Imam At-Thabari Yang Terdzalimi | rumahfiqih.com

Imam At-Thabari Yang Terdzalimi

Hanif Luthfi, Lc., MA Sat 29 November 2014 12:00 | 6746 views

Bagikan via

Siapa yang tak kenal Tafsir At-Thabari? Iya, sebuah kitab tafsir yang cukup terkenal yang dikarang oleh Imam Muhammad bin Jarir Abu Ja’far at-Thabari (w. 310 H).

Sebelum menulis kitab tersebut, diceritakan bahwa beliau melakukan shalat istikharah dahulu selama 3 tahun, beliau meminta pertolongan kepada Allah agar dimudahkan dalam penulisannya. Maka, tak heran kitab itu menjadi salah satu rujukan tafsir yang terpercaya.

Sebenarnya nama kitab tafsir beliau adalah Jami’ al-Bayan an Ta’wil Ayi al-Qur’an, orang lebih mengenalnya dengan Tafsir at-Thabari (Syamsuddin ad-Dzahabi w. 748 H, Siyaru A’lam an-Nubala’, hal. 11/ 168).

Imam Ibn Katsir ad-Dimasyqi (w. 774 H) menuliskan bahwa Ibnu Jarir selama 40 tahun, setiap harinya beliau menulis 40 halaman buku. Kira-kira sudah berapa halaman yang beliau tulis selama itu. (Ismail ibn Katsir w. 774 H, al-Bidayah wa an-Nihayah, hal. 11/ 165).

Selain kitab tafsir tadi, beliau menulis banyak kitab lain, diantaranya: Kitab Tahdzib al-Atsar, Tarikh at-Thabari atau yang yang bernama Tarikh ar-Rusul wa al-Anbiya’ wa al-Muluk wa al-Khulafa’, dll.

Ibnu Jarir Didzalimi

Meski beliau seorang ulama yang diakui oleh hampir setiap generasi muslim, kitabnya selalu dibaca oleh semua kalangan sampai sekarang, ternyata ada kisah memilukan di balik kehidupan beliau. Bahkan sampai beliau wafat.

Siapa yang mendzalimi beliau?

Mari kita baca ceritanya perlahan-lahan. Ibnu Katsir (w. 774 H) menyitir perkataan Abu Bakar bin Huzaimah (w. 311 H) ketika berkomentar tentang Ibnu Jarir ini:

ما أعلم على أديم الأرض أعلم من ابن جرير، ولقد ظلمته الحنابلة

Saya tak pernah temui di bumi ini orang yang lebih alim dari Ibn Jarir, sayangnya beliau didzalimi oleh Hanabilah. (Ismail ibn Katsir w. 774 H, al-Bidayah wa an-Nihayah, hal. 11/ 166, Syamsuddin ad-Dzahabi w. 748 H, Siyaru A’lam an-Nubala’, hal. 11/ 168).

Iya, beliau didzalimi oleh "oknum" di zamannya. Oknum dari para pengikut madzhab Hanbali. Bahkan sampai akhir hayat beliau.

Perlu dicatat, ini bukan pengikut Hanbali abad ini ya, tapi pengikut Hanbali di abad ke-4 Hijriyyah. Jika ada kesamaan kasus dan pelaku serta ide dengan zaman sekarang, bisa jadi itu hanya kebetulan belaka. Ibnu Jarir dituduh Rafidhah dan Ilhad

وادعوا عليه الرفض، ثم ادعوا عليه الإلحاد

Mereka menuduh Ibnu Jarir sebagai Rafidhah, lalu menuduhnya dengan ilhad (atheis). (Izzuddin bin al-Atsir w. 630 H, al-Kamil fi at-Tarikh, hal. 6/ 677)

Sungguh tuduhan yang cukup serius, Ibnu Jarir dituduh sebagai syiah rafidhah dan ilhad (atheis). Jadi tuduh-menuduh orang lain, meski orang lain itu sudah level ulama besarpun sudah ada sejak zaman dahulu. Jika sekarang kok masih ada yang suka menuduh-nuduh orang lain yang tidak sealiran dengan tuduhan yang hampir-hampir mirip, ya tidak usah kaget.

Tapi apakah tuduhan kepada Ibnu Jarir itu benar dan terbukti? Tentu tidak. Hanya orang-orang yang picik, jika kalah argumentasi lantas menyerang personal dan membunuh karakter.

