Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya? | rumahfiqih.com

Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA Thu 27 August 2015 12:06 | 4433 views

Bagikan via

Cukuplah kiranya kemuliaan itu kita dapatkan dengan melaksanakan wasiat Allah swt dan Rasululnya shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan diantara hal yang diwasiatkan Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah agar kita semua rajin melaksanakan shalat sunnah Dhuhah. Seperti yang diceritakan oleh sahabat Abu Hurairah berikut:

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ : صَوْمِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar tidak aku tinggalkan hingga mati; Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur dalam keadaan sudah melakukan shalat Witir." (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak hanya mewasiatkan, tentunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri juga rajin melaksanakannya. Imam Muslim meriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ.

"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya." (HR. Muslim)

Keutamaan shalat sunnah Dhuha ini tentunya ditambah lewat penjelasan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma'ruf adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha." (HR. Muslim)

Dalam lisan orang kita Indonesia shalat Dhuha ini dikenal dengan shalat pembuka rezeki. Tidakkah kita pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka Aku akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi)

Hukum, Jumlah Rakaat dan Waktu

Hukum shalat Dhuha adalah sunnah, bahkan dalam pandangan ulama madzhab Maliki dan Syafi’i nilai kesunnahannya sangat kuat sehingga hukumnya adalah sunnah muakkadah, ini setidaknya karena shalat ini rutin dilakukan oleh rasuullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak hanya itu beliau juga mewasiatkan kepada kita semua untuk juga merutinkannya, seperti dalam cerita hadits Abu Hurairah diatas.

Adapaun jumlah rakaat shalat Dhuha menimal dua rakaat, sedangkan untuk batasan maksimalnya ada dua pendapat yang masyhur, satu pendapat mengatakan bahwa batasan maksimalnya delapan rakaat berdasarkan hadits berikut:

عَنْ عَائِشَةَقَالَتْ:  دَخَلَ النَّبِيُّبَيْتِي فَصَلَّى الضُّحَى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ   

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam rumahku dan shalat dhuha 8 rakaat. (HR Abu Daud)

Namun pendapat berikutnya menyatakan bahwa maksimal shalat dhuha ini boleh dilaksanakan hingga dua belas rakaat, berdasarkan hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut:

عَنْ أَنَسٍقَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  مَنْ صَلَّى الضُّحَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الجَنَّةِ   رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: "Siapa yang melakukan shalat dhuha 12 rakaat, maka Allah telah membangunkan untuknya istana di surga” (HR. Tizmidzy)

Apapun itu yang jelas setidaknya kita mulai dari dua rakaat terlebih dahulu sebagai awal dari langkah dalam membentuk kebiasaan shalat dhuha, jika sudah mampu baru melangkah pada level empat rakaat, dan begitu seterusnyanya.

Terkait waktu mengerjaakan shalat dhuha, yang jelas shalat ini dikerjakan pada siang hari mulai dari setelah matahari terbit hingga setinggi tombak dan berakhir sebelum masuk waktu zuhur/sebelum zawal. Untuk memudahkan, belakangan ini para ulama menjelaskan bahwa waktu shalat dhuha itu dimulai 15 menit setelah mata hari terbit dan berakhir 10/15 menit sebelum waktu zuhur.

Karena ada semacam kekhawatiran ditakutkan kita memulai shalat dhuha pada waktu terlarang untuk shalat. Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kita semua:

ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيْهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيْهِنَّ مَوْتَانَا: حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِيْنَ يَقُوْمُ قَائِمُ الظَّهِيْرَةِ حَتَّى تَمِيْلَ الشَّمْسُ، وَحِيْنَ تَضَيَّف لِلْغُرُوْبِ حَتَّى تَغْرُبَ

“Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit higga ia meninggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 1926)

Shalat Dhuha Berjamaah

Didalam madzhab As-Syafii khususnya, seperti yang ditulis oleh Prof. Dr. Wahbah Azzuhaily dalam kitabnya Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh, bahwa dalam pandangan para ulama dalam madzhab ini hanya ada tujuh shalat sunnah yang disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah, yaitu:

  1. Shalat Idul Fitri
  2. Shalat Idul Adha
  3. Shalat Gerhana Matahari (Kusuf)
  4. Shalat Gerhana Bulan (Khusuf)
  5. Shalat Meminta Hujan (Istisqa’)
  6. Shalat Tarawih
  7. Shalat Witir setelah shalat tarawih.

Selain dari tujuh shalat sunnah diatas maka ia tergolong shalat sunnah yang justru sunnahnya dikerjalan sendiri-sendiri, atau bahasa lainnya disunnahkan untuk dikerjakan tidak berjamaah, seperti shalat rawatib (shalat sunnah setelah shalat wajib), shalat tahajjud, shalat dhuha, shalat witir (yang tidak dikerjakan setelah tarawih), istikharah, dll.

Namun untuk difahami bersama bukan berarti bahwa selain tujuh shalat diatas tidak boleh dikerjakan berjamaah, karena rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah sesekali melakukan shalat selain tujuh itu secara berjamah, diantaranya adalah cerita Utban bin Malik berikut yang dimuat oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim:

أن النبي صلى الله عليه وسلم جاءه في بيته بعدما اشتد النهار ومعه أبو بكر رضي الله عنه فقال النبي صلى الله عليه وسلم : أين تحب أن أصلي من بيتك ؟ فأشرت إلى المكان الذي أحب أن يصلي فيه فقام وصفنا خلفه ثم سلم وسلمنا حين سلم

Bahwa (sekali waktu) rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke rumahnya bersama Abu Bakar pada waktu siang hari (ketika panas sudah mulai memanas), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata: “Dimana kira-kira tempat yang kamu senangi dari rumahmu untuk aku shalat?” maka akupun menunjukkan tempat shalat tersebut, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan kami berbaris dibelakangnya, kemudian belia salam (selesai shalat) kamipun salam setelah beliau salam. (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak hanya itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah shalat sunnah berjamaah (selain tujuh shalat diatas) bersama Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Ibnu Mas’ud, dan semua itu adala dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim.

Dari ini Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menyimpulkan bahwa boleh-boleh saja berjamaah pada shalat sunnah, walaupun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih sering melaksanakannya sendirian, pun begitu dengan pendapat Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu, jilid 4, hal. 55 bahwa:

وأما باقي النوافل كالسنن الراتبة مع الفرائض والضحى والنوافل المطلقة فلا تشرع فيها الجماعة , أي لا تستحب , لكن لو صلاها جماعة جاز

“Adapun shalat-shalat sunnah lainnya (selain dari tujuh shalat sunnah diatas) seperti shalat sunnah rawatib, shalat sunnah dhuha dan shalat sunnah mutlak lainnya maka yang demikian tidaklah disyariatkan berjamaah, maksudnya adalah yang demikian bukanlah sebuah kesunnahan, namun jika pun dikerjakan secara berjama hukumnya boleh”, demikian kesimpulan Imam An-Nawawi.

Bahkan dihalaman yang sama beliau menegaskan Imam Syafi’i sendiri menegaskan bahwa shalat sunnah berjamaah hukumnya boleh dan tidak apa-apa.

Pada akhirnya bahwa tidak mengapa jika sesekali shalat sunnah dhuha dikerjakan berjamah, karena Rasuullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah sesekali melakukannya, adapun untuk selanjutnya baiknya kita laksanakan sendiri-sendiri, baik di rumah, di kantor, di hotel, di apartemen, di sekolah, ataupun di masjid.

Adapun terkait bacaan imam dalam shalat sunnah berjamaah selain tujuh shalat sunnah diatas yang memang sering dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara berjamaah, maka jika shalat sunnah itu dilakukan pada siang hari (shalat sunnah dhuha misalnya) maka shalat ini dijerjakan dengan tidak mengeraskan suara (sirriyyah), dan jika shalat sunnah tersebut dilakukan pada malam hari (shalat tahajjud misalnya) maka shalat tersebut dilakukan dengan mengeraskan suara (jahriyyah).

Doa Setelah Shalat Dhuha

Secara umum, hingga saat ini, sepanjang yang kami ketahui tidak ada riwayat khusus dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terkait doa khusus setelah shalat dhuha. Adapun terkait doa masyhur yang sering kita dengar:

اللهم إن كان رزقي في السماء فأنزله ، وإن كان في الأرض فأخرجه ، وإن كان نائيا فقربه ، وإن كان قريباً فيسره

ALLAHUMMA IN KAANA RIZQII FIS SAMAA’I FA ANZILHU WA INKAANA FIL ARDHI FA AKHRIJHU WA INKAANA NAAIYAN FAQARRIBHU WA INKAANA QARIIBAN FAYASSIRHU

“Ya Allah, jika rezeki hamba berada di langit maka turunkanlah, jika ia berada di bumi maka keluarkanlah, jika pun ia jauh maka dekatkanlah, dan jika di dekat maka mudahkanlah”

Doa ini diyakini bukanlah hadits Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam, sebagian ulama menilai bahwa redaksi diatas masyhur di arab dan tidak jelas juga siapa yang memulai. Namun secara isi tidak ada masalah dengan redaksi diatas. Sehingga jikapun ingin memakai redaksi diatas dalam berdoa setelah shalat sunnah dhuha tentunya tidak ada yang harus dipermasalahkan, bahkan berdoa dengan memakai bahasa daerah masing-masing pun boleh.

Namun jika ingin meniru redaksi doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, terutama dalam kaitannya dengan kelapangan rezeki, maka doa yang seperti itu banyak sekali, walaupun tidak harus dibaca persis setelah dhuha. Berikut penulis sarikan beberapa doa yang riwayatya inya Allah sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang penulis ambil dari kitab Al-Adzkar karangan Imam An-Nawawi:

Dari Abi Bakrah ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setiap selesai shalat selalu berdoa:

اللَّهُمَّ إني أعُوذُ بِكَ مِنَ الكُفْرِ وَالفَقْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ

ALLAHUMMA INNII A’UDZUBIKA MINAL KUFRI WALFAQRI WA ‘ADZABIL QABRI.

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran (harta) dan dari siksa kubur”

Dari Ummu Salamah ra berkata: Bahwa Rasuullah shallallahu ‘alaihi wasallam setiap selesai shalat subuh sering berdoa:

اللَّهُمَّ إني أسألُكَ عِلْماً نافِعاً، وعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَرِزْقاً طَيِّبا

ALLHUMMA INNII AS ALUKA ‘ILMAN NAAFI’A WA ‘AMALAN MUTABBALA WA RIZQAN THAYYIBA.

“Ya Allah, aku bermohon kepadaMu (diberikan) ilmu yang bermanfa’at, dan diterimanya segala amal (kebaikan), serta rezeki yang baik”.

Dari Abu Saiid Al-Khudri ra berkata: Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke masjid, dan tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang laki-laki Anshor, beliau adalah Abu Umamah. Maka rasulullah berseru: “Wahai Abu Umamah, mengapa saya melihat kamu duduk di masjid bukan pada waktu shalat?” Abu Umamah menjawab: “Saya lagi sedih, dan banyak hutang”. Rasul berkata: “Maukah kau saya ajarkan sebuah doa yang jika kamu katakan maka Allah akan menghilangkan kesedihanmu dan Allah juga akan melunasi hutang mu?” Abu Umamah menjawab: “Tentu saja mau ya Rasulullah”. Lalu Rasul melanjutkan, bacalah doa ini ketika pagi dan sore:

اللَّهُمَّ إِني أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمّ والحُزن، وأعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ والكَسَلِ، وأعوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ والبُخلِ، وأعوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرّجالِ

ALLAHUMMA INNII A’UDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI WA A’UDZUBIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI WA A’UDZUBIKA MILAL JUBNI WAL BUKHLI WA A’UDZUBIKA MIN GHALABATIDDAINI WA QAHRIR RIJAAL.

“Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari segala kegundahan dan kesedihan, dan aku berlindung kepadamu dari sifat lemah dan malas, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku jug berlindung kepadau dari lilitan hutang dan tekanan para penguasa”

Dari sahabat Ali ra berkata: Maukah kau saya ajarkan beberapa kalimat (doa) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dimana walaupun hutang kalian sebesar gunung maka Allah swt akan melunasinya untukmu. Katakanlah:

اللَّهُمَّ اكْفِني بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأغْنِني بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِواكَ

ALLAHUMMAKFINII BIHALAALIKA ‘AN HARAAMIKA WA AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAK

“Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan rezeki yang halal dari yang haram, dan cukupkanlah Engau bagiku dari selainMu”

Wallahu A’lam Bisshawab

Bagikan via


Baca Lainnya :

Ijtihad di Zaman Nabi SAW
Ali Shodiqin, Lc | 26 August 2015, 10:30 | 2.453 views
Imam Abu Hanifah Tidak Mungkin Salah !
Ali Shodiqin, Lc | 18 August 2015, 12:40 | 3.718 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 2.523 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 August 2015, 10:00 | 5.427 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 5.313 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 December 2016, 06:29 | 1.375 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 2.031 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 2.040 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 2.277 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.554 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 2.056 views
Sifat Shalat: Berdiri Bagi yang Mampu
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 July 2016, 10:28 | 1.559 views
Khutbah Idul Fitri 1437 H; Tauladan Nabi Yusuf as Untuk Hidup yang Harmonis
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 July 2016, 12:46 | 2.501 views
Tiga Kelompok Manusia di Bulan Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 June 2016, 09:15 | 3.018 views
Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 May 2016, 05:00 | 2.750 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 2.673 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 2.309 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 1.565 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 1.816 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 2.184 views
Belum Aqiqah Tidak Boleh Berqurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 September 2015, 15:11 | 4.995 views
Patungan Siswa Apakah Bisa Disebut Qurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 September 2015, 12:13 | 4.504 views
Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 August 2015, 12:06 | 4.433 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 2.523 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 5.313 views
Wasiat Harta Al-Marhum
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 August 2015, 11:34 | 2.386 views
Harus Qadha Dulu Baru Boleh Puasa Syawal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 August 2015, 12:20 | 3.143 views
Siapa Saja Yang Wajib Kita Nafkahi?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 July 2015, 12:44 | 3.284 views
Perempuan: Tarawih Di Rumah atau Di Masjid?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 June 2015, 05:00 | 4.460 views
Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 5.476 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 4.585 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 36.558 views
Tafsir Pendidikan: Bismillah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 September 2014, 10:52 | 5.312 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 3.768 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 11.371 views
Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 5.259 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 4.794 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 4.908 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 5.198 views
Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 9 February 2014, 06:00 | 8.266 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 4.502 views
Kitab Percaya Diri dan Kitab Tahu Diri
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2014, 06:00 | 4.546 views
Ijab dan Qabul
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 January 2014, 07:25 | 6.992 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 4.815 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.548 views
Huruf Waw dan Pengambilan Hukum Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 14 December 2013, 17:16 | 4.419 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 9.071 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 5.189 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 14.515 views
Hak Waris Anak Dalam Kandungan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 11 October 2013, 07:49 | 4.460 views
Mudik, Berbuka atau Tetap Berpuasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 August 2013, 08:03 | 3.891 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 4.832 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 4.196 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 4.794 views
Percobaan Akad Nikah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 May 2013, 11:15 | 4.925 views
Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 5.970 views
Imam Ahmad bin Hanbal Punya Kontrakan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 April 2013, 17:24 | 4.297 views
Habis Aqad Nikah Langsung Talak
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 March 2013, 08:42 | 4.577 views
Sholatnya Orang Mabuk
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 February 2013, 15:59 | 4.954 views
Tanda Orang Faham (Faqih) itu Pendek Khutbahnya
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 February 2013, 10:42 | 5.504 views
Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 35.837 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 4.897 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan