Professor Harfu Jarr | rumahfiqih.com

Professor Harfu Jarr

Ahmad Zarkasih, Lc Fri 28 March 2014 21:58 | 5645 views

Bagikan via

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal istilah Kata Depan, yaitu ke, dari, di, dalam, pada, atas, dan beberapa kata lainnya. Kata depan atau yang juga disebut dengan istilah preposisi ialah kata yang menunjukkan hubungan arah atau tempat antara bagian kalimat.Kata depan termasuk dalam unsur pembentuk kalimat. Tanpa kata depan kadang–kadang (atau pasti) suatu rangkaian kata tidak dapat menjadi kalimat dan maknanya menjadi kabur. Contoh:

“Surabaya ayahnya bekerja sebuah perusahaan”

Menjadi jelas jika menggunakan kata depan:

“Di Surabaya ayahnya bekerja di sebuah perusahaan” .

Kata Preposisi = Harfu Jarr [حرف جر]

Dalam bahasa Arab pun ada kata-kata sejenis yang mempunyai manfaat dan fungsi yang sama, yaitu kata yang menunjukkan hubungan arah, tempat, permulaan dan seterusnya. Dan ketidakadaan kata tersebut, bisa berbuah rancunya kalimat yang ada itu. Dan sangat sulit untuk dipahami.


Jangankan tidak ada, keberadaannya pun terkadang membuat rancu makna jika itu ditempatkan di posisi yang salah. Maksudnya iala ada kata kerja yang memang tidak bisa dipahami maknanya kecuali jika ditambahkan dengan kata preposisi itu. Dan hanya kata itulah yang layak untuk disandingkan dengan kata kerja tersebut, akhirnya jika disandingkan dengan selain kata preposisi yang tepat, kata kerja itu pun bisa buyar maknanya.


Dalam kaidah bahasa Arab (Nahwu&Sharaf) kata-kata tersebut masuk dalam golongan harfu Jarr [
حرف الجر]. Huruf-huruf jar dalam bahasa Arab itu banyak bentuknya, bahkan ada yang berbeda bentuk tapi punya arti sama (tentu penggunaannya yang berbeda) dan juga sebaliknya, satu kata bisa punya arti lebih dari satu. Di antara huruf-huruf jar tersebut ialah:
  • Li [لِــ] : untuk.
  • Bi [بِــ] : dengan.
  • Min [مِنْ] : dari.
  • Ilaa [إِلَى] : ke.
  • ‘ala [عَلَى] : atas, di atas.
  • Fi [فِيْ] : di, di dalam.
Sebenarnya, harfu jarr itu banyak, bukan hanya 6 yang disebutkan di atas, dalam kitabnya Audhoh Al-Masalik, Ibnu Hisyam (761 H) menjelaskan bahwa harf jar itu ada 20 huruf. Dan masing-masing huruf punya arti lebih dari satu, bahkan ada yang sampai 5 atau 8.

Harfu Jarr
dan Fiqih

Penulis menyebutkan hanya 6 di atas itu karena memang yang banyak menjadi objek studi oleh para ulama fiqih dan ulama ushul itu 6 huruf tadi. Kenapa banyak menjadi objek pembahasan dalam ilmu fiqih dan ushul?


Karena sumber syariah ini ialah al-Quran dan juga Hadits Nabi saw, dan keduanya memakai bahasa Arab. Jadi banyak teks-teks syariah (hukum khususnya) yang di dalamnya terdapat huruf-huruf jarr tersebut dalam menujukkan hukum sebuah perkara.


Dan 6 huruf harr tersebutlah yang mempunyai porsi paling banyak dalam teks-teks hukum syariah. Dan itu adalah objek (maudhuu’) studi bagi para ulama ushul dan juga fiqih yang memang bergelut di bidang hukum syariah.


Diakui atau tidak, banyak perbedaan pendapat dalam masalah hukum yang terjadi antara madzhab fiqih itu rupanya muncul akibat perbedaan mereka dalam memahami harf jarr yang menjadi penunjang makna teks syariah itu.


Lalu kenapa Professor Harf Jarr?


Ya. Banyak ilmuan (bidang syariah tentunya), yang akhirnya bisa menjadi Professor karena harfu Jarr ini. bagi para pelajar syariah, ini bukan kabar yang asing lagi. Banyak di kalangan akademisi, dan juga para ahli syariah yang akhirnya bisa mendapatkan gelar studi mereka berkat haf=rf jarr.


Itu mereka dapatkan setelah melakukan penelitian (studi/dirasah) tentang harf Jarr ini yang punya pengaruh besar dalam menentukan hukum sebuah perkara. Dari yang wajib, bisa menjadi sunnah, atau mubah atau malah bisa menjadi haram dan makruh.


Awalnya melakukan studi (dirasah) di jenjang strata satu (bachelor), merasa studinya kurang tajam, ia mulai lagi penelitian yang lebih dalam di jenjang magister. Masih kurang puas, lalu kemudian mulai lagi disertasi dengan tema sama yang lebih tajam untuk gelar doctoral. Sampai akhirnya ia mendapat gelar Professor karena penelitiannya terhadap harfu jarr itu.


Kalau kita berkunjung ke perpustakaan-perpustakaan kampus-kampus syariah timur tengah misalnya, atau lebih mudahnya kita buka internet dan membuka laman perpustakaan online milik salah satu universitas Islam yang focus dalam syariah, kita pasti akan menemukan banyaknya lembar kerja, baik itu tesis atau disertasi atau juga journal yang hanya membahas harfu jarr serta pengaruhnya dalam hukum syariah.


Hanya membahas dan meneliti tentang huruf Ba’ [
ب] saja, seorang peneliti bisa membuat beratus-ratus halaman makalah guna mencapai kepada sebuah kesimpulan. Hebat bukan?!

Ketika Wudhu, Mengusap Sebagian/Seluruh Kepala?


Untuk lebih tergambar jelas, berikut beberapa contoh pengaruh harf jarr dalam perbedaan pendapat ulama fiqih tentang suatu hukum. Misalnya yang paling masyhur itu ialah hukum mengusap kepala dalam wudhu antara madzhab Al-Syafi’iyah dan madzhab Al-Hanabilah.

وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ

“dan usaplah (dengan/sebagian) kepala-kepala kalian…” (Al-Maidah: 6)

Madzhab Al-Syafi’iyah berpendpat bahwa harfu jarr yaitu kata bi [بِـ] sebelum kata Ru’us (kepala), itu adalah berarti li al-Tab’idh [للتبعيض] yaitu menunjukkan makna “sebagian”. Karena memang salah satu dari sekian banyak makna bi itu ialah li al-tab’iidh. Jadi mengusap kepala dalam wudhu itu cukup sebagian saja, tidak perlu semua kepala, karena ada kata Bi di situ.

Karena kalau perintahnya hanya ingin mengusap kepala, tidak perlu harus ada tambahan bi. Ada tambahan harf jarr itu menunjukkan bahwa Allah swt ingin makna yang berbeda. Ini kata madzhab Al-syafiiyah.


Madzhab Al-Hanabilah mengatakan berbeda, bahwa bi di ayat itu adalah hanya sebagai huruf tambahan yang tidak mempunyai arti. Jadi kedudukannya di situ tidak memberika pengaruh, atau juga penambahan makna.


Menurut mereka, mengusap kepala dalam wudhu itu adalah semua bagian kepala bukan hanya sebagiannya saja, karena memang Nabi saw (dalam beberapa) melakukan itu. Jadi bi dalam ayat itu hanya tambahan, dan memang salah satu makna bi yang ada dalam Al-Quran itu ada yang tidak bermakns alias sebagai tambahan saja, termasuk dalam ayat ini.


Kapan Buka Puasa?


Ini juga sering menjadi masalah. semua ulama sepakat bahwa puasa itu dimulai sejak terbit fajar. Tapi kapan orang yang berpuasa itu dibolehkan berbuka? Ketika terbenam matahari kah? Atau menunggu sampai gelap malam? Sumbu permasalahannya ada di harfu jarr:

ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“sempurnakanlah puasa sampai malam…” (Al-Baqarah: 187)

Nah harf jarr di sini, yaitu ilaa [الى], itu masih diperebutkan maknanya. Apakah ila itu menunjukkan bahwa apa yang setelanya itu, Al-Lail (malam) itu bagian dari puasa juga? Atau ila itu menjadi pemberhentian hukum, dan setelah ila itu tidak termasuk bagian dari hukum puasa.

Dalam bahasa ushul-nya:

هل "إلى" تدل على أن ما بعدها نهاية حكم ما قبلها أم عكسه؟

“Apakah “ilaa” itu menunjukkan bahwa itu pemberhentian hukum dan setelahnya tidak masuk atau sebaliknya?”  

Kalau itu pemberhentian hukum, maka jika sudah terbenam matahari yang merupakan awal malam, ya itu waktu yang sudah boleh berbuka. Tapi sebaliknya, jika setelah ila itu masih bagian dari yang sebelumnya ila, maka puasanya harus sampai malam.

Yang seperti ini perlu penelitian/studi/dirasah.


Pembagian Zakat


Yang lebih kontekstual dibicarakan juga ialah masalah 8 golongan zakat yang Allah swt sebutkan dalam surat Al-Taubah ayat 60:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] pengurus-pengurus zakat, [4] Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang berhutang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Coba kita lihat ayatnya, banyak harf jarr yang digunakan bukan? Dan bentuknya berbeda-beda, padahal masalahnya sama, yaitu golongan-golongan yang menerima zakat.


Allah swt memberi zakat kepada golongan 1 – 3 (fakir, miskin, Amil) itu dengan menggunakan harf jarr “Lii” [
لِـ] yang artinya “untuk”. Tapi golongan selanjutnya Allah swt mengguankan harf jarr “fii” [في], yang berarti “di”, atau “di dalam”.

Dan lebih variatif lagi karena Allah swt mengulang kata fii lagi untuk golongan ke-7 dan ke-8, yaitu orang yang di jalan Allah dan musafir. Padahal fii sudah disebutkan, tapi kenapa diulang lagi?


Apakah huruf-huruf jarr yang Allah swt taruh pada ayat itu hanya sebagai hiasan? Atau adakah makna berbeda yang Allah swt inginkan dengan harf jarr yang berbeda-beda dan variatif itu?


Professor Harf Jarr Telah Menelitinya


Ini hanya sebagian kecil dari masalah-masalah fiqih yang sumbu permasalahannya ada pada harfu jarr. Dan Alhamdulillah dengan izin Allah swt dan karunia-Nya, para professor-professor harfu Jarr sudah banyak yang membahas itu semua dan memberikan kita manfaat.


Dan tentu dirasah atau studi yang dilakukan itu bukanlah pekerjaan sebentar, melainkan pekerjaan yang lama karena membutuhkan ketajaman naluri dan malakah fiqhiyah (kapasitas ilmu fiqih) serta lughowiyah (kapasitas ilmu bahasa) yang sangat tinggi.


Kita yang awam, baiknya menghormati dan menghargai karya ulama-ulama tersebut dengan tidak asal mengatakan bahwa “fulan dan fulan juga manusia yang bisa salah. Mereka manusia yang boleh ditinggalkan.” padahal bahasa Arab-nya baru tahu “ana, anta akhi ukhti!

Wallahu 'alam
.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 4.980 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 6.647 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 24 March 2014, 13:41 | 3.465 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 8.785 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 4.155 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 1.342 views
Wajah Santun Dakwah Nabi Muhammad
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2016, 10:45 | 3.484 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 4.748 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 6.995 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 3.691 views
Nabi SAW Tidak Anti Kepada Non-Muslim
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 November 2015, 05:26 | 3.117 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 4.492 views
Berguru Kepada Mesin Pencari Gugel
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 March 2015, 22:42 | 6.497 views
Ternyata, Shalat Wajib Hanya Satu!
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 March 2015, 10:01 | 10.428 views
Banci Jadi Imam, Boleh?
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 March 2015, 12:47 | 3.969 views
Bersiwak di Masjid Hukumnya Makruh
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 February 2015, 20:30 | 3.812 views
Mana Yang Boleh dan Tidak Boleh Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2015, 06:36 | 5.247 views
Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2015, 06:31 | 10.493 views
Shalat Zuhur Setelah Shalat Jumat
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 January 2015, 14:02 | 5.074 views
Satu Kampung Hanya Boleh Ada Satu Jumat, Begitukah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 9 January 2015, 08:37 | 4.650 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 6.856 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 9.519 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 7.101 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 3.909 views
Puasa Syawal Hukumnya Makruh, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 July 2014, 22:32 | 12.505 views
Kenapa Sahabat Melakukan Dosa, Padahal Mereka Generasi Terbaik?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2014, 05:40 | 6.998 views
Miskin Ilmu Jago Ngambek
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2014, 08:02 | 8.020 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 5.121 views
Semangat Ramadhan Harus Dengan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2014, 06:24 | 4.390 views
Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 5.988 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 3.392 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 38.842 views
Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 4.478 views
Mau Ikut Nabi apa Ikut Ulama?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 May 2014, 20:00 | 11.106 views
Tarjih Antara 2 Hadits Yang Bertentangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 May 2014, 21:40 | 4.790 views
Lawan Tapi Mesra
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 April 2014, 12:48 | 4.910 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 3.887 views
Professor Harfu Jarr
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 March 2014, 21:58 | 5.645 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 6.647 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 4.155 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 3.576 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 4.004 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 March 2014, 06:14 | 4.173 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 March 2014, 07:59 | 4.677 views
Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 March 2014, 05:51 | 3.866 views
Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 March 2014, 06:40 | 6.509 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 6.153 views
Jama' Sholat Tanpa Udzur, Bolehkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 February 2014, 06:11 | 4.733 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 February 2014, 09:24 | 3.018 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2014, 08:33 | 4.420 views
Lumbung Tanpa Padi
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 February 2014, 05:52 | 3.498 views
Ijtihadnya Orang Awam
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 February 2014, 06:59 | 5.989 views
Membangun Keluarga Ahli Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2014, 06:31 | 3.790 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 3.944 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 3.669 views
Beda Level Penyanyi dan Suka Menyanyi
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 January 2014, 06:18 | 5.053 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi (bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 January 2014, 08:27 | 3.357 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2014, 11:45 | 3.970 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 5.719 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 3.100 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 4.612 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 7.326 views
Bolehkah Muslim Masuk Gereja atau Tempat Ibadah Agama Lain?
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 December 2013, 05:03 | 5.107 views
Pendapatku Benar Tapi Bisa Jadi Salah
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 December 2013, 06:44 | 3.747 views
Adakah Qadha' Sholat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 14 December 2013, 05:36 | 9.980 views
Belajar Taqlid dari Ibnu Qudamah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2013, 12:56 | 6.216 views
Fiqih Dulu dan Sekarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 November 2013, 18:42 | 4.444 views
Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 November 2013, 05:56 | 5.629 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 5.589 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 9.703 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 6.937 views
Nikah Punya Banyak Hukum
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 October 2013, 06:59 | 4.519 views
Jasa Penghulu Nikah Sirri
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 October 2013, 15:09 | 4.635 views
Titip Doa
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 September 2013, 14:56 | 7.100 views
Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 September 2013, 14:03 | 9.718 views
Tidak Bersedih Dengan Kematian Ulama Berarti Munafiq?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 September 2013, 10:10 | 5.439 views
Fatwa, Apakah Wajib Ditaati?
Ahmad Zarkasih, Lc | 6 September 2013, 09:22 | 4.348 views
Korupsi Bukan Pencurian, Tak Usah Potong Tangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 September 2013, 08:05 | 4.674 views
Hukum Mengambil Upah Dakwah
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 August 2013, 15:42 | 6.279 views
Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengarkan Khutbah
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2013, 08:52 | 4.389 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 4.915 views
Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 6.809 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 3.367 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 5.203 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 5.158 views
Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 4.299 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 6.054 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 5.314 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 3.987 views
Siapa Yang Wajib Puasa Ramadhan?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:22 | 3.514 views
Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 14.671 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 8.099 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 4.625 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 6.789 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 4.087 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 5.269 views
Dokter dan Apoteker
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 May 2013, 09:30 | 4.832 views
Siapa Salah, Siapa Kena Getahnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2013, 20:45 | 4.438 views
Matang Sebelum Waktunya
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 May 2013, 11:47 | 5.364 views
Masjid Kok Dikunci?
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 April 2013, 01:44 | 4.884 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 6.658 views
Galaunya Para Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 April 2013, 17:40 | 5.048 views
Pengkhianat Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 April 2013, 05:00 | 4.299 views
Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 3.503 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 7.423 views
Meng-kecil-kan yang Kecil, Mem-BESAR-kan yang Besar
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 February 2013, 05:53 | 4.116 views
Ulama Pesanan
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2013, 08:01 | 4.115 views
Keistimewaan Ilmu Faraidh
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 February 2013, 10:31 | 4.283 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 6.168 views