Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wanita Hamil Membawa Bungkusan Jimat | rumahfiqih.com

Wanita Hamil Membawa Bungkusan Jimat

Wed 25 April 2007 09:57 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 5.939 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Akhir-akhir ini banyak kalangan masyarakat kita setiap isteri yang hamil ia memakai bungkusan kecil yang selalu dibawa ke mana pergi, isi dalam bungkusan tersebut, bawah putih, merah, magnet dan lain-lain.

Kalau tidak memakai ini ada yang mengganggu kata orang-orang tua dulu, ini bagaimana ustz?

Terima kasih atas jawabannya....

Hasan pekanbary

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya apa yang anda sampaikan itu bukan fenomena akhir-akhir ini, justru merupakan fenomena yag sudah lama sekali. Sejak zaman dahulu, nenek kita sering kali mempercayai hal-hal yang begituan.

Tentu saja kepercayaan seperti kurang sejalan dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan syariat Islam.

Bungkusan seperti itu sama kedudukannya dengan jimat (tamimah), di mana Allah dan rasul-Nya telah mengharamkan kepercayaan dan praktek seperti ini di dalam aqidah Islam. Dan dalil-dalil yang mengharamkannya bertabur di berbagai kitab hadits. Di antaranya:

Dari Utbah bin Amir diriwayatkan bahwa RasulullahSAW pernah ditemui oleh sekelompok orang, lalu beliau membaiat sembilan di antara mereka dan tidak membaiat satu yang tersisa. Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah! Engkau membaiat yang sembilan orang, tetapi tidak membaiat yang satu ini?" Beliau menjawab, "Karena ia mengalungkan jimat." Orang itupun memasukkan tangannya ke balik bajunya dan mencopot kalung jimatnya. Lalu Rasulullah SAW membaiatnya. Beliau bersabda, "Barangsiapa yang mengalungkan jimat, dia telah berbuat syirik.." (HR Ahmad -16969--)

Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah (492)"

Dari Utbah bin Amir Radhiallahu 'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang mengalungkan jimat, semoga Allah tidak menyempurnakan urusannya. Dan barangsiapa yang mengalungkan wad'ah semoga Allah tidak mengiringi dirinya." (HR Ahmad -16951)

Abu Dawud meriwayatkan dari dari Isa bin Hamzah bahwa ia menceritakan: Saya pernah menemui Abdullah bin Ukaim. Kala itu ia sedang demam. Aku berkata, "Kenapa tidak engkau kalungkan saja jimat?" Beliau berkata, "Na'udzu billah min dzalik. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
"Barangsiapa yang mengalungkan jimat, maka ia akan disandarkan kepada jimat tersebut.."

Maka sebaiknya kepercayaan seperti itu kita kikis pelan-pelan, tetapi dengan sebuah kepastian. Sayangnya, meski masyarakat kita sudah maju, namun media massa seperti televisi bahkan film masih saja menayangkan hal-hal yang tidak masuk akal itu.

Maka ada kewajiban khusus buat kita yang sadar dan mengerti untuk berbuat sesuatu yang nyata. Sebab kita sadar betapa mengerikannya peran media massa dalam menyebarkan kebodohan dan syirik ini. Setidaknya kita harus memiliki peran tersendiri untuk bersama-sama mengakhiri semua praktek yang tidak pantas dalam agama ini.

Orang-orang tua kita perlu diajak berpikir yang lebih sehat secara aqidah. Jangan biarkan terus mereka berada dalam kegelapan yang abadi. Sebab kalau mereka nanti wafat dengan masih punya keyakinan yang salah seperti itu, mereka akan mendapatkan kesulitan di alam kubur dan di yaumil hisab.

Namun cara untuk menyampaikannya tentu tetap harus elegan, tidak asal vonis, apalagi sampai harus mengejek dan menjelekkan. Bahasa harus tetap santun, pendekatan harus tetap enak, tidak perlu menggurui dan berlagak seperti orang yang paling pintar sendiri.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Isteri Haidh, Bolehkan Anal Seks?
25 April 2007, 09:33 | Pernikahan > Terkait jima | 8.751 views
Pintu-Pintu Surga dan Kuncinya
24 April 2007, 04:04 | Aqidah > Surga Neraka | 8.131 views
Foto Perkawinan Non-Muslim
23 April 2007, 02:01 | Kontemporer > Hukum | 5.646 views
Antara Berbekam dan Thaharah
23 April 2007, 01:21 | Thaharah > Wudhu | 6.510 views
Kenapa Air Liur Anjing Najis?
23 April 2007, 00:49 | Thaharah > Najis | 7.819 views
Bintang untuk Melempar Setan?
19 April 2007, 22:48 | Al-Quran > Tafsir | 6.842 views
Olahraga di Tempat Umum Bagi Muslimah
19 April 2007, 21:42 | Wanita > Fenomena terkait wanita | 6.782 views
Cara Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal
18 April 2007, 22:53 | Aqidah > Alam Barzakh | 150.953 views
Bingung Pembagian Warisan
18 April 2007, 02:15 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.969 views
Bisakah Kita Berbicara dengan Allah
16 April 2007, 23:47 | Aqidah > Allah | 7.244 views
Belajar Islam Ikut Jamaah Hijrah
16 April 2007, 22:49 | Aqidah > Islam | 7.363 views
Asal Segala Sesuatu Adalah Halal
16 April 2007, 06:09 | Ushul Fiqih > Dalil | 14.701 views
Haramkah Dapat Pinjaman dari Perusahaan?
13 April 2007, 03:58 | Muamalat > Hutang | 5.927 views
Lelaki dengan 2 Mantan Isteri
13 April 2007, 02:21 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.323 views
Apa Hukumnya Wanita Tidak Khitan
12 April 2007, 00:48 | Wanita > Khitan | 7.996 views
Bagaimanakah Walimah yang Dicontohkan Nabi
11 April 2007, 04:04 | Pernikahan > Walimah | 6.579 views
Benarkah Maulid Nabi Bukan dari Madzhab Syafi'i?
10 April 2007, 05:13 | Kontemporer > Perspektif Islam | 10.140 views
Pulang ke Jakarta, Masihkah Boleh Jama' Qashar?
10 April 2007, 05:01 | Shalat > Shalat Jama | 6.515 views
Ereksi Saat Shalat
10 April 2007, 02:29 | Shalat > Yang Membatalkan Shalat | 7.586 views
Ucapan 'amin' dari Mana Asalnya?
9 April 2007, 08:48 | Shalat > Bacaan Shalat | 6.634 views

TOTAL : 2.299 tanya-jawab | 44,876,170 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-6-2021
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:56 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:51 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih