Lambang Bulan Sabit dan Bintang | rumahfiqih.com

Lambang Bulan Sabit dan Bintang

Mon 26 March 2007 07:59 | Negara > Khilafah Negara Islam | 6.673 views

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikumwr wb.

Yang saya hormati Ust. Ahmad... Mohon pencerahanya dengan detil tentang lambang Bulan Sabit dan Bintang yang ada di kubah masjid. Atas jawabannya diucapkan banyak terima kasih.

Wassalam,

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Beberapa versi pengamat sejarah mengatakan bahwa sebenarnya asal muasal lambang bulan bintang berasal dari lambang khilafah Islamiyah terakhir yang dimiliki umat Islam, yaitu Khilafah Turki Utsmani.

Khilafah ini adalah warisan terakhir kejayaan umat Islam. Memiliki luas wilayah yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur dunia. Wilayahnya mencakup tiga benua besar dunia, Afrika-Eropa dan Asia. Ibukotanya adalah kota yang sejak 1400 tahun yang lalu telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW sebagai kota yang akan jatuh ke tangan umat Islam.

Rasulullah bersabda, "Qonstantinopel akan kalian bebaskan. Pasukan yang mampu membebaskannya adalah pasukan yang sangat kuat. Dan panglima yang membebaskannya adalah panglima yang sangat kuat.."

Berabad-abad lamanya umat Islam memimpikan realisasi kabar gembira Rasulullah itu. Namun sejak zaman Khilafah Rasyidah, Khilafah Bani Umayah hingga Khilafah Bani Abbasiyah, kabar gembira itu tidak pernah juga terealisasi. Memang sebagian Eropa sudah jatuh ke tangan Islam, yaitu wilayah Spanyol dengan kota-kotanya antara lain: Cordova, Seville, Granda dan seterusnya. Namun jantung Eropa belum pernah jatuh secara serius ke tangan Islam.

Barulah ketika Sultan Muhammad II yang lebih dikenal dengan Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi panglima, jatuhlah kota yang pernah menjadi ibu kota Eropa itu. Lewat pertempuran yang sangat dahsyat dengan menggunakan senjata paling modern di kala itu, yaitu CANON atau meriam yang sangat besar dan suaranya memekakkan telinga, Muhammad Al-Fatih berhasil menjatuhkan kota konstantininopel itu dan menjadikannya sebagai ibu kota Khilafah Turki Utsmani. Serta menjadikannya pusat peradaban Islam.

Wilayahnya adalah tiga benua dengan semua peradaban yang ada di dalamnya. Saat itu bulan sabit digunakan untuk melambangkan posisi tiga benua itu. Ujung yang satu menunjukkan benua Asia yang ada di Timur, ujung lainnya mewakili Afrika yang ada di bagian lain dan di tengahnya adalah Benua Eropa. Sedangkan lambang bintang menunjukkan posisi ibu kota yang kemudian diberi nama Istambul yang bermakna: Kota Islam.

Bendera bulan sabit ini adalah bendera resmi umat Islam saat itu, karena seluruh wilayah dunia Islam berada di bahwa satu naungan khilafah Islamiyah. Tidak seperti sekarang ini yang terpecah-pecah menjadi sekian ratus negara yang berdiri sendiri hasil dari jajahan barat.

Wajar kalau lambang itu begitu melekat di hati umat dari ujung barat Maroko sampai ujung Timur Marauke. Inilah lambang yang pernah dimiliki oleh umat Islam secara bersama, bulan dan bintang. Dan lambang ini kemudian seolah menjadi lambang resmi umat Islam dan selalu muncul di kubah-kubah masjid. Dan kalau kita perhatikan, nyaris hampir semua kubah masjid di berbagai belahan dunia punya lambang ini.

Dan banyak institusi umat Islam yang juga memakai lambang ini, misalnya Masyumi di masa lalu. Bahkan di zaman reformasi, di Indonesia muncul Partai Bulan Bintang yang lambangnya bulan bintang.

Wallahu a`lam bish-shawab, wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Penggunaan Ayat-Ayat Al-Quran untuk Menarik Hati Orang Lain
26 March 2007, 00:38 | Al-Quran > Tilawah | 24.893 views
Apa Fungsi Iddah Dalam Islam
26 March 2007, 00:08 | Pernikahan > Iddah | 8.981 views
Pemuatan Kartun Nabi Tidak Dianggap Penghinaan, Lalu Bagaimana Sikap Kita?
24 March 2007, 22:49 | Kontemporer > Fenomena sosial | 5.867 views
Orang Tua Jualan Rokok
24 March 2007, 11:17 | Kontemporer > Fenomena sosial | 6.585 views
Kamus Al-Munjid
23 March 2007, 03:57 | Kontemporer > Misteri | 12.849 views
Khilaf Para Ulama
23 March 2007, 03:28 | Hadits > Penerapan hadits | 9.035 views
Arti dan Kedudukan Hadist Shahih terhadap AlQuran
23 March 2007, 02:37 | Hadits > Musthalah Hadits | 9.603 views
Ibnu Hajar dan Imam Nawawi Vs Bin Baz Tentang Hukum Isbal
22 March 2007, 14:42 | Hadits > Kitab Tokoh | 19.431 views
Menyandang Gelar Haji, Riya' atau Bukan?
22 March 2007, 04:10 | Kontemporer > Fenomena sosial | 6.831 views
Hukum Berniaga di Dalam Masjid
22 March 2007, 03:15 | Muamalat > Jual-beli | 8.355 views
Mengapa Rasulullah SAW Tidak Disebut 'almarhum'?
21 March 2007, 21:00 | Umum > Rosulullah | 7.947 views
Kartu Kredit, Haramkah?
21 March 2007, 07:53 | Muamalat > Kredit | 8.362 views
Doa untuk Orang yang Meninggal
21 March 2007, 01:40 | Aqidah > Alam Barzakh | 11.413 views
Pengertian Syubhat dan Perbedaan Dua Hadits
20 March 2007, 02:37 | Hadits > Syarah Hadits | 10.656 views
Nasib Mantan Musyrik
19 March 2007, 22:22 | Aqidah > Non muslim | 6.715 views
Wasiat Ayah yang Meninggal
19 March 2007, 21:52 | Mawaris > Masalah terkait waris | 6.548 views
Rukun Jual Beli dan yang Boleh Diperjualbelikan Dalam Syariah
17 March 2007, 06:38 | Muamalat > Jual-beli | 25.049 views
Muhadditsin Vs Fuqaha Dalam Hukum Musik
16 March 2007, 09:01 | Ushul Fiqih > Ulama | 10.716 views
Dalil Berambut Pendek dan Panjang
16 March 2007, 03:13 | Umum > Hukum | 6.106 views
Jual Jilbab Kecil (Tidak Syar'i) Hukumnya Apa?
16 March 2007, 02:57 | Muamalat > Jual-beli | 6.611 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,103,425 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

30-7-2021
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:58 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih