Rancunya Bahasa Terjemahan | rumahfiqih.com

Rancunya Bahasa Terjemahan

Ahmad Sarwat, Lc., MA Mon 17 June 2013 07:43 | 8673 views

Bagikan via

Bahasa Arab memang tidak mudah diterjemahkan begitu saja ke dalam bahasa Indonesia. Tidak semua kata atau frasa ada padanannya, sehingga bahasa terjemahan yang harfiyah tentu tidak mampu menyampaikan isi pesan yang seutuhnya.

Para penerjemah bahasa asing, khususnya dari bahasa Arab memang harus pandai dan cerdas. Selain harus mengerti betul gaya bahasa aslinya, juga harus pandai mencarikan padanan kata atau ungkapan yang punya makna setara atau minimal agak mendekati aslinya. Kalau tidak demikian, maka pada gilirannya malah bisa jadi malapetaka.

Ittaqillah

Dalam bahasa Arab, kalau ada orang berkata kepada kita ittaqillah (اتق الله), maknanya bukan sekedar bertaqwalah atau takutlah kepada Allah. Tetapi kalimat itu sudah mengandung ancaman, atau setidaknya sebuah tuduhan bahwa kita ini bersalah dalam pandangannya.

Sehingga kalau sampai orang Arab bilang ittaqillah kepada kita, harus dipahami bahwa orang itu menyalahkan kita dan ungkapan dalam bahasa kita kurang lebih menjadi 'jangan begitu', 'awas', 'hati-hati' dan sejenisnya.

Aku Mencintaimu di Jalan Allah

Menarik juga ungkapan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada kita untuk disampaikan kepada sesama muslim, yaitu inni uhibbuka fillah (أني أحبك في الله). Kalau kita menghormati seorang dosen atau tokoh ulama di kalangan orang-orang Arab, maka ungkapan ini termasuk salah satu sopan santun yang tinggi.

Tetapi jangan sekali-kali ungkapan itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara harfiyah. Apalagi kalau sampai digunakan di tengah pergaulan sesama anak bangsa. Sebab terjemahannya akan jadi lain dan jauh sekali.

Kalau sampai ada seorang laki-laki berkata kepada teman sesama laki-laki,"Aku mencintaimu karena Allah", maka dahi temannya itu pasti akan berkerut sepuluh lipatan tanda bingung. Dan boleh jadi dalam hatinya dia curiga. Jangan-jangan orang ini hombreng, masak sesama lelaki bilang cinta-cintaan segala?

Yakhrabbetak

Orang Mesir punya makian khas kalau lagi berseteru dengan sesama mereka. Bahasa itu tentu saja ammiyah dan bukan bahasa fushah.

Yakhrab betak!!

Terjemahan apa adanya adalah rumahmu musnah, rusak atau terbakar. Sebagaimana bisa kita baca di dalam Al-Quran tentang rumah yang musnah :

Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka. Mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mu'min.
(QS. Al-Hasyr : 2)

Tentu saja makian atau umpatan itu tidak ada kaitannya dengan rumah yang musnah. Itu hanya bahasa ungkapan, ketika kita terjemahkan menjadi rumahmu musnah tentu akan lucu dan tidak enak didengar.

Barangkali mirip dengan makian khas Betawi. Tidak mungkin makian pale lo ijo diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan ra'suka ahdhar. Begitu juga tidak mungkin menerjemahkan ungkapan muke lu jauh dengan wajhuka ba'id.

Dan ungkapan khas orang Jawa mbok yo ngene juga tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ibu ya begini, atau ke dalam bahasa Inggris menjadi mother yes like this, atau ke dalam bahasa Arab menjadi ummu na'am ha kadza.

Terjemah Istilah Dalam Nash-nash Syariah

Terjemahan ungkapan ringan macam di atas, bila hasilnya salah kaprah kita masih boleh senyum-senyum. Tetapi bayangkan kalau kesalahan fatal itu terjadi ketika memahami nash-nash syariah. Kalau sampai salah kaprah, bisa-bisa yang haram jadi halal dan sebaliknya yang halal jadi haram.

Menerjemahkan bahasa Arab modern kadang kita masih kesulitan, apalagi menerjemahkan ungkapan-ungkapan yang hanya digunakan pada 14 abad lampau, tentu lebih sulit lagi untuk dipahami. Parahnya, tidak semua orang Arab hari ini bisa paham ungkapan-ungkapan khas di masa Nabi SAW.

Taribat Yadaka

Seperti ungkapan Nabi SAW ketika menyebutkan empat alasan memilih istri, dimana salah satunya karena agamanya, lalu beliau mengatakan taribat yadaaka (تربت يداك).

Apa maksud kalimat taribat yadaaka ini?

Kalau secara harfiyah kata taribat itu bentukan dari kata turab yang artinya debu. Sedangkan yadaaka artinya kedua tanganmu. Tetapi apa benar taribat yadaaka itu berarti kedua tanganmu berdebu? Apa hubungannya dengan memilih istri karena faktor agama?

Bahasa Tubuh

Yang lebih sulit lagi untuk dipahami adalah bahasa tubuh Nabi SAW. Kadang dalam memberi fatwa, beliau tidak menggunakan kata secara verbal, melainkan dengan menggunakan bahasa tubuh. Salah satunya adalah tertawa hingga terlihat putih giginya.

Kasusnya terjadi ketika Amar bin Ash berijtihad meninggalkan mandi janabah dan menggantinya dengan tayammum, karena alasan takut mencelakakan dirinya saat di musim dingin. Mendengar itjihad shahabatnya itu, beliau SAW pun tertawa, hingga terlihat putih giginya.

Nah yang ini jelas membingungkan sekali. Apa makna tertawanya seorang Nabi SAW yang berkebangsaan Arab dan hidup di abad keenam Masehi. Masalahnya bahasa tubuh tiap bangsa itu beda-beda.

Bisa saja beliau tertawa karena memang mentertawakan tindakan shahabatnya itu yang mungkin keliru. Seperti kita suka mentertawakan orang-orang yang keliru dan bersalah. Itu budaya kita, kalau lihat ada orang salah atau keliru, kita terbiasa untuk mentertawakan.

Tetapi ternyata tertawanya Nabi SAW itu bukan meledek atau mentertawai kekeliruan orang lain. Tidak, justru tertawanya itu bermakna pembenaran atas ijtihad meninggalkan mandi janabah menjadi tayammum. Dan itulah yang secara umum dipahami oleh para ulama sepanjang zaman.

Disinilah terbukti bahwa urusan memahami syariat bukan sekedar menguasai bahasa saja. Seorang asli Arab di zaman kita pun belum tentu paham maksudnya. Kita harus belajar lebih dalam ilmu bahasa Arab yang lebih klasik lagi, yang boleh jadi di kamus-kamus modern tidak tercantum.

Dan lebih dari itu, kita perlu merujuk ke kitab-kitab syarah hadits untuk mengetahui apa yang dipahami para ulama di masa lalu tentang ungkapan asing itu. Dan kalau ungkapan itu ada di dalam ayat Al-Quran, tentu kita perlu membuka kitab tafsir.

Dan salah satu manfaat ilmu fiqih adalah memahami makna tiap istilah yang digunakan dalam nash-nash syariah secara lebih mendalam. Sebab kekeliruan dalam memahaminya akan melahirkan kekeliruan dalam menarik kesimpulan hukum. Dan kekeliruan seperti itu sangat mungkin terjadi, bila yang melakukannnya hanya orang yang awam seperti kita yang bukan termasuk orang yang berada dalam derajat para mujtahid.

Wallahu a'lam
 

Bagikan via


Baca Lainnya :

Bolehkah Wanita Ziarah Kubur?
| 15 June 2013, 08:41 | 4.982 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 7.609 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 4.774 views
Nasihat Cinta Dari Seorang Guru
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 7 June 2013, 06:54 | 5.131 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 5.947 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 2.124 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 8.571 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 8.514 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.632 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.841 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.577 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 16.140 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 10.350 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 7.467 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 9.370 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 6.272 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.957 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 5.051 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.565 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.824 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 16.478 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.559 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.994 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 9.437 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.685 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 4.255 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 6.011 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 5.215 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 8.490 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 20.840 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 7.330 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 11.902 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.976 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.758 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 8.046 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.800 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.685 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.832 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 5.445 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.603 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 7.323 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 5.227 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.772 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 7.047 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.983 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.634 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.673 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.771 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 5.060 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.721 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 6.560 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc16 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA12 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Azizah, Lc0 tulisan