Mudharabah = Saling Memukul? | rumahfiqih.com

Mudharabah = Saling Memukul?

Ahmad Sarwat, Lc., MA Fri 19 July 2013 07:55 | 6508 views

Bagikan via

Sejak dulu saya penasaran kalau membahas istilah mudharabah dalam deratan bab Fiqih Muamalat. Mudharabah itu punya kata dasar : dharaba, yang di dalam kamus Bahasa Arab bermakna memukul.

Yang pernah belajar ilmu Nahwu pasti masih ingat ungkapan dharaba zaidun amran. Maknanya telah memukul Amr si Zaid.

Lalu kata dharaba ini bisa dibentuk polanya sesuai wazan mufa'alah, sehingga artinya bukan lagi telah memukul, melainkan menjadi : saling memukul.

Padahal dalam kajian fiqih muamalah, istilah mudharabah ini maksudnya bukan saling memukul, melainkan akad kerjasama bagi hasil, antara pemilik modal dengan pelaksana usaha (mudharib).

Nah, yang jadi pertanyaan, kenapa kok para ulama memakai istilah yang rada ganjil, yaitu mudharabah yang makna harfiyahnya adalah saling memukul?

Kalau dipikir-pikir, siapa memukul siapa? Dan kenapa harus terjadi saling memukul? Memangnya masing-masing pihak salah apa, sampai harus terjadi saling memukul. Tak habis pikir saya saat itu.

Tetapi setelah saya baca dan baca lagi, lalu ditelusuri ke berbagai kitab fiqih yang lebih serius, akhirnya ketemu juga jawabannya.

Ternyata riwayat penggunaan istilah mudharabah yang makna harfiyahnya saling memukul, kemudian bisa berubah jadi akad kerjasama bagi hasil itu bisa dijelaskan sebagai berikut :

A. Makna Dharaba Tidak Selalu Memukul

Ternyata di dalam Al-Quran sendiri, kata dharaba - yadhribu tidak selalu bermakna memukul. Kata itu juga bisa bermakna yang lain, seperti menutup aurat dengan jilbab, membuat perumpamaan, dan juga bermakna melakukan perjalanan ke luar kota atau keluar negeri.

Coba perhatikan ayat-ayat berikut ini :

1. Bemakna Memukul Secara Fisik

وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُواْ الْمَلآئِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُواْ عَذَابَ الْحَرِيقِ
Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (QS. Al-Anfal : 52)

2. Bermakna Menutup Aurat Dengan Kerudung

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. (QS. An-Nuur : 31)

3. Bermakna Membuat Perumpamaan

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. (QS. Al-Baqarah : 26)

4. Bermakna Melakukan Perjalanan ke Luar Negeri
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُواْ مِنَ الصَّلاَةِ

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar shalat (QS. An-Nisa' : 101)

Agaknya dalam proses pembentukan istlah mudharabah, yang digunakan dari makna dharaba disini adalah makna yang keempat, yaitu bepergian atau melakukan perjalanan.

Terus apa hubungannya antara perjalanan dengan kerja sama bagi hasil?

Jawabnya begini : perlu diketahui bahwa di masa hidup Rasulullah SAW, kalau ada orang mengadakan perjalanan jauh ke luar kota atau luar negeri, maka hal itu identik dengan salah satu dari dua hal. Pertama, orang itu melakukan perjalanan bisnis perdagangan. Kedua, orang itu melakukan peperangan. Tetapi dalam hal ini yang digunakan adalah makna perdagangan dan bukan peperangan.

Sampai disini sudah semakin jelas hubungan antara akad kerja sama bagi hasil dengan perjalanan ke negeri, yaitu berdagang.

Maka secara istilah, kata mudharabah artinya bukan saling memukul, melainkan saling melakukan kerjasama bisnis perdagangan. Bahkan meski tidak lagi dengan cara melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sekali lagi mari kita perhatikan bagaimana sebuah istilah mengalami pergeseran makna jauh sekali dari makna aslinya.

1. Pertama

Dari kata dharaba yang punya banyak arti, bisa bermakna memukul sungguhan, atau bermakna membuat perumpamaan, menutup aurat dengan memakai kerudung atau melakukan perjalanan. Lalu diambil satu makna saja, yaitu melakukan perjalanan.

2. Kedua

Perjalanan itu di masa Nabi SAW identik dengan berdagang ke luar negeri, dan bisa juga maksudnya berperang.

Dalam banyak kitab fiqih, bab jihad sering juga memakai istilah Bab Siyar. Secara bahasa artinya bab tentang perjalanan-perjalanan, namun maksudnya adalah bab jihad. Sebab  perang di masa Nabi SAW juga identik dengan perjalanan ke luar negeri.

Tetapi yang dipakai disini adalah makna berdagang atau berniaga, bukan makna berperang.

3. Ketiga

Dan berniaga itu banyak bentuknya, ada yang dilakukan secara individu, tapi ada juga yang dilakukan dengan cara kerja-sama, dimana para pedagang mendapatkan modal dari para investor.

Tetapi yang dipakai dalam hal ini adalah cara yang kedua, yaitu kerja sama perdagangan yang melibatkan kedua belah pihak.

4. Keempat : Pengertian Mudharabah Secara Istilah Ilmu Fiqih

Maka dalam istilah fiqih, mushthalah mudharabah didefinisikan sebagai :

عَقْدُ شَرِكَةٍ فيِ الرِّبْحِ بِماَلٍ مِنْ جَانِبٍ وَعَمَلٍ مِنْ جاَنِبٍ

Akad persekutuan dalam keuntungan dengan modal dari satu pihak dan kerja dari pihak lain.

