Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hadis Terpecahnya Umat Hanya Satu Masuk Surga | rumahfiqih.com

Hadis Terpecahnya Umat Hanya Satu Masuk Surga

Fri 6 February 2015 10:45 | Hadits | 13.183 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz,

Kita sering dengar hadisbahwa di akhir zaman Islam akan menjadi 9 golongan, yang delapan masuk neraka yang satu masuk surga. Apakah hadish tersebut shoheh? Atau itu hadish politik?

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang kami ketahui hadits tentang perpecahan umat Islam itu bukan menjadi 9 golongan, melainkan menjadi 73 golongan. Terus terang kami belum tahu tentang perpecahan menjadi 9 golongan.

Sedangkan perpecahan yang menjadi 723 golongan cukup banyak, di antaranya adalah hadits berikut ini:

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Yahudi terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, nasrani terpecah menjadi 71 atau 72 golongan. Dan umatku terpecah menjadi 73 golongan. (HR Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, Ibu Hibban dan Al-Hakim)

Kedudukan Hadits Dari Segi Sanad

Al-Imam At-Tirmizi menyebutkan dalam kitabnya bahwa kedudukan hadit ini adalah hasan shahih. Julukan ini agaknya agak berbeda dengan umumnya para perawi hadits lainnya.

Menurut sebagian ulama, kalau Al-Imam At-Tirmizy mengatakan suatu hadits berkekuatan hasan shahih, maka ada dua kemungkinan.

Kemungkinan pertana, hadits itu punya 2 sanad. Sanad pertama hasan dan sanad kedua shahih. Kemungkinan kedua, hadits itu punya 1 sanad saja, oleh sebagian ulama dikatakan hasan dan oleh ulama lain disebut shahih.

Al-Hafidz Ibnu Hajar, ulama besar di bidang hadits yang telah menulis kitab penjelasan dari Shahih Bukhari mengatakan bawa hadits tentang 73 golongan ini berstatus hasan.

Sedangkan Al-Imam Ibu Taimiyah mengatakan bahwa kedudukan hadits ini shahih - karena banyaknya jalur periwayatannya.

Al-Imam Ibu Taimiyah bahkan mengatakannya shahih, karena banyaknya jalur periwayatannya.

Perbedaan Penilaian 

Namun seperti biasanya di dalam dunia kritik hadits, ada banyak ulama dengan beragam versinya. Sebagian dari ulama itu menilai bahwa hadits ini bermasalah.

Ibnu Hazm mengatakan bahwa haditsi ini tidak shahih.

Di dalam kitab Tahzibul Kamal, Al-Hafidz Ibnu hajar menyebukan bahwa hadits ini punya masalah pada salah satu perawinya. Dia adalah Muhamad bin Amru bin Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi. Orang ini dikatakan sebagai rajulun mutakallam alaihi min qibali hifdzhihi. Artinya adalah orang yang masih diperdebatkan dalam hafalannya. (Lihat: Tahzibul Kamal oleh Al-Mazi dan Tahzibut Tahzib oleh Ibnu Hajar)

Imam Muslim hanya menshahihkan Muhammad bin Amru apabila dengan kesertaaan perawi lainnya. Bukan kalau dia sendirian.

Hadits Kedua
Di samping hadits di atas, ada hadits lain lagi yang bisa kita bedah.

Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72 millah (agama), sementara umatku berpecah menjadi 73 millah (agama). Semuanya di dalam neraka, kecuali satu millah." Shahabat bertanya, "Millah apa itu?" Beliau menjawab, "Yang aku berada di atasnya dan juga para shahabatku." (HR At-Tirimizi, Abu Daud, Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan Al-Hakim)

Al-Hukmu 'alal Hadits

Al-Imam at-Tirmizi mengatakan bahwa status hukum hadits ini hasan. Sedangkan Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini dapat dijadikan hujjah.

Al-Imam Zainuddin Al-Iraqi (w. 809 H) dan Al-Imam Jalaluddin Assuyuthi mengatakan bahwa hadits kedua ini termasuk hadits mutawatir.

Al-'Ajluni memasukkan hadits kedua ini dalam kitabnya, Kasyful Khafa' wa Muilul Ilbas. Kitab ini merupakan kitab yang berisi hadits yang populer di tengah masyarakat.

Yang Tidak Shahih dan Dikritik Para Ulama

Namun tidak semua bagian hadits itu shahih, ada penggalan kalimat yang masih dipermasalahkan oleh para ulama. Potongan kalimat itu adalah:

"semuanya di neraka kecuali satu golongan, aku dan shahabatku."

Ibnu Hazm dengan tegas mengatakan bahwa tambahan kalimat itu adalah hadits palsu, bukan bagian dari sabda Rasulullah SAW.

Hal senada dikatakan oleh Al-Imam Asy-Syaukani ketika mengutip pandangan Ibnu Katsir. Beliau mengatakan bahwa tambahan kalimat, "semuanya di neraka kecuali satu kelompok" telah didhaifkan oleh banyak ulama muhadditsin.

Ulama besar abad ini, Dr Yusuf Al-Qaradawi juga ikut berkomentar dengan ptongan hadits ini. Beliau mengatakan bahwa seandainya tambahan kalimat ini memang shahih, tidak ada ketetapan bahwa perpecahan itu harus terus menerus terjadi selama-lamanya.

Kesimpulan

Kalau pun ada benar dari umat Islam yang sesat karena menyempal dan masuk neraka, maka hadits itu pun juga tidak memastikan bahwa yang masuk neraka itu akan kekal selamanya di dalam neraka. Sebab hadits itu tetap menyebut mereka sebagai 'ummatku'.

Hal itu berarti bahwa Rasulullah SAW tetap menganggap mereka bagian dari umatnya dan agamanya tetap Islam. Tidak divonis oleh hadits itu sebagai orang kafir yang kekal di dalam neraka.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Menyembelih Aqiqah untuk Diri Sendiri, Boleh Apa Tidak?
5 February 2015, 06:05 | Qurban Aqiqah | 12.733 views
Aqiqah Bukan Hari Ketujuh, Sah Apa Tidak?
4 February 2015, 04:00 | Qurban Aqiqah | 10.769 views
Hukum Memakan Hewan Yang Mati Oleh Hewan Pemburu
3 February 2015, 10:43 | Kuliner | 26.750 views
Pernah Mengolok-olok Ayat Al-Quran, Apakah Diterima Taubatnya?
1 February 2015, 18:00 | Aqidah | 7.681 views
Vonis Murtad dan Mahkamah Syari'ah
28 January 2015, 08:24 | Jinayat | 7.859 views
Murtad : Hukuman Dan Konsekuensinya
27 January 2015, 10:21 | Jinayat | 12.121 views
Tiga Jenis Penyebab Murtadnya Seorang Muslim
26 January 2015, 09:19 | Aqidah | 66.624 views
Apakah Penyihir Itu Kafir Dan Wajib Dihukum Mati?
25 January 2015, 08:22 | Jinayat | 9.431 views
Menjual Makanan Tidak Ada Label Halal
23 January 2015, 08:15 | Kuliner | 9.194 views
Mengapa Inovasi dan Perluasan Zakat Modern Ditolak?
22 January 2015, 02:00 | Zakat | 7.781 views
Tujuh Wanita Yang Jadi Mahram Karena Sebab Persusuan
20 January 2015, 02:22 | Nikah | 8.357 views
Batalkah Wudhu Kita Bila Makan Daging Unta?
19 January 2015, 04:19 | Thaharah | 10.064 views
Sepuluh Kriteria Yang Perlu Dipertimbangkan Ketika Memilih Istri
18 January 2015, 04:37 | Nikah | 33.661 views
Bolehkah Melihat Langsung Calon Istri Dan Bagaimana Teknisnya?
17 January 2015, 16:00 | Nikah | 18.490 views
Apakah Shalat Harus Pakai Sutrah?
16 January 2015, 18:00 | Shalat | 28.993 views
Haruskah Mata Kaki Jamaah Saling Menempel Sepanjang Shalat?
15 January 2015, 09:06 | Shalat | 28.678 views
Manusia Berasal dari Kera?
14 January 2015, 08:40 | Aqidah | 27.449 views
Menjama' Shalat Karena Hujan, Bolehkah?
13 January 2015, 06:15 | Shalat | 11.210 views
Membersihkan Diri dengan Kertas Toilet
12 January 2015, 03:59 | Thaharah | 10.163 views
Apakah Isteri Kedua Dapat Warisan?
11 January 2015, 03:31 | Mawaris | 8.144 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,283,366 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-10-2019
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:50 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img