Proses Terbentuknya Hukum Fiqih | rumahfiqih.com

Proses Terbentuknya Hukum Fiqih

Ahmad Sarwat, Lc., MA Tue 25 June 2013 02:01 | 6662 views

Bagikan via

Hukum-hukum fiqih lahir dari beberapa proses panjang yang disebut dengan istimbath al-ahkam. Hukum-hukum fiqih itu bukan wahyu yang turun begitu saja dari langit, tidak sebagaimana turunnya ayat Al-Quran dan hadits nabawi.

Meski bukan merupakan wahyu langsung, namun hukum-hukum fiqih itu bukan sekedar rekaan atau karangan manusia.

Dalam prosesnya, teks-teks wahyu dan juga hadits-hadits nabawi dikomparasikan dengan realitas atau kenyataan yang amat dinamis, dimana manusia ditakdirkan hidup dengan realitas kehidupan sosial yang berbeda-beda, baik secara adat, karakter, budaya, tradisi, etika yang satu sama lain saling berbeda. Dan itulah hakikat ilmu fiqih.

Namun satu hal yang sering luput dari perhatian orang, tidak mentang-mentang fiqih itu hasil istimbath manusia, lalu siapa saja berhak melakukannya.

Para ulama sepakat bahwa tidak semua orang boleh melakukan proses komparasi itu. Setidaknya hanya mereka yang benar-benar memenuhi syarat sebagai mujtahid saja yang diberi wewenang dan otoritas untuk melakukannya. Itu pun dengan tetap harus menggunakan kaidah-kaidah yang diterima secara ilmiyah, nalar dan juga diakui secara sah sebagai kaidah yang muktamad.

Barulah hasil akhirnya akan kita dapat berupa hukum-hukum fiqih yang kita kenal sebagai wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram.

Ibarat makanan, ilmu fiqih adalah hidangan siap santap di atas meja yang mengundang selera. Buat kita yang makan, mungkin tidak terbayang bagaimana opor ayam itu sebelumnya mengalami proses panjang dalam pembuatannya. Dan ternyata proses itu pun tidak mudah. Dan tidak sembarang orang bisa memasaknya dengan hasil yang memuaskan.

Kalau kita perhatikan, hidangan opor ayam sebelum sampai di meja makan kita itu, sebelumnya telah mengalami proses dari bahan mentah, lalu diolah sedemikian rupa oleh chef atau juru masak yang berpengalaman, hingga akhirnya terhidang di atas meja siap disantap.

Bahan baku utama opor ayam sebelum dimasak tentu seekor ayam yang asalnya masih hidup di peternakan. Ayamnya perlu dipilih yang sehat dan baik, kemudian ditangkap, disembelih dengan benar, dicabuti bulunya, dibersihkan isi perutnya, bagian yang tidak perlu dibuang, lalu dimasak dasar.

Selain ayam, opor itu juga terbuat dari berbagai ramuan khas serta bumbu-bumbu lainnya. Bumbu-bumbu itu tentu sebelumnya masih di perkebunan.

Bumbunya yang utama adalah santan kelapa, maka harus ada orang yang memanjat pohon kelapa terlebih dahulu, lalu mengupasnya, memarutnya, dan membuat santannya. Tentu bumbunya bukan hanya santan, tetapi ada lusinan bumbu lainnya yang juga harus dipetik dulu di kebun.

Semua bahan itu tidak akan tiba-tiba berubah menjadi opor ayam begitu saja. Dalam hal ini kita membutuhkan juru masak ahli dan berpengalaman untuk memasak opor ayam, biar ayamnya empuk tidak keras, bumbunya meresap, tidak hambar dan juga tidak terlalu ekstrim. Tentunya dibutuhkan keahlian tersendiri. Orang yang belum pernah memasaknya, di awal pertama kali mencoba memasaknya, pasti akan banyak melakukan kesalahan.

Pendeknya, semua itu adalah proses pembuatan opor ayam. Opor ayam tidak tiba-tiba turun dari langit mendarat tepat di atas meja makan kita.

Lain halnya bila kita membeli opor ayam itu di rumah makan, yang kita perlukan hanya uang sebagai harga pembelian. Dan kita bisa langsung duduk manis sambil melahapnya saat itu juga. Kita yang beli jadi opor ayam adalah orang-orang yang terima rapi saja, tidak perlu repot-repot memasak dan memprosesnya.

Itulah perumpamaan sederhana, untuk mendekatkan kita dengan kenyataan. Intinya, kita ini umumnya adalah orang-orang awam dan bukan mujtahid. Kita tidak melakukan semua proses ijtihad di atas. Sebagai orang awam, kita hanya terima bersih dan tinggal menggunakan saja hasil-hasil ijtihad para ulama.

Dan akan terasa aneh kalau orang yang tidak punya kapasitas ulama, tiba-tiba merasa dirinya paling pintar bahkan merasa lebih pintar dari ulama.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Menelusuri Hukum Hiasan Dalam Masjid
| 23 June 2013, 11:00 | 5.152 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc., MA | 21 June 2013, 03:03 | 8.952 views
Bahasa Arab dan Pemahaman Syariah
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 20 June 2013, 00:18 | 5.044 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 6.121 views
Penguburan Massal Dalam Pandangan Fiqih
| 18 June 2013, 11:03 | 3.828 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Perluasan Hal-hal Yang Membatalkan Puasa di Empat Mazhab
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 March 2019, 18:09 | 2.288 views
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 3.617 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 15.578 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 9.974 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 13.567 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 5.222 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 10.020 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 17.890 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 11.951 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 10.142 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 11.013 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 7.693 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 7.433 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 6.155 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 6.889 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 10.021 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 20.053 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 5.529 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 5.944 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 10.675 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 5.611 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 5.956 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 7.327 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 6.573 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 10.432 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 41.025 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 9.306 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 13.154 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 7.004 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 5.703 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 10.072 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 10.060 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 6.775 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 6.042 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 6.689 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 9.006 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 8.544 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 6.610 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 6.788 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 8.364 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 6.662 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 8.382 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 18.301 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 5.910 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 6.227 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 5.848 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 7.937 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA47 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA18 tulisan
Galih Maulana, Lc16 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc13 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Isnawati, Lc., MA9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Maharati Marfuah Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Nur Azizah, Lc0 tulisan
Wildan Jauhari, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Solihin, Lc0 tulisan
Teuku Khairul Fazli, Lc0 tulisan

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img