As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar? | rumahfiqih.com

As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?

Hanif Luthfi, Lc., MA Tue 8 March 2016 11:31 | 2094 views

Bagikan via

Ustadz, saat memanggil orang untuk shalat gerhana, mana yang sesuai sunnah; as-shalatu atau as-shalata?” “Keduanya boleh digunakan.” Jawab saya.

 

“Bukan itu maksudnya, ustadz! Yang sesuai dengan perintah Nabi, dan yang ada dalilnya sesuai hadits shahih, ustadz? Kita kan beribadah harus dengan dalil”.

Semua hukum harus sesuai “dalil”, semua hukum harus “sesuai sunnah”. Sedikit-sedikit sesuai sunnah, sesuai sunnah sedikit-sedikit.

Sayangnya dalil itu dimaknai secara sempit. Disebut dalil jika pernah diperintahkan atau dilakukan oleh Nabi saja. Dibatasi lagi, haditsnya harus “shahih” menurut ulama tertentu itu-itu saja.

Dialog diatas hanyalah dialog imajiner saja, tetapi model orang yang seperti itu, beberapa kali saya sudah temui.

Imam al-Syathibi (w. 790 H), tentu sudah tak asing lagi. Terlebih kitab beliau al-I’tisham menjadi pedoman wajib dalam mengupas makna bid’ah, ya karena sesuai selera seirama. Beliau memberikan statment bahwa nash dalil itu tak mesti harus spesifik partikular.

أن الشريعة لم تنص على حكم كل جزئية على حدتها، وإنما أتت بأمور كلية وعبارات مطلقة تتناول أعدادا لا تنحصر (الموافقات، إبراهيم بن موسى بن محمد اللخمي الغرناطي الشهير بالشاطبي (المتوفى: 790هـ)، ص. 5/ 14

Syariat tak mesti memberikan nash terhadap setiap hukum secara spesifik partikular. Tetapi kadang memberikan sesuatu yang bersifat kulliy, dengan kalimat-kalimat muthlak yang mencakup banyak hal. (Ibrahim bin Musa as-Syathibi w. 790 H, as-Syathibi, h. 5/14)

Jika Dalil Selalu Harus Spesifik Partikular

Siapa yang menyangkal bahwa shalat itu ibadah mahdhah. Pernahkah pembaca sekalian tahu jenis shalat satu ini; shalat ayat takhwif. Shalat bid’ah apa lagi ini. Eits, tunggu dulu. Ulama yang menyatakan adanya shalat ini adalah Syeikh Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) serta Syeikh Ibnu Taimiyyah (w. 728 H).

Shalat Ayat Takhwif ini dilakukan ketika ada beberapa fenomena alam yang menjadikan orang itu takut, semisal ketika ada petir, angin kencang, siang hari gelap pekat, dll. Bentuk shalatnya sama dengan shalat gerhana. Persamaannya dengan shalat gerhana adalah karena sama-sama ada fenomena alam yang menakutkan.

Berikut pernyataan Syeikh Utsaimin (w. 1421 H):

القول الثالث: يصلى لكل آية تخويف... وهذا الأخير هو اختيار شيخ الإسلام ابن تيمية ـ رحمه الله ـ، له قوة عظيمة. وهذا هو الراجح. (الشرح الممتع على زاد المستقنع، محمد بن صالح بن محمد العثيمين (المتوفى: 1421هـ)، 5/ 194)

Pendapat ketiga: shalat setiap ada fenomena alam yang menakutkan. Pendapat ini adalah pilihan dari Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), dalilnya kuat dan inilah pendapat yang rajih. (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin w. 1421 H, as-Syarh al-Mumti’, h. 5/ 194)

Memang benar, itulah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Taimiyyah (w. 728 H). Beliau menyatakan:

وتصلى صلاة الكسوف لكل آية كالزلزلة وغيرها. (الفتاوى الكبرى، تقي الدين أبو العباس أحمد بن عبد الحليم بن عبد السلام بن عبد الله بن أبي القاسم بن محمد ابن تيمية الحراني الحنبلي الدمشقي (المتوفى: 728هـ)، ص. (5/ 358

Shalat kusuf itu dikerjakan untuk setiap ayat/ tanda fenomena alam; seperti saat gempa bumi dan lainnya. (Ibnu Taimiyyah al-Hanbali w. 728 H, al-Fatawa al-Kubra, h. 5/ 358).

Bid’ahkah? Pernahkah Nabi Melakukannya? Adakah dalil shahihnya? Adakah ulama salaf yang melakukannya? Waallahu a’lam. Coba tanyakan kepada ustadz ahli bid’ah, maksudnya ustadz yang ahli dalam bidang per-bid’ah-an. Paling-paling jawabannya, “Ini masalah khilafiyyah”.

Riwayat Imam Bukhari: Innas as-Shalata Jami’atun

Kembali kepada judul diatas, memang dalam hadits shahih, ada perbedaan antara riwayat Imam Bukhari (w. 256 H) dan Imam Muslim (w. 261 H).

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُودِيَ إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ. صحيح البخاري : 2/ 35

Saat gerhana matahari di zaman Nabi, ada panggilan: Inna as-Shalata Jamiatun. (Shahih Bukhari)

Susunannya dengan tarkib isnadiy, Mubtada-khabar. “As-Shalata” dibaca fathah, karena menjadi isim dari “inna” amil nawasikh. “Jami’atun” menjadi khabar dari “inna”.

Riwayat Muslim: As-Shalatu Jami’atun

عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَبَعَثَ مُنَادِيًا: «الصَّلَاةُ جَامِعَةٌ»، فَاجْتَمَعُوا. صحيح مسلم : 2/ 620

Saat gerhana di zaman Nabi, Nabi mengutus orang yang memanggil (untuk shalat): as-Shalatu Jamiatun. (Shahih Bukhari)

Susunannya masih dengan tarkib isnadiy, Mubtada-khabar.

Boleh 4 Macam

Jika “as-Shalata” dibaca dengan fathah dalam hadits Bukhari kan karena ada amil nawasikh “inna”. Bagaimana jika tak ada “inna”nya?

Tetap boleh. Sebagaimana pernyataan dari Syeikh Ibnu Hisyam (w. 761 H); salah seorang pakar bahasa Arab abad ke-8, saat menjelaskan kitab al-Fiyah karya Imam Ibnu Malik al-Andaluisiy ad-Dimasyqiy (w. 672 H). Beliau menyebutkan dalam kitabnya Audhah al-Masalik:

ويقال: "الصلاةَ جامعةً"؛ فتنصب "الصلاة" بتقدير احضروا، و"جامعة" على الحال. أوضح المسالك إلى ألفية ابن مالك، عبد الله بن يوسف بن أحمد بن عبد الله ابن يوسف، أبو محمد، جمال الدين، ابن هشام (المتوفى: 761هـ)، ص. 4/ 76

“as-Shalata Jami’atan” lafadz as-shalat dibaca nashab menjadi maf’ul bih, dengan mengira-ngirakan fi’il atau kata kerja ‘uhdhuru”; hadirlah kalian semua. “Jami’atan” dibaca nashab menjadi “hal”. (Ibnu Hisyam w. 761 H, Audah al-Masalik, h. 4/ 76)

Dalam ilmu nahwu atau gramatikal Bahasa Arab, itu disebut dengan i’rab ighra’, penganjuran terhadap suatu kebaikan.

Bahkan dalam tahqiq kitab Audhah al-Masalik yang ditulis oleh Syeikh Yusuf as-Syeikh Muhammad al-Biqa’iy disebutkan bahwa bisa 4 model dalam membacanya:

  1. Fathah-fathah : as-Shalata Jami’atan
  2. Dhammah-dhammah : as-Shalatu Jami’atun
  3. Dhammah-fathah : as-Shalatu Jami’atan
  4. Fathah-dhammah : as-Shalata Jami’atun

Pertama, fathah-fathah atau as-shalata jami’atan. Ini sebagaimana penjelasan Ibnu Hisyam (w. 761 H) diatas.

Kedua, dhammah-dhammah atau as-shalatu jami’atun. Yaitu menggunakan susunan isnadiy, mubtada-khabar.

Ketiga, dhammad-fathah atau as-Shalatu jami’atan. As-Shalatu dibaca rafa’ dengan alamat dhammah karena menjadi mubtada’, dimana khabar-nya dibuang, kira-kira khabar-nya adalah mathlubatun. “Jami’atan” dibaca nashab dengan fathah karena menjadi “hal”. Seolah kita ucapkan [الصلاة مطلوبة حال كونها جامعة].

Keempat, fathah-dhammah atau as-shalata jam’atun. Yaitu as-shalata dibaca nashab dengan fathah karena i’rab ighra’. Sedangkan jami’atun menjadi khabar dari mubtada’ yang dikira-kirakan. Seolah kita ucapkan [احضروا الصلاة وهي جامعة]. ((Ibnu Hisyam w. 761 H, Audah al-Masalik, h. 4/ 76, ditahqiq dan dijabarkan oleh Syeikh Yusuf as-Syeikh Muhammad al-Biqa’iy).

Maka, mana yang tepat; as-shalatu atau as-shalata?” Keduanya boleh digunakan. Waallahua’lam

Bagikan via


Baca Lainnya :

Apa Batasan Makmum Mendapat Satu Rakaat pada Shalat Gerhana?
| 7 March 2016, 11:47 | 706 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 1.491 views
Mengapa Kita Harus Menghindari Makanan Haram?
Aini Aryani, Lc | 17 February 2016, 10:10 | 1.456 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 1.732 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 5.176 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 December 2016, 09:58 | 1.867 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 September 2016, 16:17 | 1.138 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 March 2016, 11:31 | 2.094 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 November 2015, 20:20 | 3.952 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 22 October 2015, 17:26 | 2.666 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc., MA | 15 October 2015, 13:54 | 3.353 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc., MA | 3 September 2015, 12:01 | 24.579 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 August 2015, 10:00 | 5.352 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 June 2015, 11:00 | 4.875 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 June 2015, 11:00 | 5.053 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 June 2015, 11:00 | 5.160 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 June 2015, 12:41 | 4.018 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 May 2015, 17:00 | 4.820 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 21:03 | 5.926 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 13:36 | 5.241 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 9 April 2015, 21:21 | 6.278 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 March 2015, 11:02 | 8.381 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 March 2015, 11:11 | 8.778 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 February 2015, 20:54 | 5.101 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 February 2015, 20:21 | 8.146 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 4 February 2015, 19:31 | 9.126 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 January 2015, 06:46 | 5.438 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 November 2014, 12:00 | 5.921 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 November 2014, 12:00 | 6.536 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 August 2014, 15:49 | 4.461 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 July 2014, 08:18 | 8.856 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 July 2014, 21:32 | 5.764 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 June 2014, 00:57 | 3.877 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 May 2014, 00:00 | 4.119 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 7 May 2014, 11:05 | 3.970 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 April 2014, 12:20 | 6.445 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 April 2014, 18:00 | 6.533 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 April 2014, 22:32 | 4.541 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 March 2014, 13:41 | 3.743 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 12 March 2014, 06:55 | 5.614 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 February 2014, 06:00 | 4.972 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 26 February 2014, 12:00 | 5.620 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 19 February 2014, 01:01 | 5.351 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 February 2014, 15:00 | 3.925 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 28 January 2014, 07:28 | 5.544 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 January 2014, 12:23 | 4.853 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 January 2014, 05:45 | 9.692 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 14:38 | 4.145 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 11:37 | 4.847 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 August 2013, 07:32 | 10.151 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 August 2013, 15:35 | 23.799 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 June 2013, 03:03 | 6.826 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 May 2013, 20:02 | 5.843 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 April 2013, 00:45 | 6.211 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 April 2013, 15:12 | 5.471 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 April 2013, 07:04 | 5.273 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 February 2013, 16:45 | 9.652 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc105 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc10 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Isnawati, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan