Rahasia Bangun Malam | rumahfiqih.com

Rahasia Bangun Malam

Ahmad Sarwat, Lc., MA Thu 4 July 2013 04:57 | 6469 views

Bagikan via

Seorang teman pernah mengeluh pada saya tentang susahnya bangun malam. Dia mengaku mudah sekali menjalankan semua amalan sunnah, puasa Senin Kamis, shalat Dhuha, merutinkan zikir pagi dan petang, bahkan rutin mengkhatamkan Quran tiap bulan.

Tetapi kalau sudah menyangkut bangun malam alias tahajjud, bagi dia perkara yang teramat susah. Maklumlah, teman yang satu ini kalau sudah tidur, memang rada susah bangunnya. Dia minta saya tips bagaimana caranya bangun malam.

Saya bilang masalah bangun malam itu sebenarnya masalah yang manusiawi saja, siapapun bisa dengan mudah bangun malam, asalkan punya niat dan cara tidurnya benar.

Kebanyakan kita kalau bicara tentang bangun malam dan tahajjud, pasti langsung membayangkan bagaimana begadang semalaman. Kalau pun dipaksakan juga, tetap ada resikoya, yaitu keesokan harinya ngantuk dan badan minta diajak tidur siang.

Karena itulah kalau masuk bulan Ramadhan, kita sering menyaksikan orang-orang pada tidur siang beramai-ramai. Kadang masjid sampai penuh dengan orang tidur, khususnya setelah usai shalat Dzhuhur. Alasannya karena semalam kurang tidur.

Cara yang sering dilakukan orang dalam bertahajjud kadang kurang manusiawi. Niat bangun malam, tetapi mulai tidurnya sudah larut malam. Mirip dengan acara mabit yang digelar salah satu masjid di Jakarta. Acara dimulai ba'da isya' dan baru selesai jam setengah satu pagi. Setelah itu peserta boleh tidur untuk nanti jam 3-an dibangunkan untuk tahajjud.

Kebetulan saya diminta menjadi salah satu nara sumber, yang kebagian giliran paling akhir. Jadi saya baru selesai ceramah lewat tengah malam dan sudah dini hari.

Saat itu saya bilang, acara ini kurang manusiawi. Bayangkan saja, orang baru tidur sebentar tiba-tiba sudah dipaksa bangun. Panitia menjawab bahwa memang begitulah namanya orang tahajjud, harus dipaksain, badan tidak boleh dimanjain.

Saya bilang, kalau main paksa begitu sih bisa saja, cuma apa bisa awet dan rutin berjalan? Soalnya, Nabi SAW itu kalau berhajjud, bukan cuma sebulan sekali, juga tidak mengandalkan acara mabit seperti ini. Beliau bertahjud rutin tiap malam, tanpa merasa mengantuk keesokan harinya.

Lalu apa rahasianya?

Seorang peserta bilang, beliau SAW itu kan seorang nabi, pasti punya fasilitas mukizat. Jadi bisa saja tiap malam begadang tapi siangnya tidak mengantuk.

Saya bilang bahwa beliau SAW tidak selalu mengandalkan mukjizat. Termasuk dalam kasus bangun malam ini, bisa dipastikan beliau SAW tidak pakai mukjizat-mukjizatan segala. Yang beliau lakukan itu sesuatu yang sebenarnya sangat manusiawi, yaitu beliau tetap tidur cukup di malam hari.

Rahasianya ternyata ada pada garis startnya. Beliau SAW ternyata diriwayatkan tidak suka ngobrol atau bicara di malam hari, ketika sudah selesai shalat Isya'. Itu berarti beliau mengawali tahajjud dengan tidur sejak awal malam.

Mari kita hitung-hitung secara logika. Katakanlah Isya' itu jam 19:00 malam, kalau setelah itu beliau tidur dan bangun kurang lebih jam 03:00 dini hari, berarti beliau sudah tidur 8 jam. Sekali lagi, 8 jam.

Dengan hitungan sederhana itu, kita sudah dapat rahasianya bagaimana beliau ternyata sangat punya waktu cukup untuk tidur malam. Dan siapapun pun pasti bisa melakukannya, karena sangat masuk akal dan manusiawi.

Dengan cara itu maka tidur malam kita sudah cukup dari segi jumlah jamnya. Hak-hak yang harus diberikan kepada badan kita untuk istirahat sudah kita penuhi. Hak kepada mata untuk merem, juga sudah dipenuhi. Maka tidak ada cerita besoknya harus 'balas dendam' dengan tidur siang yang lama.

Bagaimana Dengan Qailulah Nabi?

Ada peserta yang bertanya, katanya nabi SAW rajin melakukan qailulah di siang hari. Bukankah ini isyarat bahwa beliau SAW mengajarkan kita tidur siang?

Saya bilang, dari namanya saja kita sudah bisa menjawab, bahwa qailulah itu tidur sebentar. Sebentar disini dalam arti hakiki, ya sebentar sekali, barang 5-10 menit.

Dan itu tidak sama dengan tidur siangnya kita, yang bisa 1-2 jam bahkan sampai ada the long sleep compition, alias adu lama tidur siang. Dengan cara tidur siang yang lama ini, sebenarnya badan kita tidak lantas menjadi segar, tetapi malah tambah lemes dan tidak bergairah. Akibatnya malah prodktifitas kerja kita di siang hari jadi terhambat.

Jadi kalau mau qailulah silahkan saja, tetapi qailulah bukan balas dendam karena begadang tadi malam. Sebab waktunya cuma sebentar sekali. Ibarat komputer, seperti kita memencet tombol restart, biar segar kembali secara instan.

Cuma begitu saja sih tipsnya, tidak terlalu aneh memang. Karena sosok Nabi SAW kita juga sosok manusia biasa, bukan bukan malaikat atau setengah malaikat. Beliau contohkan kepada kita tips sederhana, logis dan mudah agar umatnya bisa bangun malam.

Tidurlah di awal malam, biar nanti di akhir malam secara otomatis bisa bangun, tanpa harus disiram air, atau dioprak-oprak panitia.

Namun bagi sebagian orang, tidur di awal malam barangkali bukan perkara mudah. Sebab aktifitasnya masih dijalankan sampai larut malam. Kalau tidur jam 12 malam, bagaimana mau bangun jam 03.00 dengan normal? Baru tidur 3 jam sudah bangun lagi, tentu secara naluri akan merasakan ngantuk besok siangnya.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 14.919 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 8.307 views
Wajibkah Seorang Ibu Menyusui Anaknya?
Siti Chozanah, Lc | 27 June 2013, 10:45 | 552 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.520 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc | 21 June 2013, 03:03 | 6.771 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.353 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 7.731 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 7.833 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 10.823 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.342 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.069 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.484 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 9.851 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 6.891 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 8.883 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 5.851 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.486 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.511 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.136 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.220 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 15.806 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.079 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.530 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 8.944 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.276 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 3.820 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.583 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 4.763 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 7.995 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 19.846 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 6.760 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 11.228 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.499 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.329 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.574 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.293 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.169 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.366 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 5.003 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.124 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 6.873 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 4.718 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.313 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.469 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.520 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.172 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.183 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.300 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.534 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.251 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 5.999 views