Bener tapi Kurang Pener | rumahfiqih.com

Bener tapi Kurang Pener

Hanif Luthfi, Lc Sun 6 July 2014 21:32 | 5618 views

Bagikan via

Sore itu, teman saya langsung berdiri di shaf paling depan tepat di belakang mihrab imam. Dia bertakbir untuk melaksanakan dua rakaat shalat sunnah qabliyah ashar.

“Orang tahu agama kok gobl*k!” Seru orang di sampingnya, mengomentari teman saya itu.

Kira-kira dari sepenggal cerita diatas, siapakah sebenarnya yang salah atau kurang tepat? Teman saya yang shalat qabliyah ashar di shaf pertama, tepat dibelakang mihrab imam atau orang yang mengata-ngatai gobl*k orang yang mau shalat?

Hmmm.. Secara sekilas pastinya yang salah adalah orang yang mengata-ngatai orang shalat dengan kata-kata kasar. Orang mau shalat kok dibilang gobl*k.

Tapi, sebentar! Kita rewind videonya, kita lihat lagi kronologinya.

Usut punya usut, orang yang mengatai teman saya tadi adalah sang muadzin. Sebenarnya beliau sudah berdiri untuk iqamah. Kebetulan di masjid kami ada jam digital yang bisa menghitung mundur jarak antara adzan dan iqamah. Jeda antara adzan dan iqamah sudah diset 7 menit, jadi siapa saja yang ingin shalat qabliyah, bisa memanfaatkan waktu itu.

Teman saya tanpa melihat jam itu, langsung saja shalat qabliyah. Padahal waktu mundur iqamah sudah tinggal 5 detik lagi. Shalatnya tepat di belakang mihrab, sudah githu dia lempeng saja melanjutkan shalat sunnahnya. artinya, mau tidak mau iqamah harus menunggu selesai shalat teman saya tadi.

Nah, kira-kira siapa yang kurang tepat?

Iya, itulah namanya bener tapi kurang pener. Pener itu asli bahasa daerah Amerika Selatan, tepatnya Suriname, artinya pas, tepat, klop. Shalat sunnah qabliyah tentu bagus, tapi jika waktu dan tempatnya kurang tepat tentu menjadi tidak baik.

Mungkin ada contoh-contoh lain yang menurut saya juga kurang pener, meskipun bener. Misalnya:

Tadarus Ramadhan

Namanya baca al-Qur’an tentu tak ada yang mengatakan itu tidak baik. Tapi lain ceritanya jika bacanya malam bulan Ramadhan, dengan memakai speaker masjid yang level suaranya tinggi, sudah jam 23.00 malam masih saja lanjut. Parahnya, makhraj dan tajwidnya kacau.

Baca al-Qur’annya benar, tapi waktu dan caranya yang kurang pas. Seharusnya sudah waktunya istirahat malam, untuk nanti bangun sahur. Kalaupun mau baca al-Qur’an, ya tidak usah memakai speaker masjid.

Murattal Menjelang Sahur

Hal yang kurang tepat lagi menurut saya adalah menyetel kaset murattal di masjid menjelang sahur. Kembali lagi, tidak ada yang salah dengan membaca al-Qur’an atau menyetel kaset bacaan al-Qur’an. Tetapi jika nyetel murattalnya dengan speaker masjid level suara tinggi, padahal jam masih menunjukkan pukul 03.00 pagi, nah itulah masalahnya.

Konyolnya, tak jarang takmir masjidnya malah tidur lagi setelah menyetel kaset murattal.

Harusnya di jam itu, orang masih sangat nikmat bercengkrama dengan Allah melalui shalat malam, bermunajat dan berdo’a, tetapi keasyikan munajat itu buyar karena suara speaker masjid.

Dzikir Speaker

Contoh lainnya mungkin dzikir selepas shalat dengan speaker suara kencang. Padahal jam’ahnya hanya segelintir orang saja.

Nabi Menegur Muadz

Suatu ketika, Muadz bin Jabal menjadi imam shalat Isya’ bersama kaumnya. Kebetulan Muadz bin Jabal membaca surat yang cukup panjang, akhirnya ada salah seorang jamaah yang memisahkan diri untuk shalat sendiri.

“Dia itu munafiq”, kata Muadz ketika diceritakan kepadanya tentang seorang jamaah yang memisahkan diri tadi.

Tak terima atas perkataan Muadz, seorang jamaah tadi akhirnya lapor kepada Nabi Muhammad.

