Madzhab Fiqih Zaidiyah | rumahfiqih.com

Madzhab Fiqih Zaidiyah

Ahmad Zarkasih, Lc Wed 26 March 2014 21:37 | 7136 views

Bagikan via

Kalau mendengar fiqih syiah, mungkin yang terlintas di fikiran kita nikah mut’ah. Memang benar bahwa umumnya fiqih syiah mengakui adanya kawin kontrak alias nikah mut’ah.

Menarik untuk dicatat, ternyata dalam litelatur fiqih Zaidiyah –salah satu dari golongan syiah- nikah mut’ah justru ditentang dan tidak dibenarkan. Dan penting juga untuk diketahui, bahwa syiah tidak hanya satu kelompok saja melainkan terdiri dari banyak kelompok, mazhab fiqih dan juga golongannya. Salah satunya mazhab fiqih Zaidiyah yang akan kita bahas ini.

Madzhab Fiqih Zaidiyah adalah madzhab Fiqih para pengikut Imam Zaid bin Ali Zainal-Abidin. Beliau adalah salah satu imam ahli bait (keluarga Nabi), yang merupakan cucu dari sayyidina Ali bin Abi thalib dari jalur Husain.

Keberadaan fiqih madzhab Zaidiyah ini secara keseluruhan diakui dan diterima para ulama ahlussunnah sebagai mazhab fiqih resmi. Artinya madzhab fiqih Zaidiyah adalah madzhab fiqih yang diterima dan boleh diamalkan oleh muslim dimana saja, karena sudah mendapat pengakuan.

Sebagaimana kita ketahui setidaknya ada 7 madzhab fiqih yang diakui keberadaan oleh ulama dan telah disepakati atas kebolehan mengikuti madzhab-madzhab tersebut. Mereka adalah:

  1. Madzhab Imam Abu Hanifah An-Nu’man (150 H)
  2. Madzhab Imam Zaid bin Ali (122 H)
  3. Madzhab Imam Ja’far Al-Shadiq (148 H)
  4. Madzhab Imam Anas bin Malik (179 H)
  5. Madzhab Imam Muhammad bin Idris Al-Syafi’i (204 H)
  6. Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal (241 H)
  7. Madzhab Imam Abu Daud Al-Dzahiri (270 H)

Kemudian, dalam kitab Ushul Al-Madzahib Al-Islamiyah, Syeikh Muhammad Abu Zahrah menambahkan satu madzhab lagi, yaitu madzhab Imam Ibnu Taimiyyah (728 H). Namun sejatinya beliau adalah pengikut madzhab Imam Ahmad bin Hanbal.

Tidak Banyak Berbeda Dengan Ahlu Sunnah

Madzhab fiqih Zaidiyah adalah madzhab fiqih syiah yang paling dekat dengan ahli sunnah, sebagaimana umumnya pengakuan banyak ulama.

Al-Ustadz Muhammad Al-Khudhari Bik dalam kitabnya  Tarikh Al-Tasyri’ Al-Islami, menyebutkan alasan kenapa madzhab Zaidiyah banyak diterima oleh Ahlu sunnah. Alasan yang paling utama karena madzhab ini tidak sama sekali menghina Shaikhan; Abu Bakar dan Umar bin Khathtab. Mereka hanya lebih mendahulukan atau mengutamakan Ali bin Abi Thalib ketimbang keduanya.

Ulama mencatat setidaknya hanya ada 3 perbedaan mendasar dimana fiqih madzhab Zaidiyah menyelisihi para ulama ahlussunnah. Dan ini juga yang dituliskan oleh Sheikh Al-Hafnawi dalam kitabnya Al-Fath Al-Mubin fi Ta’riif Musthalah Al-Fuqaha’ wa Al-Ushuliyiin

  1. Mereka tidak mengakui masyru'iyah al-mashu ‘ala al-khuffain (mengusap dua khuf)
  2. Mereka juga mengharamkan laki-laki muslim menikah dengan seorang wanita kitabiyah, baik Nasrani atau Yahudi. Sedangkan madzhab fiqih Ahli Sunnah membolehkan itu.
  3. Mereka mengharamkan sembelihan selain muslim, sedangkan madzhab fiqih ahli sunnah membolehkan memakan sembelihan Ahli Kitab.

Hanya di ketiga masalah ini saja madzhab fiqih Zaidiyah berselisih dengan madzhab fiqih Ahli Sunnah.

Madzhab fiqih Zaidiyah ini termasuk madzhab Syiah yang tidak diskriminatif dalam menerima hadits. Mereka juga menerima hadits-hadits yang diriwayatkan oleh selain pengikut syiah itu sendiri. Mereka menerima riwayat tsiqah (orang terpercaya) dari kalangan ahli sunnah, sebagaimana mereka juga menerima riwayat tsiqah dari kalangan mereka sendiri.

Bukan hanya menerima, mereka juga menjadikannya sebagai dalil atas sebuah hukum. Disinilah letak titik penyebab kenapa banyak pendapat Imam Zaid atau madzhab Zaidiyah secara keseluruhan tidak banyak berbeda dengan madzhab-madzhab Fiqh Ahli sunnah. Ternyata ada kesamaan jalur riwayat yang digunakan.

Berbeda dengan madzhab Syiah Imamiyah yang tidak mau menerima riwayat tsiqah selain dari kalangannya sendiri. Jadi wajar saja, banyak pendapat fiqih Syiah Imamiyah yang berbeda dengan madzhab Ahli Sunnah, bahkan dengan madzhab Zaidiyah sekalipun.

Imam Zaid Menerima Riwayat Dengan Adil

Salah satu faktor yang membuat Imam Zaid begitu adil menerima periwayatan dari kalangan ulama ahlusunnah karena pandangannya yang memang berbeda dari kelompok syiah lainnya, khususnya tentang Imamah.

Kelompok syiah mayoritas berkeyakinan bahwa kepemimpinan setelah Rasulullah SAW wafat itu seharusnya diserahkan kepada Ali bin Abi Thalib dan bukan Abu Bakar atau Umar. Dalam aqidah yang tertanam di dada mereka, Nabi SAW telah mewasiatkan tongkat khilafah kepada Ali secara langsung, dan bukan dengan dipilih atau musyawarah.

Dalam pandangan mereka, hanya keturunan Alawiyin-lah yang pantas menduduki kursi kepimpinan. Sementara Abu Bakar dan Umar dianggap telah merampas kepimpinan dari tangan Ali. Karena itu mereka berdua layak mendapat ejekan dan hinaan. Bahkan kebenciannya melebar sampai memusuhi juga siapa pun yang mengakui kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Salah satu bentuknya adalah menolak semua periwayatan hadits dari seluruh shahabat nabi ridhwanullahi 'alaihim, kecuali hanya beberapa orang yang mereka anggap sebagai ahlulbait.

Ini jelas berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh Imam Zaid bin Ali. Beliau memang masih memandang bahwa yang seharusnya mendapat kursi kepimpinan selepas wafatnya Nabi SAW adalah Ali bin Abi Thalib. Tetapi tidak mengapa juga kalau bukan Ali yang jadi khalifah, cuma dianggap kurang afdhal. Dalam pandangan mereka, Ali tetap yang terbaik.

Imam Zaid memandang bahwa Ali adalah sebaik-baik sahabat, tetapi tidak mencela atau mencaci-maki Abu Bakar atau Umar. Dan tentunya juga tidak mengkafirkan. Justru pemikiran seperti itu adalah objek yang selalu diluruskan oleh Imam Zaid kepada pengikutnya.

Kita akan takjub dengan apa yang dilakukan oleh Imam Zaid kalau kita tahu bagaimana kerasnya upaya beliau dalam meluruskan pandangan para kelompok syiah terhadap Abu Bakar dan Umar. Imam Al-Syihristani dalam kitabnya Al-Milal wa Al-Nihal (1/153) menyebutkan hal ini dengan tegas.

Maka masuk akal kalau mazhab Zaidiyah sama sekali tidak mempermasalahkan periwayatan hadits dari semua shahabat, walaupun tidak mendukung Ali sebagai khalifah. Yang terpenting ialah hadits itu diriwayatkan oleh orang yang tsiqah dan mendapat rekomendasi dari tsiqah lainnya yang sezaman. Maka hadits itu mereka terima apa adanya.

Al-Majmu’ Al-Kabir

Banyak dari para pendiri mazhab fiqih yang tidak menuliskan sendiri  fatwa dan ijtihadnya. Tetapi para muridnya yang kemudian menuliskan dan membukukan fatwa serta ijtihad para Imam tersebut.

Imam Abu Hanifah tidak menuliskan fatwa-fatwa Fiqihnya. Akan tetapi madzhab Imam Abu Hanifah terbukukan oleh muridnya yaitu Ya’qub Abu Yusuf (182 H) dan Muhammad (bin Hasan Al-Syaibani (189 H).

Hal yang sama terjadi dalam madzhab Zaidiyah ini. Imam Zaid bin Ali tidak menuliskan sendiri pendapat-pendapat fiqihnya. Madzhabnya kemudian tersebar atas jasa salah seornag muridnya, Abu Khalid bin Amr bin Khalid Al-Wasithy[1]. Beliau lah yang membukukan riwayat-riwayat Imam Zaid bin Ali.

Riwayat haditsnya disebut dengan Majmu’ Al-hadits, sedangkan riwayat fiqih-nya (fatwa dan ijtihad) disebut dengan Majmu’ Al-Fiqh. kedua kitab induk ini disebut oleh kebanyakan ulama Zaidiyah dengan istilah Al-Majmuu’ Al-Kabiir.

Dan kitab ini mendapat sambutan baik dari hampir seluruh ulama zaidiyah di zamannya dan zaman setelahnya, bahkan sampai sekarang.

Zaidiyah Bukan Rafidhah

Banyak orang kurang cermat dengan menyama-ratakan seluruh kelompok syiah, bahwa semuanya sesat dan jahat. Padahal kalau agak teliti sesungguhnya syiah dan kelompok-kelompok yang dinisbatkan sebagai syiah penuh dengan pernak-pernik.

Memang umumnya kelompok syiah menempatkan Abu Bakar dan Umar sebagai perampas kekuasaan. Dan umumnya mereka meyakini bahwa kursi khilafah hanya boleh diduduki hanya oleh Alawiyin saja. Yang lain tidak boleh.

Tetapi syiah Zaidiyah lain sendiri. Mereka justru menentang itu semua. Imam Zaid bin Ali berseberangan pandangan dengan kelompok Rafidhah (artinya: penolak/penentang). Justru mereka menolak semua penghinaan kepada Abu Bakar dan Umar. Dan malah sebutan rafidhah  itu sendiri disematkan oleh Imam Zaid bin Ali kepada mereka yang menentang kemuliaan sahabat Abu Bakr dan Umar.

Dalam kitab Musnad Imam Zaid bin Ali (hal. 11) diceritakan bahwa beliau (Imam Zaid) pernah didatangi sekelompok orang dari kalangan syiah yang sangat membenci Abu Bakar dan Umar. Mereka berkata:

“Wahai Imam (Zaid), Tabarro’ (berlepas diri lah!) dari Abu Bakar dan Umar (maksudnya, lepaskan diri dari penghormatan kepada Abu Bakr dan Umar). Kalau kau sudah ber-tabarro’ dari keduanya, kami akan membaiat anda wahai Imam!”

Imam Zaid dengan tegas menjawab: “Tidak! Aku tidak akan berlepas diri dari mereka berdua (Abu Bakr dan Umar)”. Mereka menanggapi: “kalau gitu, kami menolakmu (Rafdh)”.

Imam Zaid tanpa basa basi menjawab,"Baik, pergilah kalian. Kalian semua adalah penolak/penentang! (Rafidhah)”

Sejak saat itulah istilah 'rafidhah' digunakan bagi mereka yang membenci dan menentang sayyidina Abu Bakr dan sayyidina Umar. Dan nama 'zaidiyah'  digunakan bagi mereka yang mengikuti Imam Zaid dalam pandangannya terhadap Abu Bakar dan Umar.

Cerita ini juga dinukil oleh Sheikh Ali bin Ibrahim Al-Halabi dalam kitabnya, Al-Sirah Al-Halabiyah (2/49).

Imam Zaid bin Ali    

Beliau hidup di masa yang sama dengan Imam Abu Hanifah, yaitu ketika pergolakan politik dan perpindahan kekuasaan antara Bani Umayah dan Ahl Bait. Yang menyedihkan ialah beliau hidup di zaman banyak dari keluarga dibunuh, termasuk kakek beliau sendiri yaitu Husain bin Ali bin Abi Thalib. Karena itu banyak sejarawan menyebut bahwa hidupnya Imam Zaid penuh dengan air mata dan kesedihan.      

Beliau lahir antara tahun 75 – 80 Hijriyah, dan besar dalam lingkungan para ahli agama dari kalangan alawiyin. Tak tahan dengan tekanan yang diberikan oleh pemerintahan Bani Umayah yang ketika itu dipimpin oleh Hisyam bin Abd. Malik, akhirnya beliau pindah ke Syam dan juga Madinah dan menetap lama di kota Nabi SAW itu.

Beliau berguru dalam fiqih ahlulbait kepada Imam Muhammad bin Al-Hasan yang merupakan sepupu ayahnya, Imam Ali Zainal-Abidin bin Al-Husain. Dan juga mengambil ilmu dari kakaknya, Imam Muhammad Al-Baqir, seorang ahli fiqih Syiah ketika itu.

Hebatnya, beliau tidak hanya bergaul dengan kalangan alawiyin saja tetapi juga kepada semua kalangan. Maka wajar kalau muridnya pun banyak yang bukan dari kalangan alawiyin, diantara yang masyhur ialah Imam Abu Hanifah, dan juga Sufyan Al-Tsauri.

Tentang kecerdasannya, Imam Al-Zirikly, dalam kitabnya Al-A’lam menukil pujian Imam Abu Hanifah kepada Imam Zaid. Imam Abu Hanifah berkata:

“Aku tidak melihat ada yang lebih pintar dari Imam Zaid di zamannya, dan juga tidak menemukan orang yang bisa secepat Imam Zaid dalam menjawab pertanyaan, serta lugas penjelasannya”

Beliau wafat tahun 122 Hijriyah dalam peperangan di kufah.

Wallahu a’lam.



[1] Tidak dipastikan tahun wafat beliau. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Taqriib Al-Tahdziib mengatakan bahwa beliau meninggal setelah tahun 120 H. sedangkan Imam Abu Zahroh mengatakan bahwa ia wafat antara tahun 150 – 175 Hijriyah.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 March 2014, 13:41 | 3.920 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 9.223 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 4.647 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 4.011 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 4.441 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kalau Awam Boleh Ijtihad
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 September 2017, 08:03 | 1.413 views
Mampu atau Tidak Berkurban? Ini Standarnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2017, 06:31 | 1.459 views
Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 1.902 views
Wajah Santun Dakwah Nabi Muhammad
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2016, 10:45 | 4.211 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 5.685 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 7.585 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 4.327 views
Nabi SAW Tidak Anti Kepada Non-Muslim
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 November 2015, 05:26 | 3.725 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 5.208 views
Berguru Kepada Mesin Pencari Gugel
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 March 2015, 22:42 | 7.210 views
Ternyata, Shalat Wajib Hanya Satu!
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 March 2015, 10:01 | 11.140 views
Banci Jadi Imam, Boleh?
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 March 2015, 12:47 | 4.489 views
Bersiwak di Masjid Hukumnya Makruh
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 February 2015, 20:30 | 4.334 views
Mana Yang Boleh dan Tidak Boleh Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2015, 06:36 | 5.829 views
Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2015, 06:31 | 11.311 views
Shalat Zuhur Setelah Shalat Jumat
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 January 2015, 14:02 | 5.595 views
Satu Kampung Hanya Boleh Ada Satu Jumat, Begitukah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 9 January 2015, 08:37 | 5.161 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 7.536 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 10.255 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 7.643 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 4.404 views
Puasa Syawal Hukumnya Makruh, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 July 2014, 22:32 | 13.218 views
Kenapa Sahabat Melakukan Dosa, Padahal Mereka Generasi Terbaik?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2014, 05:40 | 7.460 views
Miskin Ilmu Jago Ngambek
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2014, 08:02 | 8.545 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 5.685 views
Semangat Ramadhan Harus Dengan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2014, 06:24 | 4.782 views
Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 6.526 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 3.849 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 40.181 views
Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 4.974 views
Mau Ikut Nabi apa Ikut Ulama?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 May 2014, 20:00 | 11.812 views
Tarjih Antara 2 Hadits Yang Bertentangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 May 2014, 21:40 | 5.343 views
Lawan Tapi Mesra
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 April 2014, 12:48 | 5.405 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 4.341 views
Professor Harfu Jarr
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 March 2014, 21:58 | 6.130 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 7.136 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 4.647 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 4.011 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 4.441 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 March 2014, 06:14 | 4.680 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 March 2014, 07:59 | 5.191 views
Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 March 2014, 05:51 | 4.287 views
Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 March 2014, 06:40 | 6.948 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 6.666 views
Jama' Sholat Tanpa Udzur, Bolehkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 February 2014, 06:11 | 5.144 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 February 2014, 09:24 | 3.480 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2014, 08:33 | 4.793 views
Lumbung Tanpa Padi
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 February 2014, 05:52 | 3.905 views
Ijtihadnya Orang Awam
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 February 2014, 06:59 | 6.430 views
Membangun Keluarga Ahli Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2014, 06:31 | 4.274 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 4.539 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 4.221 views
Beda Level Penyanyi dan Suka Menyanyi
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 January 2014, 06:18 | 5.571 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi (bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 January 2014, 08:27 | 3.795 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2014, 11:45 | 4.441 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 6.193 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 3.548 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 5.149 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 7.959 views
Bolehkah Muslim Masuk Gereja atau Tempat Ibadah Agama Lain?
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 December 2013, 05:03 | 5.630 views
Pendapatku Benar Tapi Bisa Jadi Salah
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 December 2013, 06:44 | 4.261 views
Adakah Qadha' Sholat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 14 December 2013, 05:36 | 10.491 views
Belajar Taqlid dari Ibnu Qudamah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2013, 12:56 | 6.646 views
Fiqih Dulu dan Sekarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 November 2013, 18:42 | 4.905 views
Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 November 2013, 05:56 | 6.042 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 6.076 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 10.143 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 7.512 views
Nikah Punya Banyak Hukum
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 October 2013, 06:59 | 4.967 views
Jasa Penghulu Nikah Sirri
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 October 2013, 15:09 | 5.016 views
Titip Doa
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 September 2013, 14:56 | 7.603 views
Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 September 2013, 14:03 | 10.272 views
Tidak Bersedih Dengan Kematian Ulama Berarti Munafiq?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 September 2013, 10:10 | 6.048 views
Fatwa, Apakah Wajib Ditaati?
Ahmad Zarkasih, Lc | 6 September 2013, 09:22 | 4.818 views
Korupsi Bukan Pencurian, Tak Usah Potong Tangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 September 2013, 08:05 | 5.143 views
Hukum Mengambil Upah Dakwah
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 August 2013, 15:42 | 6.740 views
Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengarkan Khutbah
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2013, 08:52 | 4.900 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 5.386 views
Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 7.282 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 3.806 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 5.720 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 5.636 views
Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 4.846 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 6.597 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 5.862 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 4.501 views
Siapa Yang Wajib Puasa Ramadhan?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:22 | 4.020 views
Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 15.290 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 8.649 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 5.004 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 7.198 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 4.550 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 5.741 views
Dokter dan Apoteker
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 May 2013, 09:30 | 5.300 views
Siapa Salah, Siapa Kena Getahnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2013, 20:45 | 4.854 views
Matang Sebelum Waktunya
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 May 2013, 11:47 | 5.813 views
Masjid Kok Dikunci?
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 April 2013, 01:44 | 5.399 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 7.201 views
Galaunya Para Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 April 2013, 17:40 | 5.541 views
Pengkhianat Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 April 2013, 05:00 | 4.769 views
Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 3.959 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 7.909 views
Meng-kecil-kan yang Kecil, Mem-BESAR-kan yang Besar
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 February 2013, 05:53 | 4.601 views
Ulama Pesanan
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2013, 08:01 | 4.553 views
Keistimewaan Ilmu Faraidh
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 February 2013, 10:31 | 4.799 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 6.696 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan