Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bagaimana Hukumnya Menikah Siri dengan Wali Hakim? | rumahfiqih.com

Bagaimana Hukumnya Menikah Siri dengan Wali Hakim?

Mon 7 October 2013 07:48 | Nikah | 15.038 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Ustadz, saya seorang perempuan berusia 25 th. Saya sekarang sudah mempunyai calon suami dan ingin segera menikah. Kami sama-sama sudah bekerja dan siap lahir batin untuk menikah. Akan tetapi pihak keluarga menghendaki agar kita menikah satu tahun lagi agar kita bisa menabung dulu, karena keluarga menginginkan pesta pernikahan yang meriah. Pertanyaannya, bagaimana kalau kita menikah siri terlebih dahulu dengan wali hakim, karena keluarga tinggalnya jauh dan agar kita tidak semakin banyak berbuat dosa. Apakah sah bila menikah dengan wali hakim karena ayah saya sudah meninggal dunia?
Terima kasih atas jawabannya,
Wassalamu'alaikum warhmatullahi wabarakatuh

Jawaban :

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menikahnya seorang wanita dengan wali yang bukan walinya adalah sebuah dosa dan kejahatan. Sebab adanya wali yang syar'i itu merupakan syarat mutlak dari dihalalkannya kemaluan wanita.

Nabi SAW bersabda, "Siapapun wanita yang menikah tanpa izin dari walinya, maka nikahnya itu batil." (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Apabila ayah kandung anda sudah wafat, maka anda tidak bisa seenaknya sendiri mencari wali bagi diri anda. Bahkan seorang hakim diharamkan untuk memotong kompas begitu saja. Sebab daftar urutan wali setelah ayah itu sudah ditetapkan dalam Allah SWT. Tidak ada hak bagi siapa pun termasuk hakim untuk menikahkan wanita, selama masih ada walinya.

Di dalam kitab Kifayatul Akhyar disebutkan daftar orang-orang yang bisa menjadi wali secara urut, yaitu:

1. Ayah kandung

2. Kakek, atau ayah dari ayah

3 Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu

4. Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah saja

5. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu

6. Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja

7. Saudara laki-laki ayah

8. Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)

Mazhab Asy-Syafi`iyyah cenderung mensyaratkan bahwa daftar urutan wali di atas tidak boleh dilangkahi atau diacak-acak. Sehingga bila ayah kandung masih hidup, maka tidak boleh hak kewaliannya itu diambil alih oleh wawli pada nomor urut berikutnya. Kecuali bila pihak yang bersangkutan memberi izin dan haknya itu kepada mereka.

Penting untuk diketahui bahwa seorang wali berhak mewakilkan hak perwaliannya itu kepada orang lain, meski tidak termasuk dalam daftar para wali. Hal itu biasa sering dilakukan di tengah masyarakat dengan meminta kepada tokoh ulama setempat untuk menjadi wakil dari wali yang syah. Dan untuk itu harus ada akad antara wali dan orang yang mewakilkan.

Dalam kondisi di mana seorang ayah kandung tidak bisa hadir dalam sebuah akad nikah, maka dia bisa saja mewakilkan hak perwaliannya itu kepada orang lain yang dipercayainya, meski bukan termasuk urutan dalam daftar orang yang berhak menjadi wali.

Sehingga bila akad nikah akan dilangsungkan di luar negeri dan semua pihak sudah ada kecuali wali, karena dia tinggal di Indonesia dan kondisinya tidak memungkinkannya untuk ke luar negeri, maka dia boleh mewakilkan hak perwaliannya kepada orang yang sama-sama tinggal di luar negeri itu untuk menikahkan anak gadisnya.

Namun hak perwalian itu tidak boleh dirampas atau diambil begitu saja tanpa izin dari wali yang sesungguhnya. Bila hal itu dilakukan, maka pernikahan itu tidak syah dan harus dipisahkan saat itu juga.

Adapun hakim hanya berfungsi manakala seorang wanita memang sebatang kara, tidak punya sanak saudara dan famili. Atau satu-satunya yang muslim di tengah keluarga yang non muslim. Maka di situlah hakim mendapat kewenangan sebagai representasi dari pemerintah yang sah. Namun bila masih ada wali yang sah, hakim itu berdosa bila menikahkan wanita begitu saja.

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Syarat Hewan Qurban
3 October 2013, 01:36 | Qurban Aqiqah | 8.540 views
Satu Sapi Buat Qurban dan Aqiqah, Bolehkah?
2 October 2013, 01:35 | Qurban Aqiqah | 8.649 views
Tidak Boleh Makan Daging Qurban Lewat Tiga Hari?
30 September 2013, 21:59 | Qurban Aqiqah | 9.327 views
Hukum Qurban Melalui Transfer Uang
29 September 2013, 23:00 | Qurban Aqiqah | 12.386 views
Bolehkah Sembelih Seekor Kambing Quran Untuk Satu Keluarga?
28 September 2013, 23:34 | Qurban Aqiqah | 18.560 views
Istri Ditinggal Mati Suami = Mantan Istri?
25 September 2013, 19:27 | Nikah | 79.276 views
Dua Qullah itu Berapa Liter?
25 September 2013, 12:39 | Thaharah | 67.532 views
Benarkah Kita Sendirian di Jagad Raya?
23 September 2013, 03:47 | Kontemporer | 9.692 views
Diminta Jadi Wakil Rakyat Demi Memperjuangkan Agama
19 September 2013, 22:08 | Dakwah | 7.323 views
Perbedaan Haji Qiran, Ifrad dan Tamattu : Mana Yang Lebih Afdhal
19 September 2013, 02:02 | Haji | 182.760 views
Cara Menentukan Arah Kiblat di Pesawat
17 September 2013, 22:36 | Shalat | 9.706 views
Halalkah Dana Talangan Haji Dari Bank Syariah?
16 September 2013, 21:54 | Haji | 27.467 views
Apakah Sah Khutbah Pakai Bahasa Selain Arab?
13 September 2013, 00:17 | Shalat | 9.771 views
Perlukah Lisensi Buat Para Khatib untuk Khutbah?
12 September 2013, 01:12 | Dakwah | 7.620 views
Nabrak Orang Sampai Mati, Pembunuhan atau Musibah?
9 September 2013, 22:05 | Jinayat | 22.371 views
Hijrah, Syarat Diterimanya Amal Seseorang?
9 September 2013, 03:03 | Umum | 8.912 views
Cara Menyikapi Hadits yang Berbeda-Beda
8 September 2013, 06:22 | Hadits | 9.228 views
Shalat Jum'at dalam Perjalanan
6 September 2013, 10:32 | Shalat | 10.861 views
Kirim Fatihah Buat Abdul Qadir Jaelani Atau Imam Asy-Syafi'i?
3 September 2013, 20:28 | Aqidah | 86.603 views
Salah Paham Sertifikat Halal
3 September 2013, 02:28 | Kuliner | 12.628 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,508,874 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:04 | Maghrib 17:55 | Isya 19:07 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img