Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban | rumahfiqih.com

Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban

Hanif Luthfi, Lc Sun 18 September 2016 16:17 | 938 views

Bagikan via

Hajar Dulu Baru Konfirmasi

Saya masih ingat betul, ketika ada teman satu kelas dahulu bertanya kepada dosen aqidah; “Ma hukmu as-shalawat al-munjiyat, ya Syeikh?”, Apa hukum dari shalawat munjiyat, wahai Syeikh?.

“Syirik”.

Sebuah jawaban yang singkat, padat, jelas dan tanpa pikir panjang. Tentu jika penanyanya orang awam, hanya akan manggut-manggut saja mengiyakan. Bagaimana tidak, penjawabnya seorang Syeikh Arab yang bahasa Indonesia saja tak bisa, sekaligus seorang dosen akidah.

Redaksi Shalawat Munjiyat

Hanya saja, teman saya ini menanyakan lebih lanjut. “Bukankah tawassul kapada Allah dalam berdoa dengan amal shalih itu sesuatu yang disyariatkan?”

“Maksudnya” Selidik Syeikh tadi.

“Dalam shalawat munjiyat, kita tawassul bukan dengan dzat Nabi tapi dengan shalawat kepada Nabi. Dan shalawat kepada Nabi itu termasuk amal shalih”. Terang teman saya.

kaifa nasshuhu?, bagaimana redaksi shalawatnya?” Tanya dosen kami.

“Redaksinya seperti ini, Syeikh!”

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، صلاة تنجينا بها من جميع الأهوال والآفات، وتقضي لنا بها جميع الحاجات، وتطهرنا بها من جميع السيئات، وترفعنا بها عندك أعلى الدرجات، وتبلغنا بها أقصى الغايات، من جميع الخيرات في الحياة وبعد الممات، برحمتك يا أرحم الراحمين.

Arti mudahnya, ya Allah! shalawat dan salam tercurah semoga kepada Nabi Muhammad. Sehingga dengan shalawat itu, Engkau selamatkan kami dari segala mara bahaya, dst.

Nah, ternyata belum tahu redaksi shalawatnya sudah menghukuminya dengan “syirik”.

Tawassul dengan Amal Shalih itu Disyariatkan

Menjadi hal yang disepakati para ulama, bahwa salah satu bentuk tawassul dalam do’a yang boleh adalah tawassul  dengan amal shalih. Sebagaimana dahulu cerita 3 orang yang tertutup batu besar ketika sedang berada di goa. (Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), Qaidah Jalilah fi at-Tawassul wa al-Wasilah, h. 305).

Tentu shalawat adalah termasuk salah satu amal shalih, bahkan bukankah doa itu terhalang sebelum dibacakan shalawat?

Dari Syirik ke Bid’ah

idzan, bid’atun”, kalo begitu bid'ah hukumnya.

Ketika mengetahui jawaban teman saya tadi, seketika Syeikh kami mengganti hukumnya menjadi bid’ah.

Alasannya karena model shalawat itu tak diajarkan oleh Nabi Muhammad shallaallah alaihi wasallam.

Membatasi Sesuatu Tanpa Ada Dalil

Hanya saja, benarkah hanya satu redaksi shalawat yang diajarkan Nabi?

Memang benar dahulu Nabi pernah ditanya bagaimana bershalawat kepada Beliau. Haditsnya sebagai berikut:

عن الحكم، قال: سمعت ابن أبي ليلى، قال: لقيني كعب بن عجرة، فقال: ألا أهدي لك هدية خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلنا: قد عرفنا كيف نسلم عليك فكيف نصلي عليك؟ قال: «قولوا اللهم صل على محمد، وعلى آل محمد، كما صليت على آل إبراهيم، إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد، كما باركت على آل إبراهيم، إنك حميد مجيد» متفق عليه

“Suatu ketika Nabi keluar kepada kami, lalu kami bertanya, “Kita sudah tahu bagaimana salam kepada Engkau, wahai Nabi. Lantas bagaimanakah kita bershalawat kepada Engkau?.

Jawab Nabi, “Allahumma shalli ala Muhammad, wa ala ali Muhammad, kama shallaita ala ali Ibrahim innaka hamidun majid. Allahumma barik ala Muhammad wa ala ali Muhammad, kama barakta ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid”. (Muttafaq alaih)

Justru pertanyaannya dibalik, adakah dalil yang membatasi shalawat hanya dengan redaksi itu? Apakah salah dan menyelisihi Nabi jika shalawat tidak dengan redaksi itu?

Nabi Diam Sampai Shahabat Lain Berharap Pertanyaan itu Tak Terlontar

Ternyata para ulama tak ada satupun yang membatasi shalawat hanya dengan redaksi yang diajarkan oleh Nabi. Buktinya, hampir semua kitab turots atau klasik yang kita baca, redaksi shalawatnya sangat beragam.

Bahkan dalam riwayat lain yang shahih juga disebutkan bahwa, ketika Nabi mendapat pertanyaan itu, Nabi diam saja. Sampai para shahabat lain berharap, pertanyaan itu tak terlontar dan ditanyakan kepada Nabi. Disebutkan dalam Shahih Muslim:

عن أبي مسعود الأنصاري، قال: أتانا رسول الله صلى الله عليه وسلم ونحن في مجلس سعد بن عبادة، فقال له بشير بن سعد: أمرنا الله تعالى أن نصلي عليك يا رسول الله، فكيف نصلي عليك؟ قال: فسكت رسول الله صلى الله عليه وسلم، حتى تمنينا أنه لم يسأله ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «قولوا اللهم صل على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين، إنك حميد مجيد، والسلام كما قد علمتم» صحيح مسلم (1/ 305) سنن أبي داود (1/ 258) سنن الترمذي ت شاكر (5/ 359)

"Bisyir bin Said bertanya kepada Nabi, “Allah memerintahkan kita bershalawat kepada Engkau. Bagaimana kita bershalawat kepada Engkau, ya Rasulallah?”

Nabi diam saja. Sampai kita berharap Bisyir bin Said tak menanyakan hal itu. Sehingga Rasulullah bersabda: Ucapkanlah; allahumma shalli ala Muhammad... al-hadits.” (HR. Muslim, HR. Abu Daud, HR. At-Tirmidzi).

Tentu banyak tafsiran kenapa Nabi diam saja saat ditanya, dan para shahabat berharap pertanyaan itu tak jadi terlontarkan. Salah satunya adalah shalawat itu luas redaksinya, tak harus ditanyakan dan mengikuti satu redaksi saja.

Maka, memahami suatu persoalan itu sangat penting sebelum menjawab hukumnya. Banyak orang salah jawab karena salah memahami soal atau pemasalahan.

Banyak kasus bid'ah menjadi perdebatan sengit bukan dalam kaitan dalil ataupun hukumnya. Tetapi lebih kepada perbedaan pemahaman (ta'rif dan takyif syar'i) terhadap sesuatu hal yang baru itu; apakah masuk dalam dalil umum agama sehingga boleh hukumnya atau sudah keluar dari koridor agama sehingga haram.

Termasuk perdebatan siapakah pihak yang paling berhak dan mendapat legitimasi dari Allah subhanahu wa ta'ala memegang serta memberi "stempel" bid'ah yang haram terhadap suatu hal yang baru. Waallahu a'lam bisshawab.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 1.740 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 1.746 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 1.914 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.284 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 1.766 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc | 1 December 2016, 09:58 | 1.538 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc | 18 September 2016, 16:17 | 938 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc | 8 March 2016, 11:31 | 1.834 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc | 8 November 2015, 20:20 | 3.742 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc | 22 October 2015, 17:26 | 2.406 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc | 15 October 2015, 13:54 | 3.117 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc | 3 September 2015, 12:01 | 24.257 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc | 14 August 2015, 10:00 | 5.189 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 25 June 2015, 11:00 | 4.713 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 24 June 2015, 11:00 | 4.897 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc | 23 June 2015, 11:00 | 4.990 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc | 2 June 2015, 12:41 | 3.768 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc | 13 May 2015, 17:00 | 4.663 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 21:03 | 5.739 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 13:36 | 5.027 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc | 9 April 2015, 21:21 | 6.068 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc | 27 March 2015, 11:02 | 8.224 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc | 13 March 2015, 11:11 | 8.532 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc | 6 February 2015, 20:54 | 4.893 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc | 5 February 2015, 20:21 | 7.939 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc | 4 February 2015, 19:31 | 8.884 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc | 14 January 2015, 06:46 | 5.275 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 30 November 2014, 12:00 | 5.770 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc | 29 November 2014, 12:00 | 6.388 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc | 27 August 2014, 15:49 | 4.276 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc | 17 July 2014, 08:18 | 8.699 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc | 6 July 2014, 21:32 | 5.619 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc | 29 June 2014, 00:57 | 3.726 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc | 10 May 2014, 00:00 | 3.978 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc | 7 May 2014, 11:05 | 3.831 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc | 30 April 2014, 12:20 | 6.265 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc | 5 April 2014, 18:00 | 6.300 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 2 April 2014, 22:32 | 4.362 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 24 March 2014, 13:41 | 3.531 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc | 12 March 2014, 06:55 | 5.469 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 27 February 2014, 06:00 | 4.829 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc | 26 February 2014, 12:00 | 5.463 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 19 February 2014, 01:01 | 5.197 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc | 18 February 2014, 15:00 | 3.792 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc | 28 January 2014, 07:28 | 5.388 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc | 25 January 2014, 12:23 | 4.704 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc | 23 January 2014, 05:45 | 9.461 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 14:38 | 3.994 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 11:37 | 4.670 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc | 17 August 2013, 07:32 | 9.922 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc | 10 August 2013, 15:35 | 23.556 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc | 21 June 2013, 03:03 | 6.650 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc | 18 May 2013, 20:02 | 5.676 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc | 24 April 2013, 00:45 | 6.054 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 17 April 2013, 15:12 | 5.307 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 1 April 2013, 07:04 | 5.071 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc | 14 February 2013, 16:45 | 9.407 views