Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi | rumahfiqih.com

Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi

Hanif Luthfi, Lc., MA Sat 5 April 2014 18:00 | 6737 views

Bagikan via

Abad kedua dan ketiga hijriyyah bisa dikatakan abad dimana banyak ulama fiqih mencapai kematangan ijtihadnya. Sebut saja imam madzhab empat; Imam Abu Hanifah (w. 150 H), Imam Malik bin Anas (w. 179 H), Imam Syafi’i Muhammad bin Idris (w. 204 H), dan Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) adalah bukti nyata akan hal itu.

Mereka semua berijtihad, kadang hasil ijtihad itu sama dan tak jarang juga berbeda. Tetapi meski berbeda, kita tak meragukan rasa hormat antar mereka. Imam Malik dengan terang-terangan memuji kejeniusan Imam Abu Hanifah dalam ber-istidlal, Imam Syafi’i mengakui keluasan ilmu Imam Malik, Imam Ahmad bin Hanbal tak jemu-jemunya mendo’akan sang guru; Imam Syafi’i sepanjang hayatnya. Tidak mengapa mereka berbeda, karena bersama tak harus sama.

Tak jarang kita temukan perbedaan ijtihad mereka itu masih selalu dibicarakan hingga sampai saat ini, di abad ke-15 atau sekitar 1200-an tahun berlalu. Salah satunya tentang sujud, manakah yang lebih didahulukan; tangan atau lutut.

Semakin Luas Semakin Bijak

Semakin banyak tahu adanya perbedaan itu, memang diharapkan bisa semakin bijak dalam beragama. Karena yang berijtihad bukanlah seorang awam, melainkan para mujtahid. Itulah pentingnya belajar fiqih perbedaan. Selama bukan perbedaan yang bersifat prinsipil, antara iman dan kufur, antara tauhid dan syirik, antara surga dan neraka.

Disebut khilafiyyah abadi karena memang hal itu sudah pernah dibahas para ulama sejak dahulu, dan masih tetap diperbincangan sampai saat ini. Contohnya tentang sujud; antara tangan dan lutut, manakah yang lebih didahulukan saat turun.

Ada beberapa pendapat dikalangan ulama’. Ada yang berpendapat mendahulukan lutut, ada yang mendahulukan tangan, adapula yang mempersilahkan untuk memilih diantara keduanya. Sepertinya pendapat ketiga inilah yang cukup pertengahan dalam melihat perbedaan ini.

Pendapat ini sebagaimana diungkapkan Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) ketika ditanya tentang hal itu. Ibnu Taimiyyah menjawab:

أما الصلاة بكليهما فجائزة باتفاق العلماء إن شاء المصلي يضع ركبتيه قبل يديه وإن شاء وضع يديه ثم ركبتيه وصلاته صحيحة في الحالتين باتفاق العلماء. ولكن تنازعوا في الأفضل

Shalat dengan kedua model itu boleh saja menurut kesepakatan ulama. Silahkan lututnya dahulu atau tangannya dahulu .[1]

Jumhur ulama dari madzhab Hanafiyyah[2], Syafi’iyyah[3], Hanbaliyyah[4] dan beberapa ulama salaf; seperti an-Nakha’i, Sufyan at-Tsauri, Ishaq, Muslim bin Yasar, Ibnu al-Mundzir bahwa yang sunnah didahulukan dalam sujud adalah lutut dan mengakhirkan tangan, sedangkan ketika berdiri dari sujud itu dengan mendahulukan tangan terlebih dahulu[5].

Pendapat Malikiyyah dan satu riwayat dari Imam Ahmad bahwa mereka lebih memilih mendahulukan tangan terlebih dahulu, sebagaimana juga dipilih oleh Nashiruddin al-Albani[6].

Ibnu Qayyim

Ada hal menarik ketika kita berbicara hal ini, karena sebagian dari umat islam saat ini, mereka semangat mengamalkan hadits yang mereka anggap shahih dan membuang hadits yang mereka anggap lemah.

Bagaimana tidak, dalam hal ini sekali lagi Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H) berbeda pendapat dengan al-Albani (w. 1420 H). Sedangkan Abdullah bin Aziz bin Bazz (w. 1420 H) dan Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) mendukung pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 728 H).

Syeikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 728 H) berkata dalam kitabnya Zaad al-Ma’ad[7]:

(وكان صلى الله عليه وسلم يضع ركبتيه قبل يديه، ثم يديه بعدهما، ثم جبهته وأنفه) هذا هو الصحيح الذي رواه شريك، عن عاصم بن كليب، عن أبيه، عن وائل بن حجر: ( «رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا سجد وضع ركبتيه قبل يديه، وإذا نهض رفع يديه قبل ركبتيه» )

Rasulullah meletakkan lututnya dahulu baru tangannya, lalu dahi dan hidunya. Ini adalah yang SHAHIH sebagaimana diriwayatkan Syuraik dari Ashim bin Kulaib dari Bapaknya dari Wail bin Hujr, saya melihat Rasulullah ketika sujud beliau meletakkan lututnya dahulu sebelum tangannya, ketika bangun dari sujud beliau mendahulukan tangannya sebelum lututnya

Ibnu Bazz

Syeikh Bin Bazz (w. 1420 H) dalam kitabnya Majmu’ Fatawa Bin Bazz[8] menjelaskan:

والأرجح في ذلك أن الأفضل تقديم الركبتين عند السجود ثم اليدين ثم الوجه

Yang lebih rajih adalah mendahulukan dua lutut ketika sujud, lallu tangan kemudian wajah

Dalam kesempatan lain, beliau berkata dalam Fatawa Nur ala ad-Darbi[9]

الأفضل كما فعلتم تقديم الركبتين على اليدين، كما جاء في حديث وائل وغيره

Yang lebih utama adalah mendahulukan dua lutut daripada dua tangan

Ibnu Utsaimin

Ibnu Utsaimin (w. 1421 H) dalam Fatwanya[10] juga merajihkan pendapat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 728 H), beliau berkata:

فإن السنة التي أمر بها الرسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في السجود أن يضع الإنسان ركبتيه قبل يديه

Hal yang menjadi kesunnahan yang diperintahkan Rasulullah dalam sujud adalah mendahulukan lutut daripada kedua tangannya

Fatwa beliau bisa juga diakses via youtube di: http://www.youtube.com/watch?v=8GuRu48x2z8

Hadits Shahih dan Dhaif Sebagai Hujjah

Tentu para ulama sepakat bahwa hadits shahih itu menjadi salah satu instrumen sumber hujjah dalam beragama, mereka juga sangat menjauhi hadits dhaif apalagi jika masih ada hadits shahih lain.

Tetapi penilaian shahih dan dhaifnya suatu hadits adalah produk ijtihadi juga. Maka, salah satu sebab perbedaan ulama adalah perbedaan mereka dalam menshahihkan atau mendhaifkan suatu hadits. Waallahua’lam bisshawab

Hanif Luthfi, Lc

[1] Taqiyuddin Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), Majmu’ al-Fatawa, (Riyadh: Majma’ al-Malik Fahd, 1416 H), hal. 22/ 449

[2] Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Abu Ja’far at-Thahawi al-Hanafi (w. 321 H), Syarhu Ma’ani al-Atsar, Bairut: Daar Alam al-Kutub, 1414 H), hal. 1/ 256

[3] Imam Nawawi Yahya bin Syarah (w. 676 H) menjelaskan cukup panjang hal ini di kitab-kitab beliu; lihat: Minhaju at-Thalibin, (Bairut: Daar al-Fikr, 1425 H), hal. 27 dan di kitab Raudhatu at-Thalibin, (Bairut: al-Maktab al-Islami, 1412 H), hal. 1/ 258 dan juga Imam Nawawi juga menukil pendapat Imam Syafi’i (w. 204 H) dalam kitabnya al-Majmu’, (Bairut: Daar al-Fikr, t.t), hal. 3/ 422

[4] Ibnu Quddamah al-Maqdisi (w. 676 H), al-Mughni, (Kairo: Maktabah al-Qahirah, 1388 H), hal. 1/ 370

[5] Wizarat al-Auqaf, Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, )Kuwait: Thaba’ al-Wizarah, 1404 H), hal. 24/ 205,

[6] Muhammad Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H), Aslu Sifat Shalat Nabi, (Riyadh: Maktabah al-Maarif, 1427 H), Hal. 2/ 715

[7] Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H), Zaad al-Ma’ad, (Bairut: Muassasah ar-Risalah, 1415 H), hal. 1/ 215

[8] Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz (w. 1420 H), Majmu’ Fatawa Bin Bazz, hal. 12/ 121

[9] Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz (w. 1420 H), Majmu’ Fatawa Bin Bazz, hal. 12/ 121

[10] Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H), Majmu’ Fatawa wa Rasail, (Riyadh: Daar al-Wathan, 1413 H), hal. 13/ 174

Bagikan via


Baca Lainnya :

Masalah Khilafiyyah: Apakah Termasuk Ranah Dakwah?
Isnan Ansory, Lc, MA | 4 April 2014, 06:58 | 6.559 views
Beauty Is Pain, Isn't It?
Aini Aryani, Lc | 3 April 2014, 10:20 | 4.548 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 April 2014, 22:32 | 4.744 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 11.549 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 4.341 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 December 2016, 09:58 | 2.238 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 September 2016, 16:17 | 1.381 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 March 2016, 11:31 | 2.361 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 November 2015, 20:20 | 4.188 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 22 October 2015, 17:26 | 2.915 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc., MA | 15 October 2015, 13:54 | 3.586 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc., MA | 3 September 2015, 12:01 | 24.902 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 August 2015, 10:00 | 5.583 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 June 2015, 11:00 | 5.051 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 June 2015, 11:00 | 5.221 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 June 2015, 11:00 | 5.347 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 June 2015, 12:41 | 4.244 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 May 2015, 17:00 | 5.005 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 21:03 | 6.135 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 13:36 | 5.433 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 9 April 2015, 21:21 | 6.538 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 March 2015, 11:02 | 8.574 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 March 2015, 11:11 | 9.009 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 February 2015, 20:54 | 5.302 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 February 2015, 20:21 | 8.396 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 4 February 2015, 19:31 | 9.351 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 January 2015, 06:46 | 5.636 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 November 2014, 12:00 | 6.090 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 November 2014, 12:00 | 6.727 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 August 2014, 15:49 | 4.668 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 July 2014, 08:18 | 9.020 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 July 2014, 21:32 | 5.976 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 June 2014, 00:57 | 4.069 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 May 2014, 00:00 | 4.281 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 7 May 2014, 11:05 | 4.159 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 April 2014, 12:20 | 6.650 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 April 2014, 18:00 | 6.737 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 April 2014, 22:32 | 4.744 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 March 2014, 13:41 | 3.920 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 12 March 2014, 06:55 | 5.797 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 February 2014, 06:00 | 5.129 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 26 February 2014, 12:00 | 5.795 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 19 February 2014, 01:01 | 5.519 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 February 2014, 15:00 | 4.068 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 28 January 2014, 07:28 | 5.729 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 January 2014, 12:23 | 5.036 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 January 2014, 05:45 | 9.929 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 14:38 | 4.331 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 11:37 | 5.041 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 August 2013, 07:32 | 10.428 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 August 2013, 15:35 | 24.083 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 June 2013, 03:03 | 7.012 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 May 2013, 20:02 | 6.048 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 April 2013, 00:45 | 6.412 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 April 2013, 15:12 | 5.677 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 April 2013, 07:04 | 5.489 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 February 2013, 16:45 | 9.895 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan