Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Berhubungan Seksual Masa Haidh dan Tidak Tahu Keharamannya | rumahfiqih.com

Berhubungan Seksual Masa Haidh dan Tidak Tahu Keharamannya

Fri 19 July 2013 02:38 | Nikah | 11.133 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Ustadz, saya mau bertanya apa hukumnya berhubungan dengan suami di saat sedang datang bulan. Bagaimana hukumnya apabila kita tidak/belum tahu hukumnya tetapi hilaf melakukannya.

Wassalamu'alikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Wanita yang sedang mendapat haid haram bersetubuh dengan suaminya. Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS Al-Baqarah:222)

Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya.

Sedangkan al-Hanabilah membolehkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab:

Dari Anas ra. bahwa orang Yahudi bila para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan". (HR. Muslim)`

Dari Aisyah ra. berkata, "Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh." (HR Muslim)

Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang haid ini tetap belangsung sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Tidak cukup hanya selesai haid saja tetapi juga mandinya. Sebab di dalam al-Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah, itu adalah pendapat al-Malikiyah dan as-Syafi`iyah serta al-Hanafiyah.

Kaffarat Menyetubuhi Wanita (Isteri) Haidh

Bila seorang wanita sedang haid disetubuhi oleh suaminya maka ada hukuman baginya menurut al-Hanabilah. Besarnya adalah satu dinar atau setengah dinar dan terserah memilih yang mana. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW berikut:

Dari Ibn Abbas dari Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang menyetubuhi isterinya dalam keadaan haidh: `Orang yang menyetubuhi isterinya diwaktu haid haruslah bersedekah satu dinar atau setengah dinar` (HR Khamsah dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Al-Qaththan)

As-Syafi`iyah memandang bahwa bila terjadi kasus seperti itu tidaklah didenda dengan kafarat, melainkan hanya disunnahkan saja untuk bersedekah. Satu dinar bila melakukannya diawal haid, dan setengah dinar bila diakhir haid.

Namun umumnya para ulama seperti al-Malikiyah, as-Syafi`iyah dalam pendapatnya yang terbaru tidak mewajibkan denda kafarat bagi pelakunya cukup baginya untuk beristigfar dan bertaubat. Sebab hadits yang menyebutkan kafarat itu hadis yang mudah tharib sebagaimana yang disebutkan oleh al-Hafidz Ibn Hajar dalam Nailul Authar jilid 1 halaman 278.

Ketidaktahuan Bukan Berarti Kebebasan

Sebagai muslim, sudah menjadi kewajiban mendasar untuk mengenal secara benar hukum-hukum syariah. Sehingga bila sampai terjadi pelanggaran-pelanggaran, tidak ada alasan untuk mengelak lantaran tidak tahu.

Sebab belajar syariah itu hukumnya fardhu 'ain bagi setiap muslim, baik laki-laki dan perempuan. Artinya, selama seseorang melalaikan kewajiban ini, selama itu pula dia telah berdosa.

Dan ketika ketidak-tahuannya itu menjerumuskannya ke dalam jurang dosa, berlipatlah dosanya. Pertama, dosa tidak mau berlajar atau bertanya kepada yang mengerti. Kedua, dosa karena melakukan kesalahan itu.

Semoga Allah SWT memudahkan upaya kita untuk belajar agama, dengan cara apapun yang diredhai-Nya, Amien

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Perbedaan Antar Mazhab
17 July 2013, 23:47 | Ushul Fiqih | 18.515 views
Lupa Niat Puasa dan Menjilat Shampoo
17 July 2013, 02:12 | Puasa | 9.662 views
Zakat Fitrah : Pakai Beras Atau Uang?
12 July 2013, 21:02 | Zakat | 25.235 views
Apakah Tiap Transaksi Penjualan Ada Zakatnya?
11 July 2013, 23:22 | Zakat | 26.483 views
Hasil Panen Tembakau Wajibkah Dizakati?
11 July 2013, 14:33 | Zakat | 9.018 views
Pemerintah Bukan Ulil Amri Yang Berwenang Menetapkan Ramadhan?
9 July 2013, 01:13 | Puasa | 24.681 views
Taraweh Dulu Baru Puasa?
8 July 2013, 22:47 | Shalat | 13.113 views
Ramadhan Bakar Petasan, Adakah Syariatnya?
8 July 2013, 01:42 | Puasa | 8.188 views
I'tikaf Sambil Bekerja Bolehkah?
5 July 2013, 00:00 | Puasa | 14.266 views
Haramkah Jadi Golput?
2 July 2013, 21:50 | Negara | 10.276 views
Wajibkah Wanita Memakai Cadar?
1 July 2013, 04:19 | Wanita | 13.621 views
Tata Cara Talaq Sesuai Syariah
28 June 2013, 03:15 | Nikah | 12.846 views
Penetapan Awal Ramadhan, Kenapa Sering Berbeda?
25 June 2013, 20:37 | Puasa | 13.798 views
Mohon Maaf Menjelang Ramadhan, Bid'ahkah?
24 June 2013, 22:53 | Puasa | 18.770 views
Nenek Ingin Puasa
21 June 2013, 18:37 | Puasa | 6.191 views
Puasa untuk Ibu yang Sedang Menyusui
21 June 2013, 01:22 | Puasa | 10.381 views
Pulang Pergi Jakarta Bogor, Bolehkah Menjama' Shalat?
20 June 2013, 00:28 | Shalat | 23.385 views
Shalat Sendirian Lalu Ditepuk Bahunya
19 June 2013, 02:45 | Shalat | 140.338 views
Sikat Gigi Memakai Pasta Gigi Apa Membatalkan Puasa?
17 June 2013, 02:21 | Puasa | 24.735 views
Zakat Mobil Sewa
15 June 2013, 03:06 | Zakat | 8.156 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,340,774 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img