Lebih Utama Tidak Berbeda | rumahfiqih.com

Lebih Utama Tidak Berbeda

Ahmad Zarkasih, Lc Sun 4 December 2016 17:36 | 1104 views

Bagikan via

“keluar dari perbedaan adalah lebih utama dan lebih baik”

Ini adalah salah satu ungkapan masyhur bagi kalangan ulama fiqih yang banyak di rekam dalam kitab-kitab fiqih klasik dan modern. Sudah seperti menjadi kaidah umum dalam hal aplikasi pendapat-pendapat ulama yang berbeda dalam bingkai bermasyakarat.

Salah satu yang merekam ini adalah Imam Taqiyuddin al-Subki dalam kitabnya “al-Asybah wa an-Nadzoir” (1/111). Bahkan beliau mengatakan bahwa kaidah itu adalah kaidah yang disepakati oleh ulama sejagad. Beliau menasehati para pembacanya, bahwa perbedaan dalam masalah fqih itu sesuatu yang tidak bisa dihindari, maka jangan memaksa perbedaan itu bersesuai dengan kemauan kita, tapi kita lah yang harus bisa cerdas menyikapi perbedaan itu.

Dari paragraph al-Subki di atas, setidaknya menurut penulis ada 2 hal yang bisa kita ambil pelajarannya; [1] Menyadari perbedaan itu ada, [2] Cerdas dalam berbeda.

[1] Menyadari Adanya Perbedaan

“Siapa yang tidak tahu (Tidak mengakui) Ikhtilaf, ia sama sekali tidak bisa mencium Fiqih”. ini adalah perkataan Imam Qatadah yang direkam oleh banyak ulama termasuk Imam al-Syathibiy dalam kitab beliau; al-Muwafaqat (5/122). Beliau ingin menyadarkan bahwa perbedaan dalam fiqih itu ada, nyata dan tidak diadakan.

Mungkin dulu kita pernah dengar omongan-omongan orang tua yang mengatakan: “madzhabnya orang Indonesia itu madzhab syafi’i”. Ini bisa jadi benar, karena memang sejak dulu, guru-gurunya orang Indonesia itu kebanyakan dari tanah Tarim Hadhramaut, Yaman (walaupun masih diperdebatkan) yang mayoritasnya adalah bermadzhab fiqih syafi’i dan aqidah Asy’ariy. Jadi apa yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia ibadahnya sesuai dengan pengajaran madzhab syafi’i. Dan itu yang kemudian diteruskan oleh orang-orang tua kepada anak cucu mereka, yang akhirnya madzhab al-syafi’I di Indonesia menjadi madzhab hampir seluruh umat islam Indonesia.

Bahkan pembelajaran di kelas-kelas formal memakai madzhab al-syafi’i; karena emmang itu madzhab yang tersebar di nusantara ini. Dari mulai bab thaharah hignga bab haji, bahkan soal fiqih perbudakannya pun memakai pakem al-Syafi’iyyah. Maka wajar saja jika orang Indonesia hampir semuanya sangat antipasti kepada anjing dan babi karena memang sejak kecil sudah dikenalkan bahwa anjing dan babi, hidup matinya adalah najis, bahkan najis besar. Padahal dalam madzhab lain, dua hewan itu tidak najis ketika hidupnya.

Itu juga yang terjadi di beberapa Negara yang mana pembelajaran mereka tergantung dengan madzhab apa yang banyak tersebar di situ. Katakanlah Arab Saudi. Di kelas-kelas formal mereka, semua siswa diajarkan bahwa kotoran yang halal dagingnya dimakan itu bukan najis, maka wajar saja jika mereka tidak anti kepada air kencing unta. Begitu juga mereka sudah sejak kecil diajarkan bahwa shalat tidak perlu dikeraskan bacaan bismillah-nya dalam membaca al-fatihah.  

Sekarang, ungkapan “Indonesia itu madzhab al-syafi’i”, sudah tidak pas. Kita punya banyak teman, kerabat atau saudara yang belajar agama Islam ke negeri-negeri timur tengah, seperti Arab Saudi, Mesir, Maroko, Sudan dan Negara-negara Islam lainnya. Yang kita tahu bahwa madzhab mayoritas di sana tidak seperti madzhabnya orang Indonesia. Akhirnya, ketika mereka pulang dan membawa apa yang mereka dapat dari ilmu agama di Negara-negara tersebut. Dan pastinya perbedaan itu muncul tidak tertahan.

Ditambah lagi dengan banyaknya sekolah Indonesia yang jutsru “berbelot’ dari madzhab al-Syafi’iyyah dan akhirnya mengajarkan fiqih ibadah dengan pakem yang bukan al-Syafi’iyah. Entah karena memang itu sekolah “import’, atau sekolah local yang memakai kurikulum anti-mainstream. Walhasil, perbedaan di antara kita kaum muslimin Indonesia semakin kentara dan nyata.

Bagi mereka yang tidak siap dengan adanya perbedaan ini, tentunya akan menjadi terapi kejut yang mengganggu sekali. Kalau tidak bisa tanah diri, bisa jadi timbul perpecahan antara sesama muslim. Karena menganggap mereka yang berbeda itu sebagai ancaman keislaman di kampungnya. Dan kita sudah banyak menyaksikan fenomena ketidaksiapan ini. Apalagi ditambah oleh beberaoa kawan muslim yang dengan bangga berbeda tanpa peduli perasaan masyarakat sekitar.

Akan tetapi jika mereka siap dengan perbedaan itu, justru itu membuka pintu keilmuan yang lebih luas. Nah kesiapan itu butuh ilmu yang kita sebuat dengan ilmu fiqih muqaran atau fiqih perbandingan. Dimana di dalamnya kita bisa pekajari sumber hukum dan metode pengambilan hukum yang ternyata setiap madzhab punya metode berbeda dan itu legal serta muktamad dan diakui oleh ulama sejagad.

[2] Berdas Dalam Berbeda

Kaidah tadi yang disebutkan di atas; “keluar dari perbedaan adalah lebih utama dan lebih baik”, dimaksudkan agar kita tidak menimbulkan sesuatu yang akhirnya malah melahirkan silang pendapat tajam di depan khalayak, yang padahal perkara itu bukanlah perkara yang sampai pada pada level Ijma’, itu masalah yang terbuka ijtihad di dalamnya.

Dengan tidak juga menonjolkan itu depan khalayak yang punya pendapat berbeda, dan tetap hidup seirama dengan mereka. Toh tidak ada yang salah mengikuti alur khalayak dalam masalah fiqih, kenapa harus memaksakan satu pendapat yang akhirnya malah jadi boomerang lalu merobohkan persatuan yang sudah ada.

Bahasa sederhananya seperti ini; “jangan mentang-mentang boleh beda, akhirnya malah dimanfaatkan untuk berlagak semaunya yang malah menimbulkan kegaduhan.” Imam Ibn hajar al-‘Asqalani merekam salah satu cerita tentang bagaimana menjaga keharmonisa masyarakat dalam kaitannya perbedaan pandangan fiqih; yakni cerita tentang sahabat Ibnu Mas’ud r.a. dalam kitab beliau fathul-Baari (2/564).

Sahabat Abdullah bin Mas’ud dengan tegas menyatakan bahwa seorang musafir, afdholnya ialah sholat qashar, tidak tamm (sempurna), jika ada musafir yang sholatnya sempurna 4 rokaat, beliau mengatakan itu adalah mukholafatul-aula [مخالفة الأولى] (menyelisih pendapat yang utama).

Akan tetapi dengan rela ia meninggalkan pendapatnya dan ikut sholat sempurna 4 rokaat di belakang Utsman bin Affan yang memandang berbeda dengannya dalam masalah ini. lalu Ibnu Mas’ud ditanya: “kau mengkritik Utsman, tapi kenapa kau mengikutinya sholat 4 rokaat?”. Ibn Mas’ud menjawab: [الخلاف شر] “berbeda itu buruk!”. 

Karena tahu, bahwa jika ia menonjolkan perbedaan itu depan umum yang tidak semuanya paham masalah tersebut, Ibnu Mas’ud memilih untuk tetap mengikuti Utsman walaupun itu menyelisih pandangannya sendiri. Bayangkan jika akhirnya sayyidina Ibnu Mas’ud keluar dari Jemaah dan memilih membuat jamaah ‘tandingan’, apa yang akan terjadi di kalangan sahabat ketika itu? Pasti kekacauan.

Contoh yang kekinian …

Al-Syafi’iyyah yang justru melihat anjing itu seluruh tubuhnya najis, hidu dan matinya. Dan tidak ada larangan jika kita mengambil pendapat berbeda dengan al-Syafi’iyyah, bahwa yang najis dari anjing itu hanya air liurnya saja, bukan keseluruhan tubuhnya. Boleh saja. Asalkan memang pengambilan pendapat itu melalui jalur yang valid, bukan asal ngambil.

Akan tetapi jika kemudian dengan alasan bahwa anjing itu tidak najis badannya, apakah kita bisa dan boleh membawa najing itu berkeliling kampung, sambil menyapa orang di kiri kanan bahwa sampai masuk ke pekarangan rumah tetangga, sedangkan anjing merupakan hewan najis bagi masyarakat, apakah itu elok? Jelas itu tidak patut. Pastinya akan menimbulkan sentiment negatife.

Dalam masyarakat kita tahu, mana hal-hal yang masyarakat kita bisa maklumi, dan mana yang belum bisa dimaklumi. Kita sebagai warga ang tingal dan berbaur di situ, pasti hafal betul aturan tak tertulis itu.

Contoh lagi …  

Masyarakat kita ini pada umumnya sudah menjalankan dan meyakini bahwa bersentuhan laki-laki dan wanita setelah berwudhu itu membatalkan wudhu keduanya, termasuk suami dan istri. Ini pandangan al-Syafi’iyyah. Kemudian ada salah seorang ustadz, yang mengerti dalil, paham hukum dan memahami aqwal ulama, kemudian mengambil pendapat tidak umu; yakni bersentuhan suami dan istri tidak membatalkan wudhu. Apakah boleh? Tentu sangat boleh, tidak ada larangan.

Akan tetapi kalau ia melakukannya; ber-“cipika-cipiki” dengan istrinya (dan itu sah-sah saja) di depan orang-orang ketika ingin berangkat ke masjid, dan semua Jemaah melihat itu. Lalu ia masuk masjid dan langsung jadi imam tanpa wudhu lagi, apa reaksi masyarakat? Kegaduhan pasti muncul. Kalau tidak di masjid, pasti sang imam menjadi bahan pembicaraan jelek di luar masjid dari para jemaahnya.

Sejatinya, ia mengambil pendapat berbeda di tengah masyarakat itu boleh. Sangat boleh. Akan tetapi jika itu dipublikasikan di depan masyarakat yang belum bisa menerima perbedaan itu, akhirnya menimbulkan kegaduhan, itu yang buruk.

Muslim yang paham dan cerdas bertoleransi dalam perbedaan itu adalah muslim yang tidak gampang memancing perdebatan. Muslim yang tidak suka membuat kegaduhan. Muslim yang tahu bagaimana harus bersikap di tengah umat. Bukan yang ‘seradak-seruduk’ merasa pintar sendiri dari yang lainnya. Ingin terlihat berbeda sambil merasa kebenaran hanya padanya.

Jadi, tanda dan bukti kematangan orang bertoleransi dalam perbedaan adalah dia yang tenang dalam beribadah dan tidak gampang membuat kegaduhan serta tidak berisik dengan pilihannya.

Wallahu a’lam

Bagikan via


Baca Lainnya :

Fiqih dan Sastra
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 December 2016, 01:01 | 345 views
Bermazhab Atau Mengamalkan Satu Mazhab?
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 2 December 2016, 08:00 | 577 views
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc | 1 December 2016, 09:58 | 1.191 views
Diharamkan Melakukan Hal yang Belum Pernah Dilakukan Nabi?
Firman Arifandi, LLB | 29 November 2016, 09:24 | 1.106 views
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 787 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 1.104 views
Wajah Santun Dakwah Nabi Muhammad
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2016, 10:45 | 3.236 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 4.328 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 6.788 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 3.467 views
Nabi SAW Tidak Anti Kepada Non-Muslim
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 November 2015, 05:26 | 2.915 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 4.257 views
Berguru Kepada Mesin Pencari Gugel
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 March 2015, 22:42 | 6.119 views
Ternyata, Shalat Wajib Hanya Satu!
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 March 2015, 10:01 | 10.152 views
Banci Jadi Imam, Boleh?
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 March 2015, 12:47 | 3.781 views
Bersiwak di Masjid Hukumnya Makruh
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 February 2015, 20:30 | 3.589 views
Mana Yang Boleh dan Tidak Boleh Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2015, 06:36 | 5.057 views
Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2015, 06:31 | 10.195 views
Shalat Zuhur Setelah Shalat Jumat
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 January 2015, 14:02 | 4.840 views
Satu Kampung Hanya Boleh Ada Satu Jumat, Begitukah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 9 January 2015, 08:37 | 4.468 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 6.625 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 9.321 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 6.119 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 3.669 views
Puasa Syawal Hukumnya Makruh, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 July 2014, 22:32 | 12.276 views
Kenapa Sahabat Melakukan Dosa, Padahal Mereka Generasi Terbaik?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2014, 05:40 | 6.804 views
Miskin Ilmu Jago Ngambek
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2014, 08:02 | 7.818 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 4.934 views
Semangat Ramadhan Harus Dengan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2014, 06:24 | 4.222 views
Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 5.783 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 3.192 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 38.558 views
Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 4.246 views
Mau Ikut Nabi apa Ikut Ulama?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 May 2014, 20:00 | 10.856 views
Tarjih Antara 2 Hadits Yang Bertentangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 May 2014, 21:40 | 4.586 views
Lawan Tapi Mesra
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 April 2014, 12:48 | 4.704 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 3.641 views
Professor Harfu Jarr
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 March 2014, 21:58 | 5.416 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 6.444 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 3.936 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 3.378 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 3.813 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 March 2014, 06:14 | 3.974 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 March 2014, 07:59 | 4.485 views
Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 March 2014, 05:51 | 3.692 views
Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 March 2014, 06:40 | 6.323 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 5.960 views
Jama' Sholat Tanpa Udzur, Bolehkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 February 2014, 06:11 | 4.550 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 February 2014, 09:24 | 2.851 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2014, 08:33 | 4.265 views
Lumbung Tanpa Padi
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 February 2014, 05:52 | 3.283 views
Ijtihadnya Orang Awam
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 February 2014, 06:59 | 5.814 views
Membangun Keluarga Ahli Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2014, 06:31 | 3.566 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 3.783 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 3.488 views
Beda Level Penyanyi dan Suka Menyanyi
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 January 2014, 06:18 | 4.689 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi (bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 January 2014, 08:27 | 3.170 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2014, 11:45 | 3.795 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 5.556 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 2.937 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 4.401 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 7.121 views
Bolehkah Muslim Masuk Gereja atau Tempat Ibadah Agama Lain?
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 December 2013, 05:03 | 4.853 views
Pendapatku Benar Tapi Bisa Jadi Salah
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 December 2013, 06:44 | 3.567 views
Adakah Qadha' Sholat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 14 December 2013, 05:36 | 9.792 views
Belajar Taqlid dari Ibnu Qudamah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2013, 12:56 | 5.955 views
Fiqih Dulu dan Sekarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 November 2013, 18:42 | 4.257 views
Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 November 2013, 05:56 | 5.464 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 5.398 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 9.538 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 6.719 views
Nikah Punya Banyak Hukum
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 October 2013, 06:59 | 4.368 views
Jasa Penghulu Nikah Sirri
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 October 2013, 15:09 | 4.497 views
Titip Doa
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 September 2013, 14:56 | 6.743 views
Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 September 2013, 14:03 | 9.494 views
Tidak Bersedih Dengan Kematian Ulama Berarti Munafiq?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 September 2013, 10:10 | 5.225 views
Fatwa, Apakah Wajib Ditaati?
Ahmad Zarkasih, Lc | 6 September 2013, 09:22 | 4.152 views
Korupsi Bukan Pencurian, Tak Usah Potong Tangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 September 2013, 08:05 | 4.492 views
Hukum Mengambil Upah Dakwah
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 August 2013, 15:42 | 6.149 views
Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengarkan Khutbah
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2013, 08:52 | 4.223 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 4.712 views
Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 6.643 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 3.205 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 5.013 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 4.985 views
Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 4.106 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 5.862 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 5.124 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 3.813 views
Siapa Yang Wajib Puasa Ramadhan?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:22 | 3.300 views
Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 14.433 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 7.875 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 4.434 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 6.588 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 3.918 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 5.043 views
Dokter dan Apoteker
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 May 2013, 09:30 | 4.646 views
Siapa Salah, Siapa Kena Getahnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2013, 20:45 | 4.208 views
Matang Sebelum Waktunya
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 May 2013, 11:47 | 5.180 views
Masjid Kok Dikunci?
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 April 2013, 01:44 | 4.673 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 6.416 views
Galaunya Para Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 April 2013, 17:40 | 4.857 views
Pengkhianat Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 April 2013, 05:00 | 4.130 views
Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 3.320 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 7.197 views
Meng-kecil-kan yang Kecil, Mem-BESAR-kan yang Besar
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 February 2013, 05:53 | 3.937 views
Ulama Pesanan
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2013, 08:01 | 3.921 views
Keistimewaan Ilmu Faraidh
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 February 2013, 10:31 | 4.097 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 5.798 views