Habis Aqad Nikah Langsung Talak | rumahfiqih.com

Habis Aqad Nikah Langsung Talak

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA Fri 29 March 2013 08:42 | 4800 views

Bagikan via

 “Jika sudah ada cinta di hatimu, maka sudah pasti ada cinta di hati yang lain”. Penulis masih saja ingat dengan syair-syair itu yang dulu pernah dihafalkan dalam mata kuliah ‘Adab Arabi’, walau akhir-akhir ini pemaknaan syair itu penulis baca dalam redaksi yang berbeda yang ditulis ustadz Anis Matta. Iya, begitulah kehidupan, diciptakan berpasangan, dan setiap insan dengan usahanya selalu berusa menemukan takdir cintanya.

 

Saking agungnya pertemuan ini, sehingga kita akan melihat bahwa semua berusaha mempersiapkan acara yang satu ini dengan persiapkan yang terbaik.  Berapa bulan sebelum pernikahan semua sudah sibuk memikirkan busana apa yang nanti akan dipakai oleh pengantin, tak ketinggalan seragam orang tua dan keluarga yang nanti akan mendampingi juga, desain panggung, menu makanan dan lainnya sudah disipkan dengan maksimal.

 

Luluran, minum madu, susu, semua juga dilakukan agar di hari H nantinya terlihat indah cetar membahana. Pendek cerita semua fokus agar acara sukses.

 

Tiba di hari H, dan semua tamu undangan sudah hadir, dengan gagahnya acara aqad nikah dimulai. Biasanya acara ini dimulai dengan tilawah, khusyuk sekali menyimak ayat demi ayat yang dilantunkan, lalu kemudian disusul dengan acara yang lainnya, dan berikutnya tibalah sa’atnya acara ijab qabul yang biasanya dipandu oleh bapak penghulu.

 

“Wahai si A, kamu saya nikahkan dengan anak perempuanku bernama C dengan mas kawin 100gr emas dibayar tunai”, begitu lafazh ijab keluar dari lisan wali calon pengantin perempuan walau kadang dengan nada suara sedikit serak-serak basah. Lalu biasanya tanpa diselang dengan apapun, calon pengantin laki-lakinya akan segera menyambutnya dengan lafazh qabul: “Saya terima nikahnya dengan mas kawin tersebut”. Dan ‘sah’, semua kompak.

 

Lalu semua mengangkat tangan dengan penuh haru, bersama mendo’akan keberkahan bagi sepasang pengantin yang sudah sah sebagai suami-istri. “Barolkallahu laka wabaroka’alaika wajama’a bainakuma fi khoir”

 

Ijab dan qabul itu adalah ikatan yang kuat, mitsaqon gholizho. Dia tidak main-main, dalam Al-Qur’an mitsaqon gholizho ini juga dipakai oleh Allah sebagai ikatan janji antara hamba dan Tuhannya, saking kuatnya ikatan perkawinan itu, seakan Allah menyamakannya dengan ikatan tauhid antara hamba dan Tuhannya.

 

Sampai disini rasanya semua persiapan yang dilakukan tadi tidak sia-sia, acara yang sangat sakral ini bisa dilalui dengan baik dan indah sekali. Di rekam lagi, agar acara ini bisa dilihat nanti malam sa’at berdua saja.

 

Tapi tahukah kita bahwa ‘biasanya’ setelah acara ijab dan kabul yang suci ini diucapkan, lalu kemudian acara berikutnya adalah kita akan mendengarkan dan menyaksikan bersama pengantin laki-laki ‘mentalak’ istrinya yang baru saja sah dan halal bagi dia. Kok bisa ya? Belum apa-apa kenapa sudah di talak? Nah, lo.. Habis aqad nikah langsung talak.

 

Sighot Ta’liq Thalaq

 

Shingot itu artinya lafaz, ta’liq artinya menggantungkan, sedang thalaq artinya cerai. Maka maksud dari istilah ini adalah lafaz cerai yang digantungkan, jadi jika ada orang yang mengucapkan singot ini, itu artinya dia sudah melafazkan lafaz cerai. Dan para ulama sepakat bahwa itu adalah lafaz cerai, hanya saja cerainya itu belum terjadi, karena cerainya bergantung dengan kejadian tertentu yang dia maksud dalam lafaz singot tersebut.

 

Singot Ta’liq Thalaq ini biasanya dibaca oleh suami tepat setelah beberapa sa’at dia melakukan ijab qabul. Sebagian penghulu ada yang sepertinya ‘memaksakan’ agar lafaz ini bisa dibaca, walau ada sebagian penghulu yang memberikan pilihan mau dibaca atau tidak.

 

Tapi anehnya kok sepertinya para suami itu gagah sekali ya membacakan lafaz cerai ini, dan undangan yang hadirpun seakan ikut mendukung agar suami yang tadi baru saja melewati masa-masa tegangnya untuk segera melafazkan lafaz cerai ini, padahal yang dibaca adalah lafaz cerai.

 

Penulis hanya berpikir saja, kok bisa ya? Belum apa-apa kenapa lafaz cerai yang keluar? Bukankah lafaz cerai itu mestinya dibuang jauh dari pikiran suami, tapi kenapa disini malah dilegalkan, seakan itu sebuah keharusan. Padahal cerai itu bagian yang paling dibenci dalam ikatan pernikahan.

 

Perhatikan saja isi shighot yang sering dibaca itu, ini jelas-jelas lafaz cerai, walau cerainya masuk dalam katagori cerai yang bergantung dengan terjadinya sesuatu, dalam bahasa fiqihnya disebut dengan Ta’liq at-Thalaq.

 

“Sesudah akad nikah saya (nama mempelai pria) bin (nama ayah mempelai pria) berjanji dengan sepenuh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya bernama (nama mempelai wanita) binti (nama ayah mempelai wanita) dengan baik (mu'asyarah bilma'ruf) manurut ajaran syari'at islam.

 

Selanjutnya saya membaca sighat taklik atas istri saya sebagai berikut :

 

Sewaktu-waktu saya :

 

1. Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut,

2. Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya,

3. Atau saya menyakiti badan/jasmani istri saya,

4. Atau saya membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya enam bulan lamanya,

 

 Kemudian istri saya tidak ridha dan mengadukan halnya kepada pengadilan agama dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh pengadilan tersebut, sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.

 

Kepada Pengadilan tersebut saya kuasakan untuk menerima uang iwadh itu dan kemudian menyerahkan kepada Direktorat Jendral Bimas Islam dan Penyelengara Haji Cq. Direktorat Urusan Agama Islam untuk keperluan ibadah sosial”

 

Ttd: Suami.

 

Tapikan Maksudnya Baik?

 

Dilihat dari isinya memang baik, tapi alangkah baiknya jika maksud dan tujuan dari isi tersebut disampaikan dalam bentuk yang lain, bukan dengan cara dilafalkan.

 

Alangkah baiknya jika perkara hak dan kewajiban suami-isrti tersebut disampaikan sebelum pernikahan, lewat taushiyah singkat dari bapak penghulu sebagai orang yang nantinya akan mengurus perkawinan mereka. Pun begitu dengan perkara talak, karena yang demikian tidak boleh sembarang, perkara talak ini sangat sensitif.

 

Untuk itu penulis lebih sepakat jika ada bapak penghulu yang sengaja memnggil mereka yang mau menikah itu –khusunya-  calon pengantin laki-lakinya beberapa hari sebelum pernikahan dilaksakan, hanya sekedar memastikan pengetahuan tentang ilmu pernikah sudah ada pada calon pengantin.

 

Tentang hak dan kewajiban suami-istri, tentang memperlakukan pasangan dengan baik, tentang adab-adab pengantin baru, fiqih mandi wajib, hingga tentang perceraian, itu semua harus dipastikan bahwa calon pengantin kudu faham itu, apalagi jika yang menikah itu adalah pasangan yang secara pendidikan agama agak kurang.

 

Penulis hanya membayangkan alangkah mulianya tugas penghulu jika seperti itu, bukan hanya memperhatikan sisi administarasinya saja, lalu melupakan urusan yang tidak kalah pentingkannya.

