Ayat ke-161 ini memberikan sebuah informasi penting tentang perbedaan orang kafir yang mati dalam keadaan kafir, dibandingkan dengan orang yang mungkin pernah kafir tetapi kemudian dia mendapatkan hidayah dan masuk Islam, hingga akhirnya wafat dalam keadaan muslim.
Bedanya adalah di dunia ini mereka mendapatkan laknat dari Allah, juga dari para malaika serta juga dari umat manusia secara keseluruhannya.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yang mati dalam keadaan kafir. Penggalan ayat ini menceritakan tentang sejenis orang kafir, yaitu mereka yang kafir yang tidak pernah move-on dari kekafirannya, sehingga di bagian akhir dari kehidupannya pun tidak sempat memeluk agama Islam. Diistilahkan dengan maatu wa hum kuffar (مَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ).
Kalau kita pahami secara kebalikannya, maka akan terlintas di kepala bahwa nanti ada lagi jenis orang kafir yang tidak demikian, yaitu orang yang pernah jadi orang kafir, entah lahir dari kedua orang tua kafir, atau lahir dari orang tua muslim, lalu jadilah dia orang kafir bahkan mungkin sepanjang hayatnya lebih lama jadi orang kafir, namun pada akhirnya dia memeluk Islam dan mati dalam keadaan muslim.
Kafir jenis yang kedua inilah yang sebenarnya dialami oleh para shahabat yang mulia. Mereka itu awalnya memang memeluk agama berhala, dan banyak juga yang menjadi musuh Nabi SAW, bahkan dalam banyak peperangan, mereka malah jadi tokoh antagonis, alias jadi musuh-musuh Allah SWT.
Namun atas kemurahan dan hidayah dari Allah SWT, mereka pun memeluk agama Islam dan menjadi muslim sejati, bahkan menjadi pembela agama Islam. Kalau pun hari ini kita bangsa Indonesia banyak yang muslim, boleh jadi secara tidak langsung karena oleh sebab perantaraan keislaman dari sebagian shahabat itu.
Lalu apa hubungannya dengan konteks turunnya ayat ini, boleh jadi -wallahu a’lam- ayat ini turun untuk sengaja untuk menyoroti kelompok yahudi Bani Israil di Madinah yang enggan dan menolak untuk beriman dan meyakini kenabian Muhammad SAW. Sehingga ayat ini pada hakikatnya ayat yang sedang mengancam dan menakui mereka, bahwa kalau kalian wahai yahudi masih saja membandel tidak mau beriman kepada kenabian Muhamamd SAW, maka kalian akan Allah SWT matikan sebagai orang yang kafir.
Kemudian Allah SWT menakuti mereka kalau sampai mati jadi oran kafir, maka akan dilaknat di dunia ini dan di akhirat nanti akan dimasukkan ke dalam neraka.
Buat mereka ada laknat dari Allah SWT. Asal kata laknat itu adalah dijauhi (الإِبْعَاد) dan terbuang (الطَّرْد). Maka orang yang dilaknat Allah SWT itu dijauhkan dari rahmat-Nya, juga dijauhkan dari taufik dan nikmat-Nya, bahkan dijauhkan dari segala macam kebaikan.