< 32 | Halaman 33 | 34 >

[2] Al-Baqarah : 211 (سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Tanyakanlah kepada Bani Israil, “Berapa banyak bukti nyata (kebenaran) yang telah Kami anugerahkan kepada mereka?” Siapa yang menukar nikmat Allah (dengan kekufuran) setelah (nikmat itu) datang kepadanya, sesungguhnya Allah Maha Keras hukuman-Nya.
Prof. Quraish Shihab : Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyak tanda-tanda (kebenaran) yang nyata yang telah Kami anugerahkan kepada mereka?” Barangsiapa menukar nikmat Allah setelah datang (nikmat itu) kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan- (Nya).
HAMKA : Tanyakanlah kepada Bani lsrail berapakah sudah Kami berikan kepada mereka keterangan yang nyata? Dan barangsiapa yang mengganti nikmat Allah sesudah datang kepadanya maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.
3. Tafsir

سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَنْ يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

[2] Al-Baqarah : 212 (زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kufur dan mereka (terus) menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
Prof. Quraish Shihab : Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka (terus-menerus) merendahkan orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa (itu) di atas mereka (lebih mulia dari mereka) pada Hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki (secara terus-menerus) kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
HAMKA : Dihiaskan bagi orang-orang yang kafir kehidupan dunia dan mereka hinakan orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang yang bertakwa itu akan lebih atas dari mereka di hari kiamat Dan, Allah mengaruniakan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan tidak dihitung.
3. Tafsir

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

[2] Al-Baqarah : 213 (كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Manusia itu (dahulunya) umat yang satu (dalam ketauhidan). (Setelah timbul perselisihan,) lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidak ada yang berselisih tentangnya, kecuali orang-orang yang telah diberi (Kitab) setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka, dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk).
Prof. Quraish Shihab : Manusia dahulunya adalah umat yang satu (kemudian mereka berselisih). Lalu, Allah mengutus para nabi sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Dia menurunkan bersama mereka kitab suci dengan haq (benar dan mengandung kebenaran), untuk memberi putusan di antara manusia tentang apa (urusan) yang mereka perselisihkan. Dan tidaklah berselisih tentangnya (kitab itu) melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka (kitab itu), (yaitu) setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena keinginan yang tidak wajar (dengki) di antara mereka sendiri. Maka, Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan izin-Nya. Dan Allah memberi petunjuk bagi siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing) kepada jalan lebar yang lurus.
HAMKA : Adalah manusia itu umat yang satu. Lalu, Allah mengutus nabi-nabi membawa berita kesukaan dan berita ancaman. Dan, Dia turunkan bersama mereka akan kitab dengan kebenaran. Supaya (kitab itu) memberi keputusan di antara manusia dalam hal-hal yang mereka perselisihkan padanya. Dan, tidaklah berselisih tentang (kitab) itu melainkan orang-orang yang telah diberikan dia kepada mereka, sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan lantaran dengki di antara mereka. Maka, Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman, dari hal yang diperselisihkan oleh orang-orang itu dengan kebenaran atas izin-Nya. Dan, Allah memberikan petunjuk kepada barangsiapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
3. Tafsir

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ ۚ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

[2] Al-Baqarah : 214 (أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
Prof. Quraish Shihab : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepada kamu (cobaan) sebagaimana (halnya) orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul (pesuruh Allah swt. pada waktu itu) dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat.
HAMKA : Ataukah kamu kira bahwa kamu akan masuk ke surga, padahal belum datang kepada kamu seumpama yang pemah datang kepada orang yang telah lalu sebelum kamu; telah menimpa kepada mereka kesusahan, kecelakaan, dan di guncangkan mereka, sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman sertanya, "Bilakah pertolongan Allah?" Ketahuilah! Sesungguhnya, pertolongan Allah itu amat dekat.
3. Tafsir

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

< 32 | 33 | 34 >