Kemudian oleh para ulama akad mudharabah diperjelas lagi dengan disebutkan syarat, rukun dan ketentuan-ketentuan lainnya secara lebih lengkap. Dan semua itu dapat kita pelajari dalam ilmu fiqih.

Kesimpulan :

  • Kewajiban mempelajari Al-Quran dengan penjelasan tafsir dan fiqih, bukan hanya mengandalkan terjemahan semata, karena beresiko terjadi bias dalam memahami maksud tiap ayat.
  • Kewajiban mempelajari bahasa Arab secara luas dan mendalam, serta keharusan memahami makna tiap-tiap istilah di dalam Al-Quran, baik dari segi bahasa maupun istilah sesuai dengan penggunaan pada zamannya.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 5.706 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 7.628 views
Suntik: Apakah Membatalkan Puasa?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 12 July 2013, 14:25 | 5.924 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 6.916 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 5.591 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Perluasan Hal-hal Yang Membatalkan Puasa di Empat Mazhab
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 March 2019, 18:09 | 1.992 views
Ragam Teknis Terurainya Ikatan Pernikahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 November 2016, 10:05 | 3.517 views
Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 May 2016, 17:20 | 14.943 views
Selamat Jalan Kiyai Ali Mustafa Yaqub
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 April 2016, 08:55 | 9.870 views
Anti Mazhab Tapi Mewajibkan Taqlid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 30 December 2015, 07:15 | 13.424 views
Hakikat Memperingati Tahun Baru Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 October 2015, 16:24 | 5.133 views
Istri : Mahram Apa Bukan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 November 2014, 21:17 | 9.681 views
Masak Sih Ikhwan dan Akhawat Boleh Berduaan?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 November 2014, 06:59 | 17.741 views
Ulama Mie Instan Seleraku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 November 2014, 08:55 | 11.843 views
Penerapan Syariat Islam di Nusantara
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 12 August 2014, 04:29 | 9.995 views
Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 August 2014, 06:45 | 10.911 views
Takjil Bukan Kurma, Gorengan Atau Biji Salak
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 26 July 2014, 09:19 | 7.589 views
Imsak : Tidak Makan dan Minum
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2014, 06:15 | 7.333 views
Ibadah Terbawa Suasana
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 July 2014, 04:49 | 6.079 views
Tarawih : Ibadah Ramadhan Yang Paling Banyak Godaannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 July 2014, 07:47 | 6.801 views
Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 June 2014, 06:58 | 9.945 views
Suamiku : Surgaku dan Nerakaku
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 1 June 2014, 10:26 | 19.795 views
Memperbaiki Moral Umat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 May 2014, 05:16 | 5.454 views
Kurang Akurat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 13 April 2014, 04:15 | 5.878 views
Mantan Ustadz
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 22 March 2014, 08:27 | 10.593 views
Majelis Ulama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 March 2014, 04:46 | 5.538 views
Ulama : Wakil Tuhan di Muka Bumi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 March 2014, 05:19 | 5.843 views
Masih Insyaallah
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 28 February 2014, 06:40 | 7.218 views
Kuatnya Umat Islam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 24 February 2014, 08:12 | 6.480 views
Mengaku Muttabi' Ternyata Taqlid Juga
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 14 February 2014, 05:19 | 10.226 views
Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 February 2014, 06:04 | 39.362 views
Kembali ke Al-Quran Agar Terhindar Dari Khilafiyah?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 3 February 2014, 06:03 | 9.184 views
Memerangi Mazhab (Lagi)
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 January 2014, 18:22 | 13.073 views
Ulama dan Bukan Ulama : Beda Kelas
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 January 2014, 08:04 | 6.912 views
English Please
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 January 2014, 04:59 | 5.617 views
Berlebihan Dalam Menjalankan Agama
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 16 December 2013, 12:56 | 9.916 views
Mengandung Babi Atau Pernah Menjadi Babi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 December 2013, 09:51 | 9.956 views
Taklid Kepada Bukhari dan Muslim
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 November 2013, 23:19 | 6.691 views
Tafsir Ayat Dengan Ayat : Masih Banyak Kelemahannya
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 23 November 2013, 01:33 | 5.953 views
Lebaran Kita Yang Mahal
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 10 August 2013, 08:27 | 6.596 views
Dokter, Perawat dan Tukang Obat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 7 August 2013, 14:38 | 8.921 views
Memerangi Mazhab Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 6 August 2013, 19:40 | 8.461 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 6.508 views
Asal Jangan Tentang Puasa atau Zakat
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 8 July 2013, 07:19 | 6.718 views
Rahasia Bangun Malam
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 4 July 2013, 04:57 | 8.262 views
Proses Terbentuknya Hukum Fiqih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 25 June 2013, 02:01 | 6.538 views
Sayyid Utsman Mufti Betawi
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 June 2013, 08:01 | 8.224 views
Rancunya Bahasa Terjemahan
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 17 June 2013, 07:43 | 17.557 views
Basmalah Ketika Menyembelih
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 9 May 2013, 05:34 | 5.825 views
Menulislah Sebagaimana Para Ulama Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 15 April 2013, 05:53 | 6.145 views
Mulai Dari Menulis
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 5 April 2013, 07:10 | 5.773 views
Istri Bukan Pembantu
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 18 March 2013, 08:57 | 7.812 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA47 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA18 tulisan
Galih Maulana, Lc16 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc13 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Isnawati, Lc., MA9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Maharati Marfuah Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Nur Azizah, Lc0 tulisan
Wildan Jauhari, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Solihin, Lc0 tulisan
Teuku Khairul Fazli, Lc0 tulisan

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img