Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab? | rumahfiqih.com

Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?

Ahmad Sarwat, Lc., MA Sun 8 June 2014 06:58 | 8025 views

Bagikan via

Sering saya ditanya orang, siapa sih yang disebut ulama itu dan apa saja syarat-syarat yang harus dimilikinya.

Biasanya saya selalu menjawab bahwa ulama itu banyak jenis cabang ilmunya. Ada ulama hadits alias muhaddits. Ruang lingkup tugasnya adalah meneliti berjuta butir hadits dari sisi shahih atau tidaknya. Mereka tidak bertugas untuk menarik kesimpulan hukum, sebab untuk itu ada jenis ulama tersendiri.

Kalau mau disebut contohnya gampang saja, itu loh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Mereka itu ulama hadits. Tugas mereka menyaring mana hadits shahih dan mana yang tidak.

Tentu ulama hadits bukan hanya mereka berdua, tetapi setidaknya keduanya adalah iconnya.

Pelajari saja biografinya secara mendalam lengkap dengan kapasitas dan kemampuannya, maka kita akan tahu apa saja syarat ulama dan tahu langsung seperti apa sosoknya.

Tetapi kalau urusan hukum agama, apakah sesuatu itu halal atau haram, jangan tanya ke ulama ahli hadits. Jelas mereka bukan ahlinya. Kalau pun kita tanyakan kepada mereka, jawabannya kurang detail.

Urusan tanya hukum halal haram, kita bertanya kepada fuqaha, ahli fiqih alias para mujtahid. Tugas mereka memang melakukan penelitian menyeluruh atas semua dalil, baik dari Al-Quran atau sunnah, termasuk juga meneliti apakah suatu hadits itu shahih dan layak dijadikan pijakan atau tidak.

Dan yang paling penting, tugas unik mereka adalah memilih mana dari dalil-dalil itu yang tepat dan cocok untuk dijadikan landasan hukum. Sebab meski ayat Al-Quran itu shahih semua, bahkan semuanya sampai derajat mutawatir, belum tentu cocok dijadikan landasan hukum suatu masalah.

Jadi tugas fuqaha itu memang dua kali lipat lebih berat dari tugas ahli hadits. Karena itu persyaratannya pun jauh lebih banyak.

Lalu siapa contoh ulama ahli fiqih?

Dunia Islam mengenal para begawan ahli fiqih tidak lain adalah keempat imam mazhab itu. Al-Imam Abu Hnifah, Al-Imam Malik, Al-Imam Asy-Syafi’i dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullahu ajmain.

Mereka itu bukan hanya berstatus mujtahid, tetapi menduduki level tertinggi, yaitu mujtahid multak mustaqil. Mereka adalah ujtahidnya segala mujtahid, guru tertinggi dari semua mujtahid. Semua mujtahid itu akan suka tidak suka harus mengikuti kaidah yang telah dirintisnya.

Tentu saja semuanya adalah penghafal Al-Quran 30 juz. Bahkan bukan hanya hafal lafadznya, tetapi mereka tahu persis detail penjelasan setiap ayat, termasuk ragam qiraatnya yang ternyata juga berpengaruh pada makna dan kesimpulan hukum.

Jangan tanya apakah mereka mengerti hadits apa tidak. Syarat minimal seorang mujtahid kelas dasar adalah menghafal 500 ribu hadits, baik matan maupun sanad. Di zaman kita ini, agak sulit menemukan orang yang bisa hafal segitu banyak.

Padahal yang mereka kuasai itu bukan berhenti pada hafal, tetapi juga tahu latar belakang (asbabul wurud) tiap hadits, kapan disampaikan, dimana, dalam konteks apa bahkan apakah hadits itu saling bertentangan dengan lainnya atau tidak. Semua informasi itu sudah ada di kepala sejak mereka masih SD. Artinya, seluruh mujtahid itu adalah ahli hadits yang sudah matang.

Lalu ada seorang santri bertanya dengan lugunya,”Ustadz, apakah ulama itu harus bisa bahasa Arab?”.

Sambil tersenyum saya jawab,”Tentu saja, anakku. Mana ada ulama yang tidak bisa bahasa Arab? Semua ulama bukan hanya wajib berbahasa Arab, tetapi harus mengerti ilmu balaghah, adab, badi’, bayan serta semua cabang kesusastraan Arab.”

Santri itu menjawab,”Tetapi di pesantren kami, bahasa Arab tidak diajarkan dengan tuntas, sehingga ketika kami lulus belum bisa berbahasa Arab, kecuali sedikit sekali”.

Kali ini saya yang tersenyum kecut. La haula wala quwwata illa billah. Kalau pesantren yang konon mau mencetak ulama malah tidak mengajarkan bahasa Arab, lalu mereka mau jadi apa? Begitu keluh saya dalam hati.

Padahal jangankan jadi ulama, lha wong Abu Jahal, Abu Lahab, dan teman-teman kafirnya itu saja bisa bahasa Arab. Malahan unta yang mereka tunggangi pun paham bahasa Arab. Buktinya, kalau diperintah pakai bahasa Arab, unta-unta itu pun nurut.

Jauh sebelum kita bicara tentang syarat ulama seperti di atas, maka yang seharusnya jadi pondasi adalah kemampuan bahasa Arab. Pesantren wajib mengajarkan bahasa Arab kepada santrinya sampai benar-benar menguasai, kalau mau dikatakan pesantren itu tepat pendididikan ulama.

Apalagi bila pesantren itu berlabel 'pesantren kader ulama', maka seharusnya penguasaan bahasa Arab aktif secara lisan dan tulisan harus menjadi syarat minimal untuk bisa diterima. Mereka harus mampu memahami dengan baik semua teks arab gundul itu cukup sekali baca, dan bisa menerangkan kembali juga dalam bahasa Arab. Itu harus jadi syarat dasar diterimanya mereka dalam program kader ulama.

Sebab mau berapa lama menunggu para santri sampai bisa bahasa Arab dulu? Lalu bagaimana caranya mereka bisa baca ribuan kitab turats berbahasa Arab?

Kalau sampai ada calon ulama tapi tidak paham bahasa Arab, tentu sangat tidak memenuhi syarat. Sebab levelnya masih di bawahnya Abu Jahal dan unta tunggangannya. Masa ulama kalah sama Abu Jahal?

Ulama kok tidak bisa bahasa Arab? Benar-benar kiamat sudah dekat!!

Bagikan via


Baca Lainnya :

Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 5.991 views
Dua Banding Satu: Hikmah Dan Alternatifnya
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 6 June 2014, 05:51 | 3.219 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 3.392 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 38.846 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 15.539 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.128 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 7.350 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 7.607 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 10.510 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.178 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 6.881 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.236 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 9.656 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 6.729 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 8.715 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 5.691 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.313 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.339 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 4.964 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.025 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 15.539 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 3.913 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.365 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 8.787 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.109 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 3.696 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.423 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 4.626 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 7.854 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 19.497 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 6.539 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 10.988 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.370 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.163 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.396 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.105 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 4.976 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.197 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 4.829 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 6.953 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 6.691 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 4.564 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.117 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.257 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.368 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 5.991 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.033 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.135 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.319 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.092 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 5.771 views