Tafsir Pendidikan: Bismillah | rumahfiqih.com

Tafsir Pendidikan: Bismillah

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA Mon 8 September 2014 10:52 | 4735 views

Bagikan via

Para ulama Al-Quran menyepakati bahwa hanya ada dua tempat dimana bacaan basmalah; Bismillahirrahamanirrahim diyakini sebagai bagian dari ayat Al-Quran, yang pertama terdapat dalam Al-Fatihah ayat 1, dan yang kedua berada pada tengah surat An-Naml ayat: 30 , adapun bacaan basmalah pada selain kedua masih terus diperdepatkan apakah ia adalah bagian dari ayat Al-Quran atau hanya sebatas pemisah antara satu surat dengan surat yang lainnya.

Surat Al-Fatihah juga disebut dengan Ummul Kitab, induk dari segala surat, dalam berbagai acara -khususnya- di negri kita ini, biasanya pembawa acara mengajak para hadirin untuk memulai acara tersebut dengan bersama membaca Ummul Kitab, tentu saja yang dimaksud adalah surat Al-Fatihah.

Dinamakan ummu karena surat ini terletak diawal, makanya ia selalu dibaca diawal acara bukan diakhir. Setiap kali kita membuka Al-Quran, setiap itu juga kita akan mendapati bahwa surat Al-Fatiha-lah yang kita temuai pada permulaan Al-Quran. Jika ada cetakan yang meletakkannya bukan diawal, maka pastikan bahwa cetakan tersebut salah, harus dilaporkan, dan dikembalikan kepada mereka yang mencetak.

Terlalu sempit jika pemahaman sebagian dari kita bahwa fungsi Al-Fatihah itu hanya sebatas bacaan yang pahala bacaannya (bisa) dikirim untuk orang tua atau kerabat yang sudah meninggal dunia, lebih dari itu ada banyak kebaikan dari Al-Fatihah untuk kehidupan kita.

Secara umum bahwa sebelum segala sesuatu Al-Quran diturunkan kepada manusia sebagai petunjuk hidup, dan pedoman untuk menuju kehidupan yang baik dan terarah, termasuk didalamnya fungsi surat Al-Fatihah. Kira-kira petunjuk apa yang kita dapat dalam surat Al-Fatihah untuk kemudian dapat kita gunakan dalam kehidupan?

Keutamaan Surat Al-Fatihah

Diantara keutamaan surat Al-Fatihah diantaranya bahwa Al-Fatihah adalah surat yang paling agung, surat terbaik di dalam Al-Quran, surat yang selalu dipakai untuk pengobatan ruqyah, rukun diterimanya sholat seseorang, dll. Berikut beberapa riwayat yang menjelaskan tentang keutamaannya:

Abu Sa’id bin Al-Mu’allaa -radhiyallahu ‘anhu- berkata,

كُنْتُ أُصَلِّيْ فَدَعَانِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أُجِبْهُ, قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّيْ كُنْتُ أُصَلِّيْ, قَالَ: أَلَمْ يَقُلِ اللهُ: (اسْتَجِيْبُوْا لِلّهِ وَلِلرَّسُوْلِ إِذَا دَعَاكُمْ), ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُوْرَةٍ فِي الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ؟. فَأَخَذَ بِيَدِيْ, فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْرُجَ, قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ, إِنَّكَ قُلْتَ: لأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُوْرَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ. قَالَ: (الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ), هِيَ السَّبعُ الْمَثَانِيْ وَاْلقُرْآنُ الْعَظِيْمُ الَّذِيْ أُوْتِيْتَهُ

“Dulu aku pernah sholat. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memanggilku. Namun aku tak memenuhi panggilan beliau. Aku katakan, “Wahai Rasulullah, tadi aku sholat“. Beliau bersabda, “Bukankah Allah berfirman,

“Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu“. (QS. Al-Anfaal: 24).

Kemudian beliau bersabda, “Maukah engkau kuajarkan surat yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid”?. Beliau pun memegang tanganku. Tatkala kami hendak keluar, maka aku katakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi Anda bersabda, “Aku akan ajarkan kepadamu Surat yang paling agung dalam Al-Qur’an”. Beliau bersabda, “Alhamdulillahi Robbil alamin. Dia ( Surat Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim yang diberikan kepadaku”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4720), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1458), dan An-Nasa’iy dalam Sunan-nya (913)]

Ibnu Jabir-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

اِنْتَهَيْتُ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ إِهْرَاقَ الْمَاءَ فَقُلْتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَقُلْتُ: السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَقُلْتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَانْطَلَقَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْشِيْ وَأَنَا خَلْفَهُ حَتَّى دَخَلَ عَلَى رَحْلِهِ وَدَخَلْتُ أَنَا الْمَسْجِدَ فَجَلَسْتُ كَئِيْبًا حَزِيْنًا فَخَرَجَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَطَهَّرَ فَقَالَ : عَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ عَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ و عَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ ثُمَّ قَالَ اَلاَ أُخْبِرُكَ يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ جَابِرٍ بِخَيْرِ سُوْرَةٍ فِيْ الْقُرْآنِ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: اِقْرَأْ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَتَّى تَخْتِمَهَا

“Aku tiba kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , sedang beliau mengalirkan air. Aku berkata, “Assalamu alaika, wahai Rasulullah”. Maka beliau tak menjawab salamku (sebanyak 3 X). Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berjalan, sedang aku berada di belakangnya sampai beliau masuk ke kemahnya, dan aku masuk ke masjid sambil duduk dalam keadaan bersedih. Maka keluarlah Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menemuiku, sedang beliau telah bersuci seraya bersabda, “Alaikas salam wa rahmatullah (3 kali)”. Kemudian beliau bersabda, “Wahai Abdullah bin Jabir, maukah kukabarkan kepadamu tentang sebaik-baik surat di dalam Al-Qur’an”. Aku katakan, “Mau ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Bacalah surat Alhamdulillahi Robbil alamin (yakni, Surat Al-Fatihah) sampai engkau menyelesaikannya“. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/177).

Dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudriy -radhiyallahu ‘anhu- ketika beliau berkata,

انْطَلَقَ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ سَفْرَةٍ سَافَرُوْهَا حَتَّى نَزَلُوْا عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوْهُمْ فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوْهُمْ فَلُدِغَ سَيِّدُ ذَلِكَ الْحَيِّ فَسَعَوْا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ لاَ يَنْفَعُهُ شَيْءٌ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَوْ أَتَيْتُمْ هَؤُلاَءِ الرَّهْطَ الَّذِيْنَ نَزَلُوْا لَعَلَّهُ أَنْ يَكُوْنَ عِنْدَ بَعْضِهِمْ شَيْءٌ فَأَتَوْهُمْ فَقَالُوْا: يَا أَيُّهَا الرَّهْطُ إِنَّ سَيِّدَنَا لُدِغَ وَسَعْيُنَا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ لاَ يَنْفَعُهُ فَهَلْ عَنْدَ أَحَدٍ مِنْكُمْ مِنْ شَيْءٍ ؟ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: نَعَمْ وَاللهِ إِنِّيْ لأَُرْقِي وَلَكِنْ وَاللهِ لَقَدْ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَلَمْ تُضَيِّفُوْنَا فَمَا أَنَا بِرَاقٍ لَكُمْ حَتَّى تَجْعَلُوْا لَنَا جُعْلاً فَصَالَحُوْهُمْ عَلَى قَطِيْعٍ مِنَ الْغَنَمِ فَانْطَلَقَ يَتْفُلُ عَلَيْهِ وَيَقْرَأُ { الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ } . فَكَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ فَانْطَلَقَ يَمْشِي وَمَا بِهِ قَلَبَةٌ . قَالَ: فَأَوْفَوْهُمْ جُعْلَهُمُ الَّذِيْ صَالَحُوْهُمْ عَلَيْهِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: اقْسِمُوْا فَقَالَ الَّذِيْ رَقِيَ: لاَ تَفْعَلُوْا حَتَّى نَأْتِيّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَذْكُرَ لَهُ الَّذِيْ كَانَ فَنَنْظُرَ مَا يَأْمُرُنَا فَقَدِمُوْا عَلَى رَسُوْلِ اللهِ فَذَكَرُوْا لَهُ فَقَالَ: وَمَا يُدْرِيْكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ . ثُمَّ قَالَ: قَدْ أَصَبْتُمْ اقْسِمُوْا وَاضْرِبُوْا لِيْ مَعَكُمْ سَهْمًا . فَضَحِكَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

”Ada beberapa orang dari kalangan sahabat Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah berangkat dalam suatu perjalanan yang mereka lakukan sampai mereka singgah pada suatu perkampungan Arab. Mereka pun meminta jamuan kepada mereka. Tapi mereka enggan untuk menjamu mereka (para sahabat). Akhirnya, pemimpin suku itu digigit kalajengking. Mereka (orang-orang kampung itu) telah mengusahakan segala sesuatu untuknya. Namun semua itu tidak bermanfaat baginya. Sebagian diantara mereka berkata, “Bagaimana kalau kalian mendatangi rombongan (para sahabat) yang telah singgah. Barangkali ada sesuatu (yakni, obat) diantara mereka”.Orang-orang itu pun mendatangi para sahabat seraya berkata, “Wahai para rombongan, sesungguhnya pemimpin kami tersengat, dan kami telah melakukan segala usaha, tapi tidak memberikan manfaat kepadanya. Apakah ada sesuatu (obat) pada seorang diantara kalian?” Sebagian sahabat berkata, “Ya, ada. Demi Allah, sesungguhnya aku bisa me-ruqyah. Tapi demi Allah, kami telah meminta jamuan kepada kalian, namun kalian tak mau menjamu kami. Maka aku pun tak mau me-ruqyah kalian sampai kalian mau memberikan gaji kepada kami”. Merekapun menyetujui para sahabat dengan gaji berupa beberapa ekor kambing. Lalu seorang sahabat pergi (untuk me-ruqyah mereka) sambil memercikkan ludahnya kepada pimpinan suku tersebut, dan membaca, “Alhamdulillah Robbil alamin (yakni, Al-Fatihah)”. Seakan-akan orang itu terlepas dari ikatan. Maka mulailah ia berjalan, dan sama sekali tak ada lagi penyakit padanya. Dia (Abu Sa’id) berkata, “Mereka pun memberikan kepada para sahabat gaji yang telah mereka sepakati. Sebagian sahabat berkata, “Silakan bagi (kambingnya)”. Yang me-ruqyah berkata, “Janganlah kalian lakukan hal itu sampai kita mendatangi Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu kita sebutkan kepada beliau tentang sesuatu yang terjadi. Kemudian kita lihat, apa yang beliau perintahkan kepada kita”. Mereka pun datang kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- seraya menyebutkan hal itu kepada beliau. Maka beliau bersabda, “Apa yang memberitahukanmu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah?” Kemudian beliau bersabda lagi, “Kalian telah benar, silakan (kambingnya) dibagi. Berikan aku bagian bersama kalian”. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tertawa“. [HR. Al-Bukhoriy (2156), Muslim (2201)]

Sabda Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب

“Tidak sah shalatnya bagi siapa yang tidak membaca Al-Fatihah”

Basmalah Sebelum Segala Sesuatu

Selain dari keutamaan-keutamaan tersebut, ada keutamaan lainnya yang luput dari sebagain kita, bahwa ternyata dalam surat ini tergandung ragam nilai pendidikan yang Allah isyaratkan untuk kita jalani, bahwa jika kedepan kita selaku hamba mengikuti dengan baik pengajaran ini, bukan mustahil kelak kita akan menajadi hamba dengan kualitas langit.

Memamg selalu ada rahasia dalam semua susunan ayat-ayat didalam Al-Quran, baik yang sudah terungkap, ataupun yang belum terungkap, bahwa dalam menetapkan basmalah sebagai ayat pertama dalam surat Al-Fatihah bukanlah tanpa alasan, belakangan tidak sedikit para ulama pemerhati Al-Quran berusaha menemukan rahasia-rasia itu.

Imam At-Thabari misalnya, memberikan komentarnya terkait pesan edukatif yang terkandung dalam basmalah ini, bahwa menurut beliau melalui basmalah Allah SWT hendak mendidik nabi-Nya untuk selalu menyebut serta menghadirkan Allah SWT melalui nama-nama-Nya yang indah (Al-Asma’ Al-Husna) sebelum memulai perkataan dan perbuatan dalam setiap kondisi dan waktu, dan tentunya didikan ini juga Allah SWT maksudkan untuk kita semua hamba-Nya di muka bumi ini.

Lalu kemudian bentuk didikan seperti ini Allah SWT hadirkan dalam beberapa contoh kongkrit sebagai sampel bagi kita agar bisa segera diterapkan, diantaranya Allah memulai ayat pertama kali yang turun berupa perintah membaca dengan menyebut nama Allah:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ( (العلق:1)

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu” (QS. Al-Alaq: 1)

Lalu kemudian Allah SWT juga memerintahkan kita untuk menyebut nama-Nya ketika menaiki kendaraan dan ketika memulai menulis surat, perhatikan firman Allah berikut:

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِاللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا (هود:41)

“Maka Nuh berkatalah: Naiklah kamu sekalian dengan menyebut Bismillah (dengan nama Allah) diwaktu berlayar dan berlabuh” (QS. Hud: 41)

إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَوَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ(النمل:30(

“Sungguhnya ia dari Sulaiman dan sesungguhnya ia dimulai dengan: Bismillahirrahmanirrahim” (QS. An-Naml: 30)

Ternyata tidak cukup sebatas itu, lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- meneruskan pengajaran agar selalu menyebut nama Allah dalam aktivitas lainnya, mulailah Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menghadirkan sabda-sabdanya yang mulia:

وقال لعمر بن أبي سلمة: يا غلام , سم الله وكل بيمينك وكل ممايليك (البخاري(

Rasulullah berkata kepada Umar bin Abu Salamah: “Wahai anak, bacalah bismillah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang didekatmu”(HR. Bukhari)

وقال: من لم يذبح فليذبح باسم الله (البخاري(

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang belum menyembelih, maka hendaklah dia menyembelih dengan menyebut bismillah” (HR. Bukhari)

يقول: بسم الله، اللهم إني أعوذ بك من الخُبَث والخبائث (مسلم(

Pesan Rasulullah SAW sebelum masuk wc hendaklah mengucapkan: “Bismillah, ya Allah aku berlindung dari godaan syaitan laki-laki dan perempuan” (HR. Muslim)

لا وضوء لمن يذكر اسم الله عليه (الترمذي(

“Tidak ada wudhu bagi siapa yang tidak menyebut nama Allah” (HR. Tirmidzi)

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لو أنّ أحدكم إذا أراد أن يأتي أهله, قال بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا, فإنه إن يقدر بينهما ولد في ذلك لم يضره شيطان أبدا (البخاري)

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Jika diantara kalian ingin mendatangi istrinya maka hendaklah ia berdoa: Bismillah, ya Allah jauhkan syaithan dari kami, dan jauhkan syaithan dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami (maksudnya: anak), maka sungguh jika Allah mentakdirkan anak dari (pekerjaan itu), ia tidak akan diganggu oleh syaithan” (HR. Bukhari)

Lalu kemudian dengan tegas Rasuullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menyampaikan bahwa basmalah itu hendaklah dipakai juga untuk perkataan dan aktivitas lainnya:

كل كلام أو أمر ذي بال لا يفتح بذكر الله فهوأبتر ــ أو قال ــ فهو أقطع ( لأحمد(

“Setiap perkataan atau perkara yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah maka dia terputus” (HR. Ahmad)

Pesan Edukatif Basmalah

Ayat basmalah yang pada pokoknya memberikan pesan moral agar kita selalu menghadirkan Tuhan dalam setiap aktivitas, lebih kongkritnya agar setiap apa yang kita lakukan dimulai dengan menyebut namaNya yang Agung itu, dan pada umumnya semua itu sudah terwakilkan melalui lafazh basmalah.

Jika setiap pekerjaan yang dilakukan harus dimulai dengan basmalah maka suda barang tentu bahwa aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas yang dicintai oleh Allah, basmalah menghendaki agar kita menjauhi segala perilaku yang bertentangan dengan apa yang Allah inginkan.

Basmalah menghendaki agar setiap aktivitas kita di bumi ini bernilai ibadah disisi Allah, bukan hanya sebatas rutinitas. Benar apa yang diungkap oleh para ulama bahwa ibadah itu adalah nama umum untuk setiap yang pekerjaan yang dicintai oleh Allah, baik perkataan atau perbuatan, dalam kondisi nyata maupun tersembunyi.

Naluri fitrah manusia akan sangat malu untuk menghadirkan Tuhan dalam aktivitas yang justru bertentangan dengan kehendak Tuhan. Tidak mungkin ada rasanya seseorang yang memulai perzinahan dengan terlebih dahulu mengucap basmalah, karena naluri suci setiap jiwa akan mengakui bahwa zina itu bukanlah aktivitas yang baik, bukan pula aktivitas yang dicintai Tuhan, dan jika pekerjaan itu dilakuakan oleh sepasang suami istri yang sah, justru itu pekerjaan yang mulia, makanya dianjurkan untuk berdoa, dengan mula-mula mengucap basmalah.

Pun begitu untuk aktivitas meminum khamr, hanya orang yang tidak waras sajalah yang tega memulai aktivitas meminum khamr dengan terlebih dahulu mengucap basmalah. Mencuri, korupsi, curang, membunuh,dan seterusnya adalah sederet aktivitas yang tidak pantas untuk dimulai dengan basmalah, bahkan aktivitas itu harus ditinggalkan dan diganti dengan aktivitas baik lainnya, agar Tuhan bisa kita hadirkan dan agar basmalah bisa kita ucapkan.

Jika saja didikan Tuhan melalui basmalah ini bisa kita terapkan dengan baik dalam kehidupan kita, sebagaimana Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan para sahabat menerapkannya, maka tentu ou put yang dihasilkan adalah sosok muslim yang baik tutur katanya, dan baik pula tingkah lakunya.

Kaidah Basmalah layaknya best proces dari sistem pendidikan Tuhan yang akan menghadirkan output yang berkualitas bagi siapa saja yang mengikutinya dengan baik. Terlalu banyak orang cerdas di negri ini, namun terkadang kecerdasan mereka tidak nyambung dengan nilai-nilai ketuhanan. Ada yang salah? Tentu. Karena sepertinya sebagian dari kita kadang enggan untuk menghadirkan Tuhan dalam sebagian aktivitas. Sehingga aktivitas itu menjadi buruk, atau bahkan pada dasarnya memang buruk.

Seperti pesan bijak berikut: “Jangan pernah memulai segala sesuatu tanpa melibatkan Tuhan. Sehingga nanti Anda berdoa di tengah jalan maka Tuhan akan mengabulkan, kalau Anda tidak berdoa sejak awal, begitu ditengah jalan Anda berdoa, kan Tuhan bilang: ‘Lha kamu tadi tidak bilang Saya, sekarang main bilang-bilang. Setelah agak sulit terus ngomong.’ Kebanyakan orang Indonesia kan begitu. Waktu mau korupsi tidak ngomong Tuhan, waktu ketahuan terus umroh”.

Ini baru bismillah, bagaimana dengan ribuan ayat yang lainnya? Pantas saja kala itu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengatakan: “Tuhanku telah mendidikku, maka Dia membaguskan dalam mendidikku”. Kiranya tidak salah jika Aisyah ra pernah mengatakan: “Akhlak Rasulullah adalah Al-Quran”. Ternyata hasil didikan Allah melalui Al-Quran itu adalah seperti Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Wallahu A’lam Bisshawab

Bagikan via


Baca Lainnya :

Menulis Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 6 September 2014, 06:18 | 3.321 views
Mata Yang Lapar
Sutomo Abu Nashr, Lc | 4 September 2014, 03:33 | 3.762 views
Peran Bani Qudamah dalam Khazanah Turats Fiqih Hanbali
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 September 2014, 03:33 | 3.188 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 6.071 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc | 27 August 2014, 15:49 | 3.987 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 December 2016, 06:29 | 611 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 1.415 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 1.396 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 1.568 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.032 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 1.464 views
Sifat Shalat: Berdiri Bagi yang Mampu
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 July 2016, 10:28 | 993 views
Khutbah Idul Fitri 1437 H; Tauladan Nabi Yusuf as Untuk Hidup yang Harmonis
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 July 2016, 12:46 | 1.767 views
Tiga Kelompok Manusia di Bulan Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 June 2016, 09:15 | 2.267 views
Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 May 2016, 05:00 | 2.056 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 1.985 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 1.639 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 988 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 1.213 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 1.637 views
Belum Aqiqah Tidak Boleh Berqurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 September 2015, 15:11 | 4.333 views
Patungan Siswa Apakah Bisa Disebut Qurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 September 2015, 12:13 | 3.838 views
Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 August 2015, 12:06 | 3.655 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 1.967 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 4.700 views
Wasiat Harta Al-Marhum
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 August 2015, 11:34 | 1.881 views
Harus Qadha Dulu Baru Boleh Puasa Syawal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 August 2015, 12:20 | 2.593 views
Siapa Saja Yang Wajib Kita Nafkahi?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 July 2015, 12:44 | 2.763 views
Perempuan: Tarawih Di Rumah atau Di Masjid?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 June 2015, 05:00 | 3.937 views
Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 4.731 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 3.977 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 35.961 views
Tafsir Pendidikan: Bismillah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 September 2014, 10:52 | 4.735 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 3.279 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 10.716 views
Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 4.771 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 4.305 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 4.375 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 4.654 views
Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 9 February 2014, 06:00 | 7.684 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 3.952 views
Kitab Percaya Diri dan Kitab Tahu Diri
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2014, 06:00 | 4.029 views
Ijab dan Qabul
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 January 2014, 07:25 | 6.340 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 4.337 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 3.977 views
Huruf Waw dan Pengambilan Hukum Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 14 December 2013, 17:16 | 3.819 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 8.557 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 4.752 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 13.727 views
Hak Waris Anak Dalam Kandungan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 11 October 2013, 07:49 | 3.935 views
Mudik, Berbuka atau Tetap Berpuasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 August 2013, 08:03 | 3.361 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 4.198 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 3.715 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 4.285 views
Percobaan Akad Nikah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 May 2013, 11:15 | 4.385 views
Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 5.351 views
Imam Ahmad bin Hanbal Punya Kontrakan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 April 2013, 17:24 | 3.767 views
Habis Aqad Nikah Langsung Talak
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 March 2013, 08:42 | 4.013 views
Sholatnya Orang Mabuk
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 February 2013, 15:59 | 4.437 views
Tanda Orang Faham (Faqih) itu Pendek Khutbahnya
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 February 2013, 10:42 | 4.949 views
Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 34.905 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 4.354 views