 

Jika yang seperti ini sudah dilakukan, penulis pikir mulai sekarang shingot ta’liq thalaknya baiknya sudah tidak ditawarkan untuk dibacakan lagi, apalagi terkesan dipaksakan. Baru sudah aqad kok malah langsung cerai, kan ga mecing banget, disa’at justru kata-kata cerai itu harusnya kita buang jauh-jauh dari kepala suami. Lagian kanjeng Nabi Muhammad SAW tidak pernah meminta kita agar ada acara pembacaan shingot ta’liq thalaq.

 

Bagaimana mungkin Rasul SAW memerintahkan itu, disa’at yang sama Rasul SAW malah mengatakan bahwa perbuatan halal yang paling dibenci itu adalah thalak (cerai).

 

Ayo dong, pliss deh, Pak Penghulu, jangan tawarkan saya baca shigot ta’liq thalaq, karena sepertinya kosa-kata ‘cerai’ sudah hilang dari ingatanku, yang ada hanya bersama, sampai syurga:)

 

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

 

“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka [di syurga], dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”

 

Wallahu A’lam Bisshowab

 

Oleh: M. Saiyid Mahadhir, MA

@saiyidmahadhir | PIN BB 32345FCE

Bagikan via


Baca Lainnya :

Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 4.060 views
Darah Terputus-putus; Antara Haid & Istihadlah
Aini Aryani, Lc | 25 March 2013, 22:40 | 10.008 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 6.389 views
Fiqih Islami
Isnan Ansory, Lc, MA | 12 March 2013, 09:10 | 4.390 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 8.013 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 December 2016, 06:29 | 1.628 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 2.241 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 2.243 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 2.562 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.757 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 2.351 views
Sifat Shalat: Berdiri Bagi yang Mampu
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 July 2016, 10:28 | 1.771 views
Khutbah Idul Fitri 1437 H; Tauladan Nabi Yusuf as Untuk Hidup yang Harmonis
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 July 2016, 12:46 | 2.784 views
Tiga Kelompok Manusia di Bulan Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 June 2016, 09:15 | 3.227 views
Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 May 2016, 05:00 | 2.981 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 2.919 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 2.560 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 1.760 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 2.037 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 2.483 views
Belum Aqiqah Tidak Boleh Berqurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 September 2015, 15:11 | 8.843 views
Patungan Siswa Apakah Bisa Disebut Qurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 September 2015, 12:13 | 4.837 views
Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 August 2015, 12:06 | 4.784 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 2.685 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 5.531 views
Wasiat Harta Al-Marhum
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 August 2015, 11:34 | 2.563 views
Harus Qadha Dulu Baru Boleh Puasa Syawal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 August 2015, 12:20 | 3.336 views
Siapa Saja Yang Wajib Kita Nafkahi?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 July 2015, 12:44 | 3.481 views
Perempuan: Tarawih Di Rumah atau Di Masjid?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 June 2015, 05:00 | 4.624 views
Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 5.702 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 4.781 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 36.813 views
Tafsir Pendidikan: Bismillah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 September 2014, 10:52 | 5.512 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 3.916 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 11.713 views
Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 5.461 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 4.964 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 5.106 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 5.401 views
Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 9 February 2014, 06:00 | 8.477 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 4.669 views
Kitab Percaya Diri dan Kitab Tahu Diri
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2014, 06:00 | 4.741 views
Ijab dan Qabul
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 January 2014, 07:25 | 7.198 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 4.998 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.762 views
Huruf Waw dan Pengambilan Hukum Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 14 December 2013, 17:16 | 4.603 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 9.361 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 5.358 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 14.789 views
Hak Waris Anak Dalam Kandungan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 11 October 2013, 07:49 | 4.659 views
Mudik, Berbuka atau Tetap Berpuasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 August 2013, 08:03 | 4.062 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 5.057 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 4.374 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 5.008 views
Percobaan Akad Nikah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 May 2013, 11:15 | 5.133 views
Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 6.169 views
Imam Ahmad bin Hanbal Punya Kontrakan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 April 2013, 17:24 | 4.510 views
Habis Aqad Nikah Langsung Talak
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 March 2013, 08:42 | 4.800 views
Sholatnya Orang Mabuk
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 February 2013, 15:59 | 5.177 views
Tanda Orang Faham (Faqih) itu Pendek Khutbahnya
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 February 2013, 10:42 | 5.692 views
Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 36.221 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 5.116 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan