Kembalilah Kepada Ulama | rumahfiqih.com

Kembalilah Kepada Ulama

Isnan Ansory, Lc, MA Mon 18 August 2014 09:31 | 4325 views

Bagikan via

Di tengah gempuran arus informasi yang cenderung tidak jelas sumber pemberitaannya, umat Islam lagi-lagi dipojokkan dengan berbagai stigmatisasi yang  buruk. Term-term yang ‘sakral’ dalam ajaran Islam dibuat menjadi bias pengertiannya dan seringkali distigmatisasi dengan istilah-istilah negatif.

Lafaz-lafaz semisal ‘daulah Islamiyyah’, ‘khilafah Islamiyyah’, ‘jihad’, ‘bai’at’, ‘syariat islam’ dan lain-lain seringkali diidentikkan dengan hal-hal yang berbau negatif semisal estrimisme, intoleran, terorisme, radikalisme, gerakan sparatis, inkonstitusional dan takfir.

Padahal, lafaz-lafaz tersebut (daulah Islamiyyah, khilafah Islamiyyah, jihad, bai’at, syariat islam) memiliki akar yang kuat dalam bangunan ajaran Islam. Bahkan dapat dikatakan di antara lafaz-lafaz ini merupakan pondasi ajaran Islam itu sendiri (seperti jihad) dan lafaz yang khusus dimiliki oleh Islam.

Memang, lafaz-lafaz ini memungkinkan untuk ditafsirkan secara salah dan tak mendasar sebagaimana tafsiran orang-orang khawarij terhadap ayat al Qur’an ‘tidak ada hukum kecuali hukum Allah’ yaitu dengan mengkafirkan para shahabat dan umat Islam lainnya yang tidak sependapat dengan mereka. Namun apa yang mereka lakukan juga membuka ruang bagi orang-orang yang dengki dengan ajaran Islam untuk mendeskriditkan dan menstigmatisasi ajaran Islam dengan stigma-stigma yang buruk.

Oleh sebab itulah, simpang-siurnya informasi terkait makna hakiki dan bagaimana aplikasi lafaz-lafaz ini hendaknya dikembalikan kepada yang berhak untuk menjelaskannya, yaitu para ulama yang mumpuni dan dikenal istiqamah serta amanah dalam menjalankan dan menyampaikan ajaran agama.

Yaitu para ulama yang digambarkan oleh Ibnu Qayyim al Jauziyyah sebagai orang-orang yang memegang stempel Allah SWT (al muwaqqi’ ‘an rabb al ‘alamin). Tidak heran jika Rasulullah SAW menyatakan mereka sebagai ahli waris para nabi. Sebab, selain keutamaan yang ada pada mereka dan kedudukannya yang sama dengan nabi dalam urusan dakwah, mereka pun membawa beban amanah yang berat untuk menyampaikan ajaran Islam dengan perspektif yang benar. (Abd al Karim Ali an Namlah, al Muhazzab fi ‘Ilm Ushul al Fiqih al Muqaran, 1/7).

Masyarakat muslim yang awam, memang masyarakat yang mudah untuk diarahkan oleh arus media yang meinstrim. Namun kita tidak harus selalu menyalahkan media tersebut, namun para ulama pun harus berintropeksi diri dan menilai dirinya, apakah ia sudah menyampaikan ajaran Islam yang benar secara massif dan konsisten.

Selain itu, meskipun masyarakat awam tidak selalu bisa disalahkan atas ketidak tahuan mereka. Namun mereka pun harus tahu bahwa agama Islam yang telah mereka peluk juga telah mewajibkan mereka untuk kembali kepada para ulama, untuk mencari jawaban yang sebenarnya, terlebih lagi di saat syiar-syiar Islam sekarang ini sering kali distigmatisasikan dengan buruk dan cenderung menyebabkan umat Islam phobia/benci terhadap ajaran agamanya sendiri. Bukankah Allah SWT telah memerintahkan kita untuk bertanya dan kembali kepada para ulama:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (43)

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ulama) jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An Nahl/16: 43, dan  QS. al Anbiya’/21: 7).

ياأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An Nisa’/5: 59).

Wahbah az Zuhaili, seorang mufassir dan ahli fiqih kontemporer berkata mengomentari ayat di atas (QS. An Nisa’/5: 59):

فطاعة الله والرسول واجبة، بتنفيذ أحكام الله، واتباع سنة رسول الله، وكذلك تجب طاعة ولاة الأمر من أهل الحل والعقد في الأمة، أي السلطة التنفيذية في الأمة، وأولي الاجتهاد في التشريع من العلماء والحكام والولاة العدول، فإن حدث تنازع واختلاف في وجهات النظر، فالواجب رد الأمر إلى نظيره ومثيله في القرآن والسنة، ولا يفهم ذلك إلا العلماء الأعلام المخلصون لله ورسوله

Maka ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya merupakan kewajiban, yaitu dengan melaksanakan aturan-aturan Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah. Demikian pula wajib untuk taat kepada para pemangku urusan umat ini, yaitu para penguasa yang melaksanakan urusan umat. Dan juga para ahli ijtihad dalam syariat dari para ulama dan penguasa yang adil. Dan jika terjadi perselisihan dalam argumentasi, maka wajib menilainya dengan kembali kepada al Qur’an dan as Sunnah. Dan hal itu (merujuk kepada al Qur’an dan as Sunnah) tidak dapat dilakukan kecuali berdasarkan pemahaman para ulama yang ikhlas untuk Allah dan rasul-Nya.” (Wahbah az Zuhaili, at Tafsir al Wasith, 1/336).

Itulah sebabnya, para ulama terdahulu sepakat bahwa, sikap yang selamat adalah dengan mengikuti para ulama. Dan jika ulama salah dalam ijtihadnya, maka masyarakat awam tidak akan menanggung dosa/kesalahan sang mujtahid, bahkan sang mujtahid akan mendapatkan satu pahala. (Abd al Karim Ali an Namlah, al Muhazzab fi ‘Ilm Ushul al Fiqih al Muqaran, 5/2358). Namun tentunya yaitu dengan mengikuti para ulama yang benar-benar berkarekter ulama.

Oleh sebab itu, kembalilah kepada para ulama.

Wallahua’lam bi ash Shawab

 

Isnan Ansory, Lc., M.Ag

(Peneliti Rumah Fiqih Indonesia (RFI) Jakarta)

 

Bagikan via


Baca Lainnya :

Puasa Wishal: Bolehkah? (Bagian-2)
| 17 August 2014, 05:00 | 3.377 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 4.257 views
Puasa Wishal: Bolehkah? (Bagian-1)
| 15 August 2014, 05:00 | 2.944 views
Imam al-Kasani dan Maharnya
| 14 August 2014, 05:00 | 2.844 views
Puasa Syawwal : Apa dan Bagaimana
| 13 August 2014, 06:00 | 3.583 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Bermazhab Atau Mengamalkan Satu Mazhab?
Isnan Ansory, Lc, MA | 2 December 2016, 08:00 | 1.212 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 3)
Isnan Ansory, Lc, MA | 18 December 2014, 15:56 | 3.012 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 2)
Isnan Ansory, Lc, MA | 17 December 2014, 16:11 | 2.974 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 1)
Isnan Ansory, Lc, MA | 9 December 2014, 10:58 | 3.990 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanbali (2)
Isnan Ansory, Lc, MA | 5 December 2014, 11:23 | 3.515 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanbali (1)
Isnan Ansory, Lc, MA | 4 December 2014, 11:14 | 3.600 views
Kembalilah Kepada Ulama
Isnan Ansory, Lc, MA | 18 August 2014, 09:31 | 4.325 views
Perbedaan Antara Zakat Maal dan Zakat Fitrah (2)
Isnan Ansory, Lc, MA | 27 July 2014, 22:22 | 5.182 views
Perbedaan Antara Zakat Maal dan Zakat Fitrah (1)
Isnan Ansory, Lc, MA | 27 July 2014, 21:58 | 19.883 views
Tidak Berpuasa Tanpa Uzur: Antara Kufur dan Dosa Besar
Isnan Ansory, Lc, MA | 30 June 2014, 00:06 | 3.683 views
Melafazkan Niat: Bid'ahkah?
Isnan Ansory, Lc, MA | 28 June 2014, 01:56 | 5.485 views
Dua Banding Satu: Hikmah Dan Alternatifnya
Isnan Ansory, Lc, MA | 6 June 2014, 05:51 | 3.497 views
Wahyu Allah: Al Qur’an dan As Sunnah
Isnan Ansory, Lc, MA | 8 April 2014, 06:06 | 6.046 views
Masalah Khilafiyyah: Apakah Termasuk Ranah Dakwah?
Isnan Ansory, Lc, MA | 4 April 2014, 06:58 | 6.370 views
Menolak Taqlid Dalam Furuiyyah: Neo Muktazilah Qadariyyah
Isnan Ansory, Lc, MA | 16 March 2014, 11:35 | 6.645 views
Orang Awam Tetap Harus Belajar
Isnan Ansory, Lc, MA | 1 March 2014, 06:54 | 4.250 views
Moderasi Islam dalam Ibadah
Isnan Ansory, Lc, MA | 22 February 2014, 06:00 | 3.426 views
Wasathiyyah/Moderasi Islam
Isnan Ansory, Lc, MA | 21 February 2014, 06:04 | 3.966 views
Tingkatan Fuqaha'
Isnan Ansory, Lc, MA | 21 October 2013, 13:17 | 3.887 views
Adakah Qadha' Sholat Bagi Orang Yang Telah Meninggal?
Isnan Ansory, Lc, MA | 22 September 2013, 11:34 | 15.822 views
Ekstrimisme Dalam Beragama
Isnan Ansory, Lc, MA | 15 September 2013, 12:22 | 4.296 views
Mujtahid Tarjih dalam Mazhab Imam Asy-Syafi'i
Isnan Ansory, Lc, MA | 2 September 2013, 00:46 | 9.918 views
Orang Awam Wajib Taqlid Kepada Ulama
Isnan Ansory, Lc, MA | 21 August 2013, 17:55 | 5.314 views
Pendistribusian Kaffarat Jima' di Siang Bulan Ramadhan
Isnan Ansory, Lc, MA | 15 August 2013, 13:39 | 6.187 views
Adakah Qadha' Puasa bagi Orang yang Telah Meninggal?
Isnan Ansory, Lc, MA | 13 August 2013, 12:00 | 9.705 views
Fiqih Islami
Isnan Ansory, Lc, MA | 12 March 2013, 09:10 | 4.187 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan