Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim | rumahfiqih.com

Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim

Hanif Luthfi, Lc Thu 23 January 2014 05:45 | 9192 views

Bagikan via

Sepertinya akan menjadi perdebatan yang selalu berulang dari masa ke masa. Bisa kita bayangkan, padahal hal ini sudah dibahas paling tidak sejak abad pertama hijriyyah, sampai saat ini belum selesai juga.

Adalah Qunut Shubuh, diantara hal yang selalu menjadi pokok perdebatan itu. Tak jarang, orang yang ingin menyudahi perdebatan itu, malah mendapat kritik.

Ada beberapa orang yang sebenarnya hanya baru tau, tapi seolah menganggap dirinya menemukan pengetahuan yang benar-benar baru.

Sayyid Sabiq (w. 1420 H)

Terkait hukum Qunut Shubuh, Sayyid Sabiq (w. 1420 H) berkata [1]:

"ومهما يكن من شيء فإن هذا من الاختلاف المباح الذي يستوي فيه الفعل والترك"

 "Meski demikian, hal ini (Qunut Shubuh) adalah bentuk ikhtilaf yang mubah; dimana melakukan atau meninggalkannya itu sama (pent: boleh keduanya)"

Dari sini Sayyid Sabiq (w. 1420 H) ingin mengambil jalan tengah, bahwa silahkan saja mau melaksanakan Qunut shubuh atau meninggalkannya.

Tapi rupanya al-Albani (w. 1420 H) tidak sependapat dengan Sayyid Sabiq (w. 1420 H).

Al-Albani (w. 1420 H)

Dalam kitab Tamamu al-Minnah [2], sebuah kitab karya al-Albani (w. 1420 H) yang khusus membongkar kesalahan-kesalahan Sayyid Sabiq (w. 1420 H), ketika mengomentari Sayyid Sabiq tentang qunut, Al-Albani (w. 1420 H) mengkritik sikap Sayyid Sabiq (w. 1420 H) dengan berkata:

"فليت شعري كيف يستوي الفعل وهو غير مشروع مع الترك وهو المشروع؟!"

"Bagaimana ceritanya, bisa sama antara melakukannya (pent: qunut shubuh) padahal tidak disyariatkan dengan meninggalkannya dan hal itulah yang disyariatkan?!"

Qunut Shubuh itu tidak disyariatkan, sedangkan yang disyariatkan adalah meninggalkannya. Kok bisa sama antara keduanya? Kata al-Albani. Lebih lanjut al-Albani mengatakan:

وهذا مما يجعلني أقطع بأن المؤلف لا يعيد النظر فيما يكتب وهو من أسباب وقوع الأخطاء الكثيرة في كتابه هذا وإلا فأقل الناس علما وفهما يتبين له هذا التناقض الواضح.

"Hal inilah yang menjadikan al-Albani (w. 1420 H) yakin bahwa ini sebagai tanda bahwa Sayyid Sabiq (w. 1420 H) tidak meneliti ulang atas apa yang dia tulis, sehingga banyak terjatuh pada kesalahan, bahkan orang yang paling sedikit ilmu dan kefahamannya pun akan tahu tanaqudh atau pertentangan dalam diri Sayyid Sabiq ini."

“Aqallu an-Nas Ilman wa Fahman” itu bahasa lainnya adalah orang yang paling bodoh. Artinya, orang yang paling bodoh-pun bisa mengetahui tanaqudh yang sangat jelas dari Sayyid Sabiq.

Al-Albani (w. 1420 H) dari sini juga menyimpulkan bahwa Sayyid Sabiq (w. 1420 H) mengalami idhtirab syadid jiddan atau kesimpang-siuran yang amat dan sangat.

Tentu bukan kapasitas saya mengkritik al-Albani (w. 1420 H). Beliau terlalu tinggi untuk mendapat kritik. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa kritik al-Albani terhadap Sayyid Sabiq cukup tegas dan pedas. Gara-gara Sayyid Sabiq menganggap SAMA antara mengamalkan atau meninggalkan qunut shubuh.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H)

Sekarang kita coba baca pandangan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah al-Hanbali (w. 751 H) dalam menyikapi perdebatan hukum Qunut nazilah maupun yang lainnya, termasuk qunut shubuh.

Hal menarik disampaikan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H) [3]. Beliau berkata:

فأهل الحديث متوسطون بين هؤلاء وبين من استحبه عند النوازل وغيرها، وهم أسعد بالحديث من الطائفتين، فإنهم يقنتون حيث قنت رسول الله صلى الله عليه وسلم، ويتركونه حيث تركه، فيقتدون به في فعله وتركه.

“AHLI HADITS adalah kaum pertengahan antara mereka (pent: yang mengatakan Qunut itu bid’ah) dan mereka yang menganggap sunnah Qunut ketika ada nawazil dan lainnya (pent: termasuk Qunut Shubuh). Mereka lebih beruntung terhadap hadits Nabi, mereka qunut ketika Rasulullah Qunut dan meninggalkannya ketika Rasul juga meninggalkannya. Mereka mengikuti Nabi dalam menjalankan ataupun meninggalkannya.

