Kuis Bidah | rumahfiqih.com

Kuis Bidah

Hanif Luthfi, Lc Thu 1 December 2016 09:58 | 1538 views

Bagikan via

Pilihlah satu jawaban yang benar menurut al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman SALAFUSSHALIH!

:: Soal tasbih: Apakah? ::

A. Bid’ah
B. Tidak bid’ah
C. Bisa jadi bid’ah
D. Masak sih bid’ah!

Menggunakan tasbih untuk menghitung bilangan dzikir?

Ayo, dijawab dengan benar sesuai pemahaman salaf. Boleh bertanya kepada Mbah Google. Sudah ketemu jawabannya?

Jawab: Apakah jawaban anda A? Jika iya, selamat! Anda berarti sependapat dengan Syeikh Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H). Beliau memang dengan tegas menyebut bahwa penggunaan tasbih untuk dzikir itu bid’ah. Beliau menyebut:

أن السبحة بدعة لم تكن في عهد النبي صلى الله عليه وسلم. (سلسلة الأحاديث الضعيفة 
والموضوعة وأثرها السيئ في الأمة، الألباني، (1/ 185)

Penggunaan tabih itu bid’ah, karena tak ada di zaman Nabi. (al-Albani, Silsilat al-Ahadits ad-Dhaifah, h. 1/ 185).

So, jawaban yang benar menurut al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman SALAFUSSHALIH untuk pertanyaan ini apakah “A”?

Eitss, nanti dulu. Itu bukan menurut al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman SALAFUSSHAHIH. Itu pendapat Syeikh Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H).

“Oh, tidak bisa. Sekali bid’ah ya bid’ah. Sudah jelas dalilnya. Semua bid’ah adalah sesat. Semua harus mengikuti dalil. Amalan itu harus ada dalilnya. Jika saja itu baik, pasti Nabi dan Salafusshalih sudah lebih dahulu mengamalkannya.”

Wah, apakah dalam hati Anda berkata seperti itu? Jika iya, sepertinya ada baiknya Anda menambah referensi tempat ngaji dan sesekali mengganti channel TV Islami Anda.

Itu tak lebih hanya jargon marketing, yel-yel MLM. Sebagaimana jual jamu yang katanya, “bisa menyembuhkan segala macam penyakit, dari ramuan asli nenek moyang.” Semua hukum kok dalilnya “tidak ada dalilnya”.

Perlu diketahui, menurut Syeikh Utsaimin (w. 1421 H) penggunaan tasbih untuk berdzikir itu boleh lho. Beliau menyebutkan:

فإن التسبيح بالمسبحة لا يعد بدعة في الدين؛ لأن المراد بالبدعة المنهي عنها هي البدع في الدين، والتسبيح بالمسبحة إنما هو وسيلة لضبط العدد. مجموع فتاوى ورسائل العثيمين (13/ 241)

“Membaca tasbih dengan alat tasbih itu tidak dianggap bid’ah. Karena maksud dari bid’ah yang dilarang adalah bid’ah dalam agama. Sedangkan membaca dzikir tasbih dengan alat tasbih itu hanya cara untuk menghitung bilangan.” (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Majmu’ Fatawa, h. 13/ 241)

Begitu juga disampaikan oleh Syeikh bin Baz (w. 1420 H). Beliau menyebutkan:

يجوز له لو سبح بشيء كالحصى أو المسبحة أو النوى، وتركها ذلك في بيته، حتى لا يقلده الناس فقد كان بعض السلف يعمله، والأمر واسع لكن الأصابع أفضل في كل مكان. مجموع فتاوى ابن باز (29/ 318)

“Boleh saja menghitung bilangan tasbih dengan kerikil, alat tasbih, atau biji. Sedangkan melakukan hal itu hanya di rumah saja, sehingga orang tidak bertaqlid kepada hal itu maka lebih baik. Sebagian para salaf dahulu juga mengamalkannya. Hanya saja menghitung dzikir dengan jari itu lebih baik.” (Ibnu Bazz, Majmu’ Fatawa, h. 29/ 318).

Malahan Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) menyebut bahwa menggunakan tasbih untuk menghitung bilangan dzikir itu sesuatu yang baik. Beliau menyebutkan:

وأما عده بالنوى والحصى ونحو ذلك فحسن وكان من الصحابة رضي الله عنهم من يفعل ذلك وقد رأى النبي صلى الله عليه وسلم أم المؤمنين تسبح بالحصى وأقرها على ذلك وروي أن أبا هريرة كان يسبح به. (مجموع الفتاوى، ابن تيمية، 22/ 506)

“Menghitung bilangan dzikir dengan biji, krikil atau selainnya itu perkara yang baik. Sebagian shahabat Nabi juga pernah melakukannya.” (Ibnu Taimiyyah, Majmu’ Fatawa, h. 22/ 506).

Siapa yang sesuai Salafusshalih?

Lantas, siapakah dari mereka yang sesuai dengan al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman SALAFUSSHALIH?. Kata al-Albani, di zaman Nabi tidak ada. Kata Ibnu Taimiyyah, sudah ada di zaman Nabi, malahan dianggap sesuatu yang hasanah.

Apakah Anda bingung pilih yang mana? Atau perkara bid’ah ini khilafiyyah? Bukankah semua bid’ah itu tersesat? Adakah bid’ah khilafiyyah?

Jika Anda bingung, kita lanjut ke pertanyaan berikutnya.

:: Soal adzan di dalam masjid, Apakah? ::

A. Bid’ah
B. Tidak bid’ah
C. Bisa jadi bid’ah
D. Masak sih bid’ah!

Melaksanakan adzan di dalam masjid?

Masak sih bid’ah? Pertanyaan macam apa ini? Bukankah kebanyakan adzan itu di dalam masjid?

Jangan salah! Menurut Syeikh Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H), adzan di dalam masjid itu bid’ah. Beliau menyebut:

أن الأذان في المسجد بدعة على كل حال. الأجوبة النافعة عن أسئلة لجنة مسجد الجامعة، الألباني، (ص: 70)

“Pokoknya, Adzan di dalam masjid itu bid’ah”. (Muhammad Nashiruddin al-Albani, al-Ajwibah an-Nafiah, h. 70).

Nah, adzan di dalam masjid itu bid’ah menurut Syeikh al-Albani. Mungkin beliau pernah hadir di masjid Nabawi dulu dan melihat adzannya tak di dalam masjid.

Hanya saja Lajnah Daimah Arab Saudi membantahnya. Disebutkan dalam fatwanya:

لا ينبغي الإنكار على المؤذن إذا أذن داخل المسجد؛ لأننا لا نعلم دليلاً يدل على الإنكار عليه‏. (اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء، ص. 8/ 200)

“Tak sepantasnya inkar terhadap orang adzan di dalam masjid. Karena kita pun tak tahu dalil yang menujukkan pengingkaran itu” (Lajnah Daimah, h. 8/ 200).

Pertanyaan berikutnya.

:: Soal membuat mihrab atau tempat imam dalam masjid, Apakah? ::

A. Bid’ah
B. Tidak bid’ah
C. Bisa jadi bid’ah
D. Masak sih bid’ah!

Membuat mihrab atau tempat imam dalam masjid?
Apakah jawaban Anda? Seberapa seriuskah anda anti terhadap bid’ah?

Jika jawaban Anda “A”. Anda lagi-lagi sependapat dengan Al-Albani (w. 1420 H). Beliau dengan tegas menyebut bahwa mihrab itu bid’ah. Beliau menyebut:

وجملة القول: أن المحراب في المسجد بدعة، ولا مبرر لجعله من المصالح المرسلة. (سلسلة الأحاديث الضعيفة والموضوعة وأثرها السيئ في الأمة، الألباني، 1/ 647)

Mihrab itu bid’ah. Tak ada alasan mengatakannya mashlahah mursalah. (al-Albani, Silsilat al-Ahadits ad-Dhaifah, h. 1/ 647).

Jika bid’ah, apakah harus dihancurkan mihrab itu? Karena katanya setiap bid’ah itu pasti dhalalah.

Ternyata hal berbeda diungkap oleh Syeikh Utsaimin (w. 1421 H). Beliau menyebut bahwa mihrab itu mubah. Beliau menyebut:

والذي أرى أن اتخاذ المحاريب مباح. مجموع فتاوى ورسائل العثيمين (12/ 412)

“Hal yang saya ketahui bahwa membuat mihrab itu mubah.” (Ustaimin, Majmu’ Fatawa, h. 12/ 412).

Hal itu dikuatkan dengan fatwa dari Lajnah Daimah Arab Saudi. Disebutkan:

لم يزل المسلمون يعملون المحاريب في المساجد في القرون المفضلة وما بعدها؛ لما في ذلك من المصلحة العامة للمسلمين، ومن ذلك بيان القبلة وإيضاح أن المكان مسجد. فتاوى اللجنة الدائمة - 1 (6/ 256)

“Umat Islam sejak dahulu telah membuat mihrab dalam masjid mereka, termasuk di zaman salaf dan setelahnya. Hal itu demi kemaslahatan umat Islam.” (Fatawa Lajnah Daimah, h. 6/ 256).

:: Bid’ah khilafiyyah ::

Jika dari ketiga contoh kasus diatas, para ulama panutan gerakan anti bid’ah hasanah itu berbeda pendapat terkait bid’ah, sebenarnya hal itu juga berlaku sama pada permasalahan bid’ah-bid’ah yang lain.

Permasalah bid’ah itu seringnya bukan terkait dalil atau tidak adanya dalil. Tetapi lebih kepada "ta’rif" atau pendefinisian sesuatu yang baru, dan "takyif syar’i" atau penyesuaian kasus baru dengan dalil-dalil syar’i yang sudah ada.

Jadi, siapakah dewan juri yang paling berhak dan punya “stempel” menetapkan jawaban dari permasalah-permasalah yang dianggap bid’ah?

Jawabnya adalah para ulama Islam. Tentunya ulama’nya tidak hanya monopoli golongan tertentu saja. Ada bid'ah yang disepakati dhalalahnya, ada pula bid'ah yang masih diperselisihkan dhalalahnya. Waallahua’lam bisshawab.

*Kuis ini berhadiah haji ke Makkah. Hanya biar tidak bid’ah hadiahnya, maka pergi hajinya naik unta.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Diharamkan Melakukan Hal yang Belum Pernah Dilakukan Nabi?
Firman Arifandi, LLB | 29 November 2016, 09:24 | 1.592 views
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.200 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc | 18 September 2016, 16:17 | 939 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 1.740 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 1.746 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc | 1 December 2016, 09:58 | 1.538 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc | 18 September 2016, 16:17 | 939 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc | 8 March 2016, 11:31 | 1.834 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc | 8 November 2015, 20:20 | 3.742 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc | 22 October 2015, 17:26 | 2.406 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc | 15 October 2015, 13:54 | 3.117 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc | 3 September 2015, 12:01 | 24.257 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc | 14 August 2015, 10:00 | 5.189 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 25 June 2015, 11:00 | 4.713 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 24 June 2015, 11:00 | 4.897 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc | 23 June 2015, 11:00 | 4.990 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc | 2 June 2015, 12:41 | 3.768 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc | 13 May 2015, 17:00 | 4.663 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 21:03 | 5.739 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 13:36 | 5.027 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc | 9 April 2015, 21:21 | 6.068 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc | 27 March 2015, 11:02 | 8.224 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc | 13 March 2015, 11:11 | 8.532 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc | 6 February 2015, 20:54 | 4.893 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc | 5 February 2015, 20:21 | 7.939 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc | 4 February 2015, 19:31 | 8.884 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc | 14 January 2015, 06:46 | 5.275 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 30 November 2014, 12:00 | 5.770 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc | 29 November 2014, 12:00 | 6.388 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc | 27 August 2014, 15:49 | 4.276 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc | 17 July 2014, 08:18 | 8.699 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc | 6 July 2014, 21:32 | 5.619 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc | 29 June 2014, 00:57 | 3.726 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc | 10 May 2014, 00:00 | 3.978 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc | 7 May 2014, 11:05 | 3.831 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc | 30 April 2014, 12:20 | 6.265 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc | 5 April 2014, 18:00 | 6.301 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 2 April 2014, 22:32 | 4.362 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 24 March 2014, 13:41 | 3.531 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc | 12 March 2014, 06:55 | 5.469 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 27 February 2014, 06:00 | 4.829 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc | 26 February 2014, 12:00 | 5.463 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 19 February 2014, 01:01 | 5.197 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc | 18 February 2014, 15:00 | 3.792 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc | 28 January 2014, 07:28 | 5.388 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc | 25 January 2014, 12:23 | 4.704 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc | 23 January 2014, 05:45 | 9.461 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 14:38 | 3.994 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 11:37 | 4.670 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc | 17 August 2013, 07:32 | 9.922 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc | 10 August 2013, 15:35 | 23.556 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc | 21 June 2013, 03:03 | 6.650 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc | 18 May 2013, 20:02 | 5.676 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc | 24 April 2013, 00:45 | 6.054 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 17 April 2013, 15:12 | 5.307 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 1 April 2013, 07:04 | 5.071 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc | 14 February 2013, 16:45 | 9.407 views