Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat | rumahfiqih.com

Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat

Ahmad Sarwat, Lc., MA Thu 5 May 2016 17:20 | 8355 views

Bagikan via

Banyak orang salah paham dengan hadits ini, sehingga menganggap wajib dakwah walaupun ilmu yang dimilikinya hanya sebatas satu ayat saja. Padahal makna hadits ini justru terbalik seratus delapan puluh derajat.

بلغوا عني ولو آية

Sampaikan tentang Aku walaupun hanya satu ayat. (HR. Bukhari)


Secara kekuatan sanad memang hadits ini shahih dan terdapat di dalam kitab Shahih Bukhari. Sehingga tidak ada yang salah dari sisi kebenaran periwayatannya.

Hadits ini kemudian menjadi sangat populer, khususnya di kalangan penceramah, da'i, muballigh, khatib, termasuk  ustadz kondang yang 'doyan'  masuk televisi. Cuma sayangnya cara memahaminya yang justru bermasalah.

Karena di tangan mereka yang berhasrat berat untuk tampil di panggung ceramah, makna hadits ini jadi berbelok 180 derajat. Maknanya menjadi wajib berdakwah walaupun kita baru tahu satu ayat saja. Sementara ilmu-ilmu agama Islam yang begitu luas dan dalam, dianggap tidak perlu dipelajari dan tidak perlu didalami. Asalkan bisa sedikit cuap-cuap di depan mikrophone, selipkan disana-sini lawakan, ditambah yel-yel kreatif, maka dianggap sudah bisa berdakwah.

Atau asalkan sudah berjenggot lebat, celana cingkrang, baju gamis, bisa mengutip sepotong ayat atau hadits, lalu sudah merasa berhak mentahdzir para ulama yang jauh lebih luas ilmunya. Dituduhnya lah para ulama itu sebagai tukang taqlid yang harus diperangi, sementara dirinya justru jagoan taqlid nomor wahid.

Lucunya orang-orang pun juga seperti kena sihir, langsung menganggap tokoh ustadz yang ilmunya sebatas 'satu ayat' ini sebagai ulama besar yang dielu-elukan. Karena yang mereka lihat memang bukan ilmunya yang cuma satu-satunya itu. Tetapi yang dilihat adalah aksi panggung, kostum, penampilan, lawakan, atraksi sang ustadz. Dan tentunya sponsor produk yang membiayai produksi di televisi.

Adapun apa latar belakang pendidikan si ustadz  'satu ayat' itu, buat pengagum dan pendukungnya sama sekali sudah tidak penting lagi. Apakah ustadz dambaan mereka itu bisa bahasa Arab atau tidak, sama sekali tidak penting.

Apakah pernah belajar kitab kuning seperti tafsir, hadits, fiqih, ushul fiqih, maqashid syariah, qawaid fiqhiyah, juga tidak ada yang mempertanyakan. Kepada ulama mana saja ustadz 'satu ayat' itu pernah tekun menjadi murid, tidak ada yang mempertanyakan.

Pengertian 'Walaupun Satu Ayat'

Inti kekeliruan pemahaman ini adalah ketika menyangka walaupun cuma punya ilmu satu ayat, sudah wajib berdakwah, mengajar, bahkan berfatwa. Padahal yang benar tentu saja tidak demikian.

Yang benar bahwa yang boleh mengajar hanya sebatas mereka yang ilmunya sudah banyak, matang, mumpuni, dan mendapatkan pengakuan (ijazah) dari gurunya saja. Kalau belum matang ilmunya kok tiba-tiba merasa diri sudah pintar, lantas sok belagu mengajar ilmu agama, bahkan berfatwa sambil menyalah-nyalahkan orang, maka azab dan laknat yang terjadi.

Kita melihat dengan jelas ada orang jahil alias bodoh mengangkat dirinya seolah-olah ulama. Ketika dimintai fatwa, sudah pasti fatwanya tanpa ilmu. Maka kata Nabi SAW, ustadz model ini bukan cuma sesat tetapi juga menyesatkan umat.

Kepada para ulama yang memang sudah berilmu banyak itulah sabda Nabi SAW ini ditujukan, yaitu sampaikan ilmu yang sudah banyak kamu miliki, walaupun cuma seayat saja.

Ketika menyampaikan, tidak mengapa walaupun cuma satu ayat saja. Karena memang tidak mungkin semua ilmu diajarkan sekaligus secara bertubi-tubi. Belum tentu yang belajar itu paham dengan mudah, karena kesulitan dalam mencerna. Intinya, tidak mudah mengajarjakan ilmu yang banyak secara sekaligus.Jadi sampaikanlah walaupun seayat demi seayat. Begitu maksudnya.

Al-Quran Turun Berangsur-angsur

Lihatlah bagaimana Al-Quran yang Allah turunkan secara berangsur-angsur, seayat demi seayat. Tentu bukan karena Allah itu tahunya cuma seayat-seayat saja. Walaupun Al-Quran sudah turun semua dalam satu kali dari sisi Allah ke langit dunia, tetapi penurunan tahap kedua, Al-Quran turun dari langit dunia ke permukaan bumi, seayat demi seayat.

Tentu ada banyak hikmah di balik metode berangsur-angsur ini. Setidaknya Al-Quran jadi lebih mudah untuk dipahami, dihafal dan dijalankan.

Namun dari sisi kandungan hukumnya, tentu keliru besar kalau kita mengajarkan kepada orang awam hanya sebatas satu ayat. Kenapa?

Karena ternyata satu ayat dengan ayat lain saling berkait dan tidak bisa dipisahkan. Dan hukum syariat itu dibangun dari sekian banyak ayat, bukan cuma satu ayat saja.

Boleh jadi ketika kita membaca suatu ayat, kita malah kebingungan karena tidak tahu maksudnya. Ternyata penjelasannya ada di ayat yang lain, atau malah di hadits nabawi dan bukan di dalam salah satu ayat.

Atau boleh jadi ternyata ayat itu sudah tidak lagi berlaku dan dihapus hukumnya oleh Allah SWT. Seperti ayat berikut ini :

وَاللاَّتِي يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ مِن نِّسَآئِكُمْ فَاسْتَشْهِدُواْ عَلَيْهِنَّ أَرْبَعةً مِّنكُمْ فَإِن شَهِدُواْ فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّىَ يَتَوَفَّاهُنَّ الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللّهُ لَهُنَّ سَبِيلاً

Dan  para wanita yang berzina harus ada empat orang saksi diantara kamu. Kemudian apabila sudah ada saksi maka kurunglah mereka dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya. (QS. An-Nisa' : 15)

Jadi hukuman buat wanita yang selingkuh berzina adalah dikurung atau dipenjara sampai mati? Benarkah demikian?

Ternyata jawabnya sama sekali tidak. Sebab ayat ini sudah dihapus hukumnya dengan ayat yang lain, yaitu ayat kedua dari surat An-Nur.

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka cambuklah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali. (QS. An-Nur: 2)

Maka bila seseorang baru tahu satu ayat saja, kok tiba-tiba sudah main tarik kesimpulan hukum seenaknya, sudah jelas hasilnya yaitu sesat dan menyesatkan. Fatwanya memang dari ayat Al-Quran, tetapi dengan cara pemahaman yang menyimpang dan keliru.

Semoga Allah SWT melindungi kita semua umat Islam dari tokoh-tokoh yang 'ngebet' mau jadi pendakwah, muballigh dan penceramah tetapi belum punya ilmu yang mencukupi. Amin Ya Rabbal 'Alamin.

Bagikan via


Baca Lainnya :

4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 2.919 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 8.332 views
Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Formulasi Hukum: Sejarah, Urgensi, dan Sistematikanya (PART II)
Firman Arifandi, Lc., MA | 21 April 2016, 09:11 | 1.047 views
Qawaid Fiqhiyyah (Islamic Legal Maxim) Sebagai Formulasi Hukum: Sejarah, Urgensi, dan Sistematikanya (PART I)
Firman Arifandi, Lc., MA | 20 April 2016, 06:14 | 2.200 views
Antara Istihadhah dan Haidh
| 15 April 2016, 07:29 | 1.117 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.928 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 8.355 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 8.332 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.421 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.707 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.453 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.999 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 10.225 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 7.287 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 9.231 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 6.161 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.836 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.935 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.457 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.670 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 16.275 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.432 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.868 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 9.310 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.570 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 4.125 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.902 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 5.089 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 8.351 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 20.533 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 7.199 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 11.746 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.856 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.670 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.888 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.673 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.542 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.713 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 5.339 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.472 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 7.204 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 5.116 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.664 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.898 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.854 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.507 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.511 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.641 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.936 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.601 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 6.389 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan