Beasiswa Abu Hanifah | rumahfiqih.com

Beasiswa Abu Hanifah

Hanif Luthfi, Lc., MA Wed 27 August 2014 15:49 | 4667 views

Bagikan via

Mencari Ilmu atau Mencari Uang

Sebuah dilema memang, ketika disuruh memilih antara mencari ilmu atau mencari uang. Jika mencari ilmu maka tidak bisa mencari uang, jika mencari uang maka tak bisa mencari ilmu. Hal itulah yang dialami oleh Abu Yusuf (w. 182 H), salah seorang murid utama Abu Hanifah (w. 150 H).

Bisa dikatakan bapaknya Abu Yusuf ini seorang yang miskin. Suatu ketika bapak Abu Yusuf berkata kepada Abu Yusuf: “Anakku, kita ini keluarga yang tidak punya. Berhentilah mengaji dari Abu Hanifah dan bekerjalah mencari uang.” Abu Yusuf kecil gamang, manakah yang harus dipilih. Jika kerja maka tidak bisa mencari ilmu, jika mencari ilmu tidak punya uang untuk makan. Padahal dia sangat ingin mencari ilmu. Akhirnya karena keadaan, Abu Yusuf taat kepada bapaknya dan berhenti datang ke majlis Abu Hanifah.

Barangkali yang senasib Abu Yusuf ini sangat banyak jumlahnya. Banyak yang ingin selalu mencari ilmu, tetapi keadaan tidak memungkinkan. Tapi banyak juga yang mempunyai waktu, kesempatan dan biaya tetapi malah tidak mau mencari ilmu.

Mengetahui hal itu, sang guru Abu Hanifah memanggil Abu Yusuf. “Wahai Abu Yusuf, saya dengar kamu tidak ikut ngaji karena alasan ekonomi ya? Ini ada uang 100 dirham buat kamu. Kamu belajarnya dilanjutkan ya! Nanti kalo sudah habis bilang lagi, saya akan kasih lagi.” (ad-Dzahabi, Siyar A’lam an-Nubala’, 7/ 470)

Masyaallah, begitu girangnya Abu Yusuf saat itu. Beliau mendapat beasiswa langsung dari sang guru agar tetap bisa belajar.

Guru Visioner

Menjadi guru model Abu Hanifah memang bukan hal yang mudah. Abu Hanifah selain seorang yang alim, beliau juga seorang kaya, sampai berani memberi beasiswa kepada muridnya agar tetap bisa belajar. Bisa dikatakan Abu Hanifah merupakan guru yang visioner. Terbukti Abu Yusuf kelak menjadi murid terbaik Abu Hanifah.

Terbukti juga Madzhab Hanafi berkembang cukup pesat pada masa Daulah Bani Abbasiyyah di tangan Abu Yusuf dan para murid lainnya, seperti Zufar bin Hudzail dan Muhammad bin Hasan. Abu Yusuf menjadi penyebar Madzhab Hanafi, beliau selama tiga periode berturut-turut menjadi qadhi resmi kerajaan, yaitu masa al-Mahdi, al-Hadi dan ar-Rasyid atau Harun ar-Rasyid. Sampai bergelar qadhi al-qudhat; qadhinya para qadhi.

Hidup Menulis atau Mati Ditulis

Bisa dikatakan banyak yang meragukan bahwa Imam Abu Hanifah (w. 150 H) ini pernah menulis suatu kitab dengan tangan sendiri. Berbeda dengan Imam as-Syafi’i (w. 204 H) yang menulis cukup banyak kitab, maka tak heran kita masih tetap bisa membaca pemikiran Imam Syafi’i. Meski ada riwayat bahwa Imam Abu Hanifah mempunyai kitab al-Fiqhu al-Akbar. Tetapi tak sedikit yang masih meragukan keabsahan penisbatan kitab itu kepada Imam Abu Hanifah.

Terlepas dari itu semua, Madzhab Hanafi ternyata bisa berkembang cukup pesat. Sampai saat inipun nama Imam Abu Hanifah selalu disebut ketika sedang membicarakan hukum-hukum Islam.

Jika ditilik lebih jauh, paling tidak ada dua cara agar nama seorang itu bisa terus dikenang sepanjang zaman. Pertama, menghasilkan tulisan yang akan selalu dibaca lintas generasi. Atau kedua, menghasilkan generasi yang bisa menuliskan dan meneruskan pemikiran seseorang itu.

Abu Hanifah (w. 150 H) meski tak pernah menuliskan kitab Madzhab Hanafi dengan tangannya sendiri, beliau telah mempersiapkan generasi terbaik yang akan meneruskan pemikiran-pemikiran beliau. Rumusnya dalam Bahasa Arab, “Isy katiban au mut maktuban” hidup dengan menulis (sendiri) atau mati dengan ditulis (orang lain).

Abu Yusuf Ya’qub bin Ibrahim bin Habib bin Saadadalah contoh keberhasilan cara kedua agar seorang akan terus dipelajari pemikirannya.

Seklumit Tentang Abu Yusuf

Nama lengkap Abu Yusuf adalah Ya’qub bin Ibrahim bin Habib bin Saad, lahir tahun 113 H dan wafat pada tahun 182 H, tepatnya hari kamis bulan Rabiul Awal. Saad adalah salah seorang shahabat Nabi Muhammad shallaAllahu alaihi wa sallam. Beliau sering ikut berperang bersama Nabi, diantaranya ketika perang Khandaq. Setelah itu beliau pindah ke Kufah.

Guru Abu Yusuf sangatlah banyak, tetapi yang paling mempengaruhi pemikiran beliau adalah Imam Abu Hanifah (w. 150 H), Ibnu Abi Laila, Al-A’masy, Ibnu Ishaq, Ats-Tsauri.Abu Yusuf menimba ilmu dari Abu Hanifah sepanjang 17 tahun.

Murid beliau cukup banyak, diantaranya Yahya bin Main, Ahmad bin Hanbal, Hilalu ar-Ra’yi dan masih banyak lagi ulama yang lain.

Abu Yusuf menjadi qadhi sekaligus wazir dari Khalifah Harun ar-Rasyid. Bahkan beliau menjadi qadhi selama tiga generasi khalifah; al-Mahdi, al-Hadi dan ar-Rasyid. Yaitu mulai tahun 166 H sampai beliau wafat di tahun 182 H, atau sekitar 16 tahun.

Kitab karangan beliau: al-Kharraj, al-Atsar atau Musnad Abi Hanifah, Ikhtilafu Ibn Abi Laila wa Abi Hanifah dan masih banyak lagi yang lain. (Muhammad Zahid al-Kautsari menulis kitab tentang Abu Yusuf; Husnu at-Taqadhi fi Sirati Abi Yusuf al-Qadhi, 62)

Ahli Haditsnya Ahlu ar-Ra’yi

Abu Yusuf selain menjadi seorang faqih juga seorang ahli hadits. Yahya bin Main (w. 233 H) pernah berkata:

ما رأيت في أصحاب الرأي أثبت في الحديث ولا أحفظ، ولا أصح رواية من أبي يوسف

Saya tidak pernah menemukan orang yang lebih hafal terhadap hadits, dan lebih shahih riwayatnya dari Abu Yusuf (Syamsuddin ad-Dzahabi (w. 748 H), Manaqibu al-Imam Abi Hanifah wa Shahibaihi, 62)

Berdoa Kepada Sang Guru

Sebagai bentuk penghormatan kepada sang guru,  Abu Yusuf tak lupa selalu mendoakan gurunya selepas shalat; ya Allah! Semoga engkau mengampuniku, mengampuni kedua orang tuaku dan mengampuni Abu Hanifah. (Waki’ Abu Bakar Muhammad bin Khalaf (w. 306 H), Akhabaru al-Qudhat, 3/ 254)

Semoga semakin banyak Abu Hanifah-Abu Hanifah lain, yang akan menyelamatkan Abu Yusuf-Abu Yusuf masa kini, sehingga menjadi ahli fiqih sekaligus ahli hadits. Amin

Bagikan via


Baca Lainnya :

Kembalilah Kepada Ulama
Isnan Ansory, Lc, MA | 18 August 2014, 09:31 | 4.467 views
Puasa Wishal: Bolehkah? (Bagian-2)
| 17 August 2014, 05:00 | 3.399 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 4.404 views
Puasa Wishal: Bolehkah? (Bagian-1)
| 15 August 2014, 05:00 | 2.977 views
Imam al-Kasani dan Maharnya
| 14 August 2014, 05:00 | 2.873 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 December 2016, 09:58 | 2.238 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 September 2016, 16:17 | 1.381 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 March 2016, 11:31 | 2.361 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 November 2015, 20:20 | 4.188 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 22 October 2015, 17:26 | 2.915 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc., MA | 15 October 2015, 13:54 | 3.586 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc., MA | 3 September 2015, 12:01 | 24.902 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 August 2015, 10:00 | 5.583 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 June 2015, 11:00 | 5.051 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 June 2015, 11:00 | 5.221 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 June 2015, 11:00 | 5.347 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 June 2015, 12:41 | 4.244 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 May 2015, 17:00 | 5.005 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 21:03 | 6.135 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 13:36 | 5.433 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 9 April 2015, 21:21 | 6.538 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 March 2015, 11:02 | 8.574 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 March 2015, 11:11 | 9.009 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 February 2015, 20:54 | 5.302 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 February 2015, 20:21 | 8.396 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 4 February 2015, 19:31 | 9.351 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 January 2015, 06:46 | 5.636 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 November 2014, 12:00 | 6.090 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 November 2014, 12:00 | 6.727 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 August 2014, 15:49 | 4.667 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 July 2014, 08:18 | 9.020 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 July 2014, 21:32 | 5.976 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 June 2014, 00:57 | 4.069 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 May 2014, 00:00 | 4.281 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 7 May 2014, 11:05 | 4.159 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 April 2014, 12:20 | 6.650 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 April 2014, 18:00 | 6.737 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 April 2014, 22:32 | 4.744 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 March 2014, 13:41 | 3.920 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 12 March 2014, 06:55 | 5.797 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 February 2014, 06:00 | 5.129 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 26 February 2014, 12:00 | 5.795 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 19 February 2014, 01:01 | 5.519 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 February 2014, 15:00 | 4.068 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 28 January 2014, 07:28 | 5.729 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 January 2014, 12:23 | 5.036 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 January 2014, 05:45 | 9.929 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 14:38 | 4.331 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 11:37 | 5.041 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 August 2013, 07:32 | 10.428 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 August 2013, 15:35 | 24.083 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 June 2013, 03:03 | 7.012 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 May 2013, 20:02 | 6.048 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 April 2013, 00:45 | 6.412 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 April 2013, 15:12 | 5.677 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 April 2013, 07:04 | 5.489 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 February 2013, 16:45 | 9.895 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan