Tanda Tangan Mewakili Tuhan | rumahfiqih.com

Tanda Tangan Mewakili Tuhan

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA Mon 1 February 2016 09:00 | 1808 views

Bagikan via

 Sepeninggal Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam selaku utusan resmi Allah swt dalam hal meyampaikan pengajaran langit melalui wahyu ilahi, penafsir hidup Al-Quran, yang oleh istrinya Aisyah ra meyakinkan bahwa akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu adalah Al-Quran itu sendiri, tempat semua pertanyaan tentang agama ditanyakan, maka misi pengajaran ini dilanjutkan oleh para sahabat, tabiin, dan para ulama secara umum, mereka adalah ahli warisnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dititipi pengetahuan untuk disampaian kepada ummat. Mereka ibarat bintang-bintang di langit yang bisa menjadi penunjuk jalan menuju hidayah Allah swt.

Misi yang diemban ini bukanlah misi yang sederhana, menyampaikan agama bukan seperti komika yang tugasnya hanya membuat orang tertawa, yang kadang apa yang disampaikan hanyalah cerita yang dibuat-buat saja, yang penting omonganya ancur, dan akhirnya orang-orang geli tertawa, hingga terpingkal-pingkal, lalu perutnya sakit, dan bibirnya kering. Berbohong atas nama Tuhan bisa fatal akibatnya, berbohong atas nama nabi saja dalam periwayatan hadits bisa-bisa langsung dapat tiket ke neraka.

Ibnu Abbas ra berkata, seperti yang di kutip oleh Imam Ibnu Al-Qayyim dalam kitabnya I’lam Al-Muwaqqi’in ‘an Rabbi Al-Alamin, jilid 1, hal. 28: “Yang berani berfatwa dengan menjawab semua pertanyaan manusia sungguh dia adalah orang gila (majnun) ”. Ucapan sahabat Ibnu Abbas ra ini di nukil dalam rangka menjelaskan betapa para sahabat sangat berhati-hati dalam berfatwa, khususnya perihal agama, karenanya sekelas sahabat saja tidak semua berani berbicara masalah agama, mereka serahkan semuanya kepada dia yang memang ahli dibidangnya. Karena mereka sadar betul bahwa berbicara atas nama agama itu artinya mereka sedang berbicara mewakili Tuhan, berfatwa sama saja dengan tanda tangan mewakili Tuhan.

Kehatia-hatian yang dimaksud diatas hingga sampai pada tahap bahwa hampir-hampir tidak ada para sahabat yang berani berbicara atas nama fatwa, semua saling lempar agar bukan dia yang menjawabnya, sehingga tidak heran jika dari sekian banyak para sahabat, hanya ada sekitar seratus tiga puluhan saja sahabat laki-laki dan perempuan yang diketahui perihal fatwanya, dan yang lebih mengejutkan lagi dari jumlah itu hanya ada tujuh sahabat saja yang diketahui banyak berbicara seputar fatwa, mereka adalah: Umar bin Al-Khattab, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, Aisyah, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Abbas, dan Abdullah bin Umar.

Hal yang terbalik justru ada dizaman sekarang dimana semua orang seakan berlomba-lomba ingin menjadi wakil Tuhan dan berani untuk tanda tangan disana, padahal hanya dengan bermodal peci dan baju koko serta sorban, terlebih jika sudah di shoot oleh media, maka jadilah mereka wakil Tuhan yang setiap hari muncul di media sosial atau di TV, bahkan tidak sedikit juga yang tampil dari panggung ke panggung dengan tarif yang aduhai. Tapi anehnya, ibarat penjual obat, masyarakat kita justru lebih percaya dengan tukang obat pinggir jalan, yang hanya dengan seribu rupiah bisa sembuh segala macam penyakit. Padahal justru obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokterlah yang harusnya lebih diutamakan.

Dalam dunia medis saja kita sudah faham sebenarnya apa bedanya antara mantri, bidan, perawat, apoteker, dokter, dokter umum, dokter spesialis, dst. Sama fahamnya kita dengan beda antara tukang urut/pijat, dukun beranak, dukun santet, pesulap. Semua berada dalam levelnya masing-masing dan tugasnya pun berbeda. Sepertinya perihal perbedaan level ini juga harusnya ada dalam masalah agama, sehingga kita memang benar-benar bisa membedakan antara dukun, pesulap, pelawak, penceramah, dai kondang(an), artis, kiayi, guru agama, ustad, alim, syaikh, dst, dimana masing-masing harus sadar diri, dan kita selaku masyarakat pun harus bisa membedakannya dengan jelas, sehingga tidak tertipu.

 Bias itu terjadi justru disaat masyarakat kita mengannggap bahwa semua orang yang berbicara masalah agama mereka langsung memberinya sebutan “ustad”, padahal sejatinya mereka adalah tukang sulap, atau artis, atau bahkan mereka sebenarnya adalah pelawak, yang karena pinter mengolah kalimat sehingga bisa meniru kata-kata hikmah para ulama, sehingga dikesani mereka adalah seorang ustad.

Dan siapapun itu, ada baiknya kita kembali kepada nasihat Ibnu Al-Qayyim lagi, masih dalam kitab yang sama, I’lam Al-Muwaqqi’in ‘an Rabbi Al-Alamin, jilid 1, hal 9, bahwa siapa saja yang mau berbicara atas nama Tuhan dan menandatangani atas nama Tuhan, maka terlebih dahulu mereka harus memenuhi syarat-syarat berikut:          

Berilmu dan Jujur (اتَّصَفَ بِالْعِلْمِ وَالصِّدْقِ)

Ini adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar lagi, untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali, baik dalam skala desa maupun dunia, semua yang berbicara agama haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan yang benar. Dan ini semua tidak akan didapat kecuali dengan belajar. Belajar yang dimaksud lebih diutamakan dibawah bimbingan guru, minimal ilmu-ilmu dasar syariah itu didapat melalui seorang guru, bukan langsung terjun bebas dari perpustakaan ke perpustakan. Jikapun belajar di kampus maka kampusnya pun harus dipilih, yang memang megajarkan keilmuan syariah sesuai dengan metodologi yang digariskan oleh para ulama.

Adapun kejujuran, setidaknya semua pengetahuan yang ada memang jujur digunakan untuk kemaslahatan, bukan ditutup-tutupi hanya untuk membohongi publik, sehingga ada semacam kebohongan akademik, yang dampaknya bisa meresahkan masyarakat dan bahkan bisa membuat masyarakat sesat, atau setidaknya ketidakjujuran itu membawa kita kepada fanatisme pendapat, merasa bahwa pendapat kita paling benar, sehingga ada kesan pengetahuan yang lain ditutupi.

Bagus Track Recordnya (مَرَضِيَّ السِّيرَةِ)

Bahwa memang mereka yang berbicara atas nama Tuhan selama ini adalah orang baik, dan memang sudah dikenal baik. Kalaupun mempunyai masa lalu yag kelam namun semua itu sudah dihapus dengan bertaubat kepada Allah swt degan taubat yang benar. Termasuk diantaranya adalah diketahui perjalanan pembelajarannya, siapa saja gurunya dan dimana dia mengambil ilmu agamanya, bukan jadi-jadian yang dengan sim salabim jadi, padahal belajar agamanya tidak jelas dengan siapa dan dimana, atau jangan-jangan hanya bermodal “pesantren kilat”.

 Adil Perkataan dan Perbuatan (عَدْلًا فِي أَقْوَالِهِ وَأَفْعَالِهِ)

Kesatuan antara apa yang diucapkan degan apa yang dilakuakan juga dinilai sebagai faktor utama yang harus ada bagi siapa saja yang mau berbicara atas nama Tuhan, sehingga tidak terkesan hanya bisa omdo (omong doang) tapi ternyata diri sendiri sangat jauh dari apa yang dibicarakan. Perihal ini memang berat, bahkan sangat berat, namun kesesuain ini harus terus diusahakan, walau hingga sampai pada suatu keadaan bahwa sebuah istighfar membutuhkan istighfar lagi.  

Konsisten (مُتَشَابِهَ السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ)

Bahwa apa yang mereka lakukan sama antara pada saat tampil didepan publik dan dalam keadaan sendirian. Tidak terkesan munafik, didepan masyarakat sangat ngustad tapi ternyata disaat sendirian dan jauh dari keramaian mereka tidak malu-malu untuk berbuat maksiat. Marwah seorang alim itu harus terjaga, jangan sampai ada banyak perilaku yang bisa menurunkan muru’ahnya, terlebih dizaman sekarang dimana ada kesan bahwa para ulama bisa ‘dibeli’ untuk sebuah kepentingan kelompok tertentu, sehingga didepan berbicara A namun ternyata dibelakang bermain mata, naudzubillah. Jika ada seseorang yang seperti ini, maka saksikanlah bahwa mereka bukan bagian dari ulama, walaupun kita tetap diminta untuk tidak terlalu cepat menghakimi, biarlah domain ini kita serahkan kepada para ulama untuk menasihatinya.      

Wallahu A’lam Bisshawab

Bagikan via


Baca Lainnya :

Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 5.397 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 7.408 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.072 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 4.146 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 2.176 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 December 2016, 06:29 | 1.364 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 2.021 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 2.035 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 2.268 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.546 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 2.050 views
Sifat Shalat: Berdiri Bagi yang Mampu
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 July 2016, 10:28 | 1.553 views
Khutbah Idul Fitri 1437 H; Tauladan Nabi Yusuf as Untuk Hidup yang Harmonis
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 July 2016, 12:46 | 2.494 views
Tiga Kelompok Manusia di Bulan Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 June 2016, 09:15 | 3.009 views
Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 May 2016, 05:00 | 2.743 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 2.662 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 2.301 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 1.558 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 1.808 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 2.176 views
Belum Aqiqah Tidak Boleh Berqurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 September 2015, 15:11 | 4.987 views
Patungan Siswa Apakah Bisa Disebut Qurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 September 2015, 12:13 | 4.499 views
Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 August 2015, 12:06 | 4.425 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 2.522 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 5.306 views
Wasiat Harta Al-Marhum
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 August 2015, 11:34 | 2.382 views
Harus Qadha Dulu Baru Boleh Puasa Syawal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 August 2015, 12:20 | 3.139 views
Siapa Saja Yang Wajib Kita Nafkahi?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 July 2015, 12:44 | 3.277 views
Perempuan: Tarawih Di Rumah atau Di Masjid?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 June 2015, 05:00 | 4.456 views
Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 5.470 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 4.579 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 36.548 views
Tafsir Pendidikan: Bismillah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 September 2014, 10:52 | 5.302 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 3.765 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 11.363 views
Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 5.251 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 4.788 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 4.898 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 5.191 views
Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 9 February 2014, 06:00 | 8.258 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 4.497 views
Kitab Percaya Diri dan Kitab Tahu Diri
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2014, 06:00 | 4.537 views
Ijab dan Qabul
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 January 2014, 07:25 | 6.984 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 4.813 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.541 views
Huruf Waw dan Pengambilan Hukum Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 14 December 2013, 17:16 | 4.414 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 9.061 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 5.185 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 14.503 views
Hak Waris Anak Dalam Kandungan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 11 October 2013, 07:49 | 4.452 views
Mudik, Berbuka atau Tetap Berpuasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 August 2013, 08:03 | 3.884 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 4.827 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 4.191 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 4.787 views
Percobaan Akad Nikah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 May 2013, 11:15 | 4.920 views
Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 5.961 views
Imam Ahmad bin Hanbal Punya Kontrakan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 April 2013, 17:24 | 4.289 views
Habis Aqad Nikah Langsung Talak
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 March 2013, 08:42 | 4.567 views
Sholatnya Orang Mabuk
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 February 2013, 15:59 | 4.946 views
Tanda Orang Faham (Faqih) itu Pendek Khutbahnya
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 February 2013, 10:42 | 5.498 views
Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 35.820 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 4.891 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan