Suara Wanita Aurat, Masak Sih? | rumahfiqih.com

Suara Wanita Aurat, Masak Sih?

Aini Aryani, Lc Tue 30 July 2013 08:59 | 4505 views

Bagikan via

Kita adalah makhluk sosial yang hidup bermasyarakat. Salah satu konsekwensinya adalah saling bermuamalah satu sama lain dengan cara yg baik dan tidak berseteru dengan agama.

Mengenai suara wanita, para ulama memang berbeda pendapat mengenai hukumnya. Namun, jumhur (mayoritas ulama) berpendapat bahwa suara wanita bukanlah aurat.

Hadist yang berbunyi `shautul mar`ah aurah` (suara wanita adalah aurat) bukanlah hadits shahih, sebagian berpendapat hadits ini dhaif (lemah) dan sebagian yang lain bahkan mengatakannya sebagai hadits maudu` (palsu).

Dahulu kala, Ummul Mukminin Aisyah RA, beliau dalam meriwayatkan hadist tidak menuliskannya dalam bentuk tulisan, namun menyampaikannya langsung secara lisan kepada para shahabat Rasulullah SAW.

Padahal sebagaimana kita tahu, beliau adalah seorang wanita ahli syariah yang sangat sering meriwayatkan hadits. Beliau termasuk dalam 4 perawi yang paling banyak meriwayatkan hadits, setelah Abu Hurairah, Anas Ibn Malik, dan Ibnu Umar.

Bahkan, Rasulullah SAW sendiripun meluangkan satu hari khusus untuk mengajarkan secara langsung ilmu-ilmu agama Islam kepada para wanita muslimah saat itu, tanpa perantara istri-istri beliau. Beliau SAW secara langsung berdialog secara lisan dengan para wanita yang ingin belajar kepada beliau SAW.

Imam Nawawi dalam kitabnya `Raudhatu-t-Thalibin` menyatakan bahwa pada dasarnya suara wanita bukanlah aurat, akan tetapi hal tersebut bisa berubah hukumnya ketika dalam keadaan ditakutkan adanya fitnah (sesuatu yang dapat mengganggu kekhusyu`an dalam beribadah).

Ibrahim al-Marwidzi juga sependapat dengan Imam Nawawi dalam hal ini, beliau menambahkan bahwa wanita hendaknya tidak melantangkan suaranya dalam berbicara.

Dalam surat Al-Ahzab ayat 32, Allah SWT berfirman,

"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu `tunduk` dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada `penyakit dalam hatinya` dan ucapkanlah perkataan yang baik."

Yang dimaksud dengan tunduk dalam berbicara disini ialah berbicara dengan sikap yang dapat menimbulkan keberanian orang untuk bertindak yang tidak baik terhadap mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan dalam hati mereka ada penyakit ialah: orang yang mempunyai niat berbuat tidak senonoh dengan wanita, seperti zina.

Jadi, kita sah-sah saja berbicara secara langsung dengan lawan jenis sejauh tidak membawa dampak negatif. Silakan saja seorang wanita menyampaikan pendapatnya pada kaum adam. Tapi sekali lagi, yang perlu digaris bawahi, hendaknya kita tidak membuat-buat bunyi suara kita ketika berbicara, atau mendesah-desahkannya. Yang demikian untuk menghindari adanya fitnah dan madharat atau efek negatif lainnya. 

Wallahu a`lam bishowab .

Bagikan via


Baca Lainnya :

Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 6.645 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 3.206 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 5.014 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 4.988 views
Mudharabah = Saling Memukul?
Ahmad Sarwat, Lc., MA | 19 July 2013, 07:55 | 4.377 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Menyentuh Kemaluan, Apakah Membatalkan Wudhu?
Aini Aryani, Lc | 22 June 2016, 04:55 | 2.434 views
Mengapa Kita Harus Menghindari Makanan Haram?
Aini Aryani, Lc | 17 February 2016, 10:10 | 1.033 views
Antara Fatwa dan Taqwa
Aini Aryani, Lc | 16 June 2014, 06:52 | 3.645 views
Beauty Is Pain, Isn't It?
Aini Aryani, Lc | 3 April 2014, 10:20 | 4.007 views
Lupa Baca Bismillah Saat Menyembelih
Aini Aryani, Lc | 7 December 2013, 10:30 | 3.975 views
Taqwa & Fujur (Dua Sisi Yang Berbeda)
Aini Aryani, Lc | 29 November 2013, 22:44 | 3.427 views
Pilih Mana: Ahli Syariah atau Ahli Ibadah?
Aini Aryani, Lc | 19 November 2013, 12:43 | 4.208 views
Haramkah Potong Rambut dan Kuku Waktu Haidh?
Aini Aryani, Lc | 12 August 2013, 19:06 | 4.446 views
Belum Qadha' Puasa Hingga Ramadhan Berikutnya, Bagaimana Hukumnya?
Aini Aryani, Lc | 3 August 2013, 16:50 | 4.123 views
Suara Wanita Aurat, Masak Sih?
Aini Aryani, Lc | 30 July 2013, 08:59 | 4.505 views
Wanita Hamil & Menyusui : Qadha' atau Fidyah?
Aini Aryani, Lc | 4 July 2013, 06:33 | 5.259 views
Mengapa Terjadi Ikhtilaf Dalam Fiqih?
Aini Aryani, Lc | 21 April 2013, 00:53 | 5.024 views
Al-Muzani dan At-Thabary Membolehkan Wanita Mengimami Laki-laki, Benarkah?
Aini Aryani, Lc | 3 April 2013, 05:49 | 3.966 views
Darah Terputus-putus; Antara Haid & Istihadlah
Aini Aryani, Lc | 25 March 2013, 22:40 | 9.299 views
Halal Haram Menyambung Rambut
Aini Aryani, Lc | 5 March 2013, 08:23 | 3.978 views
Denda Berjima' Saat Haid
Aini Aryani, Lc | 18 February 2013, 09:10 | 3.593 views
Islam Cenderung Patriarkal, Benarkah?
Aini Aryani, Lc | 12 February 2013, 14:15 | 3.726 views
Masa Iddah, Istri Masih Berhak Dinafkahi?
Aini Aryani, Lc | 7 February 2013, 09:01 | 3.961 views
Bolehkah Shalat Jjum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar Bagi Musafir
Aini Aryani, Lc | | 1.043 views