Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Warisan Dibagi Sama Rata, Bolehkah? | rumahfiqih.com

Warisan Dibagi Sama Rata, Bolehkah?

Fri 4 April 2014 11:10 | Mawaris | 15.061 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ustadz, nenek saya baru saja meninggal dunia dengan meninggalkan 2 orang anak (satu pria dan satu wanita), di mana salah satu dari anak tersebut adalah ibu saya.

Pertanyaannya adalah salah satu dari ahli waris (anak lelaki) menginginkan agar warisan tersebut dibagi rata antara kedua anak, sedangkan sepanjang yang saya ketahui pembagian warisan yang benar adalah anak lelaki mendapatkan 2 kali dibandingkan anak perempuan.

Selain itu apakah dimungkinkan sebelum warisan tersebut dibagikan, disisihkan untuk infaq terlebih dahulu, dan berapa prosentasenya untuk infaq?

Sekian dan terima kasih.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Keinginan paman anda untuk membagi sama rata harta warisan dari nenek itu tentu didasari rasa rahimnya kepada saudarinya sendiri. Rasa ini sesungguhnya sangat baik dan perlu dihargai.

Tinggal bagaimana agar niat baik itu tidak dijalankan lewat prosedur yang kurang sejalan dengan ketentuan syariah. Dan anda benar ketika mengatakan bahwa seharusnya bagian yang diterima anak perempuan hanya separuh dari yang diterima oleh anak laki-laki.

Jalan keluar di antara kedua agar bisa ada titik temu tentu ada dan insya Allah masih bisa diupayakan. Caranya, kita bagi dua langkah. Awalnya harta itu dibagi sesuai syariah, lalu setelah paman anda memilikinya, boleh saja dihadiakan kepada ibu anda.

Langkah pertama adalah langkah untuk membagi warisan sesuai dengan ketentuan kitabullah dan sunnah rasul. Maka harta itu dibagi menjadi tiga bagian sama besar. Paman anda berhak atas 2/3 bagian itu dan ibu anda mengambil 1/3-nya. Inilah cara yang benar dalam membagi warisan kepada anak laki dan perempuan.

Langkah kedua, setelah paman anda memiliki 2/3 dari harta warisan itu, kalau beliau ingin berbuat baik dan menjalin kasih sayang kepada saudarinya (ibu anda), boleh saja beliau memberi dalam bentuk hadiah, hibah atau sedekah atau apapun istilahnya. Bahkan kalau mau semua hartanya sekalipun, boleh-boleh saja hukumnya.

Asalkan pembagian secara syariah ditetapkan terlebih dahulu, jangan langsung dibagi sama rata sesuai dengan selera. Ini demi menghormati dan menjalankan hukum yang sudah baku.

Infak Saat Membagi Warisan

Di dalam Al-Quran disebutkan tentang anjuran untuk menyisihkan sebagain harta yang sedangkan dibagi waris.

Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. (QS. An-Nisa': 8)

Tidak ada ketetapan tentang besar nilai yang harus diinfakkan, bahkan bila memang tidak mau bersedekah, pada dasarnya tidak mengapa, karena hal itu bukan merupakan kewajiban, melainkan sekedar ibadah sunnah saja. Perintah di ayat ini bukan bermakna kewajiban melainkan anjuran. Tidak mau bersedekah juga boleh.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Menggunakan Uang Masjid untuk Urusan Partai?
3 April 2014, 10:07 | Kontemporer | 8.187 views
Bolehkah Bekerja di Perusahaan Milik Orang Kafir?
2 April 2014, 06:07 | Muamalat | 44.999 views
Kesederhanaan Gaya Hidup Pejabat
1 April 2014, 06:51 | Negara | 10.217 views
Hukum Foto Pre Wedding di Kartu Undangan
31 March 2014, 03:03 | Nikah | 21.841 views
Rumah Sudah Dihibahkan Apa Masih Dibagi Waris?
28 March 2014, 10:11 | Mawaris | 31.547 views
Hukum Main Game Monopoli dan Ular Tangga, Haramkah?
27 March 2014, 06:17 | Muamalat | 40.089 views
Bingung Halal Haram Asuransi Syariah
24 March 2014, 08:32 | Muamalat | 25.338 views
Bisakah Kita Masuk Surga Tanpa ke Neraka?
22 March 2014, 07:18 | Aqidah | 30.686 views
Terkait Kehamilan dan Pasca Kelahiran
21 March 2014, 09:04 | Wanita | 29.010 views
Zakat Dagangan Modal Patungan, Bagaimana Menghitungnya?
20 March 2014, 07:30 | Zakat | 9.293 views
Hukum Makan Daging Kuda, Halal Atau Haram?
19 March 2014, 05:30 | Kuliner | 120.208 views
Apakah Setiap Hadits Mutawatir Sudah Pasti Shahih?
18 March 2014, 05:00 | Hadits | 52.473 views
Sudah Melepaskan Hak Waris Ternyata Masih Minta Lagi
17 March 2014, 10:20 | Mawaris | 9.412 views
Berwudhu dengan Air Banjir
16 March 2014, 18:44 | Thaharah | 9.835 views
Kenapa Harus Ada Khilafiyah?
15 March 2014, 12:01 | Ushul Fiqih | 13.391 views
Uang Belanja Jika Isteri Lebih dari Satu
14 March 2014, 08:30 | Nikah | 8.376 views
Bagaimana Shalatnya Nelayan Seminggu di Atas Perahu
12 March 2014, 06:00 | Shalat | 12.595 views
Adegan Sujud Syukur Dalam Film 99 Cahaya di Langit Eropa
11 March 2014, 06:10 | Shalat | 13.479 views
Istri Hamil Dengan Laki-laki Lain, Dicerai Lalu Menikah Dengan Yang Menghamilinya
10 March 2014, 08:30 | Nikah | 26.004 views
Istri Dicerai Mau Menikah Lagi, Haruskah Menunggu Talak Tiga?
9 March 2014, 11:00 | Nikah | 22.554 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,736,189 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-8-2019
Subuh 04:40 | Zhuhur 11:57 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:57 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img