Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan | rumahfiqih.com

Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan

Ahmad Sarwat, Lc., MA Fri 18 November 2016 10:05 | 1926 views

Bagikan via

Meskipun ikatan pernikahan disebut sebagai ikatan yang amat kuat, namun biar bagaimana pun ikatan itu ada batasnya. Terkadang ikatan itu terlepas dan terurai, baik karena kehendak masing-masing pihak dari suami atau istri, atau pun karena sebab di luar kehendak mereka.

Di antara penyebab terurainya ikatan pernikahan antara suami dan istri adalah :

A. Kematian

Kematian adalah penyebab utama dan pasti akan mengakhir semua pernikahan di muka bumi ini. Kita sering mendengar ungkapan bahwa : semoga pernikahan ini abadi hingga kematian memisahkan.

Kematian itu membuat seorang wanita secara otomatis menjadi janda dan seorang suami menjadi duda. Ikatan pernikahan di antara mereka menjadi terputus dengan sendirinya, oleh sebab kematian yang memisahkan.

1. Suami Wafat

Bagi seorang istri yang ditinggal mati suaminya, meksi ikatan pernikahannya sudah berakhir, namun masih ada beberapa ikatan hukum bawaan, antara lain :

a. Masa Iddah

Masih ada keharusan menjalani masa iddah. Masa iddahnya berlangsung hingga 4 bulan 10 hari, bila istri tidak sedang hamil. Dan bila sedang hamil, maka masa iddahnya hingga anaknya lahir.

b. Hak Waris

Hak waris dari harta suaminya yang wafat, yaitu sebesar 1/8 bagian bila suaminya punya anak yang menerima waris, atau 1/4 bila suaminya tidak punya anak yang menerima waris.

c. Hak Mahar Yang Belum Terbayar

Bila suami belum melunasi hutang maharnya kepada istri, tentu saja istri berhak untuk menerima pembayaran mahar itu dari harta suaminya, di luar harta warisan.

2. Istri Wafat

Namun istri yang wafat, suami tidak perlu menjalani masa iddah, karena tidak ada iddah bagi laki-laki. Bila istri wafat, maka dari sebagian harta milik istri ada hak waris bagi suami, yaitu 1/4 bagian bila istri punya anak yang menerima waris, atau 1/2 bagian bila istri tidak punya anak yang menerima waris.

Sedangkan bila suami masih punya hutang mahar kepada istrinya, maka hutang itu wajib dibayarkan kepada ahli waris dari istrinya, yaitu dirinya sendiri, anak-anaknya dan ahli waris lain yang memang ada.

3. Kasus Suami atau Istri Hilang

Ketika suami dinyatakan hilang oleh karena satu hal, maka para ulama berbeda pendapat apakah secara hukum syariah otomatis terjadi perceraian, ataukah harus ada kepastian tentang kematiannya secara hukum.

Mazhab Al-Hanafiyah dan As-Syafi’iyah menyebutkan bahwa istri yang suaminya menghilang tetap menjadi istri, hingga didapat kepastian atas kematian sang suami. Selain itu juga bila sudah melewati masa yang panjang dimana secara ukuran logika manusia tidak mungkin seseorang mencapai usia tersebut. Sedangkan mazhab Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah merinci dan membedakan detail tiap kasusnya.

B. Talak

Penyebab kedua terurainya ikatan pernikahan adalah talak, yaitu pemutusan ikatan yang datang dari pihak suami kepada istrinya.

1. Hakikat Talak

Talak pada hakikatnya adalah ikrar berupa pemutusan hubungan suami istri atas sebuah pernikahan yang sah sebelumnya. Maka bila pasangan itu bukan suami istri, tidak ada istilah talak.

Pasangan suami istri yang dipisahkan dengan talak memang resmi pisah, namun biar bagaimana pun status keduanya masih menyisakan beberapa hal penting, di antaranya :

a. Masa Iddah

Adanya masa iddah bagi istri yang ditalak, minimal selama 3 kali masa suci dari haidh.  Dan selama masa iddah berlangsung, status istri itu masih 100% istri yang sah. Oleh karena itu selama masa iddah, suami masih wajib memberi nafkah berupa makanan, pakaian dan juga tempat tinggal.

Bahkan secara hukum, istri yang ditalak oleh suaminya masih wajib tinggal bersama dengan suami yang mentalaknya itu, dan diharamkan keluar rumah.

Istri yang masih berada daalm masa iddah pun diharamkan berhias, serta menerima lamaran dari laki-laki lin, hingga tuntas masa iddahnya.

b. Selain Talak Tiga : Boleh Rujuk atau Nikah Ulang

Bila talak yang dijatuhkan suami baru pertama kalinya, atau baru untuk yang kedua kalinya, maka kesempatan mereka bersatu kembali masih terbuka lebar.

Ada dua cara untuk kembali, yaitu lewat rujuk dan lewat nikah ulang :

Rujuk : bersatu kembali lewat rujuk cukup dengan ucapan suami merujuk istrinya. Syaratnya asalkan rujuk dilakukan suami selama masa iddah.

Nikah Ulang : bila suami selama masa iddah istri tidak melakukan rujuk, lantas masa iddah itu habis terlewat, pasangan itu tetap saja masih bisa bersatu kembali, yaitu lewat nikah ulang.

Namun bila talak yang dilakukannya sudah untuk yang ketiga kalinya, maka tidak ada lagi kesempatan untuk rujuk atau nikah ulang.

2. Teknis

Untuk dapat menjatuhkan talak, pihak suami tidak membutuhkan kehadiran wali, para saksi, dan juga tidak membutuhkan jawaban persetujuan sebagaimana dalam ijab kabul akad nikah. Suami cukup mengucapkan lafadz talak, seperti mengatakan,"Mulai saat ini istri saja yang bernama fulanah saya talak". Cukup lafadz seperti itu diucapkan kepada istrinya, maka jatuhlah talak itu. Bahkan meski pun istrinya tidak hadir saat itu dan hanya mendengar kabarnya saja.

3. Talak Bersifat Sepihak

Talak bersifat sepihak, sehingga tetap bisa jatuh meski pun tanpa persetujuan istri.

Dan oleh karena itu yang bisa melakukan talak hanya pihak suami, sedangkan pihak istri tidak bisa melakukan talak. Seandainya istri mengucapkan talak

Pembahasan lebih dalam tentang talak ini insya Allah akan kita lakukan pada bab-bab berikutnya dari bagian ini.

C. Fasakh

Penyebab ketiga terurainya tali ikatan pernikahan adalah fasakh. Istilah fasakh ini agak jarang kita dengar di lidah orang Indonesia, barangkali karena kasusnya pun jarang terjadi.

1. Hakikat Fasakh

 Fasakh adalah pembatalan pernikahan yang sudah terlanjur terjadi, dengan status hukum seolah-olah perikahan itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Dan fasakh ini berbeda dengan talak yang sifatnya menyudahi hubungan pernikahan yang sudah berjalan.

Maka kalau pasca talak masih ada konsekuensi hukum seperti adanya iddah bagi istri dan lainnya, pada kasus fasakh tidak ada konsekuensi hukum apapun di belakangnya. Maka fasakh tidak mengenal masa iddah buat istri, juga tidak ada istilah fasakh satu, fasakh dua atau fasakh tiga.

Pasangan yang pernah dipisahkan karena kasus fasakh, kalau masih memungkinkan dan tidak ada penghalang, boleh saja menikah kembali.

2. Fasakh Butuh Penyebab

Satu hal yang membedakan fasakh dengan talak adalah bahwa fasakh tidak sah dilakukan kalau tidak ada penyebabnya. Sedangkan dalam talak, secara hukum suami bisa dan sah menjatuhkan talak kepada istrinya dengan atau tanpa sebab yang mengharuskan.

Di antara penyebab yang membuat fasakh sah dilakukan adalah tidak sekufunya pasangan suami istri, atau terdapatnya aib baik pada suami atau istri, atau bisa juga karena kurangnya mahar atau nafkah dari suami. Dalam kasus salah satu pasangan masuk Islam dan yang lain tidak, maka fasakh nikah bisa dilakukan.

Demikian juga bila pasangan pengantin di bawah umur dinikahkan, lalu ketika mereka baligh mendapatkan khiyar bulugh. Artinya mereka boleh memilih untuk melakukan fasakh atas penikahan mereka, atau meneruskannya. Dan masih banyak lagi penyebab fasakh, insya Allah akan kita bahas lebih lanjut pada babnya nanti.

a. Ketidak-sesuaian Kafaah

Ketidak-sesuaian kafaah antara suami dan istri bisa menjadi sebab terurainya ikatan pernikahan. Orang bilang bahwa suami dan istri tidak se-kufu.

Contoh yang paling mudah adalah apa yang terjadi antara Zaid bin Haritsah yang berasal dari keluarga budak, yang menikah dengan Zainab, seorang wanita mulia dan syariah dari kalangan keluarga pembesar Quriasy. Perbedaan kelas di antara mereka berdua nyaris tidak bisa dihindarkan. Dan sejarah menyebutkan bahwa keduanya dipisahkan. Zainab kemudian dinikahi oleh Rasulullah SAW.

b. Tahrim Karena Penyusuan

Apabila atas suami pembuktian yang sah didapat kepastian bahwa suami istri ternyata pasangan yang mahram, maka secara hukum otomatis keduanya tidak mungkin melanjutkan pernikahan.

Dan umumnya kekeliruan semacam ini terjadi bukan karena mahram secara nasab, melainkan mahram secara penyusuan (radha’ah).

Maka ikatan pernikahan yang terlanjur berjalan secara hukum harus dibatalkan dalam arti dianggap tidak pernah terjadi. Dan oleh karena itu statusnya bukan talak melainkan fasakh.

c. Aib Dalam Khiyar

Fasakh juga mungkin terjadi disebabkan aib yang secara sengaja ditutupi dan kemudian terbuka. Prosesnya tentu harus melewati beberapa syarat terlebih dahulu.

  • Semua syarat dan rukun nikah sudah ditunaikan.
  • Jenis aibnya termasuk aib yang lazim bisa dijadikan dasar fasakh, sebagaimana nanti akan dijelaskan secara tersendiri dalam bab fasakh.
  • Adanya ketidaktahuan atas adanya aib sejak sebelumnya. Dan biasanya hal itu terjadi lantaran ada kesengajaan untuk ditutup-tutupi.
  • Tidak ridha dengan aib itu

Bagikan via


Baca Lainnya :

Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 September 2016, 16:17 | 1.475 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 2.238 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 2.242 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 2.546 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.751 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.926 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 8.352 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 8.330 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.414 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.705 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.450 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.997 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 10.223 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 7.284 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 9.227 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 6.159 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.834 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.933 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.455 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.669 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 16.267 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.430 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.867 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 9.309 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.568 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 4.121 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.902 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 5.082 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 8.349 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 20.528 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 7.197 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 11.743 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.855 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.670 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.886 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.672 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.538 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.709 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 5.337 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.467 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 7.203 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 5.110 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.660 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.895 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.853 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.506 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.510 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.638 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.934 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.599 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 6.388 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan