Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih | rumahfiqih.com

Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA Fri 6 May 2016 05:00 | 2590 views

Bagikan via

Sejarawan menyebutnya dengan am al-huzn/tahun duka cita, untuk menyebut tahun dimana Khadijah ra ummu al-mukminin istri tercinta baginda Rasulullah saw wafat, dan itu terjadi persis sebelum kesedihan dihati baginda hilang, karena sebelum ini pamannya Abu Thalib juga meninggal dunia. Tak dibayangkan betapa sedihnya baginda ditinggal pergi kedua orang terkasih yang selama ini selalu hadir dikala suka maupun duka, menjadi pendukung setia pada saat sebagian besar menolak bahkan memusuhi baginda. Tahun yang dimaksud adalah tahun kesepuluh dari kenabian.

Mata boleh terus menangis, namun hati dan pikiran harus segera dikuatkan karena perjuangan masih panjang. Ditahun yang sama, Rasulullah saw kembali melanjutkan misi dakwahnya ke kota ketiga terpopuler setelah Mekkah dan Madinah, yaitu kota Thaif. Terlebih bahwa penduduk Mekkah sudah semakin merajalela sepeninggal pamannya. Dengan harapan di Thaif sana ada sambutan yang positif dari masyarakatnya, harapan itu semakin kuat terlebih karena perkampungan Bani Sa’ad, tempat dimana beliau disusukan dengan Halimah As-Sa’diyah berada tidak jauh dari kota ini.

Perjalanan ditemanai oleh bekas anak angkat beliau, yaitu Zaid bin Haritsah, sebagian menuliskan bahwa perjalanan ini ditempuh dengan berjalan kaki sejauh lebih kurang 80 km jika diukur dengan perjalanan sekarang dari Mekkah ke Thaif. Beliau berangkat dengan berpayah-payah, hanya karena suatu harapan yang beliau gantungkan di langit sana. Namun semua kita mungkin sudah mengetahui ujung dari cerita ini bahwa kesedihan itu semakin menjadi-jadi, bahkan beliau malah dilempari oleh sebagian penduduk Thaif sampai berdarah-darah.

Menurut cerita Aisyah ra nantinya, seperti dalam riwayat Imam Al-Bukhari, inilah cerita hari-hari yang sangat sulit dalam hidup beliau selain dari hari-hari pada perang uhud. Bahkan dalam riwayat itu disebutkan, saking “jengkelnya” sehingga malaikat penjaga gunungpun ikut menawarkan kepada baginda bahwa dia siap untuk mengahancurkan penduduk Thaif dengan kedua bukit/gunung yang ada di Mekkah. Tapi baginda dengan pebuh sadar menolak tawaran itu sembari mengatakan: “Aku masih berharap bahwa kelak ada diantara keturunan mereka yang menyembah Allah swt dan tidak mempesekutukannya”.

Inilah beberapa cerita perjuangan dan kesedihan hati yang dirasakan dan dialami oleh baginda Rasulullah saw beberapa waktu sebelum akhirnya Allah swt memperjalankan kekasihnya dari Mekkah ke Palestina hingga kemudian naik ke langit menjumpai Allah swt untuk mengambil syariat shalat lewat sebuah perjalanan Isra’ dan Mi’raj, yang tepat waktunya diperselihkan oleh para ulama, namun pendapat populer menyebut ini terjadi pada 27 rajab tahun kesepuluh kenabian.

Selanjutnya semua kaum muslimin sepakat bahwa peristiwa ini memang benar-benar terjadi, terlebih Al-Quran sudah memberikan penegasannya pada QS. Al-Isra’: 1, namun terkait detail kejadiannya dan segala peristiwa yang ada didalamnya inilah yang diperselihkan oleh para ulama. Apakah dua peristiwa tersebut terjadi bersamaan, apakah peristiwa itu dengan jasad dan ruh atau hanya dengan ruh saja atau hanya sebatas mimpi, apakah semua yang dilihat Rasulullah saw dalam perjalan itu benar secara riwayat, dan sederet permasalahan lainnya yang diperselisihkan, terlebih banyak riwayat-riwayat lemah atau bahkan bohong yang berseleweran membersamai kisah perjalan ini, sehingga butuh agak sedikit selektif dalam menerima beberapa riwayat yang ada.

Dalam keilmuan fikih yang terpenting dan yang paling nyata serta paling enak diambil pelajarannya dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini adalah disyariatkannya shalat lima waktu sehari semalam, agungnya syariat shalat ini bahkan Allah swt “harus” mengundang Rasulullah saw ke langit sana, disaat syariat lainnya bisa cukup diwakilkan oleh Jibril untuk disampaikan.

Sepulangnya baginda dari langit pada subuhnya, ternyata di subuh itu Rasulullah saw belum melaksanakan kewajban shalat tersebut, begitu jelas Abu Bakr Utsman bin Muhammad Syattha Ad-Dimyathy Al-Bakriy (w. 1300 H.) dalam kitab Hasyiah I’anah At-Tahlibin, jilid 1, hal. 37. Ternyata dari langit sana belum ada penjelasan teknis shalat yang diwajibkan itu seperti apa. Barulah di Zuhurnya Rasulullah saw mulai melaksanakan kewajiban shalat yang sudah disyariatkan tersebut, begitu lanjut pengarang dalam kitab dan halaman yang sama.

Lebih lanjut, Imam An-Nawawi menuliskan pada bab mawaqit as-shalah/waktu-waktu shalat dalam kitabnya Al-Majmu’, jilid 3, hal. 18, menukil sebuah hadits yang cukup panjang riwayat Imam Abu Daud, Tirmidzi, dan pengarang kitab Sunan lainnya, juga riwayat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dan beliau (Al-Hakim) meyakini ini adalah hadits yang shahih, walaupun menurut Tirmidzi ini haditsnya hasan, dari sahabat Ibnu Abbas ra.

Isyarat dari hadits ini bahwa keesokan harinya setelah Rasulullah saw diperjalankan hingga ke langit sana, dan subuhnya pulang kembali ke rumahnya, lalu malaikat Jibril datang kepada baginda untuk mengajarkan tatacara shalat dan waktu-waktunya tepat pada waktu zuhur bukan subuh, pengajaran ini berlangsung dua hari hingga esoknya lagi. Dari sinilah para ulama fikih akhirnya mempatenkan perihal waktu-waktu shalat didalam kitab-kitabnya, mengingat pentingnya pengetahuan ini demi sahnya aktivitas shalat kita, sekaligus menjaga nilai sejarah dibalik pensyariatan shalat yang dulunya Rasulullah saw terima untuk kita semua.   

عَنْ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " قَالَ أَمَّنِي جِبْرِيلُ عِنْدَ الْبَيْتِ مَرَّتَيْنِ فَصَلَّى الظُّهْرَ فِي الْمَرَّةِ الْأُولَى حين كان الفئ مِثْلَ الشِّرَاكِ

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jibril mengimamiku di Ka’bah dua kali, Jibril shalat zuhur (bersama saya) pada hari pertama tepat pada saat matahari sudah tergelincir. (makna teks).  

 ثُمَّ صَلَّى الْعَصْرَ حِينَ كَانَ كل شئ مِثْلَ ظِلَّيْهِ

Lalu shalat ashar dikerjakan pada saat bayangan suatu benda dua kali lipat dari bendanya.

 ثُمَّ صَلَّى الْمَغْرِبَ حِينَ وَجَبَتْ الشَّمْسُ وَأَفْطَرَ الصَّائِمُ

Kemudian shalat magrib dikerjakan pada saat matahri terbenam saat dimana orang-orang berpuasa berbuka.

 ثُمَّ صَلَّى الْعِشَاءَ حِينَ غَابَ الشَّفَقُ

Kemudian shalat isyak dikerjakan pada saat mega merah (syafaq) hilang darilangit.

 ثُمَّ صَلَّى الْفَجْرَ حِينَ بَرَقَ الْفَجْرُ وَحَرُمَ الطَّعَامُ عَلَى الصَّائِم

Lalu subuh dikerjakan pada saat munculnya fajar pada waktu dimana orang-orang berpuasa dilarang untuk makan.

Kemudian pada hari kedua Jibril datang lagi untuk mengajak Rasulullah saw shalat, Jibril tetap menjadi Imam, jika pada hari pertama Jibril datang mengajak shalat pada awal waktu, kali Jibril datang di akhir waktu:

 وَصَلَّى الْمَرَّةَ الثانية الظهر حين كان ظل كل شئ مِثْلَهُ لِوَقْتِ الْعَصْرِ بِالْأَمْسِ

Dan shalat zuhur pada hari kedua dikerjakan pada saat bayangan suatu benda seperti bendanya.

 ثُمَّ صَلَّى الْعَصْرَ حين كان ظل كل شئ مِثْلَيْهِ

Kemudian shalat ashar ketika bayangan suatu benda dua kali lipat dari bendanya.

 ثُمَّ صَلَّى الْمَغْرِبَ لِوَقْتِهِ الْأَوَّلِ

Kemudian shalat magrib dikerjakan persis pada waktu hari pertama.

 ثُمَّ صَلَّى الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ حِينَ ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْل

Kemudian shalat isyak dikerjakan ketika sepertiga malam pertama sudah berlalu.

ِ ثُمَّ صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ أَسْفَرَتْ الْأَرْضُ

Lalu shalat subuh dikerjakan pada saat bumi sudah terang.

Setelah menjelaskan ini semua, terakhir Jibril menoleh kepada Rasulullah saw lalu berpesan:

 ثُمَّ الْتَفَتَ إلَيَّ جِبْرِيلُ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ هَذَا وَقْتُ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلَكَ وَالْوَقْتُ فِيمَا بَيْنَ هَذَيْنِ الْوَقْتَيْنِ

“Wahai, Muhammad, inilah waktu (shalat) para nabi sebelum kamu, dan waktu shalat tersebut adalah diantara dua waktu ini (awal dan akhir)”

Setelah menuliskan satu hadits ini, lalu kemudian Imam An-Nawawi butuh berlembar-lembar berikutnya hanya untuk menuntaskan perihal waktu-waktu shalat, tentunya dengan tambahan riwayat-riwayat lainnya, dianalisis secara mendalam dan diperdebatkan, sehingga bagi yang ingin serius belajar fikih bagus sekali pembacaannya diselesaikan di kitab ini.

Namun demi meringkas tulisan ini, penulis hanya ingin menyimpulkan ulang terkait waktu-waktu shalat, awal dan akhirnya, sebagai manfaat yang sangat jelas dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj:

1. Shalat zuhur, dimulai matahari berada diatas kepala namun sudah sedikit condong ke arah barat, dan berakhir ketika banyang suatu benda sama dengan bendanya.

2. Shalat ashar dimulai tepat ketika waktu zuhur sudah habis, yaitu ketika bayangan suatu benda sama dengan bendanya, dan berakhir ketika matahari tenggelam.

3. Shakat maghrib dimulai pada saat terbenamnya matahari dan berakhir hingga hilangnya syafaq (mega merah) di langit bekas matahari tenggelam.

4. Shalat isyak dimulai tatkala waktu magrib sudah habis yaitu pada waktu syafaq (mega merah) hilang di langit, dan berakhir hingga terbit fajar sidik.

5. Shalat shubuh dimulai sejak terbitnya fajar sidik hingga terbitnya matahari.  

Sedangkan terkait tatacara/teknis pelaksanaan shalat, maka pertama-tama Rasulullah saw mengungkap secara umum bahwa:

وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana aku shalat” (HR. Bukhari)

Rekaman bentuk shalat Rasulullah saw inilah yang akhirnya dikumpulkan oleh para ulama dalam ragam periwayatan yang jumlah mencapai ratusan bahkan ribuan. Susah bagi kita yang awam ini untuk menganalisa semua hadits-hadits tersebut dalam rangka menemukan/menyimpulkan bagaimana shalatnya Rasulullah saw. Para ulama fikih yang memang sangat pakar dalam menganalisa dalil akhirnya turun tangan, kerja keras mereka memperoleh hasil yang sangat memuaskan khususnya bagi kemudahan orang-orang yang datang setelah mereka, akhirnya sifat shalat itu sudah lengkap tertulis dalam semua kitab fikih, dengan beberapa perbedaaan yang memang tidak bisa dihindarkan.

Mulai dari niat dan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, rukuk/sujud, duduk antara dua sujud, duduk tahiyyat, salam, dan segala dzikir yang ada pada setiap gerakan dalam shalat banyak sekali ragam periwayatannya tentu semuanya, insya Allah, bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, sehingga wajar jika perbedaan itu hadir. Tatacara shalat ini sebenarnya sudah “selesai” dibahas oleh para ulama ahlussunnah wal jamaah, meninjau kembali perkara ini hanya sebatas tabarrukan dalam mengasah kemampuan akademik, karena apa yang kita simpulkan sekarang tidak lebih utama dari apa yang sudah disimpulkan oleh para ulama salaf kita terdahulu.

Selagi ada sandarannnya, maka mari hidupkan sikap saling menghormati antar sesama, berharap jangan lagi ada permusuhan antar sesama muslim misalnya hanya karena yang satu menggerak jari-jarinya ketika isyarat tahiyyat, lalu yang satu tidak menggerakkannya. Atau karena ketika membaca Al-Fatihah imam yang satu melirihkan bacaan basmalanya sedang yang satu mengeraskannya. Atau karena di masjid yang satu jumlah rakaat tawehnya/witirnya 11 rakaat dan di masjid yang lainnya 23 rakaat.     

Akhirnya segala kegundahan hati itu hanya bisa diobati dengan mendekatkan diri kepada Allah swt lewat ibadah shalat khusunya, pun dalam rangkan memperbaharui semangat jiwa agar tetap semangat dalam berjuang resepnya ada di shalat. Maka Allah swt jauh hari sudah mengingatkan kita semua:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”. (QS. Al-Baqarah: 45)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah: 153)

Demikian sebagian ulama menjelaskan faidah dari melaksnakan shalat, selain faidah-faidah lain tentunya, dan terlepas dari itu semua semenjak ibadah shalat ini disyariatkan itu artinya setiap kita yang mukallaf, suka atau tidak suka, tetap diminta bahkan diwajibkan untuk melaksanakan shalat lima waktu.

Wallahu A’lam Bisshawab

Bagikan via


Baca Lainnya :

Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 7.740 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 2.518 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 7.836 views
Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Formulasi Hukum: Sejarah, Urgensi, dan Sistematikanya (PART II)
Firman Arifandi, LLB | 21 April 2016, 09:11 | 660 views
Qawaid Fiqhiyyah (Islamic Legal Maxim) Sebagai Formulasi Hukum: Sejarah, Urgensi, dan Sistematikanya (PART I)
Firman Arifandi, LLB | 20 April 2016, 06:14 | 1.830 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 December 2016, 06:29 | 1.183 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 1.844 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 1.878 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 2.050 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.399 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 1.899 views
Sifat Shalat: Berdiri Bagi yang Mampu
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 July 2016, 10:28 | 1.430 views
Khutbah Idul Fitri 1437 H; Tauladan Nabi Yusuf as Untuk Hidup yang Harmonis
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 July 2016, 12:46 | 2.319 views
Tiga Kelompok Manusia di Bulan Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 June 2016, 09:15 | 2.848 views
Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 May 2016, 05:00 | 2.590 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 2.518 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 2.158 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 1.441 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 1.653 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 2.042 views
Belum Aqiqah Tidak Boleh Berqurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 September 2015, 15:11 | 4.849 views
Patungan Siswa Apakah Bisa Disebut Qurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 September 2015, 12:13 | 4.330 views
Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 August 2015, 12:06 | 4.264 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 2.417 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 5.181 views
Wasiat Harta Al-Marhum
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 August 2015, 11:34 | 2.262 views
Harus Qadha Dulu Baru Boleh Puasa Syawal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 August 2015, 12:20 | 3.023 views
Siapa Saja Yang Wajib Kita Nafkahi?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 July 2015, 12:44 | 3.131 views
Perempuan: Tarawih Di Rumah atau Di Masjid?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 June 2015, 05:00 | 4.339 views
Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 5.276 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 4.434 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 36.392 views
Tafsir Pendidikan: Bismillah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 September 2014, 10:52 | 5.186 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 3.654 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 11.184 views
Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 5.151 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 4.693 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 4.793 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 5.068 views
Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 9 February 2014, 06:00 | 8.118 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 4.403 views
Kitab Percaya Diri dan Kitab Tahu Diri
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2014, 06:00 | 4.411 views
Ijab dan Qabul
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 January 2014, 07:25 | 6.822 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 4.716 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.404 views
Huruf Waw dan Pengambilan Hukum Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 14 December 2013, 17:16 | 4.275 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 8.947 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 5.093 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 14.325 views
Hak Waris Anak Dalam Kandungan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 11 October 2013, 07:49 | 4.321 views
Mudik, Berbuka atau Tetap Berpuasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 August 2013, 08:03 | 3.755 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 4.684 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 4.085 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 4.680 views
Percobaan Akad Nikah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 May 2013, 11:15 | 4.783 views
Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 5.800 views
Imam Ahmad bin Hanbal Punya Kontrakan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 April 2013, 17:24 | 4.171 views
Habis Aqad Nikah Langsung Talak
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 March 2013, 08:42 | 4.439 views
Sholatnya Orang Mabuk
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 February 2013, 15:59 | 4.830 views
Tanda Orang Faham (Faqih) itu Pendek Khutbahnya
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 February 2013, 10:42 | 5.364 views
Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 35.599 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 4.775 views