Rahasia Bangun Malam | rumahfiqih.com

Rahasia Bangun Malam

Ahmad Sarwat, Lc., MA Thu 4 July 2013 04:57 | 6657 views

Bagikan via

Seorang teman pernah mengeluh pada saya tentang susahnya bangun malam. Dia mengaku mudah sekali menjalankan semua amalan sunnah, puasa Senin Kamis, shalat Dhuha, merutinkan zikir pagi dan petang, bahkan rutin mengkhatamkan Quran tiap bulan.

Tetapi kalau sudah menyangkut bangun malam alias tahajjud, bagi dia perkara yang teramat susah. Maklumlah, teman yang satu ini kalau sudah tidur, memang rada susah bangunnya. Dia minta saya tips bagaimana caranya bangun malam.

Saya bilang masalah bangun malam itu sebenarnya masalah yang manusiawi saja, siapapun bisa dengan mudah bangun malam, asalkan punya niat dan cara tidurnya benar.

Kebanyakan kita kalau bicara tentang bangun malam dan tahajjud, pasti langsung membayangkan bagaimana begadang semalaman. Kalau pun dipaksakan juga, tetap ada resikoya, yaitu keesokan harinya ngantuk dan badan minta diajak tidur siang.

Karena itulah kalau masuk bulan Ramadhan, kita sering menyaksikan orang-orang pada tidur siang beramai-ramai. Kadang masjid sampai penuh dengan orang tidur, khususnya setelah usai shalat Dzhuhur. Alasannya karena semalam kurang tidur.

Cara yang sering dilakukan orang dalam bertahajjud kadang kurang manusiawi. Niat bangun malam, tetapi mulai tidurnya sudah larut malam. Mirip dengan acara mabit yang digelar salah satu masjid di Jakarta. Acara dimulai ba'da isya' dan baru selesai jam setengah satu pagi. Setelah itu peserta boleh tidur untuk nanti jam 3-an dibangunkan untuk tahajjud.

Kebetulan saya diminta menjadi salah satu nara sumber, yang kebagian giliran paling akhir. Jadi saya baru selesai ceramah lewat tengah malam dan sudah dini hari.

Saat itu saya bilang, acara ini kurang manusiawi. Bayangkan saja, orang baru tidur sebentar tiba-tiba sudah dipaksa bangun. Panitia menjawab bahwa memang begitulah namanya orang tahajjud, harus dipaksain, badan tidak boleh dimanjain.

Saya bilang, kalau main paksa begitu sih bisa saja, cuma apa bisa awet dan rutin berjalan? Soalnya, Nabi SAW itu kalau berhajjud, bukan cuma sebulan sekali, juga tidak mengandalkan acara mabit seperti ini. Beliau bertahjud rutin tiap malam, tanpa merasa mengantuk keesokan harinya.

Lalu apa rahasianya?

Seorang peserta bilang, beliau SAW itu kan seorang nabi, pasti punya fasilitas mukizat. Jadi bisa saja tiap malam begadang tapi siangnya tidak mengantuk.

Saya bilang bahwa beliau SAW tidak selalu mengandalkan mukjizat. Termasuk dalam kasus bangun malam ini, bisa dipastikan beliau SAW tidak pakai mukjizat-mukjizatan segala. Yang beliau lakukan itu sesuatu yang sebenarnya sangat manusiawi, yaitu beliau tetap tidur cukup di malam hari.

Rahasianya ternyata ada pada garis startnya. Beliau SAW ternyata diriwayatkan tidak suka ngobrol atau bicara di malam hari, ketika sudah selesai shalat Isya'. Itu berarti beliau mengawali tahajjud dengan tidur sejak awal malam.

Mari kita hitung-hitung secara logika. Katakanlah Isya' itu jam 19:00 malam, kalau setelah itu beliau tidur dan bangun kurang lebih jam 03:00 dini hari, berarti beliau sudah tidur 8 jam. Sekali lagi, 8 jam.

Dengan hitungan sederhana itu, kita sudah dapat rahasianya bagaimana beliau ternyata sangat punya waktu cukup untuk tidur malam. Dan siapapun pun pasti bisa melakukannya, karena sangat masuk akal dan manusiawi.

Dengan cara itu maka tidur malam kita sudah cukup dari segi jumlah jamnya. Hak-hak yang harus diberikan kepada badan kita untuk istirahat sudah kita penuhi. Hak kepada mata untuk merem, juga sudah dipenuhi. Maka tidak ada cerita besoknya harus 'balas dendam' dengan tidur siang yang lama.

Bagaimana Dengan Qailulah Nabi?

Ada peserta yang bertanya, katanya nabi SAW rajin melakukan qailulah di siang hari. Bukankah ini isyarat bahwa beliau SAW mengajarkan kita tidur siang?

Saya bilang, dari namanya saja kita sudah bisa menjawab, bahwa qailulah itu tidur sebentar. Sebentar disini dalam arti hakiki, ya sebentar sekali, barang 5-10 menit.

Dan itu tidak sama dengan tidur siangnya kita, yang bisa 1-2 jam bahkan sampai ada the long sleep compition, alias adu lama tidur siang. Dengan cara tidur siang yang lama ini, sebenarnya badan kita tidak lantas menjadi segar, tetapi malah tambah lemes dan tidak bergairah. Akibatnya malah prodktifitas kerja kita di siang hari jadi terhambat.

Jadi kalau mau qailulah silahkan saja, tetapi qailulah bukan balas dendam karena begadang tadi malam. Sebab waktunya cuma sebentar sekali. Ibarat komputer, seperti kita memencet tombol restart, biar segar kembali secara instan.

Cuma begitu saja sih tipsnya, tidak terlalu aneh memang. Karena sosok Nabi SAW kita juga sosok manusia biasa, bukan bukan malaikat atau setengah malaikat. Beliau contohkan kepada kita tips sederhana, logis dan mudah agar umatnya bisa bangun malam.

Tidurlah di awal malam, biar nanti di akhir malam secara otomatis bisa bangun, tanpa harus disiram air, atau dioprak-oprak panitia.

Namun bagi sebagian orang, tidur di awal malam barangkali bukan perkara mudah. Sebab aktifitasnya masih dijalankan sampai larut malam. Kalau tidur jam 12 malam, bagaimana mau bangun jam 03.00 dengan normal? Baru tidur 3 jam sudah bangun lagi, tentu secara naluri akan merasakan ngantuk besok siangnya.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 15.122 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 8.485 views
Wajibkah Seorang Ibu Menyusui Anaknya?
Siti Chozanah, Lc | 27 June 2013, 10:45 | 659 views
Wajibkah Seorang Ibu Menyusui Anaknya?
| 27 June 2013, 10:45 | 5.115 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.645 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 1.603 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 7.983 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 8.015 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 11.074 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 3.491 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 7.224 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 15.731 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 9.980 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 7.036 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 9.018 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 5.963 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 5.618 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 4.699 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 5.271 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 8.402 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 16.004 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 4.216 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 4.657 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 9.097 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 4.383 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 3.934 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 5.696 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 4.877 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 8.137 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 20.091 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 6.931 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 11.435 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.627 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 4.481 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 7.689 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 8.455 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 5.322 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 4.500 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 5.132 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 7.255 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 7.007 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 4.862 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 5.465 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 6.657 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 4.645 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 6.299 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 8.319 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 4.444 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 4.712 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 4.375 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 6.156 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan