Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah? | rumahfiqih.com

Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?

Hanif Luthfi, Lc Tue 23 June 2015 11:00 | 4912 views

Bagikan via

Lagi-lagi bilangan shalat tarawih. Iya, memang para ulama sejak dahulu sampai saat ini berbeda terkait jumlah bilangan shalat tarawih. Saya kira umat Islam saat ini sudah cukup dewasa dalam menyikapi perbedaan model seperti ini.

Tapi beberapa waktu lalu ada pertanyaan baru, “Katanya shalat tarawih lebih dari 11 rakaat itu bid’ah ya?” Katanya Nabi dan para shahabat dahulu belum pernah menambahi shalat tarawih lebih dari 11 rakaat.

Wah, dari awalnya hanya berbeda pendapat antara 20 dan 36 rakaat, malah sekarang lebih dari 11 rakaat jadi bid’ah.

Sebenarnya sih tak masalah mau berapa rakaat shalat tarawih. Mau tidak shalat tarawih juga tidak berdosa.

Ikhtilaf Bilangan Shalat Tarawih Terdahulu

Sepertinya masalah ini menjadi melebar, awalnya dahulu para ulama berbeda pendapat antara 20 rakaat dan 36 rakaat. Kita bisa baca tulisan Ibnu Rusyd (w. 595 H) bahwa perbedaan itu berkisar pada 20 dan 36 saja.

Ibnu Rusyd al-Qurthuby (w. 595 H) dalam kitab Bidayat al-Mujtahid menyebutkan:

واختلفوا في المختار من عدد الركعات التي يقوم بها الناس في رمضان: فاختار مالك في أحد قوليه، وأبو حنيفة، والشافعي، وأحمد، وداود: القيام بعشرين ركعة سوى الوتر، وذكر ابن القاسم عن مالك أنه كان يستحسن ستا وثلاثين ركعة والوتر ثلاث.

Para ulama berbeda pendapat terkait berapakah bilangan shalat tarawih yang dipilih. Imam Malik dalam salah satu pendapatnya, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal dan Daud ad-Dzahiri memilih bahwa shalat tarawih itu 20 rakaat. Sedangkan Ibnu al-Qasim meriwayatkan dari Imam Malik bahwa beliau memilih 36 rakaat tarawih. (Ibnu Rusyd al-Qurthuby w. 595 H, Bidayat al-Mujtahid, h. 1/ 219)

Dari pernyataan Ibnu Rusyd (w. 595 H) dalam kitab yang kita pelajari di Fakultas Syariah Universitas al-Imam Muhammad bin Saud, memang tak disebutkan ada yang berpendapat 11 rakaat.

Artinya mayoritas ulama tak ada yang memilih 11 rakaat sebagai jumlah bilangan shalat tarawih. Setelah itu malah ada yang menyatakan bahwa lebih dari 11 rakaat adalah bid’ah. Mulai kapan?

Setelah menelusuri literatur kitab para ulama, ternyata memang ada yang menganggap bahwa shalat tarawih lebih dari 11 rakaat itu tak ubahnya melebihkan jumlah bilangan shalat Istisqa’ dan shalat gerhana. Atau dengan bahasa lain, menambahi jumlah bilangan shalat tarawih lebih dari 11 adalah perkata bid’ah. Hal itu bisa ditemukan dalam tulisan Syeikh Nashiruddin al-Albani (w. 1421 H) dalam kitabnya Shalat at-Tarawih.

Beliau menyatakan:

فإذا استحضرنا في أذهاننا أن السنن الرواتب وغيرها كصلاة الاستسقاء والكسوف التزم النبي صلى الله عليه وسلم أيضا فيها جميعا عددا معينا من الركعات وكان هذا الالتزام دليلا مسلما عند العلماء على انه لا يجوز الزيادة عليها فكذلك صلاة التراويح لا يجوز الزيادة فيها على العدد المسنون لاشتراكها مع الصلوات المذكورات في التزامه صلى الله عليه وسلم عددا معينا فيها لا يزيد عليه

Jika kita angan-angan lebih jauh, shalat sunnah rawatib dan lainnya seperti shalat istisqa’ dan shalat gerhana itu Nabi menjalankannya dengan bilangan tertentu, dan hal in menandakan bahwa menambahi apa yang selalu dijalankan oleh Nabi itu tidak boleh hukumnya, maka sebagaimana menambahi jumlah bilangan shalat tarawih itu juga tidak boleh. (Muhammad Nashiruddin al-Albani, Shalat at-Tarawih, h. 32)

Lebih jauh lagi, beliau cukup percaya diri menyatakan bahwa pendapatnyalah yang sesuai dengan nash. Jika ada ikhtilaf ulama, maka harus dikembalikan kepada nash. Dan pendapat beliaulah yang sesuai nash itu.

أقول: فكما أن الاختلاف في هذه المسألة ونحوها لا يدل على عدم ورود نص ثابت فيها فكذلك الاختلاف في عدد ركعات التراويح لا يدل على عدم ورود نص ثابت فيه لأن الواقع أن النص وارد ثابت فيه فلا يجوز أن يرد النص بسبب الخلاف بل الواجب أن يزال الخلاف بالرجوع إلى النص

Adanya perbedaan pendapat dalam masalah ini bukanlah menjadi indikator tidak adanya nash tsabit (shahih) yang menjelaskannya. Karena nyatanya dalam masalah jumlah bilangan shalat tarawih ada nash yang tsabit (shahih), maka jika ada nash yang tsabit, harusnya perbedaan itu dihilangkan dengan kembali kepada nash (Muhammad Nashiruddin al-Albani, Shalat at-Tarawih, h. 28)

Artinya, beliau menganggap bahwa sebenarnya jumlah bilangan shalat tarawih itu sudah ada nash shahihnya. Maka semua harus tunduk kepada nash itu.

Dalil-Dalil yang Dipakai

Tentu pernyataan bahwa sudah ada nash yang shahih terkait jumlah bilangan shalat tarawih itu pernyataan pribadi dari al-Albani (w. 1421 H). Beliau bisa benar dan mungkin masih bisa salah dalam ijtihadnya.

Dalam menulis buku tersebut, memang beliau banyak mengambil dari tulisan al-Mubarakfuti (w. 1353 H) dalam kitab Tuhfat al-Ahwadzi dan as-Shan’ani (w. 1182 H) dalam kitabnya Subul as-Salam.

Sebelum membahas tepat tidaknya pernyataan dari al-Albani (w. 1421 H) tentang tidak boleh shalat tarawih lebih dari 11 rakaat, yang perlu dipahami di awal bahwa membahas pernyataan ulama lain, bukan berarti menjelek-jelekkannya, atau karena hasad terhadap ulama tersebut.

Menjadi hal yang lumrah dalam wacana ilmiyyah Islam, meneliti ulang tulisan ulama lain. Justru yang tidak lumrah itu mau mengkritik tapi tidak mau dikritik. Penulis disini hanya memaparkan sudut pandang lain dari ulama-ulama lain pula yang muktabarah atau diakui.

Al-Albani (w. 1420 H) dalam kitab Shalat at-Tarawih menuliskan point-point, yaitu:

  1. Shalat tarawih sunnahnya adalah berjamaah
  2. Nabi tidak pernah shalat tarawih lebih dari 11 rakaat
  3. Nabi tidak pernah shalat tarawih lebih dari 11 rakaat menandakan bahwa menambahi 11 rakaat itu tak boleh
  4. Umar bin Khattab dahulu shalat tarawih 11 rakaat
  5. Tak ada riwayat yang shahih bahwa shahabat dahulu shalat lebih dari 11 rakaat
  6. Shalat tarawih 11 rakaat adalah wajib

Dalil-dalil yang dipakai oleh al-Albani, secara umum dapat dipetakan menjadi dua:

Selanjutnya Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Raka'at

Bagikan via


Baca Lainnya :

Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 5.025 views
Ijtihad Unik dalam Fiqih Puasa Madzhab Zahiri
Sutomo Abu Nashr, Lc | 21 June 2015, 13:59 | 4.169 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 4.209 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc | 2 June 2015, 12:41 | 3.696 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 4.492 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc | 1 December 2016, 09:58 | 1.459 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc | 18 September 2016, 16:17 | 850 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc | 8 March 2016, 11:31 | 1.749 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc | 8 November 2015, 20:20 | 3.677 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc | 22 October 2015, 17:26 | 2.308 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc | 15 October 2015, 13:54 | 3.047 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc | 3 September 2015, 12:01 | 24.173 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc | 14 August 2015, 10:00 | 5.027 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 25 June 2015, 11:00 | 4.636 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 24 June 2015, 11:00 | 4.839 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc | 23 June 2015, 11:00 | 4.912 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc | 2 June 2015, 12:41 | 3.696 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc | 13 May 2015, 17:00 | 4.620 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 21:03 | 5.682 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 13:36 | 4.964 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc | 9 April 2015, 21:21 | 5.989 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc | 27 March 2015, 11:02 | 8.169 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc | 13 March 2015, 11:11 | 8.454 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc | 6 February 2015, 20:54 | 4.832 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc | 5 February 2015, 20:21 | 7.865 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc | 4 February 2015, 19:31 | 8.816 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc | 14 January 2015, 06:46 | 5.221 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 30 November 2014, 12:00 | 5.713 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc | 29 November 2014, 12:00 | 6.325 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc | 27 August 2014, 15:49 | 4.227 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc | 17 July 2014, 08:18 | 8.631 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc | 6 July 2014, 21:32 | 5.562 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc | 29 June 2014, 00:57 | 3.664 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc | 10 May 2014, 00:00 | 3.915 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc | 7 May 2014, 11:05 | 3.761 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc | 30 April 2014, 12:20 | 6.196 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc | 5 April 2014, 18:00 | 6.218 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 2 April 2014, 22:32 | 4.300 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 24 March 2014, 13:41 | 3.465 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc | 12 March 2014, 06:55 | 5.416 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 27 February 2014, 06:00 | 4.778 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc | 26 February 2014, 12:00 | 5.389 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 19 February 2014, 01:01 | 5.142 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc | 18 February 2014, 15:00 | 3.732 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc | 28 January 2014, 07:28 | 5.306 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc | 25 January 2014, 12:23 | 4.628 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc | 23 January 2014, 05:45 | 9.373 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 14:38 | 3.920 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 11:37 | 4.611 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc | 17 August 2013, 07:32 | 9.812 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc | 10 August 2013, 15:35 | 23.465 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc | 21 June 2013, 03:03 | 6.594 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc | 18 May 2013, 20:02 | 5.600 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc | 24 April 2013, 00:45 | 5.983 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 17 April 2013, 15:12 | 5.249 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 1 April 2013, 07:04 | 5.005 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc | 14 February 2013, 16:45 | 9.330 views