Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa | rumahfiqih.com

Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa

Ahmad Zarkasih, Lc Sat 20 July 2013 10:19 | 10341 views

Bagikan lewat

Ketika ditanya “Apakah yang membatalkan puasa?”, ulama dalam kitab-kitab mereka selalu menjawab [ما وصل إلى الجوف] “Apa yang sampai/masuk ke Jauf.” Dalam terjemah bahasa Indonesia yang normal, Jauf [جوف] berarti Rongga. Kemudian yang menjadi pertanyaan selanjutnya ialah, apakah yang dimaksud Rongga oleh ulama ketika menjelaskan fiqih Puasa?

Karena kalau rongga saja, tubuh manusia itu banyak rongganya. Karena dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, Rongga itu artinya bolongan atau celah dalam tubuh. Jadi kalau yang dimaksud rongga seperti itu, jelas puasa kita pasti sudah batal karena banyak sekali rongga yang kemasukan sesuatu.

Tapi nyatanya ulama Fiqih punya penafsiran lain tentang rongga yang dimaksud dalam hal membatalkan puasa tersebut, bukan rongga asal rongga. Dalam hal ini, ulama terbagi dalam 2 kelompok besar;

Pertama:

ulama yang mengatakan bahwa Jauf yang dimaksud itu ialah seluruh anggota tubuh manusia yang mempunyai rongga atau ruang. Seperti Faring tenggorokan, otak (rongga tengkorak), rongga perut, rongga dada, rongga telinga, rongga hidung dan seterusnya sampai usus serta lambung.

Kedua:

Kelompok ulama lain yang mengatakan bahwa Jauf (Rongga) yang dimaksud oleh ulama fiqih dalam masalah puasa ialah hanya lambung, atau alat pencernaan manusia seperti usus dan lambung. Selain itu bukanlah disebut Jauf.

Nah perbedaan pendapat inilah yang akhirnya membuat perbedaan hukum dalam hal sesuatu yang membatalkan puasa. Apakah yang masuk dalam rongga secara makna umum? Atau rongga yang dimaksud dengan lambung sebagai tempat makanan? Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan Jauf (Rongga) menurut 4 madzhab Fiqih;

1. Madzhab Hanafi

Madzhab Imam Abu Hanifah memandang bahwa Jauf ialah antara Lubbah [اللبة] (bagian bawah tenggorokan dan permulaan dada) sampai ‘Aanah [العانة] (bagian tubuh yang ditumbuhi bulu kemaluan). (Duror Al-Hukkam Syarh Ghuror Al-Ahkam 2/468)

Jadi tenggorokan yang bermula setelah rongga mulut bukanlah Jauf yang dimaksud, kalaupun ada sesuatu yang masuk, sejatinya tidak membatalkan puasa menurut pendapat ini, akan tetapi memasukan sesuatu kesitu sangat bisa membatalkan puasa karena kalau sudah masuk tenggorokan, kemungkinan masuk ke dalam Jauf melalui itu sangat mungkin.

Imam Al-Kasani dalam kitabnya Bada’i Al-Shona’i mengatakan:

وَيُكْرَهُ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَمْضُغَ لِصَبِيَّتِهَا طَعَامًا وَهِيَ صَائِمَةٌ لِأَنَّهُ لَا يُؤْمَنُ أَنْ يَصِلَ شَيْءٌ منه إلَى جَوْفِهَا إلَّا إذَا كان لَا بُدَّ لها من ذلك فَلَا يُكْرَهُ لِلضَّرُورَةِ….. وَكَذَا يُكْرَهُ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَذُوقَ الْمَرَقَةَ لِتَعْرِفَ طَعْمَهَا لِأَنَّهُ يُخَافُ وُصُولُ شَيْءٍ منه إلَى الْحَلْقِ فَتُفْطِرُ وَلَا بَأْسَ لِلصَّائِمِ أَنْ يَسْتَاكَ سَوَاءٌ كان السِّوَاكُ يَابِسًا أو رَطْبًا مَبْلُولًا أو غير مَبْلُولٍ

“dimakruhkan bagi wanita untuk mengunyah makanan (keras guna dilembutkan) untuk makanan anaknya, karena kecil kemungkinan makanan itu tidak sampai ke jauf kecuali memang makanan itu mau tidak mau memang harus dikunyah untuk si anak…….. dan dimakruhkan juga bagi perempuan untuk mencicipi rasa kuah sup masakannya, karena dikhawatirkan akan masuk ke dalam jauf. Dan tidak mengapa bagi orang yang berpuasa untuk bersiwak, baik itu siwak basah atau kering” (Bada’i Al-Shona’i 2/106)

Dan otak (rongga tengkorak) [دماغ] dalam madzhab ini juga dipandang sebagai Jauf yang kalau ada sesuatu masuk ke dalamnya maka itu membatalkan puasa, karena dari otak (rongga tengkorak) ada jalur menuju Jauf. Dijelaskan oleh Imam Al-Kasani:

وَمَا وَصَلَ إلَى الْجَوْفِ أَوْ إلَى الدِّمَاغِ عَنْ الْمَخَارِقِ الْأَصْلِيَّةِ كَالْأَنْفِ وَالْأُذُنِ وَالدُّبُرِ بِأَنْ اسْتَعَطَ أَوْ احْتَقَنَ أَوْ أَقْطَرَ فِي أُذُنِهِ فَوَصَلَ إلَى الْجَوْفِ أَوْ إلَى الدِّمَاغِ فَسَدَ صَوْمُهُ …. وَكَذَا إذَا وَصَلَ إلَى الدِّمَاغِ لِأَنَّهُ لَهُ مَنْفَذٌ إلَى الْجَوْفِ فَكَانَ بِمَنْزِلَةِ زَاوِيَةٍ مِنْ زَوَايَا الْجَوْفِ

“dan apa yang masuk ke dalam jauf atau otak (rongga tengkorak) melalui jalur rongga asli seperti mulut, hidung, atau telinga, seperti orang yang menyuntik atau meneteskan tetesan di ke telinganya, kemudian masuk ke jauf dan otak (rongga tengkorak) maka batal puasanya…..dan begitu juga ke otak (rongga tengkorak), karena ia punya jalur yang menuju jauf”  (Bada’i Al-Shona’i 2/93)

Jadi menurut madzhab ini Jauf itu bukan hanya lambung sebagai tempat makanan, akan tetapi rongga-rongga tubuh bagian dalam juga termasuk dalam kategori Jauf yang kalau sesuatu masuk, maka membatalkan.

2. Madzhab Maliki

Madzhab ini sama seperti madzhab Hanafi dalam hal ini, bahwa Jauf itu bukan hanya lambung akan tetapi mencakup rongga tubuh bagian dalam juga. Hanya bedanya, madzhab ini tidak menganggap otak (rongga tengkorak) [دماغ] sebagai Jauf.

Ulama madzhab ini masih berselisih apakah otak (rongga tengkorak) termasuk Jauf atau tidak. akan tetapi pendapat yang masyhur ialah otak (rongga tengkorak) termasuk dalam Jauf. Imam Al-Khorsyi mengatakan:

وَاسْتِنْشَاقُ قِدْرِ الطَّعَامِ بِمَثَابَةِ الْبَخُورِ ؛ لِأَنَّ رِيحَ الطَّعَامِ لَهُ جِسْمٌ يَتَقَوَّى بِهِ الدِّمَاغُ فَيَحْصُلُ بِهِ مَا يَحْصُلُ بِالْأَكْلِ

“menghirup udara priuk makanan sama seperti menghirup dupa, asapnya punya jasad yang memperkuat otak (rongga tengkorak), sama seperti makanan (yang memperkuat badan)” (Syarh Mukhtashor Kholil 2/249)

3. Madzhab Syafi’i

Masih sama seperti pendahulunya, bahwa Jauf itu ialah otak (rongga tengkorak) dan hulu kerongkongan sampai usus dan lambung. Hanya saja madzhab ini lebih luas memaknai Jauf, didasarkan atas azas kehati-hatian yang sering digunakan madzhab ini dalam ibadah.

Dan bahkan mulut bagian dalam itu sudah termasuk Jauf, yaitu tempat keluarnya huruf Ha (kecil) yang berada di awal bagian tenggorokan. Menurut madzhab ini, itu sudah termasuk Bathin (Bagian dalam) mulut yang kalau ada sesuatu masuk kedalamnya sesuatu, itu membatalkan puasa.

Imam Nawawi menjelaskan dalam kitabnya Al-Minhaj:

فَلَوْ نَزَلَتْ مِنْ دِمَاغِهِ وَحَصَلَتْ فِي حَدِّ الظَّاهِرِ مِنْ الْفَمِ فَلْيَقْطَعْهَا مِنْ مَجْرَاهَا وَلْيَمُجَّهَا، فَإِنْ تَرَكَهَا مَعَ الْقُدْرَةِ فَوَصَلَتْ الْجَوْفَ أَفْطَرَ فِي الْأَصَحِّ.

“kalau ada sesuatu yang turun dari otak (rongga tengkorak) (berupa tetesan) dan sampai pada bagian zohir (luar) mulut, maka dia harus menghentikan alurnya dan meludahkannya. Kalau dia membiarkannya padahal dia mampu, lalu itu masuk kedalam jauf, maka batal puasanya” (Al-Minhaj 106)

Untuk batas bagian luar dan dalam mulut, itu dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya Tuhfatul-Muhtaj ketika mensyarah matan Imam Nawawi dalam Kitab Al-Minhaj-nya diatas. Bahwa batasan luar dan dalam mulut ialah tempat keluarnya huruf Ha kecil.

4. Madzhab Hanbali

Berbeda dengan pendahulunya, justru madzhab ini lebih melihat bahwa yang dimaksud Jauf dalam fiqih shaum itu ialah Ma’idah [معدة], yaitu lambung sebagai tempat makanan dan tempat pencernaannya. Kalau hanya masuk kedalam rongga namun tidak sampai lambung atau usus, maka tidak dikatakan membatalkan puasa. Tapi mereka juga sepakat dengan yang lain bahwa otak (rongga tengkorak) [دماغ] juga termasuk jauf.

Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al-Mughni menjelaskan:

أَنَّهُ يُفْطِرُ بِكُلِّ مَا أَدْخَلَهُ إلَى جَوْفِهِ ، أَوْ مُجَوَّفٍ فِي جَسَدِهِ كَدِمَاغِهِ وَحَلْقِهِ ، وَنَحْوِ ذَلِكَ مِمَّا يَنْفُذُ إلَى مَعِدَتِهِ ، إذَا وَصَلَ بِاخْتِيَارِهِ ، وَكَانَ مِمَّا يُمْكِنُ التَّحَرُّزُ مِنْهُ

“bahwasanya batal puasanya dengan sesuatu yang masuk kedalam jauf-nya atau jauf (rongga) lain badannya seperti otak (rongga tengkorak) dan tenggorokan yang sampai masuk ke lambungnya, kalau itu masuk dengan kehendak sendiri dan sejatinya bisa dihindari.” (Al-Mughni 3/36)

Dikuatkan oleh Imam Al-Mardawi dalam kitabnya Al-Insof ketika menjelaskan perkara-perkara yang membatalkan puasa:

لو أدخل شيئا إلى مجوف فيه قوة تحيل الغذاء أو الدواء من أي موضع كان

“…(batal puasanya) kalau memasukan sesuatu ke dalam rongga yang di dalamnya punya kekuatan untuk mencerna makanan atau obat dari rongga manapun masuknya” (Al-Insof 3/212)

Dan tidak ada organ tubuh yang bisa mencerna makanan kecuali usus dan juga lambung. Jadi dalam madzhab ini, segala sesuatu yang masuk ke dalam rongga, itu membatalkan puasa jika memang benar-benar masuk ke dalam lambung sebagai tempat makanan dan pencernaannya.

Jadi syaratnya menurut pandapat madzhab ini ialah harus masuk ke dalam perut atau lambung, tidak hanya masuk rongga saja.

Ulama Kontemporer

Ulama komtemporer melihat bahwa Jauf yang dimaksud dalam hal membatalkan puasa sama seperti pendapat madzhab Imam Ahmad bin Hanbal yang mengatakan bahwa Jauf yang dimaksud dalam fiqih puasa itu ialah lambung atau usus sebagai tempat makanan dan alat pencerna.

Ini didasarkan bahwa puasa itu adalah ibadah fisik yang terukur, yang dalam istilah fiqih disebut sebagai [عبادة معقولة المعنى] “’Ibadah Ma’qulah Al-Ma’na”. maksudnya ialah ibadah ini bukanlah ibadah yang abstrak yang tidak bisa diukur dengan akal manusia. Tapi justru puasa itu ibadah yang bisa diukur.

Bisa diukur bahwa puasa itu ialah “Imsak (menahan) diri dari makan, minum dan syahwat untuk menggauli pasangan di siang hari Ramadhan”.

Dan organ tubuh yang menjadi tempat makanan ialah lambung serta usus, dan begitu juga bahwa bada itu mengambil manfaat dari apa yang masuk ke dalam lambung sebagai makanan untuk memperkuat tubuh. Dan itu yang membuat rusak puasa seseorang, karena memang definisinya ialah menahan dari makan dan minum.

Maka ketika sudah ada asupan ke dalam itu, maka batal lah puasanya. Dan tidak batal kalau memang tidak masuk ke dalam lambung. Karena memang makanan dan minuman tidak masuk dan tidak bisa dicerna kecuali di lambung melalui usus.

Alat Bantu Nafas

Dan masalah yang paling menonjol dalam perbedaan ini ialah perbedaan hukum memakai alat bantu nafas bagi penderita asma. Apakah puasanya tidak dengan memakai itu atau tidak?

Sebagian ulama komtemporer memandang itu tidak membatalkan puasa, dengan alasan bahwa gas yang terhirup walaupun masuk ke dalam rongga hanya saja itu tidak masuk ke dalam lambung akan tetapi hanya sampai paru-paru saja untuk membantu bernapas. Terlebih lagi bahwa angina atau gas yang disemprotkan alat itu bukanlah makanan dan tidak berkedudukan sebagai makanan yang menguatkan badan.

Walaupun memang tidak semua ulama kontemporer mengamini ini, namun sebagian besar manganut ini sesuai dengan penilitian dan studi medis yang dilakukan oleh DR. Muhammad Ali Al-Baar, seorang ahli kedokteran Islam dari Univ. King Abdul Aziz Jeddah.

Hasil studinya diajukan dalam muktamar Majma’ Fiqh Islam Internasional [مجمع الفقه الإسلامي الدولي] yang diselenggarakn di Saudi Arabia tahun 1418 H / 1997 M. Kemudian muktamar mengekuarkan Qoror (keputusan) no. 93 bahwa alat bantu nafas tidak membatalkan puasa.

Selain alat bantu nafas juga ada beberapa masalah yang terkait masalah definisi Jauf ini dalam hal perkara-perkara kontemporer yang membatalkan puasa [مفطرات الصيام المعاصرة], seperti pemakaian oksigen tambahan bagi penderita asma akut, melakukan injeksi dan sejenisnya.

Wallahu A’lam


Baca Lainnya :

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kalau Awam Boleh Ijtihad
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 September 2017, 08:03 | 6.361 views
Mampu atau Tidak Berkurban? Ini Standarnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2017, 06:31 | 4.712 views
Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 5.820 views
Wajah Santun Dakwah Nabi Muhammad
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2016, 10:45 | 7.504 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 10.745 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 10.556 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 14.110 views
Nabi SAW Tidak Anti Kepada Non-Muslim
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 November 2015, 05:26 | 10.035 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 9.214 views
Berguru Kepada Mesin Pencari Gugel
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 March 2015, 22:42 | 10.559 views
Ternyata, Shalat Wajib Hanya Satu!
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 March 2015, 10:01 | 16.981 views
Banci Jadi Imam, Boleh?
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 March 2015, 12:47 | 8.544 views
Bersiwak di Masjid Hukumnya Makruh
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 February 2015, 20:30 | 7.167 views
Mana Yang Boleh dan Tidak Boleh Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2015, 06:36 | 9.076 views
Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2015, 06:31 | 16.476 views
Shalat Zuhur Setelah Shalat Jumat
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 January 2015, 14:02 | 8.781 views
Satu Kampung Hanya Boleh Ada Satu Jumat, Begitukah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 9 January 2015, 08:37 | 10.947 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 15.327 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 23.683 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 11.971 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 7.270 views
Puasa Syawal Hukumnya Makruh, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 July 2014, 22:32 | 17.546 views
Kenapa Sahabat Melakukan Dosa, Padahal Mereka Generasi Terbaik?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2014, 05:40 | 10.503 views
Miskin Ilmu Jago Ngambek
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2014, 08:02 | 11.437 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 9.064 views
Semangat Ramadhan Harus Dengan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2014, 06:24 | 7.055 views
Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 20.116 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 6.054 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 49.469 views
Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 7.307 views
Mau Ikut Nabi apa Ikut Ulama?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 May 2014, 20:00 | 16.082 views
Tarjih Antara 2 Hadits Yang Bertentangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 May 2014, 21:40 | 11.166 views
Lawan Tapi Mesra
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 April 2014, 12:48 | 7.553 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 8.191 views
Professor Harfu Jarr
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 March 2014, 21:58 | 10.382 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 13.204 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 7.930 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 6.450 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 6.568 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 March 2014, 06:14 | 6.869 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 March 2014, 07:59 | 7.397 views
Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 March 2014, 05:51 | 7.045 views
Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 March 2014, 06:40 | 10.370 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 9.105 views
Jama' Sholat Tanpa Udzur, Bolehkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 February 2014, 06:11 | 10.056 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 February 2014, 09:24 | 5.875 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2014, 08:33 | 7.762 views
Lumbung Tanpa Padi
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 February 2014, 05:52 | 5.878 views
Ijtihadnya Orang Awam
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 February 2014, 06:59 | 11.201 views
Membangun Keluarga Ahli Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2014, 06:31 | 6.821 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 12.808 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 6.747 views
Beda Level Penyanyi dan Suka Menyanyi
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 January 2014, 06:18 | 8.851 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi (bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 January 2014, 08:27 | 6.041 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2014, 11:45 | 7.184 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 10.182 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 6.086 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 9.754 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 14.250 views
Bolehkah Muslim Masuk Gereja atau Tempat Ibadah Agama Lain?
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 December 2013, 05:03 | 16.064 views
Pendapatku Benar Tapi Bisa Jadi Salah
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 December 2013, 06:44 | 9.554 views
Adakah Qadha' Sholat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 14 December 2013, 05:36 | 14.877 views
Belajar Taqlid dari Ibnu Qudamah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2013, 12:56 | 9.379 views
Fiqih Dulu dan Sekarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 November 2013, 18:42 | 8.329 views
Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 November 2013, 05:56 | 9.491 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 8.540 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 13.975 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 11.920 views
Nikah Punya Banyak Hukum
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 October 2013, 06:59 | 12.824 views
Jasa Penghulu Nikah Sirri
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 October 2013, 15:09 | 7.785 views
Titip Doa
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 September 2013, 14:56 | 17.437 views
Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 September 2013, 14:03 | 15.779 views
Tidak Bersedih Dengan Kematian Ulama Berarti Munafiq?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 September 2013, 10:10 | 9.954 views
Fatwa, Apakah Wajib Ditaati?
Ahmad Zarkasih, Lc | 6 September 2013, 09:22 | 9.149 views
Korupsi Bukan Pencurian, Tak Usah Potong Tangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 September 2013, 08:05 | 8.383 views
Hukum Mengambil Upah Dakwah
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 August 2013, 15:42 | 17.044 views
Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengarkan Khutbah
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2013, 08:52 | 14.769 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 10.651 views
Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 10.713 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 5.974 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 8.508 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 10.341 views
Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 7.462 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 11.483 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 8.946 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 7.722 views
Siapa Yang Wajib Puasa Ramadhan?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:22 | 6.959 views
Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 19.458 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 15.792 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 10.848 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 21.268 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 6.879 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 8.144 views
Dokter dan Apoteker
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 May 2013, 09:30 | 7.831 views
Siapa Salah, Siapa Kena Getahnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2013, 20:45 | 7.482 views
Matang Sebelum Waktunya
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 May 2013, 11:47 | 8.145 views
Masjid Kok Dikunci?
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 April 2013, 01:44 | 8.048 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 10.154 views
Galaunya Para Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 April 2013, 17:40 | 8.480 views
Pengkhianat Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 April 2013, 05:00 | 6.957 views
Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 6.252 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 12.754 views
Meng-kecil-kan yang Kecil, Mem-BESAR-kan yang Besar
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 February 2013, 05:53 | 7.346 views
Ulama Pesanan
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2013, 08:01 | 7.123 views
Keistimewaan Ilmu Faraidh
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 February 2013, 10:31 | 7.465 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 9.687 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA62 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA48 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA23 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc15 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc13 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Isnawati, Lc., MA9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Maharati Marfuah Lc5 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Nur Azizah, Lc0 tulisan
Wildan Jauhari, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Solihin, Lc0 tulisan
Teuku Khairul Fazli, Lc0 tulisan

Jadwal Shalat DKI Jakarta

11-7-2020
Subuh 04:43 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:55 | Isya 19:07 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img