Taman Fiqih | rumahfiqih.com

Taman Fiqih

Sutomo Abu Nashr, Lc Sun 14 April 2013 07:47 | 6043 views

Bagikan lewat

DAMASKUS, 651 H. Di sebuah madrasah Fiqih Ar-Rawahiyyah, seorang pemuda berusia 19 tahun telah berhasil menghafalkan kitab At-Tanbih karya Abu Ishaq As-Syairazi. Kitab yang cukup tebal, berisi 12 kitab atau 167 bab, berhasil dihafalnya diluar kepala hanya dalam waktu empat bulan saja.

Proses belajar dan menghafal kitab-kitab fiqih ini tidak berhenti pada At-Tanbih saja. Pada sisa-sisa waktu mondoknya di Madrasah Ar-Rawahiyyah yang hanya dua tahun itu, ia juga berhasil menghafal sekitar seperempat dari kitab Al-Muhaddzab, yang juga karya As-Syairazi.

Padahal, selain kitab-kitab fiqih, ia juga mengharuskan diri untuk membaca, mengkaji dan menghafal kitab-kitab lain.

Pemuda bernama Yahya itu belum merasa puas hanya dengan membaca atau menghafal. Kitab At-Tanbih yang sudah ia hafal di luar kepala itu, ia kaji ulang. Dimulai dari bab pertama hingga bab kedua belas. Untuk kitab At-Tanbih ini, ia mengkaji dua hal. Pertama, mengkaji substansi fiqihnya, yang hasil kajiannya ia tuliskan dalam beberapa lembar kertas. Kedua, ia fokuskan diri untuk mengkaji lafadz-lafadz, istilah-istilah fiqih dan susunan bahasanya.

Jika ada yang kurang pas, ia akan mendatangkan kata, istilah atau kalimat yang lebih baik. Jika ada banyak istilah yang bersinonim, akan ia jelaskan perbedaannya dan ia pilihkan untuk para pembaca istilah yang paling akurat.

Ia juga mengkritisi banyak istilah yang menurutnya tidak tepat. Hasil kajian panjang nan melelahkan namun baginya mengasyikkan ini adalah lahirnya sebuah kitab penting; Tahrir Alfaadz At-Tanbih. Sebuah kitab kajian linguistik yang mendalam terhadap kitab At-Tanbih.

Meski objek kajian kitab ini hanya kitab At-Tanbih saja, namun sebagaimana dikatakan oleh penulisnya, sebenarnya ia juga merupakan syarah (penjelasan) atas sebagian besar istilah-istilah dan permasalahan fiqih yang terdapat dalam banyak kitab-kitab As-Syafi’iyyah.

Sedangkan dari kajian kitab Al-Muhazzab yang berhasil ia hafal luar kepala, lahirlah sebuah kitab syarah penting, baik dalam dunia fiqih madzhab Syafi’i khususnya dan dunia fiqih lintas madzhab pada umumnya. Kitab syarah ini tentu cukup populer di kalangan pelajar syariah. Orang bisanya menyebutnya adalah kitab Al-Majmu Syarh Al-Muhadzab yang sayang sekali penulisnya lebih dahulu menghembuskan nafas terakhir sebelum ia selesai menuliskannya. Meski di kemudian hari Imam As-Subki dan juga Syaikh Al-Muthi’i melengkapinya, namun tetap saja, rasanya berbeda.

Mengapa pemuda bernama Yahya yang kemudian populer dengan nama Imam Nawawi ini betah dan mau berlama-lama menelaah, mengkaji dan bahkan menghafalkan banyak kitab dalam hidupnya? Ia bahkan hanya mau makan dan minum sekali dalam sehari karena keasyikkan dengan aktifitasnya itu. Bahkan ia seolah-olah tidak berminat sama sekali dengan wanita. Tidak, ia bukan tidak berminat dengan wanita. Ia hanya mengenal satu wanita yang kemudian dikhitbah dan dinikahinya; buku-buku penuh ilmu. 

Jawaban dari semua itu adalah karena ilmu fiqih -bagi pemilik akal cerdas sepertinya- merupakan sebuah taman yang terlalu indah untuk ditinggalkan, meski hanya sekejap. Karena itulah ia betah berlama-lama menelaah. Karena itulah juga kemudian dari akal dan tangan fiqihnya lahir sebuah kitab fiqih yang diberi nama Raudhah At-Thalibin (Taman Para Penuntut Ilmu).

Barangkali itu pulalah jawabannya mengapa kitab Ushul Fiqihnya Ibn Qudamah yang super njlimet itu dinamakan Raudhah An-Nadzir (Taman Sang Pemikir). Begitulah, ketika fiqih adalah sebuah taman, mereka yang berakal enggan untuk meninggalkannya.

Dalam Raudhah Al-Muhibbin (Taman Para Pecinta), Ibn Al-Qayyim ketika membincang para pecinta ilmu menyampaikan bahwa adik gurunya, yaitu Abdurrahman Ibn Taimiyyah, pernah menceritakan kepadanya, bahwa kakeknya, Majduddin Ibn Taimiyyah, tidak pernah mau meninggalkan buku walau hanya sebentar. Ketika ia hendak buang hajat ke kamar kecil, ia panggil Abdurrahman sang cucu itu untuk membacakan buku dengan suara keras. Tentu saja hal itu dilakukan agar -meski di dalam kamar kecil- ia masih bisa menikmati indahnya “taman”.



Baca Lainnya :

more...

Semua Tulisan Penulis :
Fiqih dan Sastra
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 December 2016, 01:01 | 3.022 views
Ijtihad Unik dalam Fiqih Puasa Madzhab Zahiri
Sutomo Abu Nashr, Lc | 21 June 2015, 13:59 | 8.873 views
Fiqih dan Hadits 2
Sutomo Abu Nashr, Lc | 15 March 2015, 05:33 | 7.444 views
Fiqih dan Hadits 1
Sutomo Abu Nashr, Lc | 14 March 2015, 07:07 | 6.049 views
Piye Kabare, enak jamanku tho ?
Sutomo Abu Nashr, Lc | 16 December 2014, 07:46 | 7.060 views
Fiqih dan Syariah (2)
Sutomo Abu Nashr, Lc | 13 December 2014, 06:06 | 5.126 views
Fiqih dan Syariah (1)
Sutomo Abu Nashr, Lc | 13 December 2014, 06:06 | 9.417 views
Menulis Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 6 September 2014, 06:18 | 6.245 views
Mata Yang Lapar
Sutomo Abu Nashr, Lc | 4 September 2014, 03:33 | 6.646 views
Peran Bani Qudamah dalam Khazanah Turats Fiqih Hanbali
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 September 2014, 03:33 | 5.625 views
Turats Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 7 March 2014, 07:03 | 7.901 views
La Adri, Fiqih sebelum Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 6 February 2014, 03:41 | 7.494 views
Fiqih dan Tafsir
Sutomo Abu Nashr, Lc | 2 February 2014, 04:12 | 7.043 views
Fiqih Emansipasi
Sutomo Abu Nashr, Lc | 26 April 2013, 11:21 | 7.214 views
Taman Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 14 April 2013, 07:47 | 6.043 views
Menyikapi Fatwa Para Ulama
Sutomo Abu Nashr, Lc | 8 April 2013, 06:46 | 6.641 views
Kitab Kuning Kita
Sutomo Abu Nashr, Lc | 23 February 2013, 17:49 | 7.966 views
Masa Kecil Imam Syafi'i di Suku Hudzail
Sutomo Abu Nashr, Lc | 16 February 2013, 00:00 | 12.443 views
Mukaddimah: Sejarah Methodologis Fiqih (Part 1)
Sutomo Abu Nashr, Lc | 9 February 2013, 10:51 | 6.580 views
Seri Kitab Kuning (Part 1): Matan Abi Syuja'
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 January 2013, 20:03 | 12.918 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA61 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA48 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA23 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc15 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc13 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Isnawati, Lc., MA9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Maharati Marfuah Lc5 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Nur Azizah, Lc0 tulisan
Wildan Jauhari, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Solihin, Lc0 tulisan
Teuku Khairul Fazli, Lc0 tulisan

Jadwal Shalat DKI Jakarta

4-6-2020
Subuh 04:36 | Zhuhur 11:53 | Ashar 15:15 | Maghrib 17:48 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img