ويقولون: فعله سنة وتركه سنة، ومع هذا فلا ينكرون على من داوم عليه، ولا يكرهون فعله، ولا يرونه بدعة، ولا فاعله مخالفا للسنة، كما لا ينكرون على من أنكره عند النوازل، ولا يرون تركه بدعة، ولا تاركه مخالفا للسنة، بل من قنت فقد أحسن، ومن تركه فقد أحسن.

Mereka (AHLI HADITS) mengatakan bahwa melakukannya adalah perbuatan SUNNAH dan meninggalkannya juga perbuatan SUNNAH. Maka, mereka tidak mengingkari orang yang membiasakan qunut, tidak benci untuk melakukannya ,  tidak menganggapnya bid’ah, dan juga tidak  menganggap orang yang melakukannya termasuk menyelisihi sunnah begitu juga sebaliknya.

Bahkan orang yang qunut itu BAGUS, yang meninggalkannya juga BAGUS.”

Wah, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H) malah menyebutkan bahwa AHLI HADITS itu mereka yang mengatakan “mengamalkan atau meninggalkan qunut itu sama-sama baik”. Sepertinya berbeda terbalik dengan pendapat al-Albani.

Kira-kira jika Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H) ini sezaman dengan al-Albani (w. 1420 H), akan mendapat kritikan yang sama dengan yang diterima Sayyid Sabiq (w. 1420 H) atau tidak ya?

Sebaliknya, jika al-Albani (w. 1420 H) itu sezaman dengan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H) kira-kira disebut sebagai AHLI HADITS atau tidak ya?

Allahummaghfirlahum warhamhum wa afihim wa’fu anhum 

Footnote:

[1] Sayyid Sabiq (w. 1420 H), Fiqih Sunnah, (Baerut: Daar al-Kitab al-Arabi, 1397 H), hal. 1/ 199

[2] Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H), Tamamu al-Minnah, (Daar ar-Rayah) hal. 244

[3] Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H), Zaad al-Ma’ad, (Baerut: Muassasah ar-Risalah, 1415 H), hal. 1/ 266

Bagikan via


Baca Lainnya :

Mengapa Kita Tidak Boleh Berbeda?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 21 January 2014, 08:44 | 4.412 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 5.568 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 10.760 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 2.948 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 5.198 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc | 1 December 2016, 09:58 | 1.211 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc | 18 September 2016, 16:17 | 635 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc | 8 March 2016, 11:31 | 1.545 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc | 8 November 2015, 20:20 | 3.491 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc | 22 October 2015, 17:26 | 2.117 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc | 15 October 2015, 13:54 | 2.853 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc | 3 September 2015, 12:01 | 23.815 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc | 14 August 2015, 10:00 | 4.651 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 25 June 2015, 11:00 | 4.496 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 24 June 2015, 11:00 | 4.696 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc | 23 June 2015, 11:00 | 4.754 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc | 2 June 2015, 12:41 | 3.532 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc | 13 May 2015, 17:00 | 4.499 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 21:03 | 5.474 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 13:36 | 4.795 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc | 9 April 2015, 21:21 | 5.797 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc | 27 March 2015, 11:02 | 8.002 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc | 13 March 2015, 11:11 | 8.254 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc | 6 February 2015, 20:54 | 4.668 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc | 5 February 2015, 20:21 | 7.697 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc | 4 February 2015, 19:31 | 8.541 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc | 14 January 2015, 06:46 | 5.083 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 30 November 2014, 12:00 | 5.563 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc | 29 November 2014, 12:00 | 6.188 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc | 27 August 2014, 15:49 | 4.059 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc | 17 July 2014, 08:18 | 8.435 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc | 6 July 2014, 21:32 | 5.374 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc | 29 June 2014, 00:57 | 3.468 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc | 10 May 2014, 00:00 | 3.785 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc | 7 May 2014, 11:05 | 3.625 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc | 30 April 2014, 12:20 | 6.022 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc | 5 April 2014, 18:00 | 6.042 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 2 April 2014, 22:32 | 4.148 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 24 March 2014, 13:41 | 3.302 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc | 12 March 2014, 06:55 | 5.247 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 27 February 2014, 06:00 | 4.653 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc | 26 February 2014, 12:00 | 5.221 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 19 February 2014, 01:01 | 5.007 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc | 18 February 2014, 15:00 | 3.571 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc | 28 January 2014, 07:28 | 5.147 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc | 25 January 2014, 12:23 | 4.475 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc | 23 January 2014, 05:45 | 9.192 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 14:38 | 3.772 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 11:37 | 4.427 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc | 17 August 2013, 07:32 | 9.591 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc | 10 August 2013, 15:35 | 23.148 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc | 21 June 2013, 03:03 | 6.422 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc | 18 May 2013, 20:02 | 5.417 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc | 24 April 2013, 00:45 | 5.830 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 17 April 2013, 15:12 | 5.083 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 1 April 2013, 07:04 | 4.835 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc | 14 February 2013, 16:45 | 9.099 views