini.

Prof. Dr. Abdul Karim Al-Namlah, seorang dosen Ushul-Fiqh di Universitas Al-Imam Muhammad bin Suud, Riyadh, dalam kitabnya Al-Muhadzdzab fi Ushul Al-Fiqh Al-Muqaran (5/2425), juga mengatakan bahwa tarjih itu adalah pekerjaan mujtahid, bukan muqallid. Beliau mendefinisikan:

Seorang mujtahid mendahulukan (menguatkan) salah satu dalil dari 2 dalil yang saling kontradiksi, didasarkan adanya factor penguat di salah satu dalil tersebut, yang menjadikannya lebih layak diamalkan dibanding dalil lain yang tidak kuat.

Kemudian dari definisi itu, beliau menyimpulkan rukun-rukun tarjiih. Artinya perkara-perkara yang kalau salah satunya tidak ada, maka tidak bisa disebut tarjiih, karena rukun adalah sesuatu yang tidak boleh tanggal.

Dan Mujtahid, masuk di dalam rukun tarjiih tersebut. Karena kalau bukan mujtahid, siapa yang mampu menguatkan salah satu dalil yang bersebrangan?

Prof. Dr. Muhammad Ibrahim Al-Hafnawi, Dosen Ushul-Fiqh yang juga Dekan Fakultas Syariah dan Hukum di Thantha, Mesir. Beliau, dalam kitabnya Al-Ta’arudh wa Al-Tarjiih ‘Inda Al-Ushuliyiin wa Atsaruha fi Al-Fiqh Al-Islami (282), setelah memaparkan definisi-definisi tarjiih dari beberapa ulama ushul, beliau mengakhiri pembahasannya dengan memberikan definisi terpilih (al-Mukhtar) tentang tarjiih:

Seorang mujtahid mendahulukan (menguatkan) salah satu thariq (dalil) dari 2 thariq (dalil) yang saling kontradiksi, didasarkan adanya factor penguat di salah satu dalil tersebut, yang menjadikannya lebih layak diamalkan dibanding dalil lain yang tidak kuat”.  

Jadi memang jelas, bahwa tarjiih itu pekerjaan seorang mujtahid bukan seorang mmuqallid yang memang hanya wajib mengikuti bukan mentarjih.

Bila Tidak Ditarjih, Bukankah Akan Membingungkan Orang Awam?

Mungkin ada yang bertanya kemudian, jadi nantinya kalau perbedaan itu tidak ditarjih, apakah itu jadinya membingungkan?

Sejatinya, tidak adanya tarjih atau ada beberapa asatidz yang memang tidak mentarjih dan hanya memaparkan perbedaan pendapat itu bukan bermaksud untuk membingungkan apalagi membuat rancu.

Tapi mereka semua sadar diri bahwa mereka bukanlah seorang mujathid yang layak mentarjiih salah satu pendapat para imam madzhab yang derajat keilmuannya tentu jauh lebih tinggi.

Mereka, para asatidz itu hanya bertugas menyampaikan apa yang mereka dapat dari kitab-kitab turats, dan mengkonversikan bahasa kitab tersebut menjadi bahasa yang bisa dipahami dan dimengerti oleh para pembaca.

Nah, sekarang tinggal memilih dari pendapat-pendapat tersebut, pendapat mana yang memang cocok dengan kita, pembaca. Dan perlu dipahami lagi, sejatinya perbedaan yang ada itu bukan sesuatu yang berbahaya, maka tidak perlu takut dan ragu untuk mengambil salah satunya.

Dan sesame muqallid hendaklah menghormati dan saling menghargai pilihan masing-masing. Bukan memaksakan apalagi sampai menghina dan mengejek muqallid lain yang memilih fatwa dari mujathid yang berbeda dari pilihannya.

Dan perihal muqallid dan taqliid ini sudah beberapa kali kita bahas dalam forum ini. Bagaimana mestinya taqlid, dan bagaimana pula baiknya seorang sikap seorang muqallid.

Wallahu a’lam.  

Ahmad Zarkasih, Lc

[1] Al-Mahshul li Al-Razi 5/397

[2] Kayful-Asrar 4/78

[3] Al-Bahru Al-Muhith 8/145

Bagikan via


Baca Lainnya :

Orang Awam Tetap Harus Belajar
Isnan Ansory, Lc, MA | 1 March 2014, 06:54 | 4.385 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.830 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 February 2014, 06:00 | 5.153 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 26 February 2014, 12:00 | 5.819 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 6.694 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kalau Awam Boleh Ijtihad
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 September 2017, 08:03 | 1.466 views
Mampu atau Tidak Berkurban? Ini Standarnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2017, 06:31 | 1.486 views
Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 1.929 views
Wajah Santun Dakwah Nabi Muhammad
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2016, 10:45 | 4.243 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 5.740 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 7.611 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 4.349 views
Nabi SAW Tidak Anti Kepada Non-Muslim
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 November 2015, 05:26 | 3.755 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 5.235 views
Berguru Kepada Mesin Pencari Gugel
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 March 2015, 22:42 | 7.241 views
Ternyata, Shalat Wajib Hanya Satu!
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 March 2015, 10:01 | 11.166 views
Banci Jadi Imam, Boleh?
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 March 2015, 12:47 | 4.516 views
Bersiwak di Masjid Hukumnya Makruh
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 February 2015, 20:30 | 4.363 views
Mana Yang Boleh dan Tidak Boleh Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2015, 06:36 | 5.859 views
Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2015, 06:31 | 11.346 views
Shalat Zuhur Setelah Shalat Jumat
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 January 2015, 14:02 | 5.623 views
Satu Kampung Hanya Boleh Ada Satu Jumat, Begitukah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 9 January 2015, 08:37 | 5.190 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 7.560 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 10.286 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 7.670 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 4.434 views
Puasa Syawal Hukumnya Makruh, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 July 2014, 22:32 | 13.248 views
Kenapa Sahabat Melakukan Dosa, Padahal Mereka Generasi Terbaik?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2014, 05:40 | 7.493 views
Miskin Ilmu Jago Ngambek
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2014, 08:02 | 8.573 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 5.711 views
Semangat Ramadhan Harus Dengan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2014, 06:24 | 4.807 views
Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 6.551 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 3.877 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 40.212 views
Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 5.003 views
Mau Ikut Nabi apa Ikut Ulama?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 May 2014, 20:00 | 11.842 views
Tarjih Antara 2 Hadits Yang Bertentangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 May 2014, 21:40 | 5.375 views
Lawan Tapi Mesra
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 April 2014, 12:48 | 5.432 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 4.365 views
Professor Harfu Jarr
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 March 2014, 21:58 | 6.154 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 7.167 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 4.664 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 4.036 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 4.459 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 March 2014, 06:14 | 4.710 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 March 2014, 07:59 | 5.215 views
Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 March 2014, 05:51 | 4.319 views
Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 March 2014, 06:40 | 6.973 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 6.694 views
Jama' Sholat Tanpa Udzur, Bolehkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 February 2014, 06:11 | 5.170 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 February 2014, 09:24 | 3.505 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2014, 08:33 | 4.818 views
Lumbung Tanpa Padi
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 February 2014, 05:52 | 3.929 views
Ijtihadnya Orang Awam
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 February 2014, 06:59 | 6.454 views
Membangun Keluarga Ahli Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2014, 06:31 | 4.299 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 4.568 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 4.247 views
Beda Level Penyanyi dan Suka Menyanyi
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 January 2014, 06:18 | 5.592 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi (bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 January 2014, 08:27 | 3.823 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2014, 11:45 | 4.467 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 6.226 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 3.578 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 5.171 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 7.992 views
Bolehkah Muslim Masuk Gereja atau Tempat Ibadah Agama Lain?
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 December 2013, 05:03 | 5.659 views
Pendapatku Benar Tapi Bisa Jadi Salah
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 December 2013, 06:44 | 4.287 views
Adakah Qadha' Sholat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 14 December 2013, 05:36 | 10.515 views
Belajar Taqlid dari Ibnu Qudamah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2013, 12:56 | 6.668 views
Fiqih Dulu dan Sekarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 November 2013, 18:42 | 4.925 views
Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 November 2013, 05:56 | 6.066 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 6.105 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 10.173 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 7.533 views
Nikah Punya Banyak Hukum
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 October 2013, 06:59 | 4.986 views
Jasa Penghulu Nikah Sirri
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 October 2013, 15:09 | 5.041 views
Titip Doa
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 September 2013, 14:56 | 7.629 views
Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 September 2013, 14:03 | 10.299 views
Tidak Bersedih Dengan Kematian Ulama Berarti Munafiq?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 September 2013, 10:10 | 6.080 views
Fatwa, Apakah Wajib Ditaati?
Ahmad Zarkasih, Lc | 6 September 2013, 09:22 | 4.842 views
Korupsi Bukan Pencurian, Tak Usah Potong Tangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 September 2013, 08:05 | 5.168 views
Hukum Mengambil Upah Dakwah
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 August 2013, 15:42 | 6.766 views
Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengarkan Khutbah
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2013, 08:52 | 4.928 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 5.409 views
Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 7.305 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 3.833 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 5.748 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 5.662 views
Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 4.872 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 6.626 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 5.888 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 4.535 views
Siapa Yang Wajib Puasa Ramadhan?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:22 | 4.047 views
Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 15.314 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 8.694 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 5.028 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 7.228 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 4.576 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 5.767 views
Dokter dan Apoteker
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 May 2013, 09:30 | 5.330 views
Siapa Salah, Siapa Kena Getahnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2013, 20:45 | 4.878 views
Matang Sebelum Waktunya
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 May 2013, 11:47 | 5.837 views
Masjid Kok Dikunci?
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 April 2013, 01:44 | 5.426 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 7.228 views
Galaunya Para Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 April 2013, 17:40 | 5.571 views
Pengkhianat Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 April 2013, 05:00 | 4.794 views
Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 3.982 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 7.933 views
Meng-kecil-kan yang Kecil, Mem-BESAR-kan yang Besar
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 February 2013, 05:53 | 4.632 views
Ulama Pesanan
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2013, 08:01 | 4.578 views
Keistimewaan Ilmu Faraidh
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 February 2013, 10:31 | 4.827 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 6.719 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan