Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 3) | rumahfiqih.com

Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 3)

Dr. Isnan Ansory, Lc, MA Thu 18 December 2014 15:56 | 2742 views

Bagikan via

Kelima: Tingkatan Ulama Hanafiyyah menurut Dr. Muhammad bin Abd al Lathif al Farfur

Pandanngan Dr. Muhammad bin Abd al Lathif al Farfur tentang tingkatan ulama dalam kitabnya, “al Wajiz fi Ushul al Istinbath” agaknya pandangan yang dapat dikatakan telah mengkristal. Sebab pandangannya berangkat dari kesimpulan-kesimpulan yang ia lakukan dari beragam pandangan ulama-ulama sebelumnya, termasuk kritikan-kritikan yang diajukan. Ia membagi tingkatan ulama mazhab menjadi tiga level:

1.       Mujtahid yang mampu memproduksi hukum syar’i dari dalil-dalil zhanni (untuk level pertama ini masuk di dalamnya mujtahid mutlak dan mujtahid fi al mazhab; mukharrijun).

2.       Para ulama yang mengikuti ushul imam-imam mazhab, serta mampu memproduksi hukum fiqih berdasarkan ushul tersebut dalam melakukan proses tarjih (mujtahdi tarjih)

3.       Para ulama muqallid yang dapat membaca tarjih ulama sebelumnya, namun ia tidak mampu melakukan tarjih.

 

Keempat: Tarjih atas pendapat-pendapat ulama Hanafiyyah

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pandangan-pandangan ulama mazhab Hanafi dapat beragam, khususnya pada level mujtahid mutlak, mujtahid fi al mazhab/al mukharrijun dan mujtahid at tarjih.

Di mana secara methodologis para ulama saat ini, ketika membaca fiqih mazhab Hanafi, seyogyanya merujuk kepada pendapat-pendapat yang mu’tamad hingga dapat menisbahkan pendapat tersebut sebagai pendapat mazhab Hanafi. Tentunya, menjadi lebih baik jika dengan membaca argumentasi atas pendapat tersebut.

Adapun gambaran tarjih yang bisa disimpulkan dari keterangan di atas, setidaknya dapat diklasifikasikan menjadi beberapa methode:[1]

Pertama: Tarjih atas masalah-masalah yang disandarkan kepada mazhab Hanafi. Di mana masalah-masalah atau ijtihad-ijtihad yang bersumberkan dari Masail al Ushul atau Zhahir ar Riwayat tentu harus didahulukan atas masalah-masalah yang bersumberkan dari Masail an Nawadir atau ghair Zhahir ar Riwayat. Sebagaimana dua sember tersebut harus didahulukan atas masail al Fatawa atau an Nawazil atau al Waqi’at.

Kedua: Dari aspek ulama Ahnaf. Jika ditelusuri dari aspek pandangan imam atau ulama-ulama Hanafiyyah, maka tarjih dilakukan sebagaimana ururan berikut:

1.       Mentarjih atau menguatkan pendapat yang berdasarkan zhahir ar riwayat di mana para imam mazhab (Abu Hanifah, Abu Yusuf, dan Muhammad bin Hasan) sepakat dalam satu masalah.

2.       Jika di antara imam mazhab terjadi perselisihan, maka proses tarjih dilakukan dengan urutan berikut:

1.       Pendapat yang dihasilkan dari kesepakatan antara imam Abu Hanifah dengan salah satu muridnya (Abu Yusuf atau Muhammad bin Hasan)

2.       Namun jika imam Abu Hanifah berbeda pandangan dengan kedua muridnya, maka masalah yang terjadi dilihat terlebih dahulu: jika perbedaan terjadi karena masa yang berbeda seperti pendapat Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan berbeda dengan Abu Hanifah setelah Abu Hanifah wafat, maka yang didahulukan adalah pendapat Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan; namun jika perbedaan terjadi ketika Abu Hanifah masih hidup, Abdullah bin Mubarak berpendapat bahwa pendapat imam Abu Hanifah didahulukan atas pendapat kedua muridnya.

3.       Dan jika dalam sebuah masalah, tidak ditemukan pendapat Abu Hanifah, maka dapat diklasifikasikan dengan urutan berikut:

1.       Didahulukan pendapat Abu Yusuf,

2.       Kemudian pendapat Muhammad bin Hasan asy Syaibani

3.       Kemudian pendapat Zufar dan al Hasan bin Ziyad

4.       Dan jika dalam sebuah masalah, tidak ditemukan pendapat Abu Hanifah dan murid-muridnya, maka dapat diklasifikasikan dengan urutan berikut:

1.       Mendahulukan pendapat yang disepakati ulama Ahnaf Mutaakhkhirin seperti Abu Ja’far ath Thahawi, Abu al Hasan al Karkhi, Abu al Laits as Samarqandi, Syams al A’Immah as Sarakhsi, Syams al A’immah al Hulwani, Abu Hafs dll.

2.       Kemudian mendahulukan pendapat mayoritas atas minoritas

3.       Dan jika tidak ditemukan, maka seorang mufti hendaklah berijtihad semampunya.

Penutup

Demikianlah para ulama kita menyikapi pendapat-pendapat ulama terdahulu, meskipun pendapat-pendapat mereka sengat memungkinkan untuk salah, namun kehati-hatian mereka dalam menyampaikan urusan agama setidaknya dapat menjadi garansi akan jauhnya mereka dari kekeliruan. Apalagi masa mereka yang tidak terlalu jauh dengan masa kenabian, tentunya mereka adalah orang-orang yang pengetahuannya atas sumber-sumber ajaran Islam tidak lagi diragukan.

Meski demikian, mereka adalah orang-orang yang bebas untuk berijtihad, tidak dipengaruhi oleh unsur-unsur politis yang menjaga mereka dari melakukan korupsi ilmu demi tujuan duniawi. Di tambah lagi produk fiqih dan methodology memahmi wahyu Allah (al Qur’an dan as Sunnah) yang mereka lakukan telah diuji, diteliti, diterapkan, dikritik oleh para ulama di setiap masa.

Wallahua’lam bi ash shawab

Isnan Ansory, Lc., M.Ag

Peneliti dan Pengajar Rumah Fiqih Indonesia

085213868653 (isnanansory87@gmail.com)



[1] Muhammad Ibrahim al Hafnawi, al Fath al Mubin fi Hill Rumuz wa Musthalahat al Fuqaha’ wa al Ushuliyyin, hlm.  29-32.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 2)
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 17 December 2014, 16:11 | 2.677 views
Piye Kabare, enak jamanku tho ?
Sutomo Abu Nashr, Lc | 16 December 2014, 07:46 | 4.626 views
Fiqih dan Syariah (2)
Sutomo Abu Nashr, Lc | 13 December 2014, 06:06 | 2.931 views
Fiqih dan Syariah (1)
Sutomo Abu Nashr, Lc | 13 December 2014, 06:06 | 7.123 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 1)
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 9 December 2014, 10:58 | 3.611 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Bermazhab Atau Mengamalkan Satu Mazhab?
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 2 December 2016, 08:00 | 777 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 3)
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 18 December 2014, 15:56 | 2.742 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 2)
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 17 December 2014, 16:11 | 2.677 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanafi (bag. 1)
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 9 December 2014, 10:58 | 3.611 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanbali (2)
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 5 December 2014, 11:23 | 3.268 views
Hirarki Pendapat Dalam Mazhab Hanbali (1)
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 4 December 2014, 11:14 | 3.352 views
Kembalilah Kepada Ulama
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 18 August 2014, 09:31 | 4.037 views
Perbedaan Antara Zakat Maal dan Zakat Fitrah (2)
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 27 July 2014, 22:22 | 4.898 views
Perbedaan Antara Zakat Maal dan Zakat Fitrah (1)
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 27 July 2014, 21:58 | 19.535 views
Tidak Berpuasa Tanpa Uzur: Antara Kufur dan Dosa Besar
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 30 June 2014, 00:06 | 3.471 views
Melafazkan Niat: Bid'ahkah?
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 28 June 2014, 01:56 | 5.192 views
Dua Banding Satu: Hikmah Dan Alternatifnya
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 6 June 2014, 05:51 | 3.219 views
Wahyu Allah: Al Qur’an dan As Sunnah
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 8 April 2014, 06:06 | 5.740 views
Masalah Khilafiyyah: Apakah Termasuk Ranah Dakwah?
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 4 April 2014, 06:58 | 5.944 views
Menolak Taqlid Dalam Furuiyyah: Neo Muktazilah Qadariyyah
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 16 March 2014, 11:35 | 6.368 views
Orang Awam Tetap Harus Belajar
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 1 March 2014, 06:54 | 4.000 views
Moderasi Islam dalam Ibadah
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 22 February 2014, 06:00 | 3.196 views
Wasathiyyah/Moderasi Islam
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 21 February 2014, 06:04 | 3.713 views
Tingkatan Fuqaha'
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 21 October 2013, 13:17 | 3.641 views
Adakah Qadha' Sholat Bagi Orang Yang Telah Meninggal?
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 22 September 2013, 11:34 | 15.400 views
Ekstrimisme Dalam Beragama
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 15 September 2013, 12:22 | 3.992 views
Mujtahid Tarjih dalam Mazhab Imam Asy-Syafi'i
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 2 September 2013, 00:46 | 9.543 views
Orang Awam Wajib Taqlid Kepada Ulama
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 21 August 2013, 17:55 | 5.062 views
Pendistribusian Kaffarat Jima' di Siang Bulan Ramadhan
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 15 August 2013, 13:39 | 5.852 views
Adakah Qadha' Puasa bagi Orang yang Telah Meninggal?
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 13 August 2013, 12:00 | 9.281 views
Fiqih Islami
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 12 March 2013, 09:10 | 3.893 views