Istri : Mahram Apa Bukan? | rumahfiqih.com

Istri : Mahram Apa Bukan?

Ahmad Sarwat, Lc., MA Mon 24 November 2014 21:17 | 6808 views

Bagikan via

Sambil memakai sepatu di serambi masjid seusai pengajian, laki-laki setengah baya itu duduk di samping saya seraya menyapa dengan santun. "Mohon maaf Ustadz, afwan mau tanya, soalnya tadi tidak sempat bertanya waktu pengajian berlangsung", begitu dia mengawali pertanyaannya.

"Ya, silahkan", jawab saya sambil sibuk memakai sepatu juga.

"Begini ustadz, dari penjelasan ustadz di pengajian tadi, terus terang saya agak bingung. Yang bikin saya bingung adalah pernyataan ustadz bahwa istri kita itu ternyata bukan mahram kita, ya?", katanya.

"Ya, benar sekali", jawab saya balik mantab.

"Nah, pernyataan ustadz itu yang bikin saya bingung ustadz. Kalau dikatakan bahwa istri itu bukan marham kita, kenapa kita boleh berdua-duaan dengan istri? Kan bukan mahram? Bukankah wanita yang bukan mahram itu tidak boleh diajak berdua-duaan?", tanyannya penasaran.

Saya bilang,"Wah, sebenarnya di awal pengajian tadi saya sudah jelaskan masalah ini. Barangkali Anda agak terlambat sehingga tidak kebagian penjelasannya".

"Iya, mohon maaf sekali ustadz, tadi saya memang terlambat datang ke masjid. Jadi mohon khusus buat saya dijelaskan sekali lagi", katanya memohon.

"Jadi begini sebenarnya, istilah mahram itu pada dasarnya adalah status hubungan antara laki-laki dan perempuan yang diharamkan terjadinya pernikahan antara keduanya. Misalnya, Anda ini tidak boleh menikahi ibunda sendiri, sebab antara Anda dan ibunda Anda itu hubungannya mahram. Artinya haram terjadi pernikahan", tutur saya sambil menatap wajah laki-laki itu.

"Begitu juga Anda haram menikahi anak perempuan Anda sendiri, termasuk juga saudari perempuan Anda sendiri. Sebab Anda punya hubungan kemahraman dengan keduanya", sambung saya.

"O, begitu ya", dia menimpali dengan serius.

"Nah, sekarang saya bertanya, kira-kira istri Anda itu mahram apa bukan dengan Anda?, tanya saya.

"Hmm, ya mahram lah. Ya kan Ustadz?", jawabnya agak ragu.

"Coba pikirkan baik-baik, mahram adalah wanita yang haram untuk dinikahi, bukan?", tanya saya lagi.

"Iya, iya ustadz.", jawabnya.

"Nah, istri Anda itu haram dinikahi apa tidak?", tanya saya lagi menegaskan.

"Wah, haram nggak ya, ustadz?", jawabnya sambil memiring-miringkan kepala sambil senyum-senyum rada bingung.

"Lho kok malah bertanya ke saya. Pernikahan Anda dengan istri Anda itu sah apa tidak sah?", pancing saya.

"Ya tentu sah dong ustadz, masak tidak sah sih?", jawabnya mulai mantap dan tegas.

"Kalau sah, berarti halal apa tidak?", pancing saya lagi.

"Ya, halal dong, ustadz", jawabnya sambil tersenyum penuh.

"Nah, berarti Anda itu halal apa haram menikahi istri Anda?", tanya saya sekali lagi.

"Halaaaal!!", jawabnya mantab

"Ya sudah, berarti Anda paham ya bahwa istri Anda itu ternyata bukan mahram Anda. Betul tidak?,"tantang saya.

"Hmm, iya juga sih. Eee, tapi masak sih istri saya bukan mahram saya? Kalau bukan mahram saya, berarti saya tidak boleh dong berduaan dengan istri saya?", jawabnya kembali ragu.

"Siapa bilang tidak boleh, ya boleh, halal dan sah 100 persen. Istri Anda itu halal bagi Anda. Mau disentuh, mau dicium, mau dipeluk, mau diapain aja ya halal-halal saja. Tetapi asal tahu saja bahwa istri Anda itu bukan mahram Anda. Sebab kalau mahram malah tidak boleh digauli, bukan? Masak Anda menggaui ibu Anda sendiri, kan haram hukumnya", jawab saya.

"Oooh, gitu ya ustadz", jawabnya.

"Anda harus bisa bedakan istilah mahram dengan istri. Istri itu istri dan tentu saja bukan mahram, artinya bukan wanita yang haram dinikahi. Istri itu halal untuk dinikahi, maka halal hukumnya untuk digauli, dicumbu, bahkan disetubuhi.", kata saya sambil mengambil nafas.

"Sedangkan ibu, saudari atau anak perempuan Anda itu mahram, tidak boleh dinikahi, tidak boleh digauli, tidak boleh dicumbu apalagi disetubuhi. Itu haram hukumnya. Tetapi boleh berduaan, bersentuhan kulit, termasuk bepergian dengan ibu, saudari atau anak perempuan anda sendiri. Jelaskan bedanya?", tanya saya mengakhiri kalimat.

"Iya, jelas sekali ustadz. Sekarang baru jelas bahwa arti mahram itu adalah wanita yang tidak boleh dinikahi. Istri saya adalah wanita yang saya nikahi, berarti istri saya memang bukan mahram saya. Dan saya juga bukan mahramnya istri saya. Wah, iya ya benar juga. Selama ini saya pikir mahram tidak seperti itu".

"Assalamu a'laikum", sapa saya sambil mengajak bersalaman.

"Wa 'alaikumussalam", jawabnya sambil menjabat tangan saya.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.138 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 9.498 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 6.763 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 9.445 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 36.113 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 999 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 7.207 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 7.506 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 10.404 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.093 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 6.808 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.138 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 9.498 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 6.646 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 8.609 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 5.629 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.232 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.258 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 4.890 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 7.928 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 15.439 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 3.838 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.290 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 8.710 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.011 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 3.634 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.358 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 4.553 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 7.777 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 19.380 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 6.450 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 10.882 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.296 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.074 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.318 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.019 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 4.891 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.109 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 4.750 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 6.874 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 6.609 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 4.488 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.039 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.176 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.293 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 5.909 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 7.947 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.055 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.212 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 3.982 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 5.685 views