Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS | rumahfiqih.com

Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS

Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA Mon 5 December 2016 06:29 | 718 views

Bagikan via

“Wakana abuhuma shalihah” dahulunya ayah kedua anak kecil ini adalah ayah yang shalih, jelas nabi Khidhr as kepada nabi Musa as, demikian Al-Quran merekam pembicaraan kedua makhluk Allah swt yang mulia ini.

Lebih jelas, dahulu kala, ketika dalam perjalanan panjang untuk sebuah misi pembelajaran yang dilakukan oleh nabi Musa as kepada nabi Khidhr as, sampailah keduanya pada penduduk suatu negri. Penat, berkeringat, dan lapar, akibat bekal makanan yang sudah habis.  Lalu keduanya dengan sopan meminta kepada penduduk negri untuk dijamu, tapi mereka enggan memberinya makan. Tidak tahu pasti apa persis alasan penolakan tersebut, sehingga kedua nabi agung itu dicuekkan begitu saja.

Tiba saatnya nanti Rasulullah saw mengingatkan kepada ummatnya bahwa seburuk-buruk negri adalah negri yang tidak mau menjamu tamu yang datang, dan seburuk-buruk negri adalah negri yang acuh atas hak ibnu sabil (perantau yang kehabisan bekal), demikian Al-Qurthubi, penafsir terkemuka menuliskan dalam kitab tafsirnya.

Dalam suasana lapar itu, sambil terus berjalan, keduanya mendapati salah satu rumah penduduk yang dinding rumahnya hampir roboh, lalu dirobohkanlah semuanya oleh Khidh as (menurut sebagian pendapat), untuk kemudian dibangun kembali dengan lebih baik. Musa as kaget dan ta’jub, namun rasa ta’jubnya itu tidak bisa mengalahkan rasa laparnya.

“Kenapa, Engkau, wahai nabi Khidhr, tidak mau mengambil upah darinya?”, tanya Musa as penuh heran, sehingga, pikir Musa as, dari upah itu diharapkan mereka bisa membeli makanan.

Lalu kemudian dengarkanlah penjelasan Khidhr as berikut ini kepada Musa as:

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada kanzun bagi mereka berdua, sedang Ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kaemauanku sendiri. demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya" (QS. Al-Kahfi: 82)

Ada yang menarik dari cerita diatas, utamanya perihal seorang ayah yang disifati sebagai ayah yang shalih, ayah yang menyimpan kanzun untuk kedua anaknya. Sehingga walau sang ayah sudah tiada, namun tugasya sebagai seorang ayah tidak lekang hanya karena yang satu berada di alam barzakah, dan anak-anaknya berada di alam dunia.

Para ulama tafsir, menyodorkan tiga makna terkait kanzun yang dimaksud dalam ayat tersebut, yang dengannya sang ayah tergolong ayah yang shalih:

Pertama: Harta benda, ini adalah pendapat Ikrimah dan Qatadah, sesuai dengan makna lafazh zhahir dari kata kanzun itu sendiri.  Seperti disulap, jangankan sudah mempunyai punya anak, baru punya istri saja semangat kerja mencari nafkah itu luar biasa, apalagi kalau sudah mempunyai anak, mungkin kosakata sakit sudah tidak ada diotak seorang ayah demi anak dan istrinya. Pengorbanan mencari nafkah bahkan sampai berdarah-darah. Sampai disini harta bagi anak sangat penting, dalam konsep waris, maka warisan harta bagi anak-anak juga bisa membuat mereka berwibawa, dengan tidak meminta-minta lantaran sang ayah sudah tidak ada. Untuk poin pertama ini, semua sepakat, bahkan semua ayah sudah menyadarinya dan lebih dari itu, semua ayah sudah melakukannya dengan baik.

Kedua: Ilmu pengetahuan yang terpendam dalam lembaran-lembaran kertas. Ini adalah salah satu pendapat sahabat Ibnu Abbas. Selain urusan makan dan minum, maka seorang ayah juga dituntut untuk memberikan ilmu pengetahuan yang baik kepada anak-anak. Kedepan mereka akan hidup pada masa yang berbeda, tuntutan zaman menghendaki ilmu pengetahuan yang beragam. Ayah yang shalih adalah dia yang bertanggung jawb atas pendidkan anaknya bahkan kalaupun dia sudah tiada. Untuk yang kedua ini tidak semua ayah bisa melakukannya.

Ketiga: Sebongkah emas yang bertuliskan diatasnya pesan kehidupan, buah dari keimanan yang kuat kepada Allah swt,  dan ini juga pendapat lainnya dari sahabat Ibnu Abbas ra. Pesan kehidupan yang didapat dari sekolah kehidupan sang ayah, berbekal ruh spiritual yang tinggi, pesan yang hanya muncul buah dari ketaqwaan seorang ayah kepada Allah swt.

Sang ayah yang shalih tersebut didalam ayat, memberikan pesannya untuk kedua belah hatinya:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 عَجِبْتُ لِمَنْ يُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ كَيْفَ يَحْزَنُ

Saya heran dengan seseorang yang beriman kepada taqdir Allah, bagaimana mungkin dia bisa sedih (dalam kehidupannya).

عَجِبْتُ لِمَنْ يُؤْمِنُ بِالرِّزْقِ كَيْفَ يَتْعَبُ

Saya heran dengan seorang manusia yang beriman perihal rezki Tuhan, bagaimana mungkin dia bisa gelisah dan capek memikirkanya.

 عَجِبْتُ لِمَنْ يُؤْمِنُ بِالْمَوْتِ كَيْفَ يَفْرَحُ

Saya heran dengan seseorang yang beriman dengan kematian, bagaimana mungkin dia bisa gembira (yang berlebihan) di dunia ini.

 عَجِبْتُ لِمَنْ يُؤْمِنُ بِالْحِسَابِ كَيْفَ يَغْفُلُ

Saya heran dengan seseorang yang beriman kepada hari pembalasan, bagaimana mungkin dia bisa menjadi manusia yang lalai.

 عَجِبْتُ لِمَنْ يُؤْمِنُ بِالدُّنْيَا وَتَقَلُّبِهَا بِأَهْلِهَا كَيْفَ يَطْمَئِنُّ لَهَا

Saya heran dengan seseorang yang beriman perihal dunia yang fana ini, bagaimana mungkin dia bisa tenang bersamanya.

 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ.

Tiada Tuhan selain Allah swt, dan Muhammad adalah utusan Allah.

Menjadi ayah, nasihat guru kami, tidaklah cukup hanya dengan memberi makan dan meniggalkan harta untuk anak-anak, lebih dari itu seorang ayah adalah laki-laki yang bertanggung jawab juga terhadap pendidikan anaknya, serta akhak perilakunya yang tercermin dari buah imannya kepada Allah swt.

Demkian ayah yang baik, yang termaktub isyaratnya didalam kitab suci Al-Quran, surat Al-Kahfi, yang selalu diminta untuk dibaca pada malam jumat atau dihari jumatnya.

Faidah Fiqih

Ada beberapa faidah fiqih yang bisa diambil dari cerita diatas, diantaranya:

Disebut yatim jika seorang anak ditinggal mati oleh ayahnya, atau ibunya, atau keduanya. Dan sudah tidak disebut yatim jika seorang anak tadi sudah sampai umur (baligh), penyebutan yatim untuk mereka yang sudah dewasa dinilai hanya sebatas ungkapan kasih sayang saja, karena hakikatnya label yatim itu sudah harus dihilangkan ketika mereka sudah sampai umur.

Ibnu Sabil adalah salah satu orang yang berhak menerima zakat. Ibnu Sabil itu tidak bisa diterjemahkan hanya dengan istilah “anak jalanan” sebagaimana anak jalanan yang ada di negri kita. Ibnu sabil itu adalah orang yang kehabisan bekal perjalanan, sehingga sulit baginya untuk meneruskan perjalanan juga sulit baginya untuk kembali ke rumahnya.

Termasuk dalam katagori ibnu sabil untuk orang yang kehabisan bekal didalam perjalannya, walaupun sebenarnya di rumahnya dia orang yang berkecukupan, demikian pendapat as-Syafiiyah dan Hanabilah, walaupun sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa orang seperti ini baiknya berhutang saja, dan jangan diberi uang dari zakat. Namun tidak dikatakan ibnu sabil jika ada orang yang kehabisan bekal dalam perjalannya namun didompetnya ada kartu ATM yang kapan saja uang tabungannya bisa diambil dengan mudah.

Tidak semua orang  bisa disebut dengan ibnu sabil, kecuali memenuhi syarat berikut ini:

  • Seorang muslim.
  • Kehabisan bekal/harat dan ditangannya sudah tidak ada apa-apa lagi.
  • Bukan dalam perjalanan maksiat.
  • Tidak ada pihak yang bersedia memberi hutang (syarat tambahan dari sebagian ulama).

Dalam konteks kekinian maka bisa dikatakan sebagai ibnu sabil untuk para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terlunta-lunta di negri orang, sehingga jangankan untuk menyambung hidup yang layak, untuk pulang ke negri sendiri saja susah, lantaran tidak ada harta untuk membeli tiket pulang. Pun begitu bagi mereka yang para korban perdagangan manusia (human traficking), yang memang kebanyakan dari kasus tersebut menimpa orang-orang miskin, sehingga secara konsep zakat baiknya mereka juga bisa masuk dalam daftar mustahiq zakat atas sama ibnu sabil.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. At-Taubah : 60)

Wallahu A’lam Bisshawab

Bagikan via


Baca Lainnya :

Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 1.108 views
Fiqih dan Sastra
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 December 2016, 01:01 | 350 views
Bermazhab Atau Mengamalkan Satu Mazhab?
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 2 December 2016, 08:00 | 580 views
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc | 1 December 2016, 09:58 | 1.194 views
Diharamkan Melakukan Hal yang Belum Pernah Dilakukan Nabi?
Firman Arifandi, LLB | 29 November 2016, 09:24 | 1.110 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Faidah Fiqih Dari Kisah Nabi Khidhr dan Musa AS
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 December 2016, 06:29 | 718 views
Peruntukan Daging Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 September 2016, 15:47 | 1.506 views
Beberapa Hal yang Disukai Dalam Penyembelihan Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 September 2016, 09:13 | 1.468 views
Menjual Kulit dan Memberi Upah Panitia Qurban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 September 2016, 10:34 | 1.649 views
Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 August 2016, 11:47 | 2.085 views
Sifat Shalat: Membaca Doa Iftitah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 August 2016, 11:45 | 1.538 views
Sifat Shalat: Berdiri Bagi yang Mampu
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 July 2016, 10:28 | 1.053 views
Khutbah Idul Fitri 1437 H; Tauladan Nabi Yusuf as Untuk Hidup yang Harmonis
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 July 2016, 12:46 | 1.852 views
Tiga Kelompok Manusia di Bulan Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 June 2016, 09:15 | 2.348 views
Israk dan Mikraj Dalam Tinjauan Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 6 May 2016, 05:00 | 2.146 views
4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 30 April 2016, 12:05 | 2.079 views
Nafkah Istri dan Orang Tua, Mana yang Harus Diutamakan?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 18 March 2016, 22:07 | 1.751 views
Jadilah Seperti Anak Adam (Habil)
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 March 2016, 10:21 | 1.068 views
Tanda Tangan Mewakili Tuhan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2016, 09:00 | 1.288 views
Darah Karena Keguguran, Istihadhah atau Nifas?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 25 November 2015, 00:00 | 1.703 views
Belum Aqiqah Tidak Boleh Berqurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 September 2015, 15:11 | 4.423 views
Patungan Siswa Apakah Bisa Disebut Qurban?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 September 2015, 12:13 | 3.904 views
Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah Hukumnya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 August 2015, 12:06 | 3.788 views
Hanya Tahu Hak dan Lupa Kewajiban
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 August 2015, 06:00 | 2.067 views
Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 13 August 2015, 12:24 | 4.784 views
Wasiat Harta Al-Marhum
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 August 2015, 11:34 | 1.960 views
Harus Qadha Dulu Baru Boleh Puasa Syawal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 August 2015, 12:20 | 2.655 views
Siapa Saja Yang Wajib Kita Nafkahi?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 July 2015, 12:44 | 2.822 views
Perempuan: Tarawih Di Rumah atau Di Masjid?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 June 2015, 05:00 | 3.998 views
Qiyamul Lail, Tarawih dan Tahajjud
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 22 June 2015, 06:00 | 4.813 views
Melafazkan Niat Puasa Sesudah Sholat Tarawih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 19 June 2015, 13:45 | 4.040 views
Hari Arafah dan Puasa Arafah Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 September 2014, 11:26 | 36.019 views
Tafsir Pendidikan: Bismillah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 September 2014, 10:52 | 4.804 views
Menunggu Hasil Sidang Itsbat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 June 2014, 09:04 | 3.353 views
Mengapa Langsung Iqamah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 April 2014, 05:00 | 10.781 views
Aqad dan Resepsi
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 27 March 2014, 11:19 | 4.820 views
Mengapa Bagian Istri Lebih Sedikit Ketimbang Saudara?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 March 2014, 05:06 | 4.375 views
Label Halal Makanan, Pentingkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 3 March 2014, 06:20 | 4.451 views
Imam Malik bin Anas; Ulama High Class
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 February 2014, 05:56 | 4.726 views
Menghadiri Undangan Walimah, Wajibkah?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 9 February 2014, 06:00 | 7.752 views
Haruskah Membiayai Walimah Dengan Harga Yang Mahal?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 5 February 2014, 06:02 | 4.038 views
Kitab Percaya Diri dan Kitab Tahu Diri
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 1 February 2014, 06:00 | 4.098 views
Ijab dan Qabul
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 January 2014, 07:25 | 6.417 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 4.400 views
Tidak Semua Harus Menjadi Mujtahid
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 28 December 2013, 01:01 | 4.050 views
Huruf Waw dan Pengambilan Hukum Fiqih
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 14 December 2013, 17:16 | 3.885 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 8.616 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 4.809 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 13.815 views
Hak Waris Anak Dalam Kandungan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 11 October 2013, 07:49 | 3.995 views
Mudik, Berbuka atau Tetap Berpuasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 2 August 2013, 08:03 | 3.411 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 4.268 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 3.775 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 4.349 views
Percobaan Akad Nikah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 4 May 2013, 11:15 | 4.437 views
Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 5.411 views
Imam Ahmad bin Hanbal Punya Kontrakan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 April 2013, 17:24 | 3.833 views
Habis Aqad Nikah Langsung Talak
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 March 2013, 08:42 | 4.071 views
Sholatnya Orang Mabuk
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 February 2013, 15:59 | 4.489 views
Tanda Orang Faham (Faqih) itu Pendek Khutbahnya
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 15 February 2013, 10:42 | 5.015 views
Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 35.049 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 4.422 views