Ilmu Cocokologi al-Qur’an | rumahfiqih.com

Ilmu Cocokologi al-Qur’an

Hanif Luthfi, Lc., MA Wed 8 May 2019 08:56 | 198 views

Bagikan lewat

Ada-ada saja tentangga Saya satu ini. Sebut saja namanya Pak Sahlan [bukan nama sebenarnya]. Saat kelahiran putranya, Pak Sahlan beristikharah meminta nama anak. Caranya unik dan dibuat-buat sendiri.

Ketika malam hari, Pak Sahlan ini shalat istikharah. Karena ingin meminta langsung kepada Allah subhanahu wa ta’ala, setelah shalat Pak Sahlan membuka mushaf secara acak dengan mata terpejam. Masih dengan mata terpejam, jari telunjuk Pak Sahlan menunjuk ke suatu tempat di halaman mushaf yang telah dibuka secara acak tadi. Dimana jari telunjuk itu berhenti, itulah nama untuk putra barunya itu. Akhirnya dapat juga nama yang diistikharahkan dengan cara buat-buat tadi.

Esoknya, Pak Sahlan tadi sowan ke Kyai sebelum mengadakan aqiqah. “Pak Kyai, alhamdulillah Saya sudah dapat nama untuk anak Saya” lapor Pak Sahlan kepada Kyai.

“Bagus! Siapa namanya?”

“Setelah Saya mengadakan istikharah, akhirnya Allah pilihkan nama untuk anak Saya. Namanya Dhalimin.” Jawab Pak Sahlan.

“Artinya apa Dhalimin?” Selidik Pak Kyai.

“Belum tau, Kyai. Saya dapat setelah istikharah tadi malam”. Jawab Pak Sahlan sambil beliau menjelaskan cara istikharah minta nama yang tadi malam dilakukan.

Ternyata Pak Sahlan ini tadi malam jarinya menunjuk kepada Surat al-Anbiya’ ayat 29. Dimana surat itu diakhiri dengan kata [الظالمين]. Nah, nama Dhalimin diambil dari situ.

Pak Kyai tersenyum mendengar paparan Pak Sahlan. “Pak Sahlan, Dhalimin itu artinya orang-orang yang dzalim. Apa Bapak mau nama anaknya adalah orang-orang yang dzalim?”. Tanya Sang Kyai.

Setelah dijelaskan beberapa hal. Akhirnya atas arahan Pak Kyai, Pak Sahlan mengganti nama anaknya dengan nama Chalimin. Hanya mengganti “D” ke “C” yang artinya adalah orang-orang yang lembut. Cerita ini berdasarkan pada cerita nyata.

Mengatakan Tentang al-Qur’an Sekenanya

Tentu perbuatan cocokologi istikharah Pak Sahlan diatas tak sepenuhnya disalahkan, karena memang beliau orang awam. Untungnya saja beliau lapor dahulu kepada Kyai.

Selain cerita diatas, cocokologi al-Qur’an kadang kita juga temukan. Beberapa kalangan mencari-cari misteri dibalik angka al-Qur’an. Seperti katanya ada misteri dibalik angka 19 dalam al-Qur’an. Mulai dari basmalah.

Huruf basmalah: bâ-sîn-mîm-alîf-lâm-lâm-hâ-alîf-lâm-râ’-hâ-mîm-nûn-alîf-lâm-râ’-hâ-yâ’-mîm. Ya, semuanya berjumlah 19. Al-Qurân mempunyai 114 surah, yang berarti tepat 19 X 6, yang berarti 114 adalah kelipatan 19.

Al-Qurân mempunyai 114 surah, sekarang kita coba jumlahkan angka 1 hingga 114 yaitu (1+2+3+…+114), kalau dijumlahkan maka akan menjadi= 6555. Nah, 6555 ini juga kelipatan 19. Karena jika 6555 dibagi 19 adalah persis 345. Cocokologi angka ini masih panjang lagi dengan angka-angka yang lain.

Ada juga cocokologi suatu kejadian masa kini dengan ayat al-Qur’an. Misalnya, saat ada kejadian besar maka dicocokkan tanggal kejadian itu dengan surat dan ayat al-Qur’an. Misalnya saat Tsunami Aceh yang terjadi tanggal 26 Desember. Maka dicocokkan dengan ayat ke ayat ke 26 surat ke 12.

Suatu kejadian demo, karena bertepatan dengan tanggal 11 bulan 4 maka dicocokkan dengan ayat ke-11 surat ke-4. Begitu seterusnya dan dicari-cari kecocokan pembenarnya dari al-Qur’an.

Saya yakin, yang mengajari ilmu cocokologi ini bukan ulama. Jika ulama, harusnya mengerti bahwa berkata tentang al-Qur’an dengan pendapatnya sendiri ini ancamannya cukup serius.

Nabi Muhammad shallaallahu alalihi wa sallam bersabda:

"ومن قال في القرآن برأيه فليتبوأ مقعده من النار". قال الترمذي: «هذا حديث حسن» (سنن الترمذي، 5/ 199)

“Siapa saja yang berkata terkait Al Qur’an dengan menggunakan pendapatnya sendiri, maka hendaknya dia menempati tempat duduknya yang terbuat dari api neraka” HR. At-Tirmidzi.

Jumlah Ayat al-Qur’an yang Berbeda

Selain tidak boleh menggunakan serta menafsiri al-Qur’an semaunya sendiri, jika menelisik sejarah penulisan al-Qur’an dahulu, ternyata pemotongan ayat al-Qur’an juga bukan hal yang disepakati oleh para ahli al-Qur’an zaman itu. Bahkan sampai sekarang.

Jika jumlah Surat al-Qur’an adalah 114, menurut Imam Jalaluddin as-Suyuthi (w. 911 H) memang hal ini menjadi ijma’ para ulama’. (Jalaluddin as-Suyuthi w. 911 H, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, h. 1/ 225).

Tetapi jumlah pasti ayat al-Qur’an bukan hal yang disepakati para ulama. Ulama sepakat jumlah ayat al-Qur’an adalah 6000-an ayat lebih. Tetapi mereka berbeda pendapat terkait lebihnya. Ada yang menyatakan lebihnya adalah 204. Ada pula yang menyatakan lebihnya 214, 219, 225, 236 ayat. Ada pula riwayat Ibnu Abbas yang menyebut jumlah ayat al-Qur’an adalah 6616 ayat.

Imam as-Suyuthi (w. 911 H) menyebut bahwa perbedaan itu terjadi karena dahulu Nabi berhenti ketika membaca al-Qur’an. Kadang shahabat Nabi ada yang menyangka itu akhir ayat, yang lain menganggap itu tengah ayat.

سبب اختلاف السلف في عدد الآي أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقف على رؤوس الآي للتوقيف فإذا علم محلها وصل للتمام فيحسب السامع حينئذ أنها ليست فاصلة. (الإتقان في علوم القرآن للسيوطي، 1/ 231)

Sebab perbedaan ulama salaf terkait jumlah ayat al-Qur’an adalah Nabi dahulu berhenti disetiap permulaan ayat. Kadang-kadang Nabi melanjutkan sehingga orang yang mendengarnya menganggap tidak dipisah menjadi ayat tersendiri. (Jalaluddin as-Suyuthi w. 911 H, al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, h. 1/ 231).

Perbedaan Pemotongan Ayat pada Tiap Surat al-Qur’an

Lebih jauh, terkait perbedaan jumlah ayat tiap surat dan letak pemotongan ayatnya bisa dibagi menjadi 3 kategori.

Pertama: Surat yang disepakati jumlah ayatnya, baik secara global maupun rincian letak pemotongan ayatnya.

Kedua: Surat yang disepakati jumlah ayatnya secara global tetapi para ulama berbeda terkait tempat dimana ayat itu dipotong.

Ketiga: Surat yang tidak disepakati baik jumlah ayatnya maupun rincian letak pemotongan ayatnya.

Lebih jelasnya sebagai berikut:

1. 40 Surat; disepakati jumlahnya, secara global maupun terperinci.

Surat Yusuf 121 ayat, an-Hijr 99 ayat, an-Nahl 128 ayat, al-Furqan 77 ayat, al-Ahzab 73 ayat, al-Fath 29 ayat, a-Hujurat & at-Taghabun 18 ayat, Qaf 45 ayat, ad-Dzariat 60 ayat, al-Qamar 55 ayat, al-Hasyr 24 ayat, al-Mumtahanah 13 ayat, as-Shaf 14 ayat, al-Jumuah & al-Munafiqun & ad-Dhuha & al-Adiyat 11 ayat, at-Tahrim 12 ayat, Nun 51 ayat, al-Insan 31 ayat, al-Mursalat 50 ayat, at-Takwir 29 ayat, al-Infithar & al-A’la 19 ayat, at-Muthaffifin 36 ayat, al-Buruj 22, al-Ghasyiah 26 ayat, al-Balad 20 ayat, al-Lail 21 ayat, al-Insyirah & at-Tin &at-Takatsur 8 ayat, al-Humazah 9 ayat, al-Fil &al-Falaq & al-Lahab 5 ayat, al-Kafirun 6 ayat, al-Kautsar & an-Nashr 3 ayat.

2. 4 Surat; Sepakat secara global, tak sepakat secara terperinci.

Secara global maksudnya para ulama sepakat jumlah ayatnya, tetapi mereka berbeda potongan ayatnya.

  • Pertama, Surat al-Qashah: Ayatnya ada 88. Ulama Kufah menghitung (طسم) satu ayat tersendiri, sedangkan ulama lain mennggantinya dengan ayat (أمة من الناس يسقون)
  • Kedua, Surat al-Ankabut: Ayatnya ada . Ulama Kufah menghitung (الم) sebagai ayat tersendiri, Ulama Bashrah menggantinya dengan ayat (مخلصين له الدين) Sedangkan Ulama Syam menggantinya dengan ayat (وتقطعون السبيل).
  • Ketiga, Surat al-Jin. Jumlah ayatnya ada 28. Ulama Makkah menganggap (لن يجيرني من الله) sebagai pemisah ayat. Sedangkan Ulama lain menganggap ayat (ولن أجد من دونه ملتحدا).
  • Keempat, Surat al-Ashr. Jumlah ayatnya ada 3. Ulama Madinah menjadikan pemisah ayat di (وتواصوا بالحق), sedangkan yang lain, memisahkan ayat di (والعصر)

3. 70 Surat; tak sepakat jumlah ayatnya, juga tak sepakat pemotongan ayat.

Sebagai contoh: Surat al-Fatihah.

Beberapa ulama menyebut jumlah ayatnya ada 7 dan ini yang masyhur. Tetapi adapula yang berbendapat ada 6 ayat, sebagian yang lain menyebut ada 8 ayat, bahkan ada yang menghitungnya menjadi 9 ayat.

Pendapat yang menyatakan 7 ayat, sebagian menyebut bahwa ayat pertama adalah basmalah. Ini adalah pendapat ulama Makkah dan Kufah. Sebagian yang lain menganggap potongannya bukan di basmalah tapi di ayat (أنعمت عليهم).

Pendapat yang menyatakan 8 ayat, menambah potongan ayat (إياك نعبد).

Pendapat yang menyatakan 9 ayat, memasukkan basmalah dan (أنعمت عليهم) dan (إياك نعبد).

Bagaimana dengan 69 surat yang lain? Tentu jika ditulis akan panjang. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di kitab al-Itqan fi Ulum al-Qur’an karya Imam as-Suyuthi (w. 911 H).

Cocokologi berbahaya: Ayat Untuk Orang Kafir Digunakan Untuk Menilai Orang Beriman

Ada cocokologi yang cukup berbahaya; yaitu mencocok-cocokkan ayat yang ditujukan untuk orang kafir, digunakan untuk menunjuk saudara sesama muslim.

Kenapa berbahaya? Karena muamalah antar sesama muslim dengan muamalah terhadap orang kafir tentu berbeda. Lebih bahaya lagi, jika darah orang beriman dihalalkan karena dicocokkan dengan ayat untuk orang kafir.

Hal itu sebagaimana disebut dalam hadits Shahih Bukhari:

وكان ابن عمر، يراهم شرار خلق الله، وقال: «إنهم انطلقوا إلى آيات نزلت في الكفار، فجعلوها على المؤمنين». صحيح البخاري (9/ 16)

“Ibnu Umar menganggap mereka [khawarij] adalah sejelek-jeleknya makhluq. Ibnu Umar berkata: Mereka menggunakan ayat yang turun kepada orang kafir, lalu digunakan untuk orang mukmin.” HR. Bukhari.

Memang dalam hadits-hadits yang berbicara tentang kaum khawarij masa yang akan datang, Nabi selalu menyertakan suatu tanda. Salah satu tanda itu adalah mereka membaca al-Qur’an.

Sebut saja hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim sebagai berikut:

"إن من ضئضئ هذا، أو: في عقب هذا قوما يقرءون القرآن لا يجاوز حناجرهم، يمرقون من الدين مروق السهم من الرمية، يقتلون أهل الإسلام ويدعون أهل الأوثان، لئن أنا أدركتهم لأقتلنهم قتل عاد" (متفق عليه)

Sesungguhnya di belakang orang ini akan muncul suatu kaum yang rajin membaca al-Qur’an namun tidak melampaui pangkal tenggorokan mereka. Mereka membunuhi umat Islam dan justru meninggalkan para pemuja berhala. Mereka keluar dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari sasaran bidiknya. Apabila aku menemui mereka, niscaya aku akan membunuh mereka dengan cara sebagaimana terbunuhnya kaum ‘Aad.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu, ini lafaz Muslim).

Hadits lain menyebutkan:

رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «سيخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان، سفهاء الأحلام، يقولون من خير قول البرية، يقرءون القرآن لا يجاوز حناجرهم، يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية، فإذا لقيتموهم فاقتلوهم، فإن في قتلهم أجرا، لمن قتلهم عند الله يوم القيامة» صحيح مسلم (2/ 746)

Akan keluar satu kaum di akhir zaman, (mereka) adalah orang-orang yang masih muda, akal mereka bodoh, mereka berkata dengan sebaik-baiknya perkataan manusia, keimanan mereka tidak melewati kerongkongan, mereka keluar dari agama bagaikan anak panah yang keluar dari busurnya, di mana saja kalian menjumpai mereka, maka (perangilah) bunuhlah, karena sesungguhnya dalam memerangi mereka terdapat pahala di hari Kiamat bagi siapa saja yang membunuh mereka. (HR. Muslim)

Mari kembali kepada para ulama, kembali kepada para ahlinya. Kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah tanpa dibimbing ulama yang ahli dibidangnya bisa jadi lebih berbahaya, karena hal itu sama halnya memahami agama dengan pemikiran sendiri. Waallahua’lam bisshawab.


Baca Lainnya :

Berilmu Sebelum Berutang
Muhammad Abdul Wahab, Lc | 27 August 2018, 08:40 | 819 views
Jika Makmum dan Imam Berbeda Niat Shalat
Firman Arifandi, Lc., MA | 26 August 2018, 21:07 | 970 views
Fiqih Pinjam-meminjam
Muhammad Abdul Wahab, Lc | 23 August 2018, 21:49 | 2.228 views
Keluarga Yang Dapat Pahala Qurban, Siapa Saja?
Aini Aryani, Lc | 18 August 2018, 18:08 | 741 views
Hari Arafah Ikut Waktu Wuquf atau Ikut Isbat Tiap Negara Saja?
Firman Arifandi, Lc., MA | 16 August 2018, 20:34 | 2.955 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Menikahi Wanita Ahli Kitab, Halalkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 December 2019, 05:05 | 182 views
Mencium Tangan Kyai, Sunnah Siapa?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 28 November 2019, 05:05 | 158 views
Kuburiyyun dan Anti Kuburan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 November 2019, 05:05 | 286 views
Menomori Hadits Bukan Tradisi Ulama Salaf
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 November 2019, 05:05 | 217 views
Taklid Bagi Orang Awam
Hanif Luthfi, Lc., MA | 28 October 2019, 05:05 | 300 views
Menuduh Kyai Ibnu Taimiyyah Klenik
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2019, 09:17 | 473 views
Ilmu Cocokologi al-Qur’an
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 May 2019, 08:56 | 198 views
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 December 2016, 09:58 | 4.987 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 September 2016, 16:17 | 3.949 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 March 2016, 11:31 | 5.648 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 8 November 2015, 20:20 | 7.169 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 22 October 2015, 17:26 | 22.300 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc., MA | 15 October 2015, 13:54 | 6.208 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc., MA | 3 September 2015, 12:01 | 35.550 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 August 2015, 10:00 | 21.223 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 June 2015, 11:00 | 7.035 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 June 2015, 11:00 | 8.889 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 June 2015, 11:00 | 7.329 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 June 2015, 12:41 | 7.451 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 May 2015, 17:00 | 13.405 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 21:03 | 10.082 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 April 2015, 13:36 | 8.550 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 9 April 2015, 21:21 | 13.206 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 March 2015, 11:02 | 12.283 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 13 March 2015, 11:11 | 12.945 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 February 2015, 20:54 | 7.434 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 February 2015, 20:21 | 12.114 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc., MA | 4 February 2015, 19:31 | 14.696 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 January 2015, 06:46 | 8.317 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 November 2014, 12:00 | 8.134 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 November 2014, 12:00 | 9.969 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 August 2014, 15:49 | 6.373 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 July 2014, 08:18 | 10.996 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc., MA | 6 July 2014, 21:32 | 8.072 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 29 June 2014, 00:57 | 5.629 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 May 2014, 00:00 | 6.211 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc., MA | 7 May 2014, 11:05 | 6.143 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 30 April 2014, 12:20 | 8.246 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc., MA | 5 April 2014, 18:00 | 9.786 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 2 April 2014, 22:32 | 7.630 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 March 2014, 13:41 | 6.226 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc., MA | 12 March 2014, 06:55 | 7.520 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 27 February 2014, 06:00 | 7.210 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc., MA | 26 February 2014, 12:00 | 8.682 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 19 February 2014, 01:01 | 7.689 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 February 2014, 15:00 | 5.585 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 28 January 2014, 07:28 | 7.690 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc., MA | 25 January 2014, 12:23 | 6.821 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc., MA | 23 January 2014, 05:45 | 12.223 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 14:38 | 6.519 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 October 2013, 11:37 | 7.995 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 August 2013, 07:32 | 14.597 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 10 August 2013, 15:35 | 27.308 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 June 2013, 03:03 | 13.378 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 18 May 2013, 20:02 | 8.009 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc., MA | 24 April 2013, 00:45 | 8.193 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 17 April 2013, 15:12 | 8.003 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc., MA | 1 April 2013, 07:04 | 6.991 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 14 February 2013, 16:45 | 21.861 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA59 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA48 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA23 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc15 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc13 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Isnawati, Lc., MA9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Maharati Marfuah Lc4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Nur Azizah, Lc0 tulisan
Wildan Jauhari, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Solihin, Lc0 tulisan
Teuku Khairul Fazli, Lc0 tulisan

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:04 | Maghrib 17:55 | Isya 19:07 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img