Dilarang Mengajar

Ternyata tuduhan itu tak hanya berhenti hanya tuduhan belaka. Selain dituduh, Imam Ibnu Jarir juga diboikot untuk mengajar. Hal ini sebagaimana yang ditulis oleh Imam Ibn Katsir (w. 774 H), Imam Syihabuddin ar-Rumi (w. 626 H), dan Imam ad-Dzahabi (w. 748 H).

لأن الحنابلة كانوا يمنعون أن يجتمع به أحد

Para pengikut Hanabilah melarang orang-orang untuk berkumpul dangan Imam Ibn Jarir (Ismail ibn Katsir w. 774 H, al-Bidayah wa an-Nihayah, hal. 11/ 166).

ولقد ظلمته الحنابلة؛ قال: وكانت الحنابلة تمنع [منه] ولا تترك أحدا يسمع عليه

Para Hanabilah telah mendzalimi Imam Ibn Jarir (w. 310 H). Mereka melarang orang-orang untuk ngaji kepadanya, bahkan tak membiarkan satupun mendengarkan Imam Ibn Jarir. (Syihabuddin ar-Rumi al-Hamawi w. 626 H, Mu’jam al-Udaba’, hal. 6/ 2443)

وكانت الحنابلة تمنع من الدخول عليه

Hanabilah melarang orang untuk masuk ikut ngaji kepada Imam Ibnu Jarir Thabari. (Syamsuddin ad-Dzahabi w. 748 H, Siyaru A’lam an-Nubala’, hal. 11/ 168).

Tentu sungguh hal yang kurang baik, kenapa sampai orang mau mengaji ke beliau saja dilarang.

Dikubur di Dalam Rumah

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa beliau wafat di usia 85 atau 86 tahun. Sampai wafat pun, para Hanabilah itu masih saja memboikot Imam Ibn Jarir. Sampai untuk dikubur siang hari saja dilarang.

Akhirnya, Imam Ibn Jarir at-Thabari dikuburkan di dalam rumahnya sendiri. (Ismail ibn Katsir w. 774 H, al-Bidayah wa an-Nihayah, hal. 11/ 166)

ودفن في داره لأن بعض عوام الحنابلة ورعاعهم منعوا دفنه نهارا ونسبوه إلى الرفض، ومن الجلهة من رماه بلالحاد، وحاشاه من ذلك كله

Imam Ibn Jarir at-Thabari dikuburkan di dalam rumahnya. Hal itu karena kaum awam dan kaum rendahannya Hanabilah mencegah pengkuburan Imam Ibn Jarir di siang hari. Mereka menuduh Imam Ibn Jarir at-Thabari sebagai Syiah Rafidhah, bahkan ada yang sampai menuduh atheis. Tapi itu semua tidaklah benar. (Ismail ibn Katsir w. 774 H, al-Bidayah wa an-Nihayah, hal. 11/ 166).

Ulama sekelas Ibnu Jarir at-Thabari (w. 310 H) saja dituduh macam-macam, dilarang mengajar, diteror dengan dilempari rumahnya dengan batu. Sampai wafatpun untuk dikubur siang hari, masih saja dilarang. Beginikah sikap orang muslim terhadap ulama' yang berbeda pendapat?

Sebagaimana yang diungkap oleh Imam Ibn Katsir (w. 774 H), bahwa semua tuduhan itu tidaklah benar. Hasyahu min dzalika kullihi.

Hanabilah Dipimpin oleh Muhammad bin Daud al-Faqih ad-Dzahiri

Setiap gerakan awam, biasanya ada tokoh ahli yang menjadi otaknya. Begitu juga dengan gerakan tuduhan dan boikot Imam Ibn Jarir at-Thabari. Ada tokoh intelektual dibalik itu. Imam Ibn Katsir (w. 774 H) menyebutkan:

وإنما تقلدوا ذلك عن أبي بكر محمد بن داود الفقيه الظاهري، حيث كان يتكلم فيه ويرميه بالعظائم وبالرفض.

Mereka taklid kepada apa yang dikatakan oleh Abu Bakar Muhammad bin Daud al-Faqih ad-Dzahiri. (Ismail ibn Katsir w. 774 H, al-Bidayah wa an-Nihayah, hal. 11/ 167).

Adapun Imam ad-Dzahabi (w. 748 H) menyebutkan:

وكانت الحنابلة حزب أبي بكر بن أبي داود. فكثروا وشغبوا على ابن جرير. وناله أذى، ولزم بيته، نعوذ بالله من الهوى

Hanabilah saat itu adalah kelompok dari Abu Bakar bin Abu Daud. (Syamsuddin ad-Dzahabi w. 748 H, Siyaru A’lam an-Nubala’, hal. 11/ 171).

Sebenarnya disini disebutkan ada dua nama pemimpin para Hanabilah yang memboikot Imam Ibn Jarir at-Thabari saat itu; Abu Bakar Muhammad bin Daud al-Faqih ad-Dzahiri dan Abu Bakar bin Abu Daud. Hampir mirip tetapi sebenarnya itu dua nama yang berbeda orangnya. Entah mana yang benar, saya sendiri belum bisa men-tahqiq-nya.

Orang pertama, adalah Abu Bakar Muhammad bin Daud al-Faqih ad-Dzahiri (255 H- 297 H), sebagaimana yang ditulis oleh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, hal. 11/ 167. Beliau adalah anak dari Imam Daud ad-Dzahiri (w. 270 H). Beliau memiliki kitab al-Intishar min Muhammad bin Jarir at-Thabari.

Sedangkan orang kedua, adalah Abu Bakar bin Abu Daud (230- 316 H), sebagaimana ditulis oleh Imam ad-Dzahabi dalam Siyaru A’lam an-Nubala’, hal. 11/ 171. Beliau adalah Abdullah bin Sulaiman Asy’ats as-Sajistani, anak dari Imam Abu Daud (w. 275 H) pengarang kitab Sunan Abi Daud.

Abu Bakar Muhammad bin Daud al-Faqih ad-Dzahiri kan dari madzhab Dzahiri? Kenapa bisa bermain dan menjadi pemimpin gerakan Hanabilah di zaman itu? Entah Dzahiri yang menunggangi Hanabilah, atau memang Hanabilah saat itu mirip-mirip dengan Dzahiri. Atau memang Dzahiri itu tak jauh beda dengan Hanabilah? Memang kita kadang susah membedakan.

bersambung

Bagikan via


Baca Lainnya :

Bagian Waris Anak Angkat
Muhammad Abdul Wahab, Lc | 28 November 2014, 17:35 | 3.321 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.382 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.914 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 10.146 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 7.560 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 December 2016, 09:58 | 2.272 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 September 2016, 16:17 | 1.402 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 March 2016, 11:31 | 2.387 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 November 2015, 20:20 | 4.218 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 22 October 2015, 17:26 | 2.939 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc., MA | 15 October 2015, 13:54 | 3.609 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc., MA | 3 September 2015, 12:01 | 24.931 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 August 2015, 10:00 | 5.609 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 June 2015, 11:00 | 5.083 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 June 2015, 11:00 | 5.242 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 June 2015, 11:00 | 5.371 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 June 2015, 12:41 | 4.273 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 May 2015, 17:00 | 5.028 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 21:03 | 6.163 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 13:36 | 5.458 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 9 April 2015, 21:21 | 6.569 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 March 2015, 11:02 | 8.593 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 March 2015, 11:11 | 9.042 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 February 2015, 20:54 | 5.334 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 February 2015, 20:21 | 8.426 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 4 February 2015, 19:31 | 9.381 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 January 2015, 06:46 | 5.664 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 November 2014, 12:00 | 6.106 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 November 2014, 12:00 | 6.746 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 August 2014, 15:49 | 4.693 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 July 2014, 08:18 | 9.042 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 July 2014, 21:32 | 5.999 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 June 2014, 00:57 | 4.098 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 May 2014, 00:00 | 4.300 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 7 May 2014, 11:05 | 4.185 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 April 2014, 12:20 | 6.671 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 April 2014, 18:00 | 6.761 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 April 2014, 22:32 | 4.772 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 March 2014, 13:41 | 3.948 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 12 March 2014, 06:55 | 5.819 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 February 2014, 06:00 | 5.153 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 26 February 2014, 12:00 | 5.819 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 19 February 2014, 01:01 | 5.545 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 February 2014, 15:00 | 4.092 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 28 January 2014, 07:28 | 5.755 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 January 2014, 12:23 | 5.059 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 January 2014, 05:45 | 9.957 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 14:38 | 4.355 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 11:37 | 5.065 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 August 2013, 07:32 | 10.458 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 August 2013, 15:35 | 24.111 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 June 2013, 03:03 | 7.037 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 May 2013, 20:02 | 6.076 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 April 2013, 00:45 | 6.432 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 April 2013, 15:12 | 5.708 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 April 2013, 07:04 | 5.514 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 February 2013, 16:45 | 9.923 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan