Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bagaimana Seharusnya Kostum Pemain Negara Islam yang Ikut Piala Dunia | rumahfiqih.com

Bagaimana Seharusnya Kostum Pemain Negara Islam yang Ikut Piala Dunia

Wed 7 May 2014 04:40 | Kontemporer | 11.716 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz yang dirohmati Alloh, saat ini demam piala dunia mulai terasa lagi, dan setiap tahun ada saja negara-negara Arab yang ikut serta dalam olah raga yang katanya "bergengsi" tersebut. Namun sangat saya sayangkan mereka tidak menjaga "mutu" ke-Islaman sehingga mereka berkostum dengan mengumbar aurat. Bukankah lebih baik berolah raga sambil berda'wah? Bagaimana pak Ustadz melihat kondisi ini?

Terimakasih atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Heri - Surabaya

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ikutnya negara-negara Arab dan berpenduduk mayoritas muslim di ajang sepak bola dunia ini, menurut hemat kami tidak ada kaitannya secara langsung dengan dakwah, kemajuan dan kualitas umat Islam. Mungkin banyak yang menghubung-hubungkannya, tetapi logika sehat kita mengatakan bahwa kemajuan dan kualitas umat tidak diukur hanya dengan urusan piala dunia.

Derajat umat Islam tidak akan terangkat meski juara dunia jatuh ke negara Islam, sebagaimana juga tidak akan terhina bila negeri Islam kalah. Pertarungan sesungguhnya bukan di arena piala dunia, melainkan pada kehidupan nyata sehari-hari. Yaitu ketika umat Islam di suatu negeri bertambah imannya, mendalam pemahaman syariahnya, menerapkan agamanya secara sadar dan ikhlas.

Kalau mereka tidak menjaga mutu keIslaman lantaran main bola dengan paha terbuka, anda tidak perlu risau. Toh mereka bukan barisan juru dakwah yang diberi beban untuk menyiarkan agama Islam. Mereka hanyalah atlet yang tujuannya main bola, tidak lebih. Hanya kebetulan saja mereka muslim. Dan ketika mereka tidak menjalankan syariat Islam dengan membuka aurat, kita tidak bisa berharap terlalu banyak.

Seandainya mereka punya kesadaran dakwah, mungkin malah bukan jadi pemain bola. Tetapi mengerjakan hal-hal yang lebih serius untuk dakwah. Bahkan mungkin jadi ustadz atau penceramah sekalian. Seperti Yusuf Islam yang dulunya bernama Cat Steven, begitu masuk Islam dan komitmen pada dakwah, beliau menjalani hari-hari sebagai juru dakwah yang serius. Bukan sekedar dakwah lewat celana bola.

Memang benar bahwa lebih baik main bola sambil dakwah. Tapi harapan anda itu juga jangan terlalu mengada-ada. Sebab menutup aurat sambil main bola dan tampil di TV dunia, belum tentu bisa banyak berarti. Apalagi kalau kalah, malah akan semakin memojokkan posisi umat Islam.

Jadi sebaiknya jangan dikait-kaitkan antara ajang sepak bola dunia dengan dakwah. Percayalah, bahwa tujuan mereka memang hanya main bola saja, tidak ada kepedulian dengan urusan dakwah, apalagi penerapan syariah.

Tapi kalau anda seorang pelatih bola profesional dan punya posisi, bolehlah dicoba berdakwah, mulai dari mewajibkan anak asuhan anda menutup aurat ketika main bola.

Sesungguhnya ajang sepak bola hanya permainan belaka. Meski banyak umat Islam yang suka bola, maksudnya suka nonton sepak bola, bukan berarti nonton bola itu tidak bermasalah. Bahkan dalam beberapa hal, nonton bola cenderung kurang bermanfaat, lantaran banyak orang begadang malamnya lalu siangnya bolos kerja, bolos kuliah dan bolos sekolah. Dan kalau siarannya siang, aktivitas menontonnya akan mengurangi jam-jam produktif.

Di mana-mana orang hanya bicara bola dan bola saja. Seolah tidak punya masalah hidup lain yang lebih penting dari bola. Namun sikap ini bukan berarti kita harus membenci sepak bola. Sebagai sebuah cabang olah raga, sepak bola pasti bermanfaat. Paling tidak, biar badan jadi sehat dan kuat. Tapi selama seseorang betul-betul main bola, bukan hanya begadang nonton bola. Kalau cuma nonton, tentu tidak membuat sehat.

Mungkin ada baiknya bila demam bola itu berdampak semakin banyaknya umat Islam yang berolahraga, sehingga jasmani mereka jadi sehat. Tetapi menonton bola bukan olah raga, sehingga tidak menambah sehat jasmani. Harusnya, kita main bola biar berolahraga dan sehat, bukan sekedar nonton bola, lalu sibuk dengan oborlan-obrolan bola yang tidak memberi nilai apapun, baik dalam masalah ibadah, muamalah apalagi problematika umat.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kapan Makmum Dapat Satu Rakaat?
5 May 2014, 08:10 | Shalat | 14.522 views
Mazhab Dalam Islam
4 May 2014, 13:46 | Ushul Fiqih | 26.561 views
Hukum Ternak Cacing
2 May 2014, 07:01 | Kontemporer | 29.131 views
Wudhu Tanpa Membuka Jilbab
1 May 2014, 04:12 | Wanita | 13.867 views
Bagaimana Hukumnya Dokter Kandungan/Bersalin Laki-Laki?
30 April 2014, 12:57 | Wanita | 35.269 views
400 Penumpang Pesawat Mau Shalat Semua, Bagaimana Caranya?
29 April 2014, 05:12 | Shalat | 8.309 views
Menthalaq Isteri Saat Haidh
28 April 2014, 06:37 | Nikah | 7.027 views
Meninggal di Hari Jum'at Bebas Siksa Kubur?
26 April 2014, 06:36 | Umum | 31.344 views
Ijab Qabul, Harus Wudhu?
25 April 2014, 06:59 | Nikah | 20.611 views
Bolehkah Suami Melihat Kemaluan Isterinya?
24 April 2014, 05:13 | Nikah | 37.017 views
Non Muslim Menanyakan Kenapa Babi Haram?
23 April 2014, 06:50 | Aqidah | 15.194 views
Nikah Jarak Jauh
22 April 2014, 06:53 | Nikah | 13.678 views
Apa yang Harus Saya Lakukan Ketika Lupa Tidak Sholat Isya'?
21 April 2014, 05:49 | Shalat | 27.803 views
Shalat dengan Mahdzab yang Mana yang Paling Sesuai dengan Nabi?
20 April 2014, 15:42 | Shalat | 53.828 views
Apakah Ibadah Tidak Diterima Apabila di Tubuh Kita Ada Tato?
19 April 2014, 07:21 | Umum | 14.144 views
Apakah Boleh Memelihara Anjing?
18 April 2014, 04:31 | Umum | 14.904 views
Apakah Janin Dalam Kandungan Dapat Warisan?
17 April 2014, 06:24 | Mawaris | 13.440 views
Hukum Rajam Tidak Ada Dalam Al-Quran?
16 April 2014, 01:00 | Jinayat | 15.628 views
Sahkah Shalat Jamaah Diimami Anak Kecil?
15 April 2014, 04:01 | Shalat | 11.716 views
Bayar Hutang Dulu atau Bayar Zakat Dulu?
14 April 2014, 09:30 | Zakat | 12.286 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,289,224 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-9-2019
Subuh 04:29 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:01 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img