Jadilah Seperti Anak Adam (Habil) | rumahfiqih.com

Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA Tue 1 March 2016 10:21 | 2068 views

Bagikan via

As-Suddi, salah satu penafsir terkemuka menuturkan, seperti yang dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Al-Quran Al-Azhim jilid 3, hal. 82, dari Abu Malik dari Abu Shaleh dari Ibnu Abbas dari Murrah dari Ibnu Mas’ud dari banyak sahabat nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bahwa dahulunya Hawa istri Adam as selalu dikarunia anak kembar setiap kali melahirkan; laki-laki dan perempuan, dan syariat yang berlaku pada waktu itu menghendaki dibolehkannya menikah sesama saudara, karena memang pada waktu itu bumi ini hanya diisi oleh mereka saja.

Mekanismenya adalah laki-laki dan perempuan yang lahir kembar tersebut tidak menikah sesama mereka, melainkan menikah dengan laki-laki dan perempuan dari sudara kembar yang lainnya. Hingga sampailah pada waktunya Adam memiliki anak yang bernama Qabil dan Habil. Qabil mempunyai kembaran saudari perempuannya, dan Habil juga mempunyai kembaran saudari perempuannya. Dan konon katanya kembarannya Qabil sedikit lebih cantik dari pada kembarannya Habil.

Habil bermaksud menikahi kembarannya Qabil, selain karena cantik, niat baik ini direstui juga oleh ayahnya Adam as. Namun Qabil tidak terima itu, karena pada saat yang sama Qabil juga jatuh hati pada kembarannya yang memang lebih cantik dari kembarannya Habil, terlebih bahwa Qabil lahir sebelum Habil, ego seorang kakak tidak boleh kalah lawan “rengekan” seorag adik, apalagi dalam urusan cinta.

Solusi yang ditawarkan adalah keduanya (Qabil dan Habil) harus mempersembahkan kurban kepada Allah swt, kurban yang diterima dialah yang berhak menikahi kembarannya Qabil. Sebagai pemilik kebun Qabil menyiapkan kurbannya berupa tanam-tanaman, dan sebagai pemilik hewan ternak Habil juga menyiapkan hewan terbaik untuk dikurbankan kepada Allah swt.

Singkat cerita ternyata kurbannya Habil diterima, rupanya Habil sudah mempersembahkan hewan yang ternak yang paling baik, dia mempersembahkan itu dengan hati yang baik pula, berbeda dengan Qabil kakaknya, ternyata usut punya usut Qabil mempersembahkan kurbannya dengan kualitas ala kadarnya, itupun dengan hati yang sedikit menggerutu.

Tidak terima dengan kenyatan bahwa kembaranya akan dinikahi oleh Habil, Qabil berniat membunuh adiknya sendiri. Sebenarnya Habil bisa saja melawan, apalagi Habil jelas-jelas berada dipihak yang benar, namun atas nama saudara, lahir dari ibu dan ayah yang sama, Habil menyadari bahwa “ribut” sesama saudara tidak ada yang untung, yang kalah maupun yang menang sama-sama buntung, begitu kata orang bijak.

Sikap tidak mau ribut itu diabadikan oleh Allah swt didalam Al-Quran sebagai pelajaran hidup yang sangat berharga dan tak akan pernah pudar dimakan waktu, persaudaraan diatas segalanya, hidup damai dan harmonis diutamakan ketimbang ego untuk menang lawan saudara sendiri.

لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

"Sungguh kalau kamu (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku (Habil) untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam." (QS. Al-Maidah: 28)

Mengomentari ayat ini, patut disimak sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam riwayat Imam Ahmad, dari kesaksian sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, bahwa Rasululllah shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

"إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتْنَةٌ، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي"

“Akan tiba suatu saat nanti zaman yang penuh fitnah, orang yang duduk saat itu lebih baik dari pada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik dari pada orang yang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik dari pada orang yang berlari”

. قَالَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ دَخَلَ عَلَيَّ بَيْتِي فَبَسَطَ يَدَهُ إليَّ لِيَقْتُلَنِي

Lalu sahabat Saad bin Abi Waqqash bertanya: “Bagaimana jika ada orang yang masuk rumahku dan dia hendak membunuhku?” Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab:

"كُنْ كَابْنِ آدَمَ"

“Jadilah seperti anak Adam (Habil)”

Memang sulit bagi kita untuk memastikan kapan terjadinya zaman yang penuh fitnah itu. Namun para ulama tafsir selalu menyandingkan hadits ini dan hadits-hadits yang senada lainnya dengan ayat Al-Quran yang menceritakan tragedi pembunhan dua bersaudara; Qabil dan Habil. Mungkin ini isyarat yang difahami oleh para ulama bahwa zaman fitnah itu adalah zaman dimana sesama saudara saling caci, saling benci, saling iri, saling hasut, saling adu mulut, saling ribut, hingga sampai pada tahap saling membunuh.

Dalam waktu yang bersamaan Al-Quran juga menyebut bahwa sesama muslim adalah bersaudara (QS. Al-Hujurat: 10), walau bersaudara namun akhir-akhir ini sangat terasa sekali aroma permusuhan sesama kita, seakan mudah sekali mulut kita berucap bahwa si fulan salah, si fulan begok, si fulan sesat, si fulan kafir, hanya kelompok kami yang benar, hanya kelompok kami yang boleh berfatwa, dst.

Ini zaman dimana “ribut” dinomorsatukan ketimbang saling memahami, ini zaman dimana perkara khilaf dijadikan perkara ijma’, sehingga suatu kelompok yang bebeda degan kelompoknya pasti dianggap salah. Ini zaman dimana “orang lain” lebih dicintai ketimbang saudara sendiri, ini zaman dimana pedang lebih mudah menggorok saudara sendiri ketimbang musuh yang jelas-jelas nyata.

Mungkinkah ini zaman yang dimaksud oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasalam? Tidak ada yang bisa memastikan. Namun kondisi seperti ini adalah kondisi yang dirasa sangat sulit, kondisi serbah salah, bagaimana cara memaknai bahwa orang yang duduk lebih baik dari pada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik pada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik dari pada orang yang berlari?

Sebenarnya penulis tidak sanggup untuk melanjutkannya, hanya saja jika boleh melanjutkan, mungkin maksudya bahwa dalam kondisi zaman penuh fitnah ini baiknya lebih memilih diam dan tidak turut dalam gelombang saling fitnah, menahan diri untuk tidak saling menghujat dan melaknat atas perilaku saudara sendiri yang belum jelas benar dan salahnya, dan tetap teduh saling meluruskan dengan cara-cara yang baik jika memang ada yang salah diantara kita, jikapun harus aktif dalam gelombang perlawanan, maka semuanya harus benar-benar diperhitungkan, rapi, dan tidak membuat air tambah keruh, sehingga khawatir kekeruhan itu membuat kita tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan.

Cerita Habil adalah cerita dimana yang terbunuh jauh lebih mulia dari pada yang membunuh. Sesama saudara, Habil lebih memilih jalur damai walaupun sebenarnya Habil berada dalam pihak yang benar. Berdamai dengan sesama saudara harus terus diusahakan, karena jika ummat ini sudah bersatu, mudah bagi kita melawan musuh.

Wallahu A’lam Bisshawab        

Bagikan via


Baca Lainnya :

Mengapa Kita Harus Menghindari Makanan Haram?
Aini Aryani, Lc | 17 February 2016, 10:10 | 2.098 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 2.386 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 6.527 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 8.144 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.981 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 December 2016, 06:29 | 2.067 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 2.584 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 2.552 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 2.900 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 3.027 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 3.147 views
Sifat Shalat: Berdiri Bagi yang Mampu
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 July 2016, 10:28 | 2.243 views
Khutbah Idul Fitri 1437 H; Tauladan Nabi Yusuf as Untuk Hidup yang Harmonis
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 July 2016, 12:46 | 3.233 views
Tiga Kelompok Manusia di Bulan Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 June 2016, 09:15 | 3.559 views
Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 May 2016, 05:00 | 3.329 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 3.277 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 3.069 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 2.068 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 2.386 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 3.316 views
Belum Aqiqah Tidak Boleh Berqurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 September 2015, 15:11 | 9.519 views
Patungan Siswa Apakah Bisa Disebut Qurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 September 2015, 12:13 | 5.127 views
Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 August 2015, 12:06 | 6.158 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 2.988 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 5.933 views
Wasiat Harta Al-Marhum
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 August 2015, 11:34 | 2.862 views
Harus Qadha Dulu Baru Boleh Puasa Syawal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 August 2015, 12:20 | 3.623 views
Siapa Saja Yang Wajib Kita Nafkahi?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 July 2015, 12:44 | 3.876 views
Perempuan: Tarawih Di Rumah atau Di Masjid?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 June 2015, 05:00 | 4.903 views
Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 6.158 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 5.117 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 37.225 views
Tafsir Pendidikan: Bismillah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 September 2014, 10:52 | 5.886 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 4.157 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 12.464 views
Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 5.774 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 5.255 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 5.364 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 5.766 views
Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 9 February 2014, 06:00 | 8.837 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 5.654 views
Kitab Percaya Diri dan Kitab Tahu Diri
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2014, 06:00 | 5.044 views
Ijab dan Qabul
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 January 2014, 07:25 | 7.611 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 5.267 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 5.172 views
Huruf Waw dan Pengambilan Hukum Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 14 December 2013, 17:16 | 4.985 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 9.887 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 5.633 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 15.565 views
Hak Waris Anak Dalam Kandungan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 11 October 2013, 07:49 | 4.938 views
Mudik, Berbuka atau Tetap Berpuasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 August 2013, 08:03 | 4.291 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 5.301 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 4.653 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 5.315 views
Percobaan Akad Nikah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 May 2013, 11:15 | 5.484 views
Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 6.454 views
Imam Ahmad bin Hanbal Punya Kontrakan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 April 2013, 17:24 | 4.785 views
Habis Aqad Nikah Langsung Talak
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 March 2013, 08:42 | 5.146 views
Sholatnya Orang Mabuk
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 February 2013, 15:59 | 5.519 views
Tanda Orang Faham (Faqih) itu Pendek Khutbahnya
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 February 2013, 10:42 | 6.010 views
Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 38.269 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 5.492 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc16 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA12 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Isnawati, Lc9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Azizah, Lc0 tulisan