Shubuh Wajib Berhenti | rumahfiqih.com

Shubuh Wajib Berhenti

Hanif Luthfi, Lc., MA Wed 24 April 2013 00:45 | 6276 views

Bagikan via

Secara pribadi, saya berikan apresiasi kebijakan PO Bus Bejeu ini. Bahkan akan saya promosikan gratis kepada teman-teman saya jika ingin bepergian ke luar kota naik Bus.

“BUS BEJEU WAJIB BERHENTI SHOLAT SUBUH 085329232121 085225548339”

Tulisan itu akan dipasang di kabin setiap Armada Bus Bejeu, jika nantinya Pak Sopir kelupaan, silahkan sms ke nomer hape tersebut. Sungguh langkah yang bagus dan patut ditiru oleh Perusahaan Otobus lainnya.

Bus yang menjuluki dirinya dengan BlackBus, saat ini melayani rute Jakarta-Kudus, Pati, Jepara, Purwodadi. Sekalian saya pamerin saja, Bus Bejeu merupakan pelopor Bus dengan dilengkapi Wifi di dalamnya. Jadi sambil menikmati perjalanan, kita bisa browsing internet.

Masalah kehabisan batrei, jangan khawatir! Karena bus sudah dilengkapi colokan listrik. Bejeu juga menyediakan minuman berupa kopi dan teh gratis bagi penumpangnya.



Shalat Maghrib dan Isya’ dalam Perjalanan Bus

Sudah puluhan kali, saya melakukan perjalanan Jakarta-Semarang, begitu juga sebaliknya. Hal yang saya amati, dari sekian banyak penumpang bus, hanya beberapa saja yang melaksanakan shalat, bahkan mungkin hanya 10 persen saja. Kok saya tahu?

Begini, bus antar kota jurusan Jakarta-Semarang atau sebaliknya biasanya mulai berangkat selepas ashar. Nanti sampai tempat tujuan selepas Shubuh. Artinya, shalat Maghrib dan Isya’ bisa dipastikan dalam perjalanan.

Setelah Isya’, bus biasanya akan berhenti di rumah makan, sekitar 30 menitan untuk makan malam. Nah, waktu di rumah makan ini yang seharusnya bisa digunakan untuk shalat, nyatanya hampir tidak ada yang menyambangi mushalla atau masjid. Kenapa?

Entahlah, padahal saya yakin KTP mereka kebanyakan ada tulisan Islamnya. Apakah karena tidak tahu? Atau tahu tapi salah? Tapi kebanyakan memang karena ogah-ogahan. Wong di rumah saja tidak sholat, apalagi saat perjalanan.

Tidak Tahu atau Tahu Tapi Salah?

Jika tidak tahu, maka dari tulisan ini saya coba kasih tahu. Pengen juga sekali-kali menulis selebaran yang nanti disebarkan kepada seluruh penumpang bus, tentang tata cara shalat di perjalanan. Semoga terlaksana, InsyaAllah.

Jika tahu tapi salah, maka saya coba luruskan. Sebagian menganggap bahwa mending shalat qadha’ saja saat sudah sampai di rumah. Padahal shalat telah diwajibkan dengan waktunya masing-masing, kecuali jika lupa atau ketiduran. Selain itu tidak ada alasan lain untuk menunda shalat.

Itung-Itungan Waktu

Kebanyakan orang tidak shalat saat perjalanan naik bus, biasanya karena takut ditinggal bus. Seharusnya, penumpang kan raja. Kita tinggal bilang sopirnya saja jika memang takut ketinggalan.

Istirahat di rumah makan biasanya 30 menit. Tinggal kita bagi saja, 20 menit untuk makan plus antrinya, sedangkan 10 menit untuk shalat maghrib 3 rakaat dan Isya’ 2 raka’at di-jama’ ta’khir, plus wudhu’ dan ke toiletnya. Saya sudah praktekkan dan tidak pernah ketinggalan bus. Baik shalat duluan baru makan, atau makan dahulu baru shalat, yang penting shalat.

Shalat Shubuh

Jika shalat Maghrib dan Isya’ tak ada kendala, maka biasanya shalat shubuh yang terjadi sedikit kendala. Kendala disini jika bus belum sampai tempat tujuan, padahal matahari sudah hampir terbit dan belum shalat shubuh. Lantas bagaimana shalatnya?

PO. BEJEU telah mengeluarkan peraturan, Shalat Shubuh wajib berhenti. Masalah selesai!

Toh penumpang adalah raja. Shalat shubuh juga hanya 2 raka’at yang jika dikerjakan bersama tetek bengeknya, paling lama hanya 30 menitan. Pastinya 30 menit untuk shalat tidak akan menjadikan Perusahan Bus bangkrut.

Tapi, masalah lain muncul jika bus masuk Jakarta lewat Tol Cikampek, sedangkan jalannya macet. Padahal di Tol tidak boleh berhenti sembarangan. Biasanya hal itu terjadi jika bus agak siangan masuk Tol Cipularang, di saat jam masuk kantor. Nah, bagaimana shalatnya? Bolehkah ditinggal saja?

Shalat di dalam Bus, sangatlah memungkinkan. Apalagi jika busnya kelas eksekutif dengan kursi yang lebar dan dilengkapi toilet, kita bisa berwudhu’ dengan sempurna. Kan airnya sedikit? Ah, itu hanya alasan saja.

Bagaimana Wudhu’nya?

Anggota badan yang wajib dibasuh saat wudhu’ hanya 4 saja; muka, kedua tangan sampai siku, kepala dan kaki. Kesemuanya yang wajib hanya sekali, artinya jika pun tidak ada air, kita bisa gunakan air mineral.

Setelah itu, kita bisa shalat. Jika bisa berdiri maka dengan berdiri dan menghadap kiblat. Jika tidak dimungkinkan, maka dengan duduk dan menghadap Qiblat. Ulama’ berbeda pendapat, ada yang masih mewajibkan mengganti shalat yang kita laksanakan tadi di bus ketika sudah sampai rumah, ada pula yang tidak mewajibkannya.

Lho, kalo masih wajib ganti, kenapa kita shalat? Kenapa tidak nanti aja sekalian?. Kita masih mempunyai kewajiban shalat dengan keadaan apapun pada waktunya. Sedangkan shalat yang kita laksanakan tadi kurang syarat dan rukunnya.

Kadang tidak shalat itu hanya gara-gara malu saja. Bukan karena tidak tahu atau tahu tapi salah. Takut dianggap sok alim, sok shaleh. Lho, meninggalkan kewajiban Allah saja tidak malu, kenapa malah malu dengan manusia?

Bepergian Itu Dekat Dengan Kematian

Siapalah yang mau menemui Tuhan yang telah menciptakannya dalam keadaan belum melaksanakan kewajibanNya? Siapakah yang menyangka bahwa bepergian naik Bus kala itu, tujuannya adalah ke Kuburan. Siapa sangka! Semoga saja tidak.

Nb: Sengaja tulisan tidak saya cantumkan dalil-dalil secara terperinci. Karena tulisan ini lebih kepada Aplikatif, Intinya, jangan sampai meninggalkan shalat, dimanapun dan dalam keadaan apapun. Kecuali jika memang sudah ingin dishalati.

Dedicated to: Bismania Community

Bagikan via


Baca Lainnya :

Main Hape Saat Khutbah Jumat
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 23 April 2013, 06:55 | 5.970 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 7.037 views
Mengapa Terjadi Ikhtilaf Dalam Fiqih?
Aini Aryani, Lc | 21 April 2013, 00:53 | 5.611 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 April 2013, 15:12 | 5.549 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.718 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 December 2016, 09:58 | 2.010 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 September 2016, 16:17 | 1.231 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 March 2016, 11:31 | 2.194 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 November 2015, 20:20 | 4.042 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 22 October 2015, 17:26 | 2.749 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc., MA | 15 October 2015, 13:54 | 3.450 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc., MA | 3 September 2015, 12:01 | 24.699 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 August 2015, 10:00 | 5.427 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 June 2015, 11:00 | 4.947 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 June 2015, 11:00 | 5.123 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 June 2015, 11:00 | 5.229 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 June 2015, 12:41 | 4.114 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 May 2015, 17:00 | 4.886 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 21:03 | 6.015 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 13:36 | 5.321 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 9 April 2015, 21:21 | 6.379 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 March 2015, 11:02 | 8.456 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 March 2015, 11:11 | 8.873 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 February 2015, 20:54 | 5.179 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 February 2015, 20:21 | 8.249 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 4 February 2015, 19:31 | 9.218 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 January 2015, 06:46 | 5.508 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 November 2014, 12:00 | 5.981 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 November 2014, 12:00 | 6.616 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 August 2014, 15:49 | 4.539 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 July 2014, 08:18 | 8.918 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 July 2014, 21:32 | 5.838 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 June 2014, 00:57 | 3.948 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 May 2014, 00:00 | 4.190 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 7 May 2014, 11:05 | 4.038 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 April 2014, 12:20 | 6.523 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 April 2014, 18:00 | 6.607 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 April 2014, 22:32 | 4.623 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 March 2014, 13:41 | 3.815 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 12 March 2014, 06:55 | 5.685 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 February 2014, 06:00 | 5.033 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 26 February 2014, 12:00 | 5.687 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 19 February 2014, 01:01 | 5.414 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 February 2014, 15:00 | 3.990 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 28 January 2014, 07:28 | 5.613 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 January 2014, 12:23 | 4.924 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 January 2014, 05:45 | 9.776 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 14:38 | 4.212 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 11:37 | 4.926 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 August 2013, 07:32 | 10.262 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 August 2013, 15:35 | 23.913 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 June 2013, 03:03 | 6.903 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 May 2013, 20:02 | 5.924 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 April 2013, 00:45 | 6.276 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 April 2013, 15:12 | 5.549 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 April 2013, 07:04 | 5.371 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 February 2013, 16:45 | 9.756 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan