Kata wa (وَ) artinya : dan. Banyak para ahli bahasa yang secara logika menyatakan bahwa ada kata ja’ala (جَعَلَ) juga disini, namun cukup diwakili hanya dengan huruf wawu ’athf ini saja, maka sudah masuk ke nalar pendengar maksud dan maknanya.
Kata asy-syamsa (الشَّمْسَ) artinya : matahari. Maksudnya peredaran matahari, yang nampak bergerak dari timur ke barat dalam format harian, yang mengakibatkan pergantian siang dan malam dan menciptakan konsep ’hari’.
Selain itu matahari juga bergerak dari utara ke selatan atau sebaliknya dalam hitungan setiap setengah tahunan. Gerak semu matahari tahunan ini terjadi karena kemiringan sumbu bumi terhadap bidang edar matahari, yang disebut dengan ekliptika. Akibatnya, posisi terbit dan terbenam matahari berubah sedikit demi sedikit setiap hari, sehingga dalam setahun penuh ia seolah berpindah antara dua titik ekstrem, utara dan selatan.
Pergerakan inilah yang menjadi sebab utama terjadinya pergantian musim, panjang-pendeknya siang dan malam, serta perbedaan intensitas panas matahari di berbagai wilayah bumi sepanjang tahun. Al-Quran kemudian menyebut ada dua titik timur dan dua titik barat dalam surat A-Rahman.
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ
Tuhan dua tempat terbit matahari dan Tuhan dua tempat terbenamnya. (QS. Ar-Rahman : 17)
Ayat ini menggambarkan dua titik ekstrem dalam peredaran semu tahunan matahari, yaitu titik terjauh di utara dan titik terjauh di selatan. Ayat ini menunjukkan ketelitian dan kesempurnaan pengaturan Allah terhadap sistem kosmik, serta menegaskan bahwa seluruh perubahan di langit dan bumi berlangsung berdasarkan hukum dan ketetapan yang pasti dari-Nya, bukan terjadi secara acak.
Kata wal-qamara (وَالْقَمَرَ) artinya : dan bulan. Bulan adalah benda langit paling besar di angkasa penduduk bumi setelah matahari. Di mata penduduk bumi, ukurannya hanya sedikit lebih kecil dari matahari. Padahal secara kenyataannya, ukuran bulan itu jauh lebih kecil.
Diameter matahari sebenarnya sekitar 400 kali lebih besar daripada diameter bulan, namun jaraknya juga sekitar 400 kali lebih jauh dari jika diukur dari bumi, keduanya terlihat hampir sama besar di pandangan penduduk bumi. Jarak bumi ke bulan hanya sekitar 384.000 km, sedangkan jarak dari bumi ke matahari sekitar 150 juta km.
Rasio yang seimbang inilah yang membuat suatu keserasian yang memungkinkan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan secara sempurna. Maka penyebutan matahari dan bulan secara berpasangan dalam ayat ini menunjukkan keseimbangan ciptaan Allah SWT.
Kata husbanan (حُسْبَانًا) artinya : untuk perhitungan waktu. Seluruh sistem kalender di dunia pada dasarnya bersumber dari dua acuan utama alamiah, yaitu matahari (syamsiah) dan bulan (qamariyah), atau gabungan keduanya. Berikut ini penjelasan rinci sistem-sistem kalender yang dikenal di dunia:
1. Berdasarkan Matahari
Sering disebut dengan kalender syamsiah atau solar calendar yang didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari selama sekitar 365¼ hari. Tujuan utamanya adalah mengikuti pergantian musim. Diantara contoh sistem kalendernya antara lain :
§ Kalender Masehi (Gregorian / Miladiyah) — digunakan secara internasional.
§ Kalender Julian — versi lama sebelum Gregorian, masih dipakai oleh sebagian gereja Ortodoks.
§ Kalender Persia (Irania) — digunakan di Iran dan Afghanistan, sangat akurat secara astronomis.
§ Kalender Hindu Surya Siddhanta — digunakan untuk menentukan waktu-waktu ritual Hindu berdasarkan posisi matahari.
2. Berdasarkan Bulan
Sering disebut dengan kalender qamariyah atau Lunar Calendar. Didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi selama sekitar 29½ hari per siklus, sehingga satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari. Contoh sistem kalendernya antara lain :
§ Kalender Hijriah : digunakan oleh umat Islam untuk ibadah seperti Ramadhan, haji, dan hari raya.
§ Kalender Tionghoa Lama : Berdasarkan qamariyah murni pada awal sejarahnya, sebelum digabungkan dengan sistem matahari.
§ Kalender Ibrani Kuno : sebelum reformasi sebagian masa awalnya juga bersifat qamariyah murni.
3. Gabungan Matahari dan Bulan
Kalender ini menggabungkan siklus bulan untuk menentukan bulan-bulan, namun juga menggunakan siklus matahari untuk menjaga kesesuaian dengan musim. Karena setahun lunar lebih pendek 11 hari, maka disisipkan satu bulan tambahan setiap beberapa tahun interkalasi. Contoh sistem kalendernya antara lain
§ Kalender Tionghoa (China) : digunakan untuk penentuan Imlek dan festival tradisional.
§ Kalender Ibrani (Yahudi) : digunakan untuk penanggalan keagamaan Yahudi seperti Paskah.
§ Kalender Hindu (Lunar-Solar) : menggabungkan siklus bulan dan posisi matahari.
§ Kalender Jepang kuno dan Babilonia kuno : juga berbasis sistem ganda ini.