Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan | rumahfiqih.com

Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan

Ahmad Zarkasih, Lc Mon 10 March 2014 05:51 | 4029 views

Bagikan via

Dalam kitab ushul-nya yang banyak menjadi rujukan para penuntut ilmu, Raudhoh An-Nadzir wa Junnah Al-Munadzir, pada bab Ijtihad Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi (620 H) menuliskan:

يجب على المجتهد في كل مسألة أن ينظر أول شيء إلى الإجماع: فإن وجده لم يحتجْ إلى النظر في سواه.

“Wajib bagi seorang mujtahid dalam setiap ijitihad terhadap satu masalah ialah yang pertama ia harus melihat apakah ada Ijma’ (konsesus) dalam masalah itu. Kalau ada Ijma’ di dalamnya maka tidak perlu lagi melihat selain itu (ijma’)”[1]   

Kewajiban pertama kali bagi seorang mujtahid sebelum memulai ijtihadnya adalah melihat ijma’ terlebih dahulu dan bukan melihat Al-Quran dan juga bukan hadits. Apakah sudah ada ijma’ sebelumnya dalam masalah itu atau belum? Kalau sudah ada, entah itu atas kehalalannya atau keharamannya, maka tidak perlu lagi untuk berijtihad.

Karena kalau ia berijtihad, itu sama saja buang-buang energi. Ulama menyebutnya dengan istilah tahshilul-Hashil [تحصيل الحاصل] (menghasilkan yang sudah dihasilkan sebelumnya). Ijtihad itu akan menjadi sia-sia. Buat apa bersusah payah menghasilkan sesuatu yang sudah ada dihasilkan?

Kenapa Ijma’ duluan, bukan Al-Quran atau sunnah?

Imam Ibnu Qudamah menjawab:

ولو خالفه كتاب أو سنة علم أن ذلك منسوخ، أو متأول؛ لكون الإجماع دليلًا قاطعًا، لا يقبل نسخًا ولا تأويلًا

“kalau ijma’ itu menyelisih Al-Quran dan Sunnah, berarti ayat dan hadits itu telah di mansukh, atau dita’wil (dimaknai berbeda dengan teks zahirnya); karena ijma’ adalah dalil yang qath’iy (pasti), yang tidak bisa menerima naskh (penghapusan) atau juga ta’wil (penafsiran)” [2]

Jelas Imam Ibnu Qudamah menjelaskan, bahwa yang pertama dilihat ijma’, barulah kalau memang tidak ada ijma’ di dalamnya, seorang mujtahid meneliti Al-Quran dan Sunnah mutawatirah. Nabi SAW bersabda:

لن تجتمع أمتى على الضلالة أبدا فعليكم بالجماعة

“Umatku tidak akan pernah bersepakat dalam kesesatan selamanya, maka ikutlah pada kesepakat Jemaah itu” [3]

Jadi kalau memang sudah ada kesepakatan para ulama madzhab fiqih dalam suatu masalah, bahkan sudah mencapai ijma’, tidak perlu repot-repot lagi bertanya,"Bagaimana menurut tuntunan quran dan sunnah Nabi?".

Tidak perlu!

Juga tidak perlu lagi susah-susah mencari dalil yang shahih. Karena sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnu Qudamah tadi, ijma' saja sudah cukup menjadi dalil. Bahkan level kekuatan dalil ijma' adalah dalil yang qath’iy (pasti).  

Kenapa ijtihad menjadi sia-sia dalam hal ini?

Karena kalau ia berijtihad yang benar (sesuai dengan ijma’), dia melakukan hal yang sia-sia, padahal masih banyak perkara yang lebih urgent untuk diteliti dan ditinjau.

Kalau ijtihadnya salah, justru ia berdosa, dan bukan dapat pahala. Kenapa? Karena telah menyelisihi ijma’. Ulama semua sepakat, bahwa menyelisih ijma’ adalah terlarang.

Model Fiqih Baru

Tapi sayangnya, entah sejak kapan munculnya, ada model-model 'fiqih baru' yang dibawa oleh beberapa mereka yang kurang ilmu. Dengan segala keawamannya, mereka ini sering sekali tidak mengindahkan apa yang sudah difatwakan oleh madzhab fiqih yang memang benar-benar kompeten dalam bidang ini.

Mereka merasa tidak perlu untuk melihat kembali apa yang dibawa oleh para fuqaha dan ulama fiqih. Apakah para fuqaha dan ulama itu telah bersepakat atau tidak, sama sekali tidak digubris. Parahnya, mereka berangkat dari keyakinan dan tekat kuat bahwa para fuqaha dan ulama fiqih juga manusia yang bisa salah dan keliru, walaupun seluruhnya sudah sampai ke level ijma'.

Akhirnya dengan pongah mereka merasa perlu untuk berijtihad di setiap masalah yang ada, walaupun telah ada kesepakatan dari para ulama madzhab fiqih dalam hal tersebut. Karena memang mereka merasa berdosa kalau harus mengikuti manusia (ulama madzhab), tapi berpahala mengikuti apa yang dikatakan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dalam hadits, walaupun itu sesuai pemahamannya sendiri yang mereka juga manusia (pasti mungkin salah).

Padahal tidak ada ulama madzhab yang berfatwa dengan hawa nafsu. Kewara-an para ulama madzhab jauh dibanding mereka yang baru lahir belakangan.

Akhirnya semangatnya kebablasan, sampai semua masalah direview ulang oleh mereka dan ditelisik lagi hukum masalahnya, padahal sudah ada fatwa ulama madzhab fiqih dalam hal tersebut. Sehingga terjadi cheos antara fatwanya dengan fatwa ulama 4 madzhab, dan ini bukan hal yang jarang terjadi, tapi sering sekali. Bahkan banyak sekali!

Aneh, ada ikhtilaf dalam masalah yang sudah dalam kesepakatan!

Ikhtilafnya Masuk Hitungan

Dalam masalah ini, kalau sudah ada kesepakatan satu pendapat, tapi kemudian ada pendapat yang menyelisih, yang jadi pertanyaan, apakah pendapat yang menyelisihi itu terhitung yang juga harus diakomodir dan diterima atau tidak?

Maka dilihat, siapa yang memunculkan pendapat berbeda itu, apakah seorang yang memang mumpuni dalam bidang fiqih atau bukan? Mujtahid-kah dia atau bukan? Dalam hal ini, ulama fiqih punya kaidah, yaitu:

لا اعتداد بخلاف غير الفقهاء

“menyelisih-nya orang yang bukan ahli fiqih tidak masuk hitungan” [4]

Kalau memang perbedaan itu muncul dari seorang faqiih atau mujtahid yang memang mumpuni, maka pendapat itu harus diterima sebagai khazanah perbedaan pendapat dalam masalah fiqih yang memang sudah biasa.

Akan tetapi jika perbedaan itu muncul dari seorang yang baru belajar kemarin sore dari pengajian mingguan, maka tidak ada jalan untuknya menyelisihi pendapat ulama!

Atau muncul dari seorang yang dipanggil ustadz, maksudnya ustadz yang sering mengisi beberapa pengajian, tapi sesungguhnya latar belakang pendidikannya bukan di bidang syariah. Misalnya jebolan fakultas ekonomi, pertanian, kimia dan seterusnya. Tentu masalahnya akan semakin tidak nyambung.

Kalau yang melakukan kritik hanya selevel 'ustadz' macam ini, maka pendapatnya yang menyelisihi ulama jelas tidak masuk hitungan, alias tidak dilirik sama sekali.

Kenapa?

Karena dia tergolong sebagai orang awam, dan pendapatnya orang awam tidak bisa disandingkan dengan pendapatnya para ulama mujtahid. Imam Ibnu Qudamah dengng gamblang mengatakan:

ومن يعرف من العلم ما لا أثر له في معرفة الحكم، كأهل الكلام، واللغة، والنحو ودقائق الحساب: فهو كالعامي لا يعتد بخلافه

“Siapa yang punya pengetahuan (ilmu) yang mana ilmu itu tidak ada pengaruhnya dalam ilmu hukum (syariah), seperti ahli kalam, bahasa, nahwu, dan hitung-hitungan, maka ia sama saja (dalam masalah hukum syariah) seperti orang awam yang selisihnya tidak diperhitungkan/dipertimbangkan”.[5]

Dan prinsip ini semakin diperkuat dengan apa yang dikatakan dalam Al-Musawwadah, kitab Ushul-Fiqh yang dirampungkan oleh 3 ulama dari keluarga Taimiyah;  Abdul-Salam bin Taimiyab (652 H), Abdul-Halim bin Taimiyah (682 H), dan Ahmad bin Taimiyah (728 H):

من ينتسب الى علم الحديث وحده أو علم الكلام في الأصول وليس من أهل الفقه والاجتهاد فيه لا يعتد بخلافه وبه قال معظم الأصوليين

“Siapa yang berintisab kepada ilmu hadits saja, atau ilmu kalam dalam ushul dan ia bukan seorang ahli fiqih dan ijtihad maka menyelisih-nya tidak dipertimbangkan. Dan ini yang dikatakan oleh sebagian besar ahli ushul”[6]

Masalahnya Memang Diperselisihkan

Semua hal di atas masih seputar apabila ada orang awam menyelisihi kesepakatan atau ijma’ ulama. Lalu bagaimana jika memang ada perselisihan di kalangan ulama 4 madzhab? Bolehkah orang awam ikut berperan disini? Mungkin ada pertanyaan seperti ini.

Kalau yang melakukan kritik atau berselisih itu para ulama sendiri dengan sesama mereka, tentu tidak masalah. Namanya saja mujtahid, silahkan saja mereka melakukan apa yang memang menjadi tugas dan wewenang mereka. 

Tetapi tetap akan menjadi masalah besar jika yang melakukannya hanya seorang awam yang tidak jelas pendidikannya. Di tengah perbedaan pendapat di kalangan ulama, tiba-tiba 'si orang awam' ini ikut-ikutan nimbrung dan menambah satu lagi pendapat berbeda.

Tentu sangat perlu dipertanyakan, siapa dia? Apakah ia mujtahid sehingga berani melahirkan pendapat baru?

Contohnya seperti ini, dalam satu masalah ulama madzhab berbeda pendapat ke dalam dua kelompok ulama. Kelompok ulama pertama mengatakan hukum A dan kelompok ulama kedua mengatakan hukum B. Lalu tiba-tiba muncul si orang awam yang bukan mujtahid itu dengan pendapat baru, yaitu pendapat ketiga (C).

Maka hal ii menjadi tercela sekali. Sebab si orang awam ini malah menambahkan pendapat ketiga, pendapat yang bukan kelompok pertama, dan bukan kelompok kedua. Seolah-olah dirinya layak menjadi bagian dari para ulama, padahal sama sekali tidak memenuhi syarat apapun.

Yang jadi pertanyaan, siapa dia? Mujtahidkah ia sehingga berani menyandingkan pendapatnya dengan pendapat ulama madzhab?

Kalau masih belajar lewat maktabah syamilah, maka sadarilah bahwa diri kita ini muqallid bukan mujtahid. Maka jangan berani-berani melahirkan pendapat baru, atau mendirikan madzhab baru.

Seharusnya, si orang awam ini hanya boleh mengikuti salah satu dari dua pendapat ulama di atas. Sebagai orang awam, silakan dia mengikuti pendapat A atau pendapati B. Kedua pendapat itu tidak ada yang tercela karena kedua pendapat ini lahir dari orang yang benar.

Wallahu a’lam


[1] Raudhoh An-Nadzir 2/389

[2] Raudhoh An-Nadzir 2/389

[3] Hadits riwayat Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir no. 13523, dari sahabat Ibnu Umar ra

[4] Al-Asas fi Fiqhil-Khilaf, 161

[5] Radhah An-Nadzir 1/392

[6] Al-Musawwadah 331

Bagikan via


Baca Lainnya :

Turats Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 7 March 2014, 07:03 | 4.153 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.279 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 4.693 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 3.823 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 4.793 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 1.558 views
Wajah Santun Dakwah Nabi Muhammad
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2016, 10:45 | 3.768 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 5.042 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 7.224 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 3.916 views
Nabi SAW Tidak Anti Kepada Non-Muslim
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 November 2015, 05:26 | 3.308 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 4.765 views
Berguru Kepada Mesin Pencari Gugel
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 March 2015, 22:42 | 6.767 views
Ternyata, Shalat Wajib Hanya Satu!
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 March 2015, 10:01 | 10.698 views
Banci Jadi Imam, Boleh?
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 March 2015, 12:47 | 4.165 views
Bersiwak di Masjid Hukumnya Makruh
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 February 2015, 20:30 | 4.013 views
Mana Yang Boleh dan Tidak Boleh Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2015, 06:36 | 5.456 views
Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2015, 06:31 | 10.812 views
Shalat Zuhur Setelah Shalat Jumat
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 January 2015, 14:02 | 5.290 views
Satu Kampung Hanya Boleh Ada Satu Jumat, Begitukah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 9 January 2015, 08:37 | 4.819 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 7.100 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 9.788 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 7.344 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 4.098 views
Puasa Syawal Hukumnya Makruh, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 July 2014, 22:32 | 12.753 views
Kenapa Sahabat Melakukan Dosa, Padahal Mereka Generasi Terbaik?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2014, 05:40 | 7.198 views
Miskin Ilmu Jago Ngambek
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2014, 08:02 | 8.210 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 5.330 views
Semangat Ramadhan Harus Dengan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2014, 06:24 | 4.575 views
Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 6.214 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 3.573 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 39.697 views
Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 4.666 views
Mau Ikut Nabi apa Ikut Ulama?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 May 2014, 20:00 | 11.398 views
Tarjih Antara 2 Hadits Yang Bertentangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 May 2014, 21:40 | 5.014 views
Lawan Tapi Mesra
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 April 2014, 12:48 | 5.106 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 4.070 views
Professor Harfu Jarr
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 March 2014, 21:58 | 5.838 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 6.844 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 4.349 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 3.772 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 4.168 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 March 2014, 06:14 | 4.368 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 March 2014, 07:59 | 4.891 views
Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 March 2014, 05:51 | 4.029 views
Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 March 2014, 06:40 | 6.687 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 6.351 views
Jama' Sholat Tanpa Udzur, Bolehkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 February 2014, 06:11 | 4.893 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 February 2014, 09:24 | 3.198 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2014, 08:33 | 4.574 views
Lumbung Tanpa Padi
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 February 2014, 05:52 | 3.680 views
Ijtihadnya Orang Awam
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 February 2014, 06:59 | 6.167 views
Membangun Keluarga Ahli Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2014, 06:31 | 3.987 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 4.188 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 3.874 views
Beda Level Penyanyi dan Suka Menyanyi
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 January 2014, 06:18 | 5.251 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi (bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 January 2014, 08:27 | 3.525 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2014, 11:45 | 4.145 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 5.933 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 3.280 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 4.822 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 7.588 views
Bolehkah Muslim Masuk Gereja atau Tempat Ibadah Agama Lain?
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 December 2013, 05:03 | 5.319 views
Pendapatku Benar Tapi Bisa Jadi Salah
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 December 2013, 06:44 | 3.957 views
Adakah Qadha' Sholat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 14 December 2013, 05:36 | 10.215 views
Belajar Taqlid dari Ibnu Qudamah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2013, 12:56 | 6.397 views
Fiqih Dulu dan Sekarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 November 2013, 18:42 | 4.624 views
Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 November 2013, 05:56 | 5.789 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 5.786 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 9.876 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 7.184 views
Nikah Punya Banyak Hukum
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 October 2013, 06:59 | 4.707 views
Jasa Penghulu Nikah Sirri
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 October 2013, 15:09 | 4.802 views
Titip Doa
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 September 2013, 14:56 | 7.295 views
Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 September 2013, 14:03 | 9.949 views
Tidak Bersedih Dengan Kematian Ulama Berarti Munafiq?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 September 2013, 10:10 | 5.663 views
Fatwa, Apakah Wajib Ditaati?
Ahmad Zarkasih, Lc | 6 September 2013, 09:22 | 4.547 views
Korupsi Bukan Pencurian, Tak Usah Potong Tangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 September 2013, 08:05 | 4.839 views
Hukum Mengambil Upah Dakwah
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 August 2013, 15:42 | 6.465 views
Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengarkan Khutbah
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2013, 08:52 | 4.578 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 5.114 views
Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 7.049 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 3.536 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 5.416 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 5.368 views
Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 4.494 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 6.275 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 5.538 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 4.182 views
Siapa Yang Wajib Puasa Ramadhan?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:22 | 3.727 views
Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 14.922 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 8.308 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 4.777 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 6.954 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 4.261 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 5.461 views
Dokter dan Apoteker
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 May 2013, 09:30 | 4.991 views
Siapa Salah, Siapa Kena Getahnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2013, 20:45 | 4.598 views
Matang Sebelum Waktunya
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 May 2013, 11:47 | 5.529 views
Masjid Kok Dikunci?
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 April 2013, 01:44 | 5.082 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 6.853 views
Galaunya Para Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 April 2013, 17:40 | 5.232 views
Pengkhianat Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 April 2013, 05:00 | 4.481 views
Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 3.668 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 7.629 views
Meng-kecil-kan yang Kecil, Mem-BESAR-kan yang Besar
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 February 2013, 05:53 | 4.315 views
Ulama Pesanan
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2013, 08:01 | 4.313 views
Keistimewaan Ilmu Faraidh
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 February 2013, 10:31 | 4.487 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 6.364 views