Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab? | rumahfiqih.com

Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?

Ahmad Sarwat, Lc., MA Sun 8 June 2014 06:58 | 9027 views

Bagikan via

Sering saya ditanya orang, siapa sih yang disebut ulama itu dan apa saja syarat-syarat yang harus dimilikinya.

Biasanya saya selalu menjawab bahwa ulama itu banyak jenis cabang ilmunya. Ada ulama hadits alias muhaddits. Ruang lingkup tugasnya adalah meneliti berjuta butir hadits dari sisi shahih atau tidaknya. Mereka tidak bertugas untuk menarik kesimpulan hukum, sebab untuk itu ada jenis ulama tersendiri.

Kalau mau disebut contohnya gampang saja, itu loh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Mereka itu ulama hadits. Tugas mereka menyaring mana hadits shahih dan mana yang tidak.

Tentu ulama hadits bukan hanya mereka berdua, tetapi setidaknya keduanya adalah iconnya.

Pelajari saja biografinya secara mendalam lengkap dengan kapasitas dan kemampuannya, maka kita akan tahu apa saja syarat ulama dan tahu langsung seperti apa sosoknya.

Tetapi kalau urusan hukum agama, apakah sesuatu itu halal atau haram, jangan tanya ke ulama ahli hadits. Jelas mereka bukan ahlinya. Kalau pun kita tanyakan kepada mereka, jawabannya kurang detail.

Urusan tanya hukum halal haram, kita bertanya kepada fuqaha, ahli fiqih alias para mujtahid. Tugas mereka memang melakukan penelitian menyeluruh atas semua dalil, baik dari Al-Quran atau sunnah, termasuk juga meneliti apakah suatu hadits itu shahih dan layak dijadikan pijakan atau tidak.

Dan yang paling penting, tugas unik mereka adalah memilih mana dari dalil-dalil itu yang tepat dan cocok untuk dijadikan landasan hukum. Sebab meski ayat Al-Quran itu shahih semua, bahkan semuanya sampai derajat mutawatir, belum tentu cocok dijadikan landasan hukum suatu masalah.

Jadi tugas fuqaha itu memang dua kali lipat lebih berat dari tugas ahli hadits. Karena itu persyaratannya pun jauh lebih banyak.

Lalu siapa contoh ulama ahli fiqih?

Dunia Islam mengenal para begawan ahli fiqih tidak lain adalah keempat imam mazhab itu. Al-Imam Abu Hnifah, Al-Imam Malik, Al-Imam Asy-Syafi’i dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullahu ajmain.

Mereka itu bukan hanya berstatus mujtahid, tetapi menduduki level tertinggi, yaitu mujtahid multak mustaqil. Mereka adalah ujtahidnya segala mujtahid, guru tertinggi dari semua mujtahid. Semua mujtahid itu akan suka tidak suka harus mengikuti kaidah yang telah dirintisnya.

Tentu saja semuanya adalah penghafal Al-Quran 30 juz. Bahkan bukan hanya hafal lafadznya, tetapi mereka tahu persis detail penjelasan setiap ayat, termasuk ragam qiraatnya yang ternyata juga berpengaruh pada makna dan kesimpulan hukum.

Jangan tanya apakah mereka mengerti hadits apa tidak. Syarat minimal seorang mujtahid kelas dasar adalah menghafal 500 ribu hadits, baik matan maupun sanad. Di zaman kita ini, agak sulit menemukan orang yang bisa hafal segitu banyak.

Padahal yang mereka kuasai itu bukan berhenti pada hafal, tetapi juga tahu latar belakang (asbabul wurud) tiap hadits, kapan disampaikan, dimana, dalam konteks apa bahkan apakah hadits itu saling bertentangan dengan lainnya atau tidak. Semua informasi itu sudah ada di kepala sejak mereka masih SD. Artinya, seluruh mujtahid itu adalah ahli hadits yang sudah matang.

Lalu ada seorang santri bertanya dengan lugunya,”Ustadz, apakah ulama itu harus bisa bahasa Arab?”.

Sambil tersenyum saya jawab,”Tentu saja, anakku. Mana ada ulama yang tidak bisa bahasa Arab? Semua ulama bukan hanya wajib berbahasa Arab, tetapi harus mengerti ilmu balaghah, adab, badi’, bayan serta semua cabang kesusastraan Arab.”

Santri itu menjawab,”Tetapi di pesantren kami, bahasa Arab tidak diajarkan dengan tuntas, sehingga ketika kami lulus belum bisa berbahasa Arab, kecuali sedikit sekali”.

Kali ini saya yang tersenyum kecut. La haula wala quwwata illa billah. Kalau pesantren yang konon mau mencetak ulama malah tidak mengajarkan bahasa Arab, lalu mereka mau jadi apa? Begitu keluh saya dalam hati.

Padahal jangankan jadi ulama, lha wong Abu Jahal, Abu Lahab, dan teman-teman kafirnya itu saja bisa bahasa Arab. Malahan unta yang mereka tunggangi pun paham bahasa Arab. Buktinya, kalau diperintah pakai bahasa Arab, unta-unta itu pun nurut.

Jauh sebelum kita bicara tentang syarat ulama seperti di atas, maka yang seharusnya jadi pondasi adalah kemampuan bahasa Arab. Pesantren wajib mengajarkan bahasa Arab kepada santrinya sampai benar-benar menguasai, kalau mau dikatakan pesantren itu tepat pendididikan ulama.

Apalagi bila pesantren itu berlabel 'pesantren kader ulama', maka seharusnya penguasaan bahasa Arab aktif secara lisan dan tulisan harus menjadi syarat minimal untuk bisa diterima. Mereka harus mampu memahami dengan baik semua teks arab gundul itu cukup sekali baca, dan bisa menerangkan kembali juga dalam bahasa Arab. Itu harus jadi syarat dasar diterimanya mereka dalam program kader ulama.

Sebab mau berapa lama menunggu para santri sampai bisa bahasa Arab dulu? Lalu bagaimana caranya mereka bisa baca ribuan kitab turats berbahasa Arab?

Kalau sampai ada calon ulama tapi tidak paham bahasa Arab, tentu sangat tidak memenuhi syarat. Sebab levelnya masih di bawahnya Abu Jahal dan unta tunggangannya. Masa ulama kalah sama Abu Jahal?

Ulama kok tidak bisa bahasa Arab? Benar-benar kiamat sudah dekat!!

Bagikan via


Baca Lainnya :

Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 6.927 views
Dua Banding Satu: Hikmah Dan Alternatifnya
Isnan Ansory, Lc, MA | 6 June 2014, 05:51 | 3.982 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 4.230 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 40.977 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 16.810 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 2.375 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 8.913 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 8.738 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.975 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 4.006 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.816 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 16.413 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 10.595 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 7.813 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 9.639 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 6.444 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 6.133 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 5.219 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.762 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 9.027 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 16.810 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.699 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 5.154 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 9.612 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.826 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 4.394 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 6.200 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 5.410 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 8.776 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 23.971 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 7.623 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 12.106 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 6.138 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.882 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 8.298 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.975 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.880 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 5.028 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 5.639 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.834 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 7.534 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 5.424 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.913 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 7.226 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 5.172 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.839 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 9.547 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.952 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 5.238 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.892 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 6.807 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc16 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA12 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Isnawati, Lc9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Azizah, Lc0 tulisan