“Apakah engkau mau menjadi fattan/ orang yang banyak memberi fitnah wahai muadz?” Sabda Nabi kepada Muadz bin Jabal.

“Jika kamu shalat menjadi imam, bacalah surat wassyamsi, sabbihisma rabbikal a’la, iqra’ bismirabbika dan wallaili idza yaghsya”

Hadits ini shahih riwayat Muslim: 1/ 340, lengkapnya:

عن جابر أنه قال صلى معاذ بن جبل الأنصاري لأصحابه العشاء فطول عليهم فانصرف رجل منا فصلى فأخبر معاذ عنه فقال إنه منافق فلما بلغ ذلك الرجل دخل على رسول الله صلى الله عليه وسلم فأخبره ما قال معاذ فقال له النبي صلى الله عليه وسلم أتريد أن تكون فتانا يا معاذ إذا أممت الناس فاقرأ بالشمس وضحاها وسبح اسم ربك الأعلى واقرأ باسم ربك والليل إذا يغشى

Shalat dengan bacaan yang panjang, itu bagus. Tapi lain ceritanya jika sedang menjadi imam.

Begitu juga dalam menjalankan agama, selain dituntut agar bener-bener benar, juga diharuskan pener alias bisa menempatkan pada waktu dan tempat yang pas. waallahu a'lam

Bagikan via


Baca Lainnya :

Tidak Berpuasa Tanpa Uzur: Antara Kufur dan Dosa Besar
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 30 June 2014, 00:06 | 3.517 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc | 29 June 2014, 00:57 | 3.726 views
Melafazkan Niat: Bid'ahkah?
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 28 June 2014, 01:56 | 5.251 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 3.557 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 5.182 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc | 1 December 2016, 09:58 | 1.538 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc | 18 September 2016, 16:17 | 938 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc | 8 March 2016, 11:31 | 1.834 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc | 8 November 2015, 20:20 | 3.742 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc | 22 October 2015, 17:26 | 2.406 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc | 15 October 2015, 13:54 | 3.116 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc | 3 September 2015, 12:01 | 24.257 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc | 14 August 2015, 10:00 | 5.189 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 25 June 2015, 11:00 | 4.713 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 24 June 2015, 11:00 | 4.897 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc | 23 June 2015, 11:00 | 4.990 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc | 2 June 2015, 12:41 | 3.768 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc | 13 May 2015, 17:00 | 4.663 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 21:03 | 5.739 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 13:36 | 5.027 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc | 9 April 2015, 21:21 | 6.068 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc | 27 March 2015, 11:02 | 8.224 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc | 13 March 2015, 11:11 | 8.532 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc | 6 February 2015, 20:54 | 4.893 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc | 5 February 2015, 20:21 | 7.939 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc | 4 February 2015, 19:31 | 8.884 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc | 14 January 2015, 06:46 | 5.274 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 30 November 2014, 12:00 | 5.770 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc | 29 November 2014, 12:00 | 6.388 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc | 27 August 2014, 15:49 | 4.275 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc | 17 July 2014, 08:18 | 8.699 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc | 6 July 2014, 21:32 | 5.618 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc | 29 June 2014, 00:57 | 3.726 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc | 10 May 2014, 00:00 | 3.978 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc | 7 May 2014, 11:05 | 3.831 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc | 30 April 2014, 12:20 | 6.265 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc | 5 April 2014, 18:00 | 6.300 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 2 April 2014, 22:32 | 4.362 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 24 March 2014, 13:41 | 3.531 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc | 12 March 2014, 06:55 | 5.469 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 27 February 2014, 06:00 | 4.829 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc | 26 February 2014, 12:00 | 5.463 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 19 February 2014, 01:01 | 5.197 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc | 18 February 2014, 15:00 | 3.792 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc | 28 January 2014, 07:28 | 5.388 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc | 25 January 2014, 12:23 | 4.704 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc | 23 January 2014, 05:45 | 9.461 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 14:38 | 3.994 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 11:37 | 4.670 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc | 17 August 2013, 07:32 | 9.922 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc | 10 August 2013, 15:35 | 23.556 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc | 21 June 2013, 03:03 | 6.650 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc | 18 May 2013, 20:02 | 5.676 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc | 24 April 2013, 00:45 | 6.053 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 17 April 2013, 15:12 | 5.306 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 1 April 2013, 07:04 | 5.070 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc | 14 February 2013, 16:45 | 9.407 views