4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan | rumahfiqih.com

4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA Sat 30 April 2016 12:05 | 2518 views

Bagikan via

Secara bahasa yang dimaskud dengan niat dalam bahasa Arab adalah Al-Qashdu/bermaksud menuju sesuatu. Artinya setiap kali seseorang melakukan sebuah aktivitas maka bisa dipastikan setiap itu juga ada niat yang membersamainya dalam rangkan memastikan tujuan dia melakukan aktivitas tersebut. Hanya orang gila saja yang yang tidak ada niat/tujuan yang pasti dalam aktivitas hariannya. Akhirnya kata niat yang aslinya berasal dari bahasa Arab ini sudah menjadi bahasa Indonesia, dimana setiap kita sudah faham betul apa yang dimkasud dengan niat walaupun sebenarnya tidak harus dijelaskan panjang lebar seperti ini.

Namun walau demikian jelas arti dan maksud dari niat itu sendiri, patut juga kita simak penjelasan lebih lengkap dari para ulama terkait apa itu niat secara istilah, utamanya yang sering kita temukan dalam kitab-kitab fikih.

Para ulama dari madzhab Hanafi mendifisikan:

قصد الطاعة والتقرب إلى الله تعالى في إيجاب الفعل

“Niat itu adalah menuju ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah swt melalui aktivita/perbuatan yang diadakan”

Para ulama dari madzhab Maliki menjelaskan bahwa nait itu adalah:

قصد الإنسان بقلبه ما يريده بفعله

Motif/tujuan seseorang yang ada didalam hatinya terhadap aktivitas yang dia lakukan”

 

Sedangkan para ulama dari madzhb As-Syafi’I mendifinisikan bahwa:

قصد الشيء مقترنا بفعله

“Niat itu adalah motif/tujuan yang ada bersamaan dengan memulai sebuah aktivitas/perbuatan”

Dan para ulama Hanabilah juga mempunyai definisi yang hampir sama bahwa:

عزم القلب على فعل العبادة تقربا إلى الله تعالى

“Niat itu adalah kemauan yang kuat dari dalam hati dalam rangka melaksankan ibadah sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah swt”

Ada titik temu dalam difinisi diatas bahwa niat itu pada dasarnya adalah motivasi/keinginan yang akan dituju/dicapai dalam sebua aktivitas yang terbersit didalam hati. Niat ini sangat perlu utamanya dalam aktivitas yang memang murni ibadah, salah satu contonya adalah ibadah puasa. Agar puasa yang kita lakukan bernilai ibadah yang diterima disisi Allah swt, penting kiranya kita memberi perhatian lebih dalam masalah niat puasa ini, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan:

1. Membermalamkan Niat / Tabyit An-Niyyah

Diyakini oleh para ulama bahwa ketentuan untuk membermalamkan niat pada ibadah puasa wajib –ramadhan khususnya- sebagai pendapat mayoritas ulama. Hal ini disandarkan kepada petunjuk dari Rasulullah saw:

من لم يجمع الصيام قبل الفجر، فلا صيام له

“Barang siapa yang belum berniat (untuk puasa) sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya” (HR. Abu Daud)

Lebih lanjt dalam hadits lainnya Rasulullah saw bersabda:

من لم يبيت الصيام قبل طلوع الفجر فلا صيام له

“Barang siapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya” (HR. Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi)

Waktu malam yang dimaksud adalah luas sekali, semenjak terbenamnya matahari hingga sebelum subuh. Itu artinya boleh-boleh saja bagi kita  mulai meniatkan puasa puasa pada hari esoknya setelah sholat maghrib, atau setelah sholat isyak dan tarawih, atau sebelum tidur, sebagaimana sah juga mulai meniatkan untuk puasa sebagai sebuah ibadah untuk Allah swt bersamaan dengan waktu kita santap sahur.

Jika memang sudah meniatkan diri dari semenjak magrib untuk berpuasa pada hari esoknya maka para ulama menegaskan bahwa niat itu tidak akan rusak dengan aktivitas kita di malam hari dengan makan, minum, tidur, atau bahkan berhubungan suami istri, sehingga setelah melakukan semua aktivitas itu kita tidak diminta untuk memperbaharui niat lagi.

Maka dari sini perlu kiranya perhatian bersama agar niat puasa ramadhan yang akan kita lakukan harus sudah ada minimal sebelum adzan subuh berkumandang/ atau sebelum fajar tiba, karena bisa jadi fajar sudah tida namun adzan tak kunjung terdengar karena tidak ada yang adzan, mungkin karena listrik padam atau sebagian tinggal di negri yang memang sulit mendengar adzan.

Dan hal yang demikian, terkait membermalamkan niat, tidak berlaku dalam hal pusa sunnah, karenanya tidak mengapa dan sah-sah saja niat untuk berpuasa sunnah itu baru diniakan walaupun diwaktu duha, dengan catatan dari terbitnya fajar hingga waktu duha itu belum seteguk air yang diminum dan belum ada kecuil makanan yang dimakan.

Berdasarkan penjelasan dari Aisyah ra:

دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم، فقال: هل عندكم شيء؟ ، فقلنا: لا، فقال: فإني إذا صائم   

“Suatu hari Rasulullah saw datang kepadaku, lalu beliau bertanya: “Apakah ada makanan?”, lalu kami menjawab: “Tidak ada”, maka Rasululla saw berkata: “Kalau begitu saya puasa” (HR. Muslim)

2. Menentukan Niat / Ta’yin An-Niyyah

Karena puasa wajib itu banyak bentuknya, maka dalam meniatkan puasa ramadhan butuh penentuan dan pengkhususan bahwa yang kita inginkan itu adalah puasa ramadhan, bukan puasa lainnya. Sehingga dinilai tidak cukup jika ada seseorang yang hanya meniatkan puasa secara umum saja.

Ketentuan ini sama  halnya dengan ketentuan shalat lima waktu, maka niat shalat zuhur, ashar, maghrib, isyak dan subuh itu harus ditentutukan. Ketika datang waktu shalat zuhur maka hendaknya niat shalat zuhurlah yang dihadirkan didalam hati, bukan shalat secara umum, apalagi jika sesandainya meniatkan shalay ashar diwaktu zuhur, maka bisa dipastikan niatnya rusak dan tidak bisa diterima.

3. Memastikan Niat / Al-Jazmu bi An-Niyyah

Mayoritas ulama berpendapat bahwa niat itu harus pasti, tidak boleh sifatnya menggantung. Karena ragu apakah besok sudah masuk bulan ramadhan atau belum sehingga sering juga ada dari sebagian kita yang memasang niat ganda, kira-kira dia meniatkannya seperti ini: “jika saja besok sudah masuk bulan ramadhan maka saya akan berpuasa wajib ramadhan, namun jika belum maka saya akan berpuasa sunnah”, maka model niat menggantung seperti ini dinilai oleh para ulama tidak sah, tidak juga sah niat puasa wajibnya sama halnya juga niat puasa sunnah juga tidak sah.

4. Memperbaharui Niat Setiap Malam / Ta’addud An-Niyyah bi Ta’addud Al-Ayyam

Satu bulan ibadah puasa ramadhan yang diwajibkan kepada ummat Islam itu terdiri dari hari-hari; boleh jadi 29 hari atau 30 hari, dan setiap hari puasa itu dipisah oleh malam dimana kita semua bebas untuk makan/minum dan melakukan segala apa yang dilarang pada siang harinya. Kenyataan seperti ini memberikan petunjuk kepada kita bahwa hari-hari puasa ramadhan itu bukanlah satu kesatuan, dia terpisa satu dengan yang lainnya.

Boleh jadi puasa pada hari pertama sah, lalu puasa pada hari kedua batal, dan puasa pada hari ketiga sah, begitu selanjutnya hingga bulan ramdhan berakhir, batalnya satu/dua hari puasa ramadhan tidak bisa membatalkan keseluruhan hari-hari puasa ramadhan lainnya, pun begitu sebaliknya, sahnya satu/dua hari puasa ramadhan tidak bisa menjamin sahnya puasa pada sisa hari lainnya.

Dari sinilah pada akhirnya mayoritas ulama menjelaskan bahwa niat puasa ramadhan itu harus terus diperbahurui disetiap malamnya, karena puasa pada hari ketiga berbeda dengan puasa hari kedua, dan puasa hari kedua bukanlah puasa pada hari pertama, masing-masing adalah hari yang terpisah, dan masing-masing juga membutuhkan niat yang terpisah.

Wallahu A’lam Bisshawab

Bagikan via


Baca Lainnya :

Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 7.836 views
Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Formulasi Hukum: Sejarah, Urgensi, dan Sistematikanya (PART II)
Firman Arifandi, LLB | 21 April 2016, 09:11 | 660 views
Qawaid Fiqhiyyah (Islamic Legal Maxim) Sebagai Formulasi Hukum: Sejarah, Urgensi, dan Sistematikanya (PART I)
Firman Arifandi, LLB | 20 April 2016, 06:14 | 1.830 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 2.158 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc | 8 March 2016, 11:31 | 1.993 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 December 2016, 06:29 | 1.183 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 1.844 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 1.878 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 2.050 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.399 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 1.899 views
Sifat Shalat: Berdiri Bagi yang Mampu
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 July 2016, 10:28 | 1.430 views
Khutbah Idul Fitri 1437 H; Tauladan Nabi Yusuf as Untuk Hidup yang Harmonis
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 July 2016, 12:46 | 2.319 views
Tiga Kelompok Manusia di Bulan Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 June 2016, 09:15 | 2.848 views
Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 May 2016, 05:00 | 2.591 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 2.518 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 2.158 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 1.441 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 1.653 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 2.042 views
Belum Aqiqah Tidak Boleh Berqurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 September 2015, 15:11 | 4.849 views
Patungan Siswa Apakah Bisa Disebut Qurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 September 2015, 12:13 | 4.330 views
Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 August 2015, 12:06 | 4.264 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 2.417 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 5.181 views
Wasiat Harta Al-Marhum
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 August 2015, 11:34 | 2.262 views
Harus Qadha Dulu Baru Boleh Puasa Syawal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 August 2015, 12:20 | 3.023 views
Siapa Saja Yang Wajib Kita Nafkahi?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 July 2015, 12:44 | 3.131 views
Perempuan: Tarawih Di Rumah atau Di Masjid?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 June 2015, 05:00 | 4.340 views
Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 5.276 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 4.434 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 36.392 views
Tafsir Pendidikan: Bismillah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 September 2014, 10:52 | 5.186 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 3.654 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 11.184 views
Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 5.151 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 4.693 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 4.793 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 5.068 views
Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 9 February 2014, 06:00 | 8.118 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 4.403 views
Kitab Percaya Diri dan Kitab Tahu Diri
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2014, 06:00 | 4.411 views
Ijab dan Qabul
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 January 2014, 07:25 | 6.822 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 4.716 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.404 views
Huruf Waw dan Pengambilan Hukum Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 14 December 2013, 17:16 | 4.275 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 8.947 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 5.093 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 14.325 views
Hak Waris Anak Dalam Kandungan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 11 October 2013, 07:49 | 4.321 views
Mudik, Berbuka atau Tetap Berpuasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 August 2013, 08:03 | 3.755 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 4.684 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 4.085 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 4.680 views
Percobaan Akad Nikah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 May 2013, 11:15 | 4.783 views
Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 5.800 views
Imam Ahmad bin Hanbal Punya Kontrakan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 April 2013, 17:24 | 4.171 views
Habis Aqad Nikah Langsung Talak
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 March 2013, 08:42 | 4.439 views
Sholatnya Orang Mabuk
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 February 2013, 15:59 | 4.830 views
Tanda Orang Faham (Faqih) itu Pendek Khutbahnya
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 February 2013, 10:42 | 5.364 views
Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 35.599 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 